Liputan6.com, Jakarta Doa setelah tawaf wada memiliki makna yang mendalam sebagai ungkapan perpisahan dengan Baitullah dan harapan untuk kembali lagi ke Tanah Suci. Bacaan doa ini mengandung permohonan agar Allah memberikan kesehatan, perlindungan agama, serta kemudahan dalam perjalanan pulang.
Tawaf wada sendiri merupakan rangkaian ibadah terakhir yang dilakukan jamaah haji sebelum meninggalkan tanah suci. Setelah melaksanakan tawaf wada, sangat dianjurkan bagi jamaah untuk membaca doa setelah tawaf wada sebagai bentuk permohonan kepada Allah SWT.
Menurut kitab Manasik al-Hajj wa al-Umrah karya Syaikh Muhammad bin Shalih al-Utsaimin, doa setelah tawaf wada sangat dianjurkan untuk dibaca karena merupakan momen terakhir berdialog dengan Allah di hadapan Kakbah sebelum jamaah kembali ke tanah air. Berikut Liputan6.com ulas lengkapnya melansir dari berbagai sumber, Selasa (7/10/2025).
Advertisement
Doa Setelah Tawaf Wada Lengkap Arab, Latin, dan Terjemah
Bacaan doa setelah tawaf wada merupakan amalan yang sangat dianjurkan bagi setiap jamaah haji dan umrah. Doa ini dibaca setelah menyelesaikan tujuh putaran tawaf wada sebagai bentuk perpisahan dengan Baitullah.
Berikut adalah bacaan doa setelah tawaf wada yang lengkap:
Teks Arab:
اللّهُمَّ إِنَّ البَيْتَ بَيْتُكَ وَالْعَبْدَ عَبْدُكَ وَابْنُ عَبْدِكَ وَابْنُ أُمَتِكَ حَمَلْتَنِي عَلَى مَا سَخَّرْتَ لِي مِنْ خَلْقِكَ حَتَّى سَيَّرْتَنِي فِي بِلادِكَ وَبَلَعْتَنِيْ بِنِعْمَتِكَ حَتَّى أَعَنْتَنِي عَلَى قَضَاءِ مَنَاسِكِكَ، فَإِنْ كُنْتَ رَضِيْتَ عَنِّيْ فَازْدَدْ عَنِّيْ رِضًا وَإِلَّا فَمِنَ الآنَ عَلَى قَبْلَ تَبَاعُدِيْ عَنْ بَيْتِكَ وَهَذَا أَوَانُ انْصِرَافِيٌّ إِنْ أَذِنْتَ لِي غَيْرَ مُسْتَبْدَلِ بِكَ وَلَا بِبَيْتِكَ وَلَا رَاغِبَ عَنْكَ وَلاَ عَنْ بَيْتِكَ. اَللّهُـمَّ فَأَصْحِبْنِيَ الْعَافِيَة فِي بَدَنِي وَالعِصْمَةَ فِي دِيْنِي وَأَحْسِنْ مُنْقَلَبِي وَارْزُقْنِي طَاعَتَكَ مَا أَحْيَيْتَنِيْ مَا أَبْقَيْتَنِي وَاجْمَعْ لِيْ خَيْرَي الدُّنْيَا وَالْآخِرَةِ إِنَّكَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ ۚ اللَّهُمَّ لَا تَجْعَلْ هَذَا أُخِرَ عَهْدِي بَيْتِكَ الْحَرَامِ وَإِنْ جَعَلْتَهُ أُخِرَ عَهْدِى فَعَوِّضْنِي عَنْهُ الْجَنَّةَ برَحْمَتِكَ يَا أَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ، أَمِيْنَ يَا رَبَّ الْعَالَمِينَ
Bacaan Latin:
Allaahumma innal baita baituka wal 'abda 'abduka wabnu 'abdika wabnu amatika hamaltanî 'alaa maa sakhkharta lî min khalqika hattaa sayyartanî fî bilaadika wa bala'tanî bi ni'matika hattaa a'antanî 'alaa qadhaa-i manaasikika, fa in kunta radhîta 'annî fazdad 'annî ridhan wa illaa famin al-aana 'alaa qabla tabaa'udî 'an baitika wa haadhaa awaanu inshiraafiyyun in adhinta lî ghaira mustabdilim bika wa laa bi baitika wa laa raaghibin 'anka wa laa 'an baitika.
Allaahumma fa ashhibnil 'aafiyata fî badanî wal 'ishmata fî dînî wa ahsin munqalabî warzuqnî thaa'ataka maa ahyaitanî maa abqaitanî wajma' lî khairal dunyaa wal aakhirati innaka 'alaa kulli syai-in qadîr. Allaahumma laa taj'al haadhaa aakhira 'ahdî baitika al-haraama wa in ja'altahu aakhira 'ahdî fa 'awwidhnî 'anhul jannata bi rahmatika yaa arhamar raahimîn, amîn yaa rabbal 'aalamîn.
Terjemahan:
"Ya Allah, rumah ini adalah rumah-Mu, aku ini hamba-Mu, anak hamba-Mu yang laki-laki dan anak hamba-Mu yang perempuan. Engkau telah membawa aku di atas kendaraan ciptaan-Mu yang Engkau tundukkan untukku, dan Engkau sendiri memudahkan perjalananku, serta mengantarkan aku sampai ke negeri-Mu ini dan menolongku dengan nikmat-Mu sehingga dapat menunaikan ibadah haji. Kalau Engkau rida padaku, maka tambahkanlah keridaan itu padaku. Jika tidak, maka karuniailah aku sekarang sebelum aku jauh dari rumah-Mu.
Sekarang sudah waktunya aku pulang, jika Engkau izinkan aku tidak menukar sesuatu dengan-Mu atau pun rumah-Mu, tidak benci pada-Mu dan tidak juga benci pada rumah-Mu. Ya Allah, maka bekalilah aku dengan kesehatan pada tubuhku, dan pemeliharaan pada agamaku, perbaikilah tempat kembaliku dan bantulah aku untuk taat padamu selama hidupku dan kumpulkanlah bagiku dua kebajikan dunia dan akhirat.
Sesungguhnya Engkau Maha Kuasa atas segala sesuatu. Ya Allah, jangan jadikan ini masa terakhirku bertemu dengan rumah-Mu. Namun kalau memang menjadi masa terakhirku, maka gantilah dengan surga, berkat rahmat-Mu, wahai Tuhan Yang Maha Pengasih dari segala yang pengasih, amiin. Wahai Tuhan Maha Pemelihara seluruh alam."
Advertisement
Pengertian Tawaf Wada
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4572021/original/010236500_1694495492-ekrem-osmanoglu-R_t4oOh-Lvg-unsplash.jpg)
Tawaf wada merupakan tawaf perpisahan yang dilakukan oleh jamaah haji sebelum meninggalkan Kota Mekkah untuk kembali ke tanah air. Tawaf ini menjadi rangkaian ibadah terakhir dalam pelaksanaan ibadah haji dan hukumnya adalah wajib menurut jumhur ulama.
Kata "wada" dalam bahasa Arab berarti perpisahan atau perpisahan terakhir. Tawaf wada dilakukan sebagai bentuk penghormatan terakhir kepada Baitullah sebelum jamaah haji meninggalkan Tanah Suci. Tawaf ini dilakukan dengan mengelilingi Kakbah sebanyak tujuh putaran, dimulai dari Hajar Aswad dan berakhir di Hajar Aswad.
Menurut Fiqh al-Sunnah karya Sayyid Sabiq, tawaf wada disyariatkan berdasarkan hadits Nabi Muhammad SAW yang memerintahkan agar jamaah haji tidak meninggalkan Mekkah kecuali setelah melakukan tawaf di Baitullah sebagai urusan terakhir. Tawaf wada menunjukkan kerinduan dan kecintaan jamaah kepada Kakbah, serta harapan untuk kembali lagi mengunjungi Rumah Allah.
Pelaksanaan tawaf wada sama dengan tawaf pada umumnya, yaitu dimulai dengan niat, istilam Hajar Aswad, kemudian mengelilingi Kakbah sebanyak tujuh putaran dengan posisi Kakbah berada di sebelah kiri. Setelah selesai tawaf, jamaah dianjurkan untuk melaksanakan shalat dua rakaat di Maqam Ibrahim dan membaca doa setelah tawaf wada.
Waktu Pelaksanaan Tawaf Wada
Waktu pelaksanaan tawaf wada sangat penting untuk diperhatikan agar ibadah ini sah dan diterima oleh Allah SWT. Tawaf wada dilakukan setelah jamaah haji menyelesaikan seluruh rangkaian ibadah haji, termasuk melontar jumrah pada hari-hari tasyriq.
Berikut adalah ketentuan waktu pelaksanaan tawaf wada:
- Setelah Menyelesaikan Seluruh Manasik Haji
Tawaf wada dilakukan setelah jamaah menyelesaikan semua rangkaian ibadah haji, termasuk wukuf di Arafah, mabit di Muzdalifah dan Mina, melontar jumrah, dan tahallul. Tawaf ini menjadi ibadah penutup sebelum meninggalkan Mekkah.
- Menjelang Keberangkatan Pulang
Tawaf wada sebaiknya dilakukan sesaat sebelum jamaah berangkat meninggalkan Mekkah menuju tanah air. Hal ini sesuai dengan makna "wada" yang berarti perpisahan, sehingga tawaf ini menjadi kegiatan terakhir di Tanah Suci.
- Tidak Ada Aktivitas Lain Setelah Tawaf Wada
Setelah melaksanakan tawaf wada, jamaah sebaiknya langsung menuju ke tempat keberangkatan tanpa melakukan aktivitas lain yang tidak perlu di Mekkah. Namun, aktivitas ringan seperti berbelanja keperluan perjalanan atau makan di perjalanan masih diperbolehkan.
- Batas Waktu Pelaksanaan
Jika jamaah masih berada di Mekkah setelah melaksanakan tawaf wada lebih dari beberapa hari, maka tawaf wada perlu diulang kembali menjelang keberangkatan. Hal ini untuk memastikan tawaf wada benar-benar menjadi aktivitas terakhir di Mekkah.
- Pengecualian untuk Wanita Haid dan Nifas
Wanita yang sedang dalam kondisi haid atau nifas tidak wajib melaksanakan tawaf wada. Mereka diperbolehkan langsung pulang tanpa melaksanakan tawaf wada, sebagaimana dijelaskan dalam hadits Nabi Muhammad SAW yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari dan Muslim.
Situs resmi Kementerian Agama Arab Saudi, Ministry of Hajj and Umrah, menegaskan bahwa tawaf wada harus menjadi aktivitas terakhir jamaah haji di Masjidil Haram sebelum meninggalkan Mekkah untuk menjaga kesempurnaan ibadah haji.
Advertisement
Doa Saat Memulai Tawaf Arab, Latin, dan Terjemah
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/2850390/original/036180000_1562823034-Jemaah_Haji_Thawaf_di_Kakbah.jpg)
Ketika memulai tawaf, jamaah dianjurkan untuk membaca doa pembuka sebagai bentuk permohonan kepada Allah agar tawaf yang dilakukan diterima dan diberkahi. Doa ini dibaca saat berada di depan Hajar Aswad sebelum memulai putaran pertama tawaf.
Teks Arab: بِسْمِ اللَّهِ وَاللَّهُ أَكْبَرُ، اللَّهُمَّ إِيمَانًا بِكَ وَتَصْدِيقًا بِكِتَابِكَ وَوَفَاءً بِعَهْدِكَ وَاتِّبَاعًا لِسُنَّةِ نَبِيِّكَ مُحَمَّدٍ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ
Bacaan Latin: Bismillahi wallahu akbar, Allahumma imaanan bika wa tashdiqan bikitabika wa wafaa-an bi'ahdika wattibaa'an lisunnati nabiyyika Muhammadin shallallahu 'alaihi wasallam.
Terjemahan: "Dengan nama Allah, Allah Maha Besar. Ya Allah, dengan penuh iman kepada-Mu, membenarkan kitab-Mu, menepati janji kepada-Mu, dan mengikuti sunnah Nabi-Mu Muhammad SAW."
Doa ini mencerminkan komitmen jamaah untuk melaksanakan tawaf dengan landasan iman, keyakinan kepada Al-Quran, dan keteladanan dari Rasulullah SAW. Membaca doa pembuka tawaf membantu jamaah untuk memfokuskan niat dan tujuan ibadah kepada Allah semata.
Menurut Panduan Haji dan Umrah yang diterbitkan oleh Kementerian Agama Republik Indonesia, doa pembuka tawaf sangat dianjurkan untuk dibaca meskipun tidak wajib, karena dapat meningkatkan kekhusyukan dan kesadaran spiritual jamaah selama melakukan tawaf di Baitullah.
Doa di Antara Rukun Yamani dan Hajar Aswad Arab, Latin, dan Terjemah
Antara Rukun Yamani dan Hajar Aswad terdapat jarak yang disebut sebagai area yang sangat mustajab untuk berdoa. Nabi Muhammad SAW mengajarkan doa khusus yang dibaca di area ini setiap kali jamaah melewatinya dalam setiap putaran tawaf.
Teks Arab: رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الْآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ
Bacaan Latin: Rabbanaaa aatinaa fid dunyaa hasanatan wa fil aakhirati hasanatan wa qinaa 'adzaaban naar.
Terjemahan: "Ya Tuhan kami, berikanlah kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat, dan lindungilah kami dari azab neraka."
Doa ini merupakan doa yang sangat komprehensif karena mencakup permohonan kebaikan di dunia dan akhirat sekaligus. Di dunia, kebaikan meliputi kesehatan, rezeki, ilmu, dan keluarga yang shaleh. Di akhirat, kebaikan meliputi ampunan, surga, dan keridhaan Allah SWT.
Imam Ahmad dan Abu Daud meriwayatkan bahwa Nabi Muhammad SAW selalu membaca doa ini setiap kali melewati area tersebut dalam tawaf. Jamaah haji dan umrah dianjurkan untuk mengikuti sunnah ini dengan membaca doa yang sama di setiap putaran tawaf.
Kitab Fiqh as-Sunnah karya Sayyid Sabiq menekankan bahwa doa ini merupakan doa yang paling sering dibaca oleh Rasulullah SAW, menunjukkan pentingnya keseimbangan antara kepentingan dunia dan akhirat dalam kehidupan seorang muslim.
Advertisement
FAQ
- Apa itu tawaf wada? Tawaf wada adalah tawaf perpisahan yang dilakukan sebelum meninggalkan Makkah.
- Apakah doa setelah tawaf wada wajib dibaca? Doa setelah tawaf wada tidak wajib, namun dianjurkan untuk memperbanyak doa dan dzikir.
- Kapan waktu yang tepat membaca doa setelah tawaf wada? Doa dibaca setelah selesai mengelilingi Ka'bah sebanyak tujuh putaran dan sebelum meninggalkan Masjidil Haram.
- Apakah ada doa khusus yang diajarkan Rasulullah setelah tawaf wada? Tidak ada doa khusus dari Rasulullah, tapi dianjurkan membaca doa-doa kebaikan dan keselamatan.
- Apakah teks doa setelah tawaf wada tersedia dalam bahasa Latin dan terjemah? Ya, banyak sumber menyediakan doa dalam tulisan Arab, Latin, dan terjemahannya untuk memudahkan jamaah.
- Bolehkah wanita haid mengikuti tawaf wada? Wanita haid tidak boleh melakukan tawaf, termasuk tawaf wada, sampai suci.
- Apa hukum meninggalkan tawaf wada bagi jamaah haji atau umroh? Meninggalkan tawaf wada tanpa uzur syar’i dapat dikenakan dam (denda) bagi jamaah haji dan umroh.
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5523300/original/073953200_1772800710-IMG_0778.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8228972/original/000657200_1781089339-cek_fakta_-_bantuan_traktor.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/2141080/original/044539900_1525361942-spbu_pertamina_palembang.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9324106/original/075794500_1786690114-cek_fakta_-_alat_pertanian_tanam_padi_hingga_traktor.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4572020/original/079789800_1694495488-haidan-IAwnp88Fz8Y-unsplash.jpg)