Liputan6.com, Jakarta - Ayat Al-Qur’an tentang perintah sholat dan kesabaran menghadapi ujian menjadi fondasi penting dalam membangun ketahanan spiritual seorang Muslim. Al-Qur'an memberikan panduan dalam menghadapi berbagai problematika kehidupan dengan dua cara utama tersebut.
Dalam QS. Al-Baqarah ayat 45 dan 153, Allah SWT secara eksplisit memerintahkan hamba-Nya untuk menjadikan sabar dan shalat sebagai penolong dalam menghadapi segala bentuk ujian dan cobaan hidup.
Para ulama klasik dan kontemporer telah memberikan penafsiran komprehensif terhadap kedua ayat ini. Imam Al-Tabari dalam kitab tafsirnya "Jāmi' al-Bayān 'an Ta'wīl Āyi al-Qur'ān" menjelaskan bahwa sabar dalam konteks ayat ini mencakup kemampuan menahan diri dari segala hal yang diharamkan Allah serta keteguhan dalam menjalankan perintah-Nya.
Advertisement
Sementara M. Quraish Shihab dalam "Tafsir Al-Mishbah" menekankan bahwa shalat merupakan media untuk menguatkan jiwa dan menghubungkan diri dengan Allah agar diberikan kekuatan dalam menghadapi segala kesulitan hidup.
Ayat-Ayat Al-Qur'an tentang Perintah Sholat dan Kesabaran
1. QS. Al-Baqarah Ayat 45
Teks Arab: وَاسْتَعِينُوا بِالصَّبْرِ وَالصَّلَاةِ ۚ وَإِنَّهَا لَكَبِيرَةٌ إِلَّا عَلَى الْخَاشِعِينَ
Latin: Wasta'īnū biṣ-ṣabri waṣ-ṣalāh, wa innahā lakabīratun illā 'alal-khāsyi'īn
Artinya: "Jadikanlah sabar dan shalat sebagai penolongmu. Dan sesungguhnya yang demikian itu sungguh berat, kecuali bagi orang-orang yang khusyuk."
Dalam Tafsir al-Qur'an al-'Azim, Ibnu Katsir menjelaskan bahwa ayat ini merupakan perintah Allah kepada hamba-Nya untuk memohon pertolongan dengan sabar dan shalat. Menurut Ibnu Abbas, yang dimaksud dengan sabar dalam ayat ini adalah kesabaran dalam menunaikan segala yang fardhu, sedangkan shalat adalah sarana untuk menuntut akhirat.
Al-Tabari menambahkan bahwa ayat ini mengandung perintah untuk mentaati Allah dan menahan penderitaan yang menimpa fisik maupun harta benda.
2. QS. Al-Baqarah Ayat 153
Teks Arab: يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اسْتَعِينُوا بِالصَّبْرِ وَالصَّلَاةِ ۚ إِنَّ اللَّهَ مَعَ الصَّابِرِينَ
Latin: Yā ayyuhal-lażīna āmanusta'īnū biṣ-ṣabri waṣ-ṣalāh, innallāha ma'aṣ-ṣābirīn
Artinya: "Hai orang-orang yang beriman, jadikanlah sabar dan shalat sebagai penolongmu, sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang sabar."
Dalam Tafsir Al-Mishbah, Quraish Shihab menegaskan bahwa ayat ini mengajak orang-orang beriman untuk menjadikan shalat yang diajarkan Allah SWT dan sabar sebagai penolong dalam menghadapi cobaan kehidupan.
Kandungan resep ilahi ini diharapkan mampu mengubah langkah seseorang menuju kebaikan. Sabar diartikan sebagai menahan diri dari rayuan menuju nilai rendah, sedangkan shalat adalah cara mengaitkan jiwa dengan Allah SWT serta bermohon kepada-Nya guna menghadapi segala kesulitan.
3. QS. Thaha Ayat 132
Teks Arab: وَأْمُرْ أَهْلَكَ بِالصَّلَاةِ وَاصْطَبِرْ عَلَيْهَا ۖ لَا نَسْأَلُكَ رِزْقًا ۖ نَحْنُ نَرْزُقُكَ ۗ وَالْعَاقِبَةُ لِلتَّقْوَىٰ
Latin: Wa'mur ahlaka biṣ-ṣalāti waṣṭabir 'alaihā, lā nas'aluka rizqā, naḥnu narzuquk, wal-'āqibatu lit-taqwā
Artinya: "Dan perintahkanlah kepada keluargamu mendirikan shalat dan bersabarlah kamu dalam mengerjakannya. Kami tidak meminta rezeki kepadamu, Kamilah yang memberi rezeki kepadamu. Dan akibat yang baik itu bagi orang yang bertakwa."
Kandungan Pesan Mendalam Ayat-Ayat tentang Sabar dan Shalat
1. Sabar sebagai Benteng Pengendalian Diri
Sabar dalam Al-Qur'an bukanlah sikap pasif atau menerima keadaan tanpa usaha. Sebaliknya, sabar adalah bentuk pengendalian diri yang aktif dalam menghadapi segala situasi. Allah SWT memerintahkan hamba-Nya untuk menjadikan sabar sebagai penolong, yang berarti menahan diri dari hawa nafsu yang mengarah pada keburukan, mengatur perasaan agar tidak mudah goyah, dan tidak tergesa-gesa dalam mengambil tindakan yang dapat merugikan diri sendiri maupun orang lain.
2. Shalat sebagai Media Koneksi Spiritual
Shalat merupakan media penghubung antara seorang hamba dengan Tuhannya. Dalam shalat, seseorang melepaskan segala urusan duniawi dan menyerahkan diri sepenuhnya untuk bermunajat, memohon petunjuk, serta memohon pertolongan kepada Allah. Rasulullah SAW mencontohkan bahwa ketika menghadapi masalah berat, beliau segera mengerjakan shalat. Hal ini menunjukkan bahwa shalat adalah sarana utama untuk mendapatkan kekuatan spiritual dalam menghadapi setiap ujian.
3. Janji Kebersamaan Allah dengan Orang yang Sabar
Allah SWT menegaskan dalam QS. Al-Baqarah ayat 153 bahwa Dia bersama orang-orang yang sabar. Kebersamaan ini bermakna khusus, yakni Allah akan memberikan pertolongan, perlindungan, dan pembelaan kepada mereka yang mampu bersabar dalam ketaatan, menjauhi larangan, dan menerima takdir yang telah ditetapkan. Janji ini menjadi motivasi terbesar bagi setiap mukmin untuk senantiasa menghiasi diri dengan kesabaran.
4. Sabar dan Shalat sebagai Koping Religius
Dalam perspektif psikologi modern, sabar dan shalat dapat dipahami sebagai mekanisme koping religius yang efektif. Koping religius positif mencakup aspek self controlling (pengendalian diri), religious purification (pemurnian agama), seeking spiritual support (mencari dukungan spiritual), dan spiritual connection (keterhubungan spiritual). Sabar dan shalat secara tidak langsung melatih dan mendidik diri menjadi disiplin, bersih, kuat, tangguh, optimis, dan berpikiran positif.
Hikmah Memahami Ayat Al-Qur'an tentang Perintah Sholat dan Kesabaran
1. Terbentuknya Kesehatan Mental dan Spiritual yang Optimal
Memahami dan mengamalkan sabar serta shalat secara konsisten akan membawa seseorang pada kondisi kesehatan mental dan spiritual yang optimal. Penelitian menunjukkan bahwa shalat berperan penting untuk menjaga dan mengurangi segala tekanan yang menyebabkan depresi. Shalat mampu menjernihkan jiwa dan menghapus sifat-sifat yang mengarah kepada keburukan. Ketika seseorang mampu mendapatkan kepuasan dalam mendekatkan diri pada Allah, maka jiwanya akan merasa tenang dan damai.
2. Terbangunnya Kemampuan Resiliensi dalam Menghadapi Krisis
Sabar dan shalat melatih seseorang untuk mengembangkan kemampuan resiliensi atau ketahanan diri dalam menghadapi berbagai krisis kehidupan. Seseorang yang memiliki keimanan yang kuat tidak akan mudah bersedih apalagi putus asa, karena pada dasarnya iman merupakan motivasi yang memberikan kekuatan untuk berusaha dan berpasrah kepada Allah tanpa kenal lelah. Kemampuan ini sangat penting dalam menghadapi tantangan hidup yang semakin kompleks di era modern.
3. Terwujudnya Pengendalian Emosi yang Sehat
Salah satu hikmah terpenting dari pemahaman ayat ini adalah terbentuknya kemampuan pengendalian emosi yang sehat. Sabar mampu mengendalikan emosi dari perilaku yang tidak baik. Imam Ghazali menjelaskan bahwa sabar adalah kesanggupan diri dalam mengendalikan nafsu yang bergejolak dan memilih melakukan perintah agama. Jika nafsu menarik diri untuk melakukan kemaksiatan, maka memilih apa yang diridhai Allah itulah kesabaran.
4. Terjalinnya Hubungan Transenden yang Kokoh dengan Allah
Shalat yang dilaksanakan dengan penuh kekhusyukan akan membangun hubungan yang kokoh antara seorang hamba dengan Tuhannya. Shalat merupakan puncak pengalaman rohaniah kaum mukmin sejati, sebagaimana yang dialami Nabi Muhammad SAW saat berdialog (bermunajat) kepada Allah di Sidratul Muntaha. Bagi para spiritualis atau mukmin sejati, shalat merupakan media untuk melepaskan rindu kepada Tuhannya, sehingga meraih kenikmatan nuraniah atau kenikmatan hakiki.
5. Terciptanya Perubahan Hidup yang Lebih Baik
Hikmah terakhir adalah terciptanya perubahan hidup menuju kondisi yang lebih baik. Dalam kerangka koping religius, fungsi agama yang paling fundamental adalah menciptakan perubahan dalam hidup. Belajar dan memahami petunjuk agama akan menjadikan seseorang pribadi yang semakin baik dan bersemangat, serta mampu merubah setiap kemarahan, luka, sakit hati, dan ketakutan menjadi kebahagiaan dan kenyamanan dalam hidup.
Pertanyaan Seputar Ayat Al Quran
1. Apa saja ayat Al-Qur'an yang memerintahkan sholat dan sabar sebagai penolong?
Ayat utama yang memerintahkan sholat dan sabar sebagai penolong adalah QS. Al-Baqarah ayat 45 dan 153. Ayat 45 ditujukan kepada Bani Israil yang terjerumus dalam kerakusan, sedangkan ayat 153 ditujukan kepada orang-orang beriman sebagai bimbingan untuk memohon pertolongan Allah dalam menghadapi segala kesulitan.
2. Bagaimana tafsir ulama tentang QS. Al-Baqarah ayat 153?
Ibnu Katsir dalam "Tafsīr Ibnu Katsīr" menjelaskan bahwa ayat ini mengajarkan bahwa seorang mukmin akan selalu berada dalam kebaikan, baik saat mendapatkan nikmat maupun saat ditimpa musibah. Kesabaran terbagi menjadi sabar dalam meninggalkan larangan, sabar dalam ketaatan, dan sabar dalam menerima takdir. Hamka dalam "Tafsir Al-Azhar" menekankan bahwa sabar dan shalat harus sejalan untuk mencapai kemenangan dan ketenangan.
3. Apa hubungan antara sabar dan shalat dalam menghadapi ujian hidup?
Sabar dan shalat merupakan satu kesatuan yang tidak dapat dipisahkan. Sabar berfungsi sebagai benteng pengendalian diri dari gejolak hawa nafsu, sementara shalat menjadi media komunikasi transenden yang menghubungkan hamba dengan Allah. Kombinasi keduanya membentuk sistem koping religius yang efektif dalam mengatasi tekanan psikologis dan spiritual.
4. Mengapa shalat disebut sebagai media terapi jiwa dalam Islam?
Shalat disebut sebagai media terapi jiwa karena dalam pelaksanaannya terdapat berbagai aspek yang dapat mendatangkan ketenangan, seperti zikrullah (mengingat Allah), tawakkal (berserah diri), dan tazkiyatun nafs (pembersihan diri). Bacaan-bacaan dalam shalat berintikan doa dan harapan yang dapat membentuk jiwa yang tenang dan bersih.
5. Bagaimana konsep sabar dalam perspektif koping religius?
Dalam perspektif koping religius, sabar dekat dengan konsep self controlling, yaitu kemampuan seseorang dalam mengendalikan dan menyelesaikan masalah dengan cara menahan diri, mengatur perasaan, dan tidak tergesa-gesa mengambil tindakan yang mengarah kepada penyangkalan dan hal-hal yang tidak baik. Agama berperan dalam pencarian kontrol ketika individu dihadapkan dengan kejadian di luar sumber dayanya sendiri.
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9363762/original/040487800_1790917791-Cek_Fakta_Wamenkeu.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5137785/original/055250800_1739961431-20250219-Penambahan_Jalur_Transjakarta-ANG_1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3737806/original/026894900_1639896354-cek_fakta_NU.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8336960/original/043977000_1782207955-cek_fakta_-_bibit_Ikan_lele.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4374139/original/096709100_1679981555-pexels-alena-darmel-8164742.jpg)

:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5447736/original/015145700_1765962219-Vertical_500x656_-_SIXtainability.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9363541/original/082820800_1790873841-Foto_2.jpg.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9363423/original/047017100_1790859858-WhatsApp_Image_2026-10-01_at_6.58.42_PM__1_.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9362754/original/098924600_1790829492-WhatsApp_Image_2026-10-01_at_09.43.00__1_.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9362269/original/040098400_1790766180-795732a8-c861-4c22-8125-6fbfa58c0b6d.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9361300/original/000394000_1790692999-WhatsApp_Image_2026-09-29_at_9.36.27_PM.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9360089/original/_Langkah_Membumi_mengajak_mahasiswa_mempraktikkan_pemilahan_sampah_berdasarkan_kategori_organik__anorganik_dan_residu_dalam_Waste_Sorting_Competition_yang_berlangsung_sepanjang_Bulan_September_202.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9360261/original/089333200_1790604449-1790416230.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4938388/original/037330400_1725618752-WhatsApp_Image_2024-09-06_at_6.54.31_AM.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/2995583/original/093783600_1576227057-coline-hasle-YCnycuWG7XY-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9358415/original/056465700_1790339608-IMG_2927.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9358530/original/092817600_1790359243-WhatsApp_Image_2026-09-25_at_9.24.59_PM.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9357654/original/010090000_1790271446-1000443129.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9363751/original/087471500_1790917053-FOTO_1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3426408/original/005688900_1618209714-WhatsApp_Image_2021-04-12_at_08.22.59.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9363703/original/062901400_1790913505-NARKOBA_50_PAKET_29_SEPT___2_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9363626/original/051425000_1790907708-WhatsApp-Image-2026-10-02-at-6.38.53-AM-768x432.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9363649/original/093076000_1790909445-20261001_132759.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9363624/original/094917800_1790907643-IMG_20261002_082545.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5102735/original/055616000_1737446893-1737445578936_tata-cara-sholat-dhuha-2-rakaat.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9363599/original/030267400_1790905796-518274.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9363580/original/068532400_1790900828-Keluarga_bocah_sd_di_pemalang_dibullying_2.jpg)