Liputan6.com, Jakarta - Mendapatkan syafaat di hari kiamat merupakan dambaan setiap muslim yang mengharapkan pertolongan di akhirat kelak. Memahami doa supaya mendapat syafaat di hari kiamat menjadi bekal sangat penting bagi umat Islam.
Menurut Ensiklopedi Akhirat oleh Mahir Ahmad Ash-Syufiy (2007:127), syafaat adalah pertolongan atau bantuan yang diberikan kepada orang lain yang mengharapkan pertolongannya, serta usaha untuk memberikan manfaat atau menghindarkan mudarat.
Berikut Liputan6.com ulas lengkapnya melansir dari berbagai sumber, Kamis (2/10/2025).
Advertisement
Bacaan Doa Supaya Mendapat Syafaat di Hari Kiamat (Arab, Latin, dan Artinya)
Salah satu cara utama untuk meraih syafaat di hari kiamat adalah dengan memperbanyak doa dan shalawat kepada Nabi Muhammad SAW. Terdapat beberapa bacaan khusus yang dianjurkan untuk diamalkan sebagai doa supaya mendapat syafaat di hari kiamat.
Rasulullah SAW bersabda:
"Barangsiapa yang membaca ketika mendengar adzan 'Ya Allah, Rabb pemilik panggilan yang sempurna ini dan sholat (wajib) yang didirikan. Berilah al wasilah (derajat di surga), dan keutamaan kepada Muhammad, dan bangkitkan beliau, sehingga bisa menempati maqam terpuji yang engkau janjikan'. Maka dia berhak mendapatkan syafaatku pada hari Kiamat," (HR Bukhari no.614, dari Jabir bin Abdillah). Hadis ini menegaskan keutamaan doa setelah adzan.
Berikut adalah beberapa doa dan shalawat yang dapat diamalkan untuk memohon syafaat:
1. Doa Setelah Adzan (Umum)
Arab: اللَّهُمَّ رَبَّ هذِهِ الدَّعْوَةِ التَّآمَّةِ، وَالصَّلاَةِ الْقَآئِمَةِ، آتِ مُحَمَّدَانِ الْوَسِيْلَةَ وَالْفَضِيْلَةَ وَالشَّرَفَ وَالدَّرَجَةَ الْعَالِيَةَ الرَّفِيْعَةَ وَابْعَثْهُ مَقَامًا مَحْمُوْدًا الَّذِيْ وَعَدْتَهُ إِنَّكَ لَا تُخْلِفُ الْمِيْعَادَ
Latin: Allaahumma robba haadzihid da’watit taammah, washsholaatil qoo-imah, aati muhammadanil washiilata wal fadhiilah, wasysyarofa, wad darajatal, ‘aaliyatar rofii’ah, wab’atshu maqoomam mahmuudanil ladzii wa’adtah, innaka laa tukhliful mii’aadz.
Artinya: "Ya Allah, Tuhan pemilik panggilan yang sempurna (adzan) ini dan shalat (wajib) yang didirikan. Berilah wasilah (derajat di surga), dan al-fadhilah (keutamaan) kepada Nabi Muhammad. Dan bangkitkanlah beliau sehingga bisa menempati kedudukan terpuji yang Engkau janjikan." (Dikutip dari Pintar Shalat oleh Khalilurrahman Al Mafani).
2. Doa Setelah Adzan Magrib
Arab: اللّٰهُمَّ هَذَا إِقْبَالُ لَيْلِكَ وَإِدْبَارُ نَهَارِكَ وَأَصْوَاتُ دُعَاتِكَ فَاغْفِرْ لِيْ
Latin: Allahumma hadza iqbalu lailika wa idbaru naharika wa ashwatu du’aika faghfir lii.
Artinya: "Ya Allah, ini telah menjelang malam-Mu, dan telah berlalu siang-Mu, telah diserukan seruan-Mu, maka ampunilah aku." (Dikutip dari Pintar Shalat oleh Khalilurrahman Al Mafani).
3. Doa Setelah Adzan Subuh
Arab: اللَّهُمَّ هَذَا إِقْبَالُ نَهَارِكَ وَإِدْبَارُ لَيْلِكَ وَأَصْوَاتُ دُعَاتِكَ فَاغْفِرْ لِي
Latin: Allahumma hadza iqbaalu nahaarika wa idbaaru lailika wa ashwaatu du’aaika faghfir lii.
Artinya: "Ya Allah, ini adalah (saat) datangnya siang-Mu, dan perginya malam-Mu, dan terdengarnya doa-doa untuk-Mu, maka ampunilah aku." (HR. Abu Dawud, dikutip dari Pintar Shalat oleh Khalilurrahman Al Mafani).
4. Doa di Antara Adzan dan Iqamah
Arab: اللّٰهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ الْعَافِيَةَ فِي الدُّنْيَا وَالْآخِرَةِ
Latin: Allahumma innî as-alukal-‘âfiyah fid-dunya wal-âkhirah.
Artinya: "Ya Allah, aku mohon pada-Mu keselamatan di dunia dan akhirat." (Dikutip dari Pintar Shalat oleh Khalilurrahman Al Mafani).
5. Ayat Kursi (QS. Al-Baqarah: 255)
Arab: اللَّهُ لَا إِلَهَ إِلَّا هُوَ الْحَيُّ الْقَيُّومُ لَا تَأْخُذُهُ سِنَةٌ وَلَا نَوْمٌ ۚ لَهُ مَا فِي السَّمَاوَاتِ وَمَا فِي الْأَرْضِ ۗ مَنْ ذَا الَّذِيْ يَشْفَعُ عِنْدَهُ إِلَّا بِإِذْنِهِ...
Latin: Allâhu lâ Ilâha illa Huwal hayyul qayyumu. Lâ ta'khudzuhû sinatuw wa lâ naûm...
Artinya: "Allah tidak ada Tuhan melainkan Dia yang Maha Kekal lagi terus menerus mengurus makhluk-Nya, tidak mengantuk dan tidak tidur. Kepunyaan-Nya apa yang di langit dan di bumi. Siapakah yang dapat memberi syafaat di sisi Allah tanpa izin-Nya?... Dan Allah Maha Tinggi lagi Maha Besar."
6. Doa Meminta Syafaat di Hari Kiamat (Khusus)
Arab: اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَأَنْزِلْهُ الْمَنْزِلَ الْمُقَرَّبَ مِنْكَ يَوْمَ الْقِيَامَةِ
Latin: Allohumma sholli ‘alaa muhammadin wa anzilhul manzilal muqorroba minka yawmal qiyaamah.
Artinya: "Ya Allah, limpahkanlah shalawat kepada Muhammad dan tempatkanlah ia di tempat yang dekat dengan-Mu di hari akhirat."
7. Shalawat Memohon Syafaat di Hari Kiamat
Arab: اللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى نَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ
Latin: Allahumma sholli ala nabiyyina muhammad.
Artinya: "Ya Allah, limpahkanlah selawat dan salam kepada Nabi Muhammad."
Advertisement
Macam-Macam Syafaat dalam Islam
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/2241533/original/091710500_1528333806-20180606-Muslim-Afghanistan-Berburu-Berkah-Lailatul-Qadar-AP-1.jpg)
Menurut keyakinan Ahlus Sunnah Wal Jama’ah, syafaat terbagi menjadi beberapa macam, baik yang khusus diberikan oleh Rasulullah SAW maupun yang diberikan oleh selain beliau. Macam-macam syafaat ini menunjukkan luasnya rahmat Allah SWT kepada hamba-Nya.
Syafaat Asy-Syafaatul ‘Uzma atau syafaat teragung adalah syafaat yang dilakukan oleh Rasulullah SAW saat manusia merasakan dahsyatnya Padang Mahsyar. Pada saat itu, manusia mendatangi Nabi Adam, Nabi Nuh, Nabi Ibrahim, Nabi Musa, dan Nabi Isa, namun mereka tidak bersedia memberikan syafaat, sehingga akhirnya manusia datang kepada Nabi Muhammad SAW.
Berikut adalah macam-macam syafaat yang dikenal dalam Islam:
- Syafaat Asy-Syafaatul ‘Uzma (Syafaat Teragung): Syafaat ini hanya diberikan kepada Nabi Muhammad SAW untuk memulai proses penghisaban di Padang Mahsyar.
- Syafaat bagi Penduduk Surga untuk Masuk Surga: Memungkinkan orang-orang beriman untuk segera memasuki surga setelah hisab.
- Syafaat bagi Penduduk Surga untuk Ditinggikan Derajatnya di Surga: Diberikan untuk meningkatkan tingkatan atau derajat penghuni surga.
- Syafaat bagi Ahli Tauhid yang Berada di Neraka agar Keluar dari Neraka: Diberikan kepada orang-orang yang memiliki tauhid murni namun memiliki dosa, agar dapat dikeluarkan dari neraka.
- Syafaat bagi Kaum yang Pantas Masuk Neraka agar Tidak Masuk Neraka: Diberikan kepada sebagian umat yang seharusnya masuk neraka, namun dengan izin Allah SWT, mereka tidak jadi masuk neraka.
- Syafaat Khusus Rasulullah SAW untuk Abu Thalib: Meringankan siksa bagi paman Nabi Muhammad SAW, Abu Thalib, meskipun beliau meninggal dalam keadaan belum beriman.
Siapa Saja yang Berhak Mendapatkan Syafaat?
Tidak semua orang dapat memperoleh syafaat di hari kiamat. Syafaat hanya diberikan kepada mereka yang ikhlas dan dengan izin dari Allah SWT. Ada beberapa kriteria yang disebutkan dalam ajaran Islam mengenai siapa saja yang berhak mendapatkan syafaat dari Nabi Muhammad SAW.
Kriteria tersebut meliputi para pemimpin yang adil, pemuda yang banyak beribadah pada Allah SWT, orang yang hatinya terikat dengan masjid, lelaki yang menolak diajak berzina, orang yang selalu berzikir, dan orang yang bersedekah secara sembunyi-sembunyi. Kriteria ini menunjukkan bahwa syafaat adalah anugerah bagi mereka yang sungguh-sungguh dalam ketaatan dan kebaikan.
Selain itu, syafaat juga akan diperoleh umat Nabi Muhammad SAW yang meninggal dalam keadaan tidak menyekutukan Allah SWT dengan sesuatu apapun, sebagaimana sabda Rasulullah SAW:
“Syafaat itu insyaAllah diperoleh umatku yang meninggal tidak menyekutukan Allah dengan sesuatu apapun,” (HR Muslim).
Namun, perlu diingat bahwa syafaat tidak akan berguna bagi orang-orang yang tidak memenuhi syarat, seperti yang disebutkan dalam QS. Al Muddatstsir: 48, “Maka tidak berguna lagi bagi mereka syafa'at dari orang-orang yang memberikan syafa'at.”
Advertisement
Amalan untuk Meraih Syafaat Nabi Muhammad SAW
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3881628/original/063377200_1640932876-sitting-woman-reading-quran_23-2147794169__4_.jpg)
Selain melantunkan doa supaya mendapat syafaat di hari kiamat, terdapat berbagai amalan yang dapat dilakukan untuk meningkatkan peluang mendapatkan pertolongan Nabi Muhammad SAW. Amalan-amalan ini mencakup menjalankan sunah-sunah beliau serta mengamalkan ajaran Islam dengan ikhlas.
Rasulullah SAW bersabda, “Yang paling bahagia dengan syafaatku pada hari Kiamat adalah orang yang mengucapkan Laa illaha illallaah dengan ikhlas dari hatinya atau dirinya,” (HR Bukhari, no. 99). Ini menunjukkan bahwa keikhlasan dalam bertauhid adalah kunci utama.
Berikut adalah beberapa amalan penting untuk meraih syafaat:
- Ikhlas Mengucap Laa Illaha Illallaah dari Lubuk Hati: Keikhlasan dalam mengucapkan kalimat tauhid adalah fondasi utama.
- Senantiasa Berdoa Setelah Adzan: Berdoa setelah adzan merupakan amalan yang sangat dianjurkan dan dijanjikan syafaat oleh Nabi Muhammad SAW.
- Perbanyak Bershalawat kepada Nabi Muhammad SAW: “Orang yang paling berhak mendapatkan syafaatku pada hari kiamat adalah, yang paling banyak salawat kepadaku” (HR Tirmidzi, no.484).
- Menjalankan Puasa Sunah dan Salat Sunah: Amalan-amalan sunah ini menunjukkan ketaatan dan kecintaan seorang hamba kepada Allah SWT dan Rasul-Nya.
- Bersabar dan Senang Bersedekah: Kesabaran dalam menghadapi cobaan dan kedermawanan melalui sedekah, terutama yang dilakukan secara sembunyi-sembunyi, adalah sifat-sifat mulia yang disukai Allah.
- Menjauhi Kemarahan dan Suka Membantu Sesama: Mengendalikan amarah dan memiliki jiwa penolong terhadap sesama adalah akhlak terpuji yang dapat mendekatkan seseorang kepada syafaat.
Syafaat Khusus Rasulullah SAW dan Contohnya
Nabi Muhammad SAW memiliki beberapa jenis syafaat khusus yang tidak dimiliki oleh nabi atau rasul lainnya. Syafaat-syafaat ini menunjukkan kedudukan istimewa beliau di sisi Allah SWT dan kasih sayang beliau kepada umatnya.
Salah satu syafaat khusus yang paling agung adalah Syafaatul Uzma, yaitu syafaat beliau pada hari penghakiman di Padang Mahsyar untuk memulai hisab. Ini adalah maqam terpuji yang dikhususkan bagi beliau, di mana seluruh umat manusia akan mencari pertolongan kepada beliau setelah para nabi lainnya tidak mampu.
Berikut adalah macam-macam syafaat khusus dari Rasulullah SAW:
- Syafaatul Uzma: Syafaat untuk memulai proses penghisaban di Padang Mahsyar.
- Syafaat untuk Memasukkan Sekelompok Orang ke Surga Tanpa Hisab: Beberapa umat Nabi Muhammad SAW akan masuk surga tanpa melalui proses hisab.
- Syafaat untuk Memasukkan Sekelompok Orang yang Seharusnya Masuk Neraka ke dalam Surga: Dengan izin Allah, Nabi Muhammad SAW dapat memberikan syafaat agar orang-orang yang seharusnya masuk neraka dapat masuk surga.
- Syafaat untuk Mengeluarkan Sekelompok Orang dari Neraka: Syafaat ini juga dimiliki oleh para ulama dan auliya, namun Rasulullah SAW memiliki bagian terbesar.
- Syafaat untuk Mengangkat Derajat Sekelompok Orang di dalam Surga: Untuk meningkatkan tingkatan penghuni surga sesuai amal perbuatan mereka.
- Syafaat untuk Meringankan Siksa Sejumlah Orang Kafir: Contoh paling terkenal adalah syafaat beliau untuk pamannya, Abu Thalib. Syekh Ibrahim Al-Baijuri dalam Hasyiyatul Baijuri ala Matnil Burdah menjelaskan bahwa syafaat ini meringankan siksa Abu Thalib, meskipun ia meninggal dalam kekafiran.
Advertisement
FAQ
1. Apa yang dimaksud dengan syafaat dalam Islam?
Syafaat adalah pertolongan yang diberikan dengan izin Allah SWT melalui Nabi Muhammad SAW atau hamba pilihan-Nya kepada umat di akhirat.
2. Siapa yang berhak memberi syafaat di hari kiamat?
Syafaat terutama diberikan oleh Nabi Muhammad SAW, namun juga bisa melalui nabi lain, orang saleh, malaikat, dan bahkan Al-Qur’an dengan izin Allah.
3. Siapa yang berhak mendapatkan syafaat?
Umat Islam yang bertauhid, tidak menyekutukan Allah, serta ikhlas dalam amal ibadah berhak memperoleh syafaat dengan izin-Nya.
4. Doa apa yang dianjurkan untuk mendapat syafaat?
Salah satunya doa setelah adzan: “Allahumma rabba hadzihid da’watit taammah... wa ab’ats-hu maqooman mahmuudan alladzii wa’adtah.”
5. Amalan apa saja yang bisa mendatangkan syafaat?
Mengucapkan kalimat tauhid dengan ikhlas, memperbanyak shalawat, doa setelah adzan, puasa sunah, salat sunah, bersedekah, dan berzikir.
6. Apa itu Syafaatul Uzma?
Syafaatul Uzma adalah syafaat agung Nabi Muhammad SAW untuk memulai proses hisab di Padang Mahsyar.
7. Apakah semua orang akan mendapat syafaat?
Tidak. Syafaat hanya diberikan kepada orang yang diridai Allah SWT, sedangkan orang kafir dan musyrik tidak akan mendapatkannya.
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9303881/original/059826700_1784697557-cek_fakta_penipuan.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5390489/original/006123400_1761278823-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran__96_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9289169/original/028294300_1783394455-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-07-07T102043.787.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9303719/original/037691400_1784689210-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-07-22T095811.672.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5162544/original/080820600_1741922417-man-praying-floor-indoors_23-2148869303.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8256534/original/027399300_1781161052-Vertical_500x656_-_Pentas_Bola_Dunia_2026__3_.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3104854/original/092516000_1587109605-000_1Q35MK.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5535295/original/004219900_1773977617-gianni.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9303609/original/094591200_1784672116-AP26200776667216.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9303337/original/087011100_1784626958-063_2286813749.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9302533/original/039508800_1784583892-spanyol.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9301613/original/093079500_1784504537-000_C2LE74U.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9295937/original/029239400_1783995735-000_A6DQ92Z.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8260740/original/033303400_1781654609-063_2281951293.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9302475/original/037155000_1784555150-Argentina_s_Lionel_Messi__from_right__Rodrigo_De_Paul__Nicolas_Otamendi_and_Leandro_Paredes.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9301812/original/034405000_1784520388-000_C2LJ6NA.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9301606/original/080786700_1784502167-063_2286810313.jpg)