Tempat Dajjal Diikat Sekarang, Benarkah di Sebuah Pulau Terpencil?

Menurut hadis-hadis shahih, Rasulullah SAW telah memperingatkan umatnya tentang makhluk yang penuh tipu daya itu. Dajjal adalah manusia yang diberikan kemampuan luar biasa untuk menyesatkan. Ia mengaku sebagai Tuhan, memperlihatkan keajaiban palsu, dan menguji iman manusia. Namun sebelum hari itu tiba, ia dikurung oleh Allah di suatu tempat yang misterius.

Diterbitkan 19 Oktober 2025, 14:46 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Dajjal menjadi salah satu tanda besar menjelang datangnya hari kiamat. Ia disebut sebagai fitnah terbesar bagi manusia sejak diciptakannya Nabi Adam. Banyak orang bertanya-tanya di mana Tempat Dajjal diikat sekarang, dan bagaimana kondisinya hingga hari ini.

Menurut hadis-hadis shahih, Rasulullah SAW telah memperingatkan umatnya tentang makhluk yang penuh tipu daya itu. Dajjal adalah manusia yang diberikan kemampuan luar biasa untuk menyesatkan. Ia mengaku sebagai Tuhan, memperlihatkan keajaiban palsu, dan menguji iman manusia. Namun sebelum hari itu tiba, ia dikurung oleh Allah di suatu tempat yang misterius.

Dikutip dari buku Fitnah dan Petaka Akhir Zaman karya Abu Fatiah al-Adnani, mayoritas ulama meyakini bahwa Dajjal sudah ada sejak masa Nabi Muhammad SAW, dan saat ini sedang diikat serta dikurung di sebuah pulau yang tidak dapat dijangkau manusia biasa. Letaknya disebut berada di sekitar Laut Yaman atau Laut Syam. Inilah dasar banyak pembahasan tentang Tempat Dajjal diikat sekarang.

Riwayat yang paling terkenal tentang keberadaan Dajjal bersumber dari kisah sahabat Nabi, Tamim Ad-Dari RA. Kisahnya dikenal sebagai “Hadits Al-Jassasah”, yang diriwayatkan oleh Imam Muslim dalam Shahih Muslim.

 

Kisah Tamim Ad-Dari dan Pulau Misterius

Dalam hadis tersebut, Fatimah binti Qais menceritakan bahwa Rasulullah SAW pernah memanggil para sahabat untuk berkumpul di masjid setelah sholat berjamaah. Saat itu, Nabi SAW berkata bahwa Tamim Ad-Dari, yang sebelumnya beragama Nasrani, telah masuk Islam dan membawa kabar menakjubkan tentang Dajjal.

Tamim bercerita bahwa dirinya bersama 30 orang sahabatnya berlayar di lautan. Kapalnya terombang-ambing oleh ombak besar selama sebulan hingga akhirnya mereka terdampar di sebuah pulau. Di sana mereka bertemu dengan makhluk berbulu sangat lebat bernama Al-Jassasah.

Al-Jassasah kemudian memerintahkan mereka untuk menemui seorang manusia yang sedang berada di dalam gua. Ketika mereka masuk, mereka melihat seorang pria bertubuh sangat besar dan kuat, dengan kedua tangannya terbelenggu hingga lehernya, serta kaki yang terikat dengan rantai besi.

Pria itu ternyata adalah Dajjal. Ia sudah diikat dan tidak dapat bergerak. Dari sinilah muncul keyakinan bahwa Tempat Dajjal diikat sekarang berada di pulau yang dimaksud Tamim Ad-Dari tersebut.

 

Dialog Antara Tamim dan Dajjal

Tamim dan rombongannya berbincang dengan Dajjal. Dalam dialog itu, Dajjal bertanya tentang banyak hal yang menunjukkan bahwa ia mengetahui tanda-tanda akhir zaman. Ia bertanya tentang kurma di Baisan, Danau Thabariyyah, dan mata air Zughar.

Tamim menjawab bahwa kurma masih berbuah, dan air danau serta mata air masih melimpah. Dajjal kemudian berkata bahwa nanti semuanya akan mengering.

Ia juga bertanya tentang Nabi yang diutus kepada bangsa Arab. Ketika dijawab bahwa Nabi tersebut telah menang dan diikuti umatnya, Dajjal berkata, “Ketahuilah, itu lebih baik bagi mereka untuk menaatinya.”

Kemudian Dajjal menambahkan, “Telah hampir tiba waktunya aku diizinkan keluar. Saat aku keluar, aku akan menjelajahi seluruh bumi, kecuali Makkah dan Madinah. Setiap kali aku hendak memasukinya, malaikat akan menghalangiku dengan pedang yang terhunus.”

 

Nabi Muhammad SAW Menegaskan Lokasi Dajjal

Setelah mendengar kisah Tamim Ad-Dari, Rasulullah SAW membenarkan cerita tersebut dan bersabda:

فَإِنَّهُ أَعْجَبَنِي حَدِيثُ تَمِيمٍ أَنَّهُ وَافَقَ الَّذِي كُنْتُ أَحَدِتْكُمْ عَنْهُ... أَلَا إِنَّهُ فِي بَحْرِ الشَّامِ أَوْ بَحْرِ الْيَمَنِ لَا بَلْ مِنْ قِبَلِ الْمَشْرِقِ مَا هُوَ

Latin: Fa innahu a‘jabani hadītsu Tamīm annahu wafaqa alladzī kuntu aḥadditsukum ‘anhu… alā innahu fī baḥri asy-Syām aw baḥri al-Yaman, lā bal min qibali al-masyriq mā huwa.

Artinya: “Kisah Tamim menakjubkan hatiku, dan sesuai dengan apa yang telah aku ceritakan kepada kalian. Ketahuilah, Dajjal berada di Laut Syam atau Laut Yaman. Tidak, melainkan dari arah timur! Dia dari arah timur!” (HR. Muslim).

Hadis ini menjadi landasan utama para ulama dalam menelusuri Tempat Dajjal diikat sekarang, yang dipercaya ada di wilayah timur Jazirah Arab, kemungkinan besar di sekitar Samudra Hindia atau Laut Yaman.

 

Pendapat Para Ulama Tentang Tempat Dajjal

Sebagian ulama berpendapat bahwa pulau tempat Dajjal diikat itu mungkin tidak bisa dijangkau manusia biasa karena dijaga oleh malaikat. Ada pula yang mengatakan bahwa tempat itu tersembunyi oleh fenomena gaib yang tidak bisa terdeteksi secara fisik.

Imam Nawawi dalam Syarah Shahih Muslim menegaskan bahwa kisah Tamim Ad-Dari adalah hadis sahih dan tidak diragukan. Namun, lokasi pasti pulau itu tidak diketahui.

Sementara itu, Abu Fatiah al-Adnani menyebut bahwa keberadaan Dajjal sekarang adalah bagian dari rahasia Allah. Tidak ada manusia yang akan bisa menemukannya sebelum waktu yang telah ditetapkan untuk ia keluar ke dunia.

 

Misteri Pulau di Timur

Sebagian peneliti Muslim modern mencoba menafsirkan arah timur yang disebut Rasulullah SAW sebagai kawasan timur Jazirah Arab. Beberapa menyebut kemungkinan di wilayah Samudra Hindia, dekat Kepulauan Socotra, Yaman, atau area di sekitar Laut Arab.

Namun, semua pendapat itu belum dapat dibuktikan secara ilmiah. Para ulama mengingatkan agar umat Islam tidak terjebak pada spekulasi, karena inti dari kisah ini adalah kewaspadaan terhadap fitnah Dajjal, bukan lokasi persisnya.

Tanda-tanda Menjelang Kemunculan Dajjal

Rasulullah SAW bersabda bahwa sebelum kemunculan Dajjal, akan terjadi kekeringan panjang, kekacauan, dan banyak fitnah di muka bumi. Saat itu, iman manusia akan diuji.

Nabi SAW juga mengajarkan agar umat Islam berlindung dari fitnah Dajjal dalam doa setelah tasyahhud akhir:

اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ مِنْ فِتْنَةِ الْمَسِيحِ الدَّجَّالِ

Allahumma inni a‘ūdzu bika min fitnati al-Masīḥ ad-Dajjāl.

Artinya: “Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari fitnah Al-Masih Ad-Dajjal.”

 

Sebuah Tempat yang Menjadi Misteri Besar

Hingga kini, Tempat Dajjal diikat sekarang tetap menjadi misteri besar. Tidak ada satu pun manusia yang dapat menemukannya karena itu adalah bagian dari ketetapan Allah SWT. Namun, Rasulullah SAW telah meninggalkan petunjuk agar umat Islam senantiasa berpegang teguh pada iman dan selalu berlindung dari fitnah Dajjal.

Kisah Tamim Ad-Dari menjadi bukti bahwa Dajjal benar-benar ada dan tengah menunggu waktu yang telah ditentukan untuk keluar.

Maka yang terpenting bagi umat Islam adalah memperkuat keimanan, memperbanyak doa, dan memohon perlindungan kepada Allah dari fitnah yang paling dahsyat di akhir zaman.

 

People Also Talk:

1. Di mana sebenarnya tempat Dajjal diikat sekarang? Menurut hadis sahih, Dajjal berada di sebuah pulau di arah timur, sekitar Laut Syam atau Laut Yaman.

2. Siapa yang pernah bertemu Dajjal pertama kali? Sahabat Tamim Ad-Dari RA bersama rombongannya.

3. Apa yang dilakukan Dajjal setelah dilepaskan nanti? Ia akan menjelajahi seluruh bumi, menyesatkan manusia, kecuali Makkah dan Madinah.

4. Mengapa Dajjal tidak bisa masuk ke Makkah dan Madinah? Karena kedua kota itu dijaga oleh malaikat dengan pedang yang terhunus.

5. Apa doa agar selamat dari fitnah Dajjal? Allahumma inni a‘ūdzu bika min fitnati al-Masīḥ ad-Dajjāl — “Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari fitnah Al-Masih Ad-Dajjal.”