Doa setelah Sholat Dhuha Teks Arab Latin dan Arti, Rezeki Lancar dan Dimudahkan Segala Urusan

Doa setelah sholat Dhuha merupakan amalan penyempurna yang sangat dianjurkan untuk diamalkan secara istiqamah

Diterbitkan 02 Oktober 2026, 09:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Doa setelah sholat Dhuha merupakan amalan penyempurna yang sangat dianjurkan untuk diamalkan secara istiqamah setelah melaksanakan ibadah sunnah tersebut. Terdapat berbagai fadhilah atau keutamaan yang diperoleh bagi yang mengamalkannya secara istiqamah.

Sholat Dhuha merupakan salah satu shalat sunnah yang sangat dianjurkan dalam Islam. Ibadah ini dikerjakan pada pagi hari, ketika matahari mulai naik hingga sebelum masuk waktu Zuhur. Meskipun hukumnya sunnah, sholat Dhuha memiliki keutamaan yang luar biasa, terutama sebagai sarana untuk memohon kelancaran rezeki dan kemudahan dalam segala urusan.

Dalam buku Tuntunan Shalat Dhuha karya H. Sayuti, dijelaskan bahwa sholat Dhuha dikerjakan minimal dua rakaat dan maksimal dua belas rakaat, dengan setiap dua rakaat diakhiri salam.

Syekh Zainuddin Al-Malibari dalam kitab Fathul Mu'in menjelaskan bahwa sholat Dhuha disunahkan berdasarkan firman Allah SWT tentang bertasbih di waktu pagi, dan Ibnu Abbas menafsirkan shalat isyraq sebagai shalat Dhuha. Hadis riwayat Muslim dari Abu Dzar RA juga menyebutkan bahwa dua rakaat sholat Dhuha dapat mencukupi sedekah seluruh persendian tubuh manusia.

Dalam buku Keutamaan Sholat Dhuha Serta Ibadah Sunnah Lainnya karya Drs. Mujahidin, ditegaskan bahwa sholat Dhuha bukan sekadar rutinitas, melainkan wasiat langsung dari Rasulullah SAW kepada Abu Hurairah RA untuk tidak meninggalkan tiga perkara hingga mati: puasa tiga hari setiap bulan, sholat Dhuha, dan sholat Witir sebelum tidur.

Para ulama Mazhab Syafi'i, sebagaimana termaktub dalam kitab I'anatut Thalibin, Tuhfatul Muhtaj, dan Hasyiyatul Jamal, menganjurkan doa khusus yang dibaca setelah menunaikan sholat Dhuha. Doa ini berisi permohonan agar Allah melancarkan rezeki dari segala penjuru, memudahkan segala urusan, dan menjadikan hamba-Nya termasuk orang-orang yang saleh. Berikut ulasannya.

Bacaan Doa Setelah Sholat Dhuha

1. Doa Utama Setelah Sholat Dhuha

Doa yang dianjurkan untuk dibaca setelah menunaikan sholat Dhuha adalah sebagai berikut. Doa ini sebagaimana disebutkan dalam kitab I'anatut Thalibin, Tuhfatul Muhtaj, dan Hasyiyatul Jamal.

Arab: اَللّٰهُمَّ اِنَّ الضُّحَآءَ ضُحَاءُكَ وَالْبَهَاءَ بَهَاءُكَ وَالْجَمَالَ جَمَالُكَ وَالْقُوَّةَ قُوَّتُكَ وَالْقُدْرَةَ قُدْرَتُكَ وَالْعِصْمَةَ عِصْمَتُكَ. اَللّٰهُمَّ اِنْ كَانَ رِزْقِى فِى السَّمَآءِ فَأَنْزِلْهُ وَاِنْ كَانَ فِى اْلاَرْضِ فَأَخْرِجْهُ وَاِنْ كَانَ مُعَسَّرًا فَيَسِّرْهُ وَاِنْ كَانَ حَرَامًا فَطَهِّرْهُ وَاِنْ كَانَ بَعِيْدًا فَقَرِّبْهُ. بِحَقِّ ضُحَاءِكَ وَبَهَاءِكَ وَجَمَالِكَ وَقُوَّتِكَ وَقُدْرَتِكَ آتِنِىْ مَآاَتَيْتَ عِبَادَكَ الصَّالِحِيْنَ

Latin: Allaahumma innadh dhuhaa-a dhuhaa-uka walbahaa-a bahaa-uka wal jamaala jamaaluka wal quwwata quwwatuka wal qudrata qudratuka wal 'ishmatta 'ishmatuk. Allaahumma in kaana rizqii fissamaa-i fa anzilhu wa in kaanafil ardhi fa-akhrijhu wa in kaana mu'assaran fayas sirhu wa in kaana haraaman fathahhirhu wa in kaana ba'iidan faqarribhu bihaqqi dhuhaa-ika wa bahaa-ika wa jamaalika wa quuwatika wa qudratika aatinii maa aataita 'ibaadakash shalihiin.

Artinya: "Wahai Tuhanku, sesungguhnya waktu Dhuha adalah waktu Dhuha-Mu, keagungan adalah keagungan-Mu, keindahan adalah keindahan-Mu, kekuatan adalah kekuatan-Mu, dan kekuasaan adalah kekuasaan-Mu serta penjagaan adalah penjagaan-Mu. Ya Allah, jika rezekiku masih di atas langit, turunkanlah dan jika ada di dalam bumi, keluarkanlah. Jika sukar mudahkanlah, jika haram sucikanlah, jika masih jauh dekatkanlah, berkat waktu Dhuha, keagungan, keindahan, kekuatan dan kekuasaan-Mu, limpahkanlah kepada kami segala yang telah Engkau limpahkan kepada hamba-hamba-Mu yang saleh".

2. Doa Memohon Ampunan

Selain doa utama, terdapat doa pendek yang diajarkan Rasulullah SAW setelah sholat Dhuha. Dari Aisyah RA, Rasulullah SAW setelah selesai sholat Dhuha mengucapkan:

Arab: اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِي، وَتُبْ عَلَيَّ، إِنَّكَ أَنْتَ التَّوَّابُ الرَّحِيْمُ

Latin: Allaahummaghfir lii, wa tub 'alayya, innaka antat tawwaabur rahiim.

Artinya: "Ya Allah, ampunilah aku dan terimalah tobatku. Sesungguhnya Engkau Maha Penerima Tobat dan Maha Penyayang".

3. Doa Tambahan

Dalam kitab Tuntunan Shalat Dhuha karya H. Sayuti, terdapat doa tambahan yang dianjurkan untuk dibaca setelah sholat Dhuha:

Arab: اَللّٰهُمَّ بِكَ أُصَاوِلُ وَبِكَ أُحَاوِلُ وَبِكَ أُقَاتِلُ

Latin: Allaahumma bika ushāwilu, wa bika uhāwilu, wa bika uqātilu.

Artinya: "Ya Allah, dengan-Mu aku berjuang, dengan-Mu aku berusaha, dan dengan-Mu aku menghadapi."

Dzikir Setelah Sholat Dhuha

Selain doa, dianjurkan juga untuk membaca dzikir setelah sholat Dhuha. Beberapa dzikir yang dianjurkan antara lain:

1. Istighfar 100 kali:

أَسْتَغْفِرُ اللّٰهَ الْعَظِيْمَ

Astaghfirullaahal 'azhiim (100×)

"Aku memohon ampun kepada Allah Yang Maha Agung."

Dzikir Laa ilaaha illallaah almalikul hakkul mubiin (100 kali):

لَا إِلٰهَ إِلَّا اللّٰهُ الْمَلِكُ الْحَقُّ الْمُبِيْنُ

Laa ilaaha illallaah almalikul hakkul mubiin (100×)

"Tiada tuhan selain Allah, Yang Maha Menguasai, Maha Benar, dan Maha Nyata."

Fadhilah Doa Setelah Sholat Dhuha

1. Dibukanya Pintu Rezeki dari Segala Arah

Doa setelah sholat Dhuha yang berisi permohonan agar rezeki diturunkan dari langit, dikeluarkan dari bumi, dimudahkan jika sulit, disucikan jika haram, dan didekatkan jika jauh, merupakan ikhtiar spiritual yang membuka pintu rezeki dari berbagai penjuru. Dalam hadis qudsi yang diriwayatkan Imam Ahmad, Allah SWT berfirman: "Wahai anak Adam, janganlah engkau tinggalkan empat rakaat di awal harimu, niscaya Aku cukupkan kebutuhanmu sepanjang hari itu."

2. Mendapatkan Kecukupan Hidup Sepanjang Hari

Dua rakaat sholat Dhuha yang diiringi doa setelahnya menjadi sarana untuk memohon kecukupan hidup. Rasulullah SAW bersabda bahwa dua rakaat sholat Dhuha dapat mencukupi sedekah seluruh persendian tubuh manusia. Dengan melaksanakan sholat Dhuha dan berdoa setelahnya, seorang Muslim memohon agar Allah mencukupkan segala kebutuhannya sepanjang hari.

3. Diampuni Dosa-Dosanya

Dalam hadis riwayat At-Tirmidzi dan Ibnu Majah, Rasulullah SAW bersabda: "Siapa pun yang melaksanakan shalat dhuha dengan langgeng, akan diampuni dosanya oleh Allah, sekalipun dosa itu sebanyak buih di lautan." Doa setelah sholat Dhuha yang diiringi dengan istighfar dan taubat menjadi penyempurna ampunan tersebut.

4. Mendapatkan Ketenangan Hati

Dzikir dan doa setelah sholat Dhuha membawa ketenangan bagi hati dan jiwa. Dalam kitab Al-Adzkar karya Imam An-Nawawi, terdapat dzikir yang diajarkan Rasulullah SAW untuk menghilangkan kegundahan dan kesedihan. Dengan berdzikir, hati menjadi tenang dan pikiran menjadi jernih dalam menjalani aktivitas sehari-hari.

5. Ditinggikan Derajat dan Dicintai Allah

Melaksanakan sholat Dhuha secara istiqamah dan diiringi dengan doa yang khusyuk merupakan amalan yang mendekatkan diri kepada Allah SWT. Rasulullah SAW bersabda: "Orang yang mengerjakan shalat dhuha tidak termasuk orang lalai" (HR. Al-Baihaqi dan An-Nasa'i). Dzikir yang mengiringinya menjadikan seorang Muslim senantiasa mengingat Allah dalam setiap langkah kehidupannya.

Niat, Tata Cara, dan Waktu Sholat Dhuha

1. Niat Sholat Dhuha

Niat sholat Dhuha dihadirkan di dalam hati sebelum takbiratul ihram. Lafal niatnya adalah sebagai berikut:

Arab: أُصَلِّي سُنَّةَ الضُّحَى رَكْعَتَيْنِ لِلَّهِ تَعَالَى

Latin: Ushallii sunnatadh dhuhaa rak'ataini lillaahi ta'aalaa.

Artinya: "Aku niat mengerjakan sholat sunah Dhuha dua rakaat karena Allah Ta'ala".

2. Tata Cara Sholat Dhuha Sholat Dhuha dikerjakan sebagaimana shalat sunnah pada umumnya. Berikut tata caranya:

Membaca niat di dalam hati, dilanjutkan dengan takbiratul ihram. Kemudian membaca doa iftitah, Surat Al-Fatihah, dan surat pendek. Pada rakaat pertama dianjurkan membaca Surah Asy-Syams, dan pada rakaat kedua dianjurkan membaca Surah Adh-Dhuha. Setelah itu, rukuk, i'tidal, sujud, duduk di antara dua sujud, dan seterusnya hingga tasyahud akhir dan salam.

3. Waktu Sholat Dhuha

Waktu sholat Dhuha dimulai ketika matahari telah terbit dan naik setinggi tombak, sekitar pukul 07.00 pagi, hingga sebelum masuk waktu Zuhur. Waktu paling utama (afdhal) untuk mengerjakan sholat Dhuha adalah ketika matahari telah meninggi dan panas mulai terasa, sekitar pukul 09.00 hingga 11.00. Menurut kajian Tarjih Muhammadiyah, awal waktu Dhuha berada sekitar setengah jam setelah syuruq, dan waktu utamanya adalah ketika matahari telah meninggi dan panas mulai terasa.

 

Pertanyaan Seputar Doa Setelah Sholat Dhuha

1. Apakah doa setelah sholat dhuha harus dibaca?

Doa setelah sholat Dhuha tidak bersifat wajib, melainkan sunnah. Namun, para ulama sangat menganjurkan untuk membacanya sebagai penyempurna ibadah. Jika tidak membacanya, sholat Dhuha tetap sah dan tidak berdosa. Namun, membaca doa setelah sholat Dhuha merupakan amalan yang sangat dianjurkan untuk meraih keberkahan dan keutamaan yang lebih besar.

2. Apakah boleh berdoa dengan bahasa Indonesia setelah sholat dhuha?

Boleh. Dalam Islam, doa dapat dipanjatkan dengan bahasa apa pun karena Allah SWT Maha Mendengar segala bahasa. Namun, membaca doa dalam bahasa Arab sebagaimana yang diajarkan oleh para ulama lebih utama karena mengikuti lafal yang diajarkan Rasulullah SAW dan mengandung makna yang lebih mendalam. Jika tidak mampu membaca dalam bahasa Arab, boleh berdoa dengan bahasa yang dipahami.

3. Berapa kali membaca istighfar setelah sholat dhuha?

Menurut buku Amalan dan Doa daripada Al-Quran dan Hadits: Murah Rezeki dan Bebas Hutang karya Nor Aniza Mad Azeri dan Nurul Hidayah Mohamad Zuki, dianjurkan membaca istighfar (Astaghfirullaahal azhiim) sebanyak 70 kali setelah shalat Dhuha. Beberapa ulama juga menganjurkan membacanya sebanyak 100 kali. Jumlah ini bukanlah ketentuan yang mutlak; memperbanyak istighfar dengan ikhlas tetap lebih utama.

4. Apakah ada doa khusus dari Nabi setelah sholat dhuha?

Menurut kajian Majelis Tarjih dan Tajdid Muhammadiyah, tidak ditemukan lafal doa tertentu yang ditetapkan Nabi khusus setelah salat Dhuha. Doa dengan lafal "Inna dhuha dhuha'uka..." bukanlah doa yang berasal dari Nabi Muhammad SAW, melainkan doa yang dimunculkan pertama kali oleh ahli hukum (fuqaha), seperti asy-Syarwani dalam Syarh Minhaj dan ad-Dimyati dalam I'anatut-Thalibin. Namun, doa ini tetap boleh diamalkan karena isinya baik dan tidak bertentangan dengan syariat.

5. Apakah sholat dhuha harus dilakukan setiap hari?

Sholat Dhuha tidak harus dilakukan setiap hari, namun sangat dianjurkan untuk dilakukan secara istiqamah (rutin). Rasulullah SAW berwasiat kepada Abu Hurairah RA untuk tidak meninggalkan sholat Dhuha. Dalam hadis riwayat At-Tirmidzi dan Ibnu Majah dijelaskan bahwa orang yang membiasakan shalat Dhuha dosanya akan diampuni oleh Allah SWT, meskipun dosa tersebut sebanyak buih di lautan. Semakin rutin dilakukan, semakin besar keutamaan yang diperoleh.