Panduan Doa Ditunjukkan Kebenaran Arab, Latin, dan Terjemah: Memohon Pertolongan Allah SWT

Temukan panduan lengkap doa ditunjukkan kebenaran dalam bahasa Arab, Latin, dan terjemahannya untuk memohon petunjuk serta pertolongan Allah SWT dalam setiap langkah hidup Anda.

Diterbitkan 06 Oktober 2025, 17:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta Memanjatkan doa ditunjukkan kebenaran menjadi ikhtiar spiritual yang sangat penting. Manusia sejatinya tidak bisa hidup tanpa petunjuk dari Allah SWT dalam menjalani kehidupannya yang penuh tantangan.

Doa ini merupakan bentuk penyerahan diri seorang hamba kepada Allah SWT agar senantiasa dibimbing menuju jalan yang lurus. Memohon petunjuk kebenaran adalah inti dari setiap langkah seorang Muslim.

Bacaan doa ditunjukkan kebenaran ini mudah diucapkan dan dapat ditemukan dalam berbagai literatur Islam. Melansir dari buku Doa Kesukaan Nabi Muhammad , doa ini sangat dianjurkan untuk diamalkan. Berikut Liputan6.com ulas lengkapnya melansir dari berbagai sumber, Senin (6/10/2025).

Doa Ditunjukkan Kebenaran: Arab, Latin, dan Terjemah

Doa memohon petunjuk dan kebenaran kepada Allah SWT memiliki bacaan yang ringkas namun penuh makna. Bacaan ini bersumber dari hadist yang diriwayatkan oleh Ali bin Abi Talib radhiyallahu 'anhu.

Berikut lafaz doa ditunjukkan kebenaran dalam tulisan Arab:

اللَّهُمَّ إِنِّى أَسْأَلُكَ الْهُدَى وَالسَّدَادَ

Bacaan Latin: Allahumma inni as-alukal huda was sadaad

Artinya: "Ya Allah, aku meminta kepada-Mu petunjuk dan kebenaran."

Doa ini merupakan salah satu doa pilihan yang sering diamalkan Nabi Muhammad SAW. Bacaan yang sederhana ini mengandung permohonan penting bagi kehidupan seorang muslim, yakni meminta agar diberi petunjuk dalam menempuh jalan hidup dan kebenaran dalam setiap tindakan.

Dalam Kitab Ihya Ulumuddin, Imam Al-Ghazali menegaskan bahwa doa adalah inti dari ibadah. Sebab di dalamnya terkandung pengakuan akan kelemahan manusia dan kebergantungan total kepada Allah SWT. Berdoa tidak hanya menjadi sarana untuk memohon sesuatu, tetapi juga mempererat hubungan antara hamba dan Tuhannya, menumbuhkan rasa tawakal, serta mendatangkan ketenangan batin.

Dalil Hadist tentang Doa Ditunjukkan Kebenaran

Landasan doa ditunjukkan kebenaran bersumber dari hadist shahih yang diriwayatkan oleh Imam Muslim. Hadist ini diceritakan melalui jalur periwayatan Asim bin Kulaib dari Abu Burdah dari Ali bin Abi Talib radhiyallahu 'anhu.

Berikut teks lengkap hadist tersebut:

قَالَ سَمِعْتُ أَبَا بُرْدَةَ، قَالَ سَمِعْتُ عَلِيَّ بْنَ أَبِي طَالِبٍ، رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قُلْ اللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ الْهُدَى وَالسَّدَادَ وَاذْكُرْ بِالْهُدَى هِدَايَتَكَ الطَّرِيقَ وَاذْكُرْ بِالسَّدَادِ تَسْدِيدَكَ السَّهْمَ قَالَ وَنَهَى أَوْ نَهَانِي عَنْ الْقَسِّيِّ وَالْمِيثَرَةِ وَعَنْ الْخَاتَمِ فِي السَّبَّابَةِ أَوْ الْوُسْطَى

Artinya: "Aku mendengar Abu Burdah mengatakan, aku mendengar Ali bin Abi Talib mengatakan: Rasulullah SAW mengatakan, 'Katakan, Ya Allah aku mohon kepada-Mu petunjuk dan kebenaran.' Ketika meminta petunjuk pikirkan petunjuk saat melakukan perjalanan dan saat meminta kebenaran pikirkan saat mengarahkan panah. Dan dia melarang, atau hanya melarangku, menggunakan pakaian dari campuran bahan linen dan sutra, bahan pelana berwarna merah, atau cincin di jari telunjuk dan tengah." (HR Muslim)

Hadist ini menunjukkan bahwa Rasulullah SAW secara langsung mengajarkan bacaan doa kepada sahabatnya. Kualitas hadist dari Imam Muslim menjadikan amalan ini memiliki dasar yang kuat dalam Islam. Para ulama hadist sepakat bahwa riwayat ini sahih dan dapat dijadikan rujukan utama dalam beramal.

Melansir dari Shahih Muslim, kitab hadist yang disusun oleh Imam Muslim bin al-Hajjaj, hadist ini termaktub dalam Kitab az-Zikr wad-Du'a wat-Tawbah wal-Istighfar. Penempatan hadist ini dalam kitab khusus tentang dzikir dan doa menunjukkan pentingnya amalan ini dalam kehidupan spiritual seorang muslim.

 

Adab Membaca Doa Ditunjukkan Kebenaran

Agar doa ditunjukkan kebenaran dapat dikabulkan Allah SWT, terdapat beberapa adab yang perlu diperhatikan saat membacanya. Adab-adab ini bukan syarat wajib, namun akan menyempurnakan amalan dan meningkatkan kemungkinan terkabulnya doa.

1. Memulai dengan Memuji Allah dan Bershalawat

Mengawali doa dengan memuji Allah dan membaca shalawat kepada Nabi Muhammad SAW merupakan adab yang sangat dianjurkan. Hal ini berdasarkan hadist yang menyatakan bahwa doa yang diawali dan diakhiri dengan pujian kepada Allah serta shalawat lebih berpeluang dikabulkan.

2. Berdoa dalam Keadaan Suci

Meskipun tidak wajib, berdoa dalam kondisi suci dari hadast kecil dan besar akan menambah kekhusyukan. Berwudhu sebelum berdoa menciptakan kondisi spiritual yang lebih baik untuk bermunajat kepada Allah.

3. Menghadap Kiblat

Para ulama menganjurkan untuk menghadap kiblat saat berdoa, meskipun boleh berdoa ke arah mana pun. Menghadap kiblat menunjukkan kesungguhan dan penghormatan dalam beribadah.

4. Berdoa dengan Khusyuk dan Tidak Tergesa-gesa

Kekhusyukan dalam berdoa merupakan ruh dari ibadah doa itu sendiri. Membaca doa dengan tergesa-gesa dan tidak fokus akan mengurangi kualitas spiritual dari ibadah tersebut.

5. Yakin akan Dikabulkan

Memiliki keyakinan penuh (yaqin) bahwa Allah akan mengabulkan doa merupakan adab penting. Rasulullah SAW bersabda bahwa Allah akan mengabulkan doa hamba-Nya selama ia yakin akan dikabulkan dan tidak tergesa-gesa.

6. Memilih Waktu-waktu Mustajab

Meskipun doa ditunjukkan kebenaran dapat dibaca kapan saja, memilih waktu-waktu yang mustajab seperti sepertiga malam terakhir, antara adzan dan iqamah, atau saat hujan turun akan lebih baik.

7. Berdoa dengan Suara Lembut

Berdoa tidak perlu dengan suara keras kecuali dalam kondisi tertentu. Allah Maha Mendengar meskipun doa hanya diucapkan dalam hati dengan suara yang sangat pelan.

8. Mengulang Doa Tiga Kali

Sunnah Rasulullah adalah mengulang doa sebanyak tiga kali. Pengulangan ini menunjukkan kesungguhan dan ketekunan dalam memohon kepada Allah.

Waktu-waktu Mustajab Membaca Doa Memohon Petunjuk

Doa ditunjukkan kebenaran dapat dibaca kapan saja tanpa batasan waktu khusus. Namun demikian, terdapat waktu-waktu tertentu yang lebih diutamakan untuk berdoa karena dikategorikan sebagai waktu mustajab, yaitu waktu di mana doa lebih berpeluang dikabulkan Allah SWT.

1. Sepertiga Malam Terakhir

Waktu sepertiga malam terakhir sebelum fajar merupakan waktu paling utama untuk berdoa. Dalam hadist shahih disebutkan bahwa Allah turun ke langit dunia pada waktu ini dan menyeru siapa yang berdoa akan dikabulkan, siapa yang meminta akan diberi, dan siapa yang memohon ampun akan diampuni.

2. Antara Adzan dan Iqamah

Rasulullah SAW bersabda bahwa doa yang dipanjatkan antara adzan dan iqamah tidak akan ditolak. Waktu singkat ini merupakan momen spesial untuk memohon petunjuk dan kebenaran dari Allah.

3. Saat Sujud dalam Shalat

Posisi sujud adalah posisi paling dekat seorang hamba dengan Tuhannya. Mengutip dari Shahih Muslim, Rasulullah SAW menganjurkan untuk memperbanyak doa saat sujud karena sangat berpeluang dikabulkan.

4. Hari Jumat

Terdapat waktu tertentu pada hari Jumat yang merupakan waktu mustajab. Para ulama berbeda pendapat tentang waktu pastinya, namun mayoritas menyebutkan antara waktu duduknya imam di mimbar hingga selesai shalat, atau pada waktu setelah Ashar hingga Maghrib.

5. Saat Hujan Turun

Ketika hujan turun merupakan salah satu waktu mustajab untuk berdoa. Kondisi alam yang menurunkan rahmat-Nya ini menjadi momentum yang baik untuk memohon pertolongan Allah.

6. Saat Berbuka Puasa

Doa orang yang berpuasa saat berbuka tidak akan ditolak. Melansir dari Sunan Ibnu Majah, ini merupakan kesempatan emas bagi muslim yang berpuasa untuk memanjatkan doa ditunjukkan kebenaran.

7. Setelah Shalat Fardhu

Waktu setelah menunaikan shalat lima waktu merupakan waktu yang baik untuk berdoa. Kondisi spiritual setelah menjalankan kewajiban shalat menjadi momentum tepat untuk bermunajat.

8. Saat Berada di Tanah Suci

Ketika berada di Masjidil Haram, Masjid Nabawi, atau tempat-tempat suci lainnya merupakan kesempatan istimewa untuk berdoa karena kemuliaan tempat tersebut di sisi Allah.

Amalan Lain untuk Memohon Petunjuk Allah SWT

Selain membaca doa ditunjukkan kebenaran, terdapat berbagai amalan lain yang dapat dilakukan muslim untuk memohon petunjuk dan bimbingan dari Allah SWT. Amalan-amalan ini saling melengkapi dalam upaya mendapatkan hidayah Allah dalam menjalani kehidupan.

1. Sholat Istikharah

Shalat Istikharah merupakan amalan utama saat muslim menghadapi pilihan atau keputusan penting dalam hidup. Shalat yang terdiri dari dua rakaat ini dilakukan dengan niat memohon petunjuk Allah untuk memilih yang terbaik di antara dua atau lebih pilihan.

Setelah salam, dibaca doa khusus yang memohon agar Allah memilihkan dan memudahkan jalan yang terbaik. Melansir dari Shahih Bukhari, Rasulullah SAW mengajarkan shalat Istikharah kepada para sahabat sebagaimana beliau mengajarkan surah dari Al-Quran, menunjukkan betapa pentingnya amalan ini.

2. Rutin Membaca Al-Quran

Membaca Al-Quran secara rutin dan merenungkan maknanya juga termasuk cara memohon petunjuk Allah. Al-Quran adalah kitab petunjuk (hudan lin-naas) yang diturunkan untuk membimbing manusia. Dengan membaca, memahami, dan mengamalkan isi Al-Quran, seorang muslim akan mendapatkan petunjuk dalam setiap aspek kehidupannya.

3. Membaca Al-Fatihah

Surah Al-Fatihah yang dibaca dalam setiap rakaat shalat juga mengandung permohonan petunjuk melalui ayat "ihdinash shiraathal mustaqiim" yang artinya "tunjukilah kami jalan yang lurus."

4. Beristighfar

Istighfar atau memohon ampun kepada Allah juga merupakan cara untuk mendapatkan petunjuk. Dosa dan kemaksiatan menghalangi turunnya hidayah ke dalam hati. Dengan senantiasa beristighfar, hati akan bersih dari noda dosa sehingga lebih mudah menerima petunjuk Allah. Dzikir kepada Allah dengan menyebut asma-Nya atau kalimat-kalimat thayyibah akan mendekatkan diri kepada-Nya dan membuka pintu petunjuk. Semakin banyak mengingat Allah, semakin terang cahaya iman dalam hati.

5. Bergaul Dengan Orang Shalih

Bergaul dengan orang-orang shalih dan mencari ilmu agama juga termasuk sarana memohon petunjuk. Lingkungan yang baik akan mempengaruhi kebaikan diri, sementara ilmu agama memberikan pemahaman tentang jalan yang benar.

Menghadiri majelis ilmu, mendengarkan ceramah ulama, dan membaca buku-buku Islam akan menambah wawasan keagamaan. Sedekah dan amal kebaikan juga membuka jalan petunjuk karena Allah akan membimbing orang-orang yang berbuat baik kepada sesama.

6. Menjaga Ibadah dan Berdoa Dengan Sungguh-Sungguh

Menjaga shalat lima waktu dengan berjamaah di masjid, menjalin silaturahmi, dan menjauhi larangan Allah merupakan bentuk ketaatan yang mengundang turunnya hidayah. Terakhir, berdoa dengan sungguh-sungguh dan konsisten memohon petunjuk Allah dalam setiap kesempatan merupakan kunci utama untuk mendapatkan bimbingan-Nya.

FAQ

  1. Apa itu doa ditunjukkan kebenaran? Doa ditunjukkan kebenaran adalah permohonan kepada Allah SWT untuk diberikan petunjuk dan bimbingan menuju jalan yang benar.
  2. Bagaimana lafal Arab dari doa ditunjukkan kebenaran? Lafal Arabnya adalah "اللَّهُمَّ إِنِّى أَسْأَلُكَ الْهُدَى وَالسَّدَادَ".
  3. Apa arti dari doa ditunjukkan kebenaran? Artinya adalah "Ya Allah, meminta kepadaMu petunjuk dan kebenaran."
  4. Kapan waktu terbaik untuk membaca doa ditunjukkan kebenaran? Tidak ada waktu khusus, doa ini bisa dibaca kapan saja, baik dalam kondisi lapang maupun sempit.
  5. Apakah ada adab khusus saat memanjatkan doa ditunjukkan kebenaran? Ya, sebaiknya diawali dengan shalawat dan dipanjatkan dalam kondisi tidak terburu-buru serta khusyuk.
  6. Apa manfaat mengamalkan doa ditunjukkan kebenaran? Manfaatnya antara lain ketenangan hati, kualitas keputusan yang lebih baik, dan terhindar dari kesesatan.
  7. Apakah doa ditunjukkan kebenaran ini bersumber dari Al-Qur'an atau Hadits? Doa ini bersumber dari Hadits Nabi Muhammad SAW yang diriwayatkan oleh Ali bin Abi Thalib.