Liputan6.com, Jakarta Doa Asy Syams merupakan salah satu surat penting dalam Al-Quran yang mengandung makna mendalam tentang penyucian jiwa. Surat ini mengajarkan manusia tentang pentingnya memilih jalan ketakwaan untuk meraih keberuntungan di dunia dan akhirat.
Sebagai surat ke-91 dalam Al-Quran, doa Asy Syams memiliki keistimewaan karena berisi sebelas sumpah Allah SWT yang paling banyak dalam satu surat. Surat ini menjadi pedoman bagi umat Muslim untuk senantiasa menyucikan jiwa dari perbuatan dosa dan maksiat.
Mengutip dari buku Tadabur Al-Qur'an oleh Syaikh Adil Muhammad Khalil, surat Asy Syams termasuk golongan Makkiyah yang diturunkan di kota Mekkah dan terdiri dari 15 ayat. Surat ini membahas tentang pilihan fundamental bagi setiap manusia dalam menentukan jalan hidup mereka. Berikut Liputan6.com ulas lengkapnya melansir dari berbagai sumber, Jumat (26/9/2025).
Advertisement
Bacaan Doa Asy Syams Arab, Latin, dan Terjemah
Doa Asy Syams memiliki bacaan yang dimulai dengan berbagai sumpah Allah tentang fenomena alam semesta. Surat ini mengajarkan tentang dualitas pilihan yang dihadapi setiap manusia dalam kehidupan mereka.
Ayat 1: وَالشَّمْسِ وَضُحٰىهَاۖ Wash-shamsi wa duhaha "Demi matahari dan sinarnya pada pagi hari,"
Ayat 2: وَالْقَمَرِ اِذَا تَلٰىهَاۖ Wal-qamari idza talaha "Demi bulan apabila mengiringinya,"
Ayat 3: وَالنَّهَارِ اِذَا جَلّٰىهَاۖ Wan-nahari idza jallaha "Demi siang apabila menampakkannya,"
Ayat 4: وَالَّيْلِ اِذَا يَغْشٰىهَاۖ Wal-laili idza yaghshaha "Demi malam apabila menutupinya (gelap gulita),"
Ayat 5: وَالسَّمَاۤءِ وَمَا بَنٰىهَاۖ Was-samai wa ma banaha "Demi langit serta pembinaannya (yang menakjubkan),"
Ayat 6: وَالْاَرْضِ وَمَا طَحٰىهَاۖ Wal-ardhi wa ma tahaha "Demi bumi serta penghamparannya,"
Ayat 7: وَنَفْسٍ وَّمَا سَوّٰىهَاۖ Wa nafsin wa ma sawwaha "Demi jiwa serta penyempurnaan (ciptaan)nya,"
Ayat 8: فَاَلْهَمَهَا فُجُوْرَهَا وَتَقْوٰىهَاۖ Fa-alhamaha fujuraha wa taqwaha "Maka Dia mengilhamkan kepadanya (jalan) kejahatan dan ketakwaannya,"
Ayat 9: قَدْ اَفْلَحَ مَنْ زَكّٰىهَاۖ Qad aflaha man zakkaha "Sungguh beruntung orang yang menyucikannya (jiwa itu),"
Ayat 10: وَقَدْ خَابَ مَنْ دَسّٰىهَاۗ Wa qad khaba man dassaha "dan sungguh rugi orang yang mengotorinya."
Ayat 11: كَذَّبَتْ ثَمُوْدُ بِطَغْوٰىهَآ ۖ Kaddzabat Tsamudu bi-taghwaha "(Kaum) samud telah mendustakan (rasulnya) karena mereka melampaui batas (zalim),"
Ayat 12: اِذِ انْۢبَعَثَ اَشْقٰىهَاۖ Idzin ba'atsa ashqaha "Ketika bangkit orang yang paling celaka di antara mereka,"
Ayat 13: فَقَالَ لَهُمْ رَسُوْلُ اللّٰهِ نَاقَةَ اللّٰهِ وَسُقْيٰهَاۗ Fa-qala lahum rasuulullahi naqatallahi wa suqyaha "lalu Rasul Allah (Saleh) berkata kepada mereka, "(Biarkanlah) unta betina dari Allah ini dengan minumannya."
Ayat 14: فَكَذَّبُوْهُ فَعَقَرُوْهَاۖ فَدَمْدَمَ عَلَيْهِمْ رَبُّهُمْ بِذَنْۢبِهِمْ فَسَوّٰىهَاۖ Fa-kadzdzabuhu fa-'aqaruha fa-damdama 'alaihim rabbuhum bi-dzanbihim fa-sawwaha "Namun mereka mendustakannya dan menyembelihnya, karena itu Tuhan membinasakan mereka karena dosanya, lalu diratakan-Nya (dengan tanah),"
Ayat 15: وَلَا يَخَافُ عُقْبٰهَا ࣖ Wa la yakhafu 'uqbaha "dan Dia tidak takut terhadap akibatnya."
Melansir dari situs Quran Kemenag, doa Asy Syams ini memiliki struktur yang unik dengan dimulai oleh serangkaian sumpah Allah yang menggambarkan kebesaran-Nya melalui fenomena alam.
Advertisement
Makna dan Keutamaan Doa Asy Syams
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4573773/original/021416200_1694591354-20230913111830__fpdl.in__quran-being-held-hands-close-up_23-2148444089_normal.jpg)
Makna utama dari doa Asy Syams terletak pada ajaran tentang tazkiyatun nafs atau penyucian jiwa yang menjadi kunci keberuntungan manusia. Surat ini menjelaskan bahwa Allah telah memberikan inspirasi kepada setiap jiwa tentang jalan kejahatan dan ketakwaan, sehingga manusia memiliki pilihan bebas dalam menentukan jalannya.
Keutamaan membaca doa Asy Syams sangat besar karena surat ini mengandung pelajaran fundamental tentang akhlak dan spiritualitas. Melalui sumpah-sumpah yang disebutkan dalam ayat-ayat awal, Allah mengajarkan manusia untuk merenungkan kebesaran ciptaan-Nya sebagai jalan menuju kesadaran spiritual. Surat ini juga memberikan motivasi kepada manusia untuk senantiasa berusaha membersihkan jiwa demi mendapatkan keberuntungan di dunia dan akhirat.
Mengutip dari buku Jus 'Amma & Al-Ma'Tsurat Lengkap oleh Lingkar Kalam, surat Asy Syams memberikan gambaran jelas tentang konsekuensi dari pilihan hidup manusia. Allah memberitahukan tentang jalan takwa yang dapat membawa manusia menuju keberuntungan dan jalan kekafiran yang akan membawa mereka pada kerugian, sebagaimana yang terjadi pada kaum Tsamud yang dihancurkan akibat kedurhakaan mereka.
Hikmah dalam Surat Asy Syams
Surat Asy Syams mengandung berbagai hikmah yang dapat dijadikan pedoman hidup bagi umat Muslim, seperti:
1. Ajaran Pentingnya Penyucian Jiwa
Hikmah pertama adalah pengajaran tentang pentingnya penyucian jiwa sebagai kunci kesuksesan dunia dan akhirat. Allah menjelaskan bahwa setiap manusia memiliki potensi untuk menjadi baik atau buruk, tergantung pada pilihan yang mereka buat.
2. Peringatan Jika Mengotori Jiwa
Hikmah kedua terletak pada peringatan tentang akibat dari mengotori jiwa dengan perbuatan dosa dan maksiat. Melalui kisah kaum Tsamud yang dibinasakan karena kedurhakaan mereka, Allah memberikan pelajaran bahwa sikap sombong dan menentang kebenaran akan membawa kehancuran.
3. Pemahaman Tentang Kuasa Allah SWT
Hikmah ketiga adalah pemahaman tentang kemahakuasaan Allah dalam menghukum orang-orang yang durhaka. Surat ini menggambarkan bagaimana Allah dengan mudah membinasakan kaum Tsamud, sebagaimana mudahnya Dia menciptakan benda-benda alam seperti matahari, bulan, siang, dan malam.
4. Motivasi untuk Memperbaiki Diri
Hikmah keempat adalah motivasi untuk terus berusaha memperbaiki diri dan menjauhi perbuatan yang dapat mengotori jiwa. Doa Asy Syams mengajarkan bahwa keberuntungan sejati hanya dapat diraih melalui usaha sungguh-sungguh dalam menyucikan jiwa dari berbagai kotoran spiritual.
Advertisement
Konteks Turunnya Surat Asy Syams
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4758315/original/039700600_1709260395-front-view-person-reading-from-holy-book.jpg)
Surat Asy Syams diturunkan di Mekkah pada periode awal kenabian Rasulullah SAW, ketika dakwah Islam masih menghadapi tantangan besar dari kaum musyrik. Konteks turunnya surat ini berkaitan erat dengan kondisi spiritual masyarakat Mekkah yang masih terjebak dalam kemusyrikan dan perilaku jahiliyah.
Sebagai surat Makkiyah, doa Asy Syams memiliki karakteristik yang khas yaitu menekankan pada aspek tauhid dan perbaikan akhlak. Surat ini turun untuk memberikan peringatan kepada kaum musyrik Mekkah tentang pentingnya memilih jalan yang benar dan meninggalkan kemusyrikan yang dapat mengotori jiwa mereka.
Kisah kaum Tsamud yang disebutkan dalam surat ini menjadi ibrah atau pelajaran bagi masyarakat Mekkah bahwa penolakan terhadap kebenaran akan membawa kehancuran. Nabi Saleh AS dan untanya menjadi simbol dari rahmat Allah yang ditolak oleh kaumnya, sehingga mereka mengalami azab yang dahsyat.
Melansir dari Tafsir Ibnu Katsir, konteks historis turunnya surat Asy Syams menunjukkan bahwa Allah ingin memberikan gambaran jelas tentang pilihan yang dihadapi oleh setiap manusia, termasuk masyarakat Mekkah pada masa itu, untuk memilih antara jalan kebenaran atau kesesatan.
Amalan dan Wirid Surat Asy Syams
Amalan membaca doa Asy Syams dapat dilakukan dalam berbagai kesempatan sebagai bagian dari wirid harian umat Muslim. Surat ini dapat dibaca setelah shalat fardhu, terutama shalat maghrib dan isya, untuk mendapatkan keberkahan dan perlindungan Allah SWT.
Wirid surat Asy Syams juga dapat diamalkan sebagai doa untuk memohon pertolongan Allah dalam menyucikan jiwa dari berbagai kotoran dosa dan maksiat. Membaca surat ini dengan penghayatan yang mendalam dapat membantu seseorang dalam proses introspeksi diri dan perbaikan akhlak.
Beberapa ulama merekomendasikan untuk membaca surat Asy Syams sebanyak tujuh kali setelah shalat subuh sebagai amalan untuk mendapatkan keberkahan dalam memulai hari. Amalan ini dipercaya dapat memberikan kekuatan spiritual dan motivasi untuk menjalani hari dengan penuh ketakwaan.
Dalam tradisi pesantren di Indonesia, doa Asy Syams sering dijadikan bagian dari wirid malam yang dibaca bersama-sama untuk memohon ampunan Allah dan kekuatan dalam menjalani hidup sesuai dengan ajaran Islam. Praktik ini menunjukkan bahwa surat ini memiliki tempat khusus dalam kehidupan spiritual umat Muslim Indonesia.
Advertisement
FAQ
1. Apa arti dari nama Asy Syams? Asy Syams berarti "matahari" dalam bahasa Arab, diambil dari kata pertama dalam surat ini.
2. Berapa jumlah ayat dalam surat Asy Syams? Surat Asy Syams terdiri dari 15 ayat yang semuanya turun di kota Mekkah.
3. Kapan waktu terbaik untuk membaca surat Asy Syams? Surat Asy Syams dapat dibaca kapan saja, terutama setelah shalat fardhu sebagai wirid.
4. Apa hikmah utama dari surat Asy Syams? Hikmah utamanya adalah ajaran tentang pentingnya menyucikan jiwa untuk meraih keberuntungan.
5. Mengapa Allah bersumpah sebanyak sebelas kali dalam surat ini? Untuk menekankan pentingnya pilihan antara menyucikan atau mengotori jiwa bagi manusia.
6. Siapa kaum yang disebutkan dalam surat Asy Syams? Kaum Tsamud yang dibinasakan Allah karena mendustakan Nabi Saleh AS dan membunuh untanya.
7. Apa manfaat membaca surat Asy Syams secara rutin? Membaca surat ini dapat membantu dalam proses penyucian jiwa dan perbaikan akhlak.
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5289113/original/068981100_1753021974-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran__38_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8263843/original/065734300_1782021578-Tugas__38_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4146753/original/028527300_1662354830-cek_fakta_sepeda.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5568076/original/025738900_1777349129-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-04-28T110443.057.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4374139/original/096709100_1679981555-pexels-alena-darmel-8164742.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8256534/original/027399300_1781161052-Vertical_500x656_-_Pentas_Bola_Dunia_2026__3_.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9288083/original/090522600_1783298244-nor10.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9290414/original/058282700_1783480422-ko2.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9290474/original/094848300_1783482268-063_2285093246.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3490249/original/064386300_1624409252-000_9CW8AD.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4261531/original/014538900_1671056110-000_333W8C7.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5535217/original/018346300_1773960601-FIFA.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9290421/original/027818600_1783480531-Argentina_s_Enzo_Fernandez.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9287274/original/048570500_1783206951-pra3.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9290534/original/015072300_1783484497-Switzerland_goalkeeper_Gregor_Kobel.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9290498/original/086362400_1783483404-Egypt_s_Mohamed_Salah__10__and_Argentina_s_Lionel_Messi.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9290385/original/086691300_1783478548-Egypt_s_Mostafa_Zico__11__and_Egypt_s_Haissem_Hassan__12_.jpg)