Liputan6.com, Jakarta - Mayoritas ulama membolehkah wanita haid berziarah kubur. Dasarnya adalah hadis riwayat Muslim dari Buraidah yang menyebutkan bahwa Rasulullah SAW: “Aku pernah melarang kalian berziarah kubur, maka sekarang berziarahlah, karena sesungguhnya ziarah kubur itu mengingatkan kalian kepada akhirat.” Hadis ini bersifat umum, tidak mengecualikan wanita haid. Oleh karena itu, penting bagi seorang muslimah untuk mengetahui doa ziarah kubur bagi wanita haid.
Dalam kitab al-Majmu’ Syarh al-Muhadzdzab karya Imam an-Nawawi dijelaskan, wanita haid hanya dilarang melakukan sholat, puasa, tawaf, dan menyentuh mushaf. Namun, ziarah kubur tidak termasuk larangan tersebut, sehingga hukumnya mubah.
Advertisement
Buku Fiqih Sunnah karya Sayyid Sabiq juga memperkuat argumen tersebut dengan menegaskan bahwa tujuan utama ziarah kubur adalah mengingatkan kepada kematian, bukan aktivitas ibadah ritual seperti sholat. Oleh karena itu, ulama kontemporer cenderung sepakat bahwa wanita haid boleh berziarah kubur.
Berikut ini adalah doa dan dzikir ziarah kubur bagi wanita haid yang tak bertentangan dengan syariat.
Doa-Doa Ziarah Kubur bagi Wanita Haid
Berikut ini adalah doa ziarah kubur untuk wanita haid dan amalan yang diperbolehkan.
1. Salam dan Doa kepada Ahli Kubur
Berikut bacaanya:
السَّلَامُ عَلَى أَهْلِ الدَّارِ مِنْ الْمُؤْمِنِينَ وَالْمُسْلِمِينَ ، وَيَرْحَمُ اللَّهُ الْمُسْتَقْدِمِينَ وَالْمُسْتَأْخِرِينَ وَإِنَّا إنْ شَاءَ اللَّهُ بِكُمْ لَاحِقُون
Latin: Assalaamu 'ala ahlid diyaari minal mu'miniina wal muslimiin wa yarhamullahu almustaqdimiina minna wal musta'khiriina wa innaa in syaa Allahu bikum lalahiquun
Arab: “Semoga keselamatan dilimpahkan atas penghuni negeri (kubur) dari kalangan orang-orang mukmin dan muslim. Semoga Allah merahmati orang-orang yang telah mendahului kami dan yang akan menyusul kemudian. Dan sesungguhnya kami, insya Allah, akan menyusul kalian juga.”
Doa tersebut termaktub dalam hadis riwayat Aisyah RA:
عن عَائِشَةَ قَالَتْ : قُلْت كَيْفَ أَقُولُ يَا رَسُولَ اللَّهِ تَعْنِي إذَا زَارَتْ الْقُبُورَ قَالَ : قُولِي السَّلَامُ عَلَى أَهْلِ الدَّارِ مِنْ الْمُؤْمِنِينَ وَالْمُسْلِمِينَ ، وَيَرْحَمُ اللَّهُ الْمُسْتَقْدِمِينَ وَالْمُسْتَأْخِرِينَ ، وَإِنَّا إنْ شَاءَ اللَّهُ بِكُمْ لَاحِقُونَ. (السنن الكبرى للبيهقي
Artinya: Dari Aisyah radhiyallahu 'anha, ia berkata: "Aku bertanya: Apa yang harus saya ucapkan ketika ziarah kubur, wahai Rasulallah!. Rasulullah menjawab: Ucapkanlah doa:السَّلَامُ عَلَى أَهْلِ الدَّارِ مِنْ الْمُؤْمِنِينَ وَالْمُسْلِمِينَ ، وَيَرْحَمُ اللَّهُ الْمُسْتَقْدِمِينَ وَالْمُسْتَأْخِرِينَ وَإِنَّا إنْ شَاءَ اللَّهُ بِكُمْ لَاحِقُون (Assalaamu 'ala ahlid diyaari minal mu'miniina wal muslimiin wa yarhamullahu almustaqdimiina minna wal musta'khiriina wa innaa in syaa Allahu bikum lalahiquun).
Advertisement
2. Doa Ziarah Kubur
Berdasar hadis di atas, berikut ini adalah doa ziarah kubur.
اَللَّهُمَّ اغْفِرْ لَهُ وَارْحَمْهُ وَعَافِهِ وَاعْفُ عَنْهُ، وَأَكْرِمْ نُزُلَهُ، وَوَسِّعْ مَدْخَلَهُ، وَاغْسِلْهُ بِالْمَاءِ وَالثَّلْجِ وَالْبَرَدِ، وَنَقِّهِ مِنَ الذُّنُوبِ والْخَطَايَا كَمَا يُنَقَّى الثَّوْبُ الْأَبْيَضُ مِنَ
الدَّنَسِ، وَأَبْدِلْهُ دَارًا خَيْرًا مِنْ دَارِهِ، وَزَوْجًا خَيْرًا مِنْ زَوْجِهِ، وَأَدْخِلْهُ الْجَنَّةَ، وَأَعِذْهُ مِنْ عَذَابِ الْقَبْرِ وَمِنْ عَذَابِ النَّار, وَافْسَحْ لَهُ فِي قَبْرِهِ، ونَوِّرْ لَهُ فِيهِ
Latin: Allahummaghfìrlahu war hamhu wa 'aafìhìì wa'fu anhu, wa akrìm nuzuulahu wawassì' madholahu, waghsìlhu bìl maa'ì watssaljì walbaradì, wa naqqìhì, mìnaddzzunubì wal khathaya kamaa yunaqqatssaubul abyadhu mìnad danasì.
Wabdìlhu daaran khaìran mìn daarìhì wa zaujan khaìran mìn zaujìhì. Wa adkhìlhul jannata wa aìdzhu mìn adzabìl qabrì wa mìn adzabìnnaarì wafsah lahu fì qabrìhì wa nawwìr lahu fìhì.
Artinya:Ya Allah, berilah ampunan dan rahmat kepadanya. Berikanlah keselamatan dan berikanlah maaf kepadanya. Berikanlah kehormatan untuknya, luaskanlah tempat masuknya. Mandikanlah dia dengan air, es, dan embun. Bersihkanlah dia dari kesalahan sebagaimana Engkau bersihkan baju yang putih dari kotoran.
Gantikanlah untuknya rumah yang lebih baik dari rumahnya, isteri yang lebih baik dari isterinya. Masukkanlah dia ke dalam surga, berikanlah perlindungan kepadanya dari azab kubur dan azab neraka. Lapangkanlah baginya dalam kuburnya dan terangilah dia di dalamnya. (HR Muslim)
Lafal doa di atas adalah untuk ahli kubur laki-laki. Jika perempuan maka lafal dzomir HU diganti dengan HA.
Imam an-Nawawi dalam Syarh Shahih Muslim menegaskan keutamaan doa ini, karena mencakup permohonan ampun, rahmat, keselamatan dari azab, hingga penggantian yang lebih baik di akhirat.
3. Dzikir dan Tahlil
Dalam Al-Hawi lil Fatawi, Imam As-Suyuthi membahas amalan yang pahalanya bisa dihadiahkan kepada orang yang sudah wafat, termasuk tahlil (lā ilāha illallāh), dzikir, membaca Al-Qur’an, doa, dan sedekah. Beliau menyatakan bahwa amal kebaikan orang hidup bisa sampai kepada mayit, dengan dasar Al-Qur’an, hadits, dan ijma’ ulama.
1. Membaca Dzikir Pertama
Doa ziarah kubur untuk wanita haid pertama adalah beristighfar
أَسْتَغْفِرُ اللهَ العَظِيْمَ اَلَّذِي لآ إِلَهَ إِلَّا هُوَ اْلحَيُّ اْلقَيُّوْمُ وَأَتُوْبُ إِلَيْهِ
Latin: Astaghfirullah Hal Adzim Alladzi La ilaha Illa Huwal Hayyul Qoyyumu Wa atubu Ilaihi.
Artinya:Aku mohon ampun kepada Allah yang Maha Agung, yang tiada Tuhan selain Dia Yang Maha Hidup lagi Maha Berdiri Sendiri, dan aku bertaubat kepada-Nya.
أَسْتَغْفِرُ اللهَ (٣×) اللَّهُمَّ أَنْتَ السَّلامُ، وَمِنْكَ السَّلَامُ، تَبَارَكْتَ يَا ذَا الْجَلَالِ وَالْإِكْرَامِ
Latin: Astaghfirullah (3x) Allahumma anta assalaam, wa minka assalaam, tabaarakta yaa dzal jalaali wal ikraam
Artinya: "Aku memohon ampun kepada Allah, (3x). Ya Allah, Engkau Mahasejahtera, dan dari-Mu kesejahteraan, Mahasuci Engkau, wahai Rabb Pemilik keagungan dan kemuliaan." (Dari Tsauban, HR Muslim, Ahmad, Abu Dawud, an-Nasa'i & Ibnu Majah)
2. Melanjutkan Lafaz Dzikir Kedua
لا إِلَهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ ، لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرُ، اللَّهُمَّ لَا مَانِعَ لِمَا أَعْطَيْتَ، وَلَا مُعْطِيَ لِمَا مَنَعْت، وَلَا يَنْفَعُ ذَا الْجَدِ مِنْكَ الْجَدُّ
Arab latin: Laa ilaaha illa Allahu wahdahu laa syariika lahu, lahul mulku wa lahul hamdu wa huwa 'ala kulli syai'in qadiir, Allahumma laa maani'a limaa a'thaita wa laa mu'thiya limaa mana'ta wa laa dzal jaddi minka aljaddu
Artinya: "Tidak ada ilah yang berhak diibadahi dengan benar melainkan hanya Allah Yang Mahaesa, tidak ada sekutu bagi-Nya. Bagi-Nya segala ke- rajaan dan bagi-Nya segala pujian. Dia Mahakuasa atas segala sesuatu. Ya Allah, tidak ada yang men- cegah apa yang Engkau beri dan tidak ada yang memberi apa yang Engkau cegah. Tidak berguna kekayaan dan kemuliaan itu bagi pemiliknya dari (siksa)-Mu." (Dari al-Mughirah bin Syu'bah, HR Bukhari, Muslim, Abu Dawud, Ahmad, an-Nasa'i, Ibnu Khuzaimah, & ad-Darimi)
3. Membaca Dzikir Tasbih, Tahmid dan Takbir
33xسُبْحَانَ اللهِ (۳۳×)
اَلْحَمْدُ لِلَّهِ (۳۳×)
اللهُ أَكْبَرُ (۳۳×)
Arab latin: Subhaanallah (33x) Alhamdulillah (33x) Allahu akbar (33x)
Artinya: "Mahasuci Allah, (33x)" "Segala puji bagi Allah, (33x)" "Allah Mahabesar, (33x)"
4. Lanjutkan dengan Dzikir Lainnya
لا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ، لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِير
Arab latin: Laa ilaaha illa Allahu wahdahu laa syariika lahu lahul mulku wa lahul hamdu wa huwa 'ala kulli syai'in qadiir
Artinya: "Tidak ada tuhan yang berhak diibadahi dengan benar melainkan hanya Allah Yang Maha Esa, tidak ada sekutu bagi-Nya, bagi kerajaan, bagi-Nya segala puji. Dialah Yang Mahakuasa atas segala sesuatu." (HR Muslim, Ahmad, Ibnu Khuzaimah & Baihaqi)
5. Membaca kalimat tahlil Arab
لَا إِلَهَ إِلَّا اللهَ
Latin:Laailaaha Illallah.
Artinya: Tiada Tuhan selain Allah.
Advertisement
4. Doa-Doa dari Al-Qur'an dan Adabnya
Selain membacakan doa untuk ahli kubur, umat Islam juga terbiasa membacakan doa tahlil, yang di dalamnya terdapat berbagai surat Al-Qur'an hingga bacaan yasin. Wanita haid tetap diperbolehkan membaca tahlil, surah Yasin, dan surah-surah Al-Qur'an saat ziarah namun tidak boleh diniatkan untuk membaca Al-Qur'an, melainkan dengan niat doa.
Hal ini sejalan dengan pandangan ulama bahwa yang dilarang adalah menyentuh mushaf, bukan membacanya. "Murajaah atau pengulangan hafalan Alquran. Yang diharamkan saat sedang haid adalah menyentuh dan membawa mushaf Alquran," demikian dikutip dari mui.or.id.
Namun begitu, banyak yang berpendapat bahwa adab bagi seorang wanita haid adalah tidak membaca Al-Qur'an secara syarih. Karenanya, bisa saja wanita haid membaca doa tahlil yang di dalamnya terdapat bacaan Al-Qur'an di hanya di dalam hati. Hal ini populer dipraktikkan para hafidzah.
Dalam Buku Fiqh Wanita Empat Mazhab oleh Syaikh Muhammad bin Abdurrahman ad-Dimasyqi dijelaskan mayoritas ulama membolehkan wanita haid membaca Al-Qur'an (murojaah) di dalam hati.
1. Membaca surah Al Fatihah
بِسْمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ. اَلْحَمْدُ لِلهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ. اَلرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ. مَالِكِ يَوْمِ الدِّيْنِ. اِيَّاكَ نَعْبُدُ وَاِيَّاكَ نَسْتَعِيْنُ. اِهْدِنَا الصِّرَاطَ الَّمُسْتَقِيْمَ. صِرَاطَ الَّذِ يْنَ اَنْعَمْتَ عَلَيْهِمْ غَيْرِ الْمَغْضُوْبِ عَلَيْهِمْ وَلَا الضَّالِّيْنَ. اَمِينْ
Latin: Bismillāhirrahmānirrahīm. Alhamdu lillāhi rabbil'ālamīn. Ar rahmānir rahīm. Māliki yaumid dīn. Iyyāka na'budu wa iyyāka nasta'īn. Ihdinas-sirātal-mustaqīm. Sirātallażīna an'amta 'alaihim gairil-magdụbi 'alaihim wa lad dāllīn.
Artinya: Aku berlindung kepada Allah dari setan yang terlontar. Dengan menyebut nama Allah yang maha pengasih lagi maha penyayang. Segala puji bagi Allah, Tuhan semesta alam. Yang maha pengasih lagi maha penyayang. Yang menguasai hari pembalasan. Hanya kepada-Mu kami menyembah. Hanya kepada-Mu pula kami memohon pertolongan. Tunjukkanlah kami ke jalan yang lurus, yaitu jalan orang-orang yang telah Kauanugerahi nikmat kepada mereka, bukan jalan mereka yang dimurkai dan bukan pula jalan mereka yang sesat. Semoga Kaukabulkan permohonan kami.
2. Membaca surah Al Ikhlas
بِسْمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ. قُلْ هُوَ اللهُ اَحَدٌ. اَللهُ الصَّمَدُ. لَمْ يَلِدْ وَلَمْ يُوْلَدْ. وَلَمْ يَكٌنْ لَهُ كُفُوًا اَحَدٌ
Latin:Bismillāhirrahmānirrahīm. qul huwallāhu aḥad. Allāhuṣ-ṣamad. lam yalid wa lam yụlad. wa lam yakul lahụ kufuwan aḥad.
Artinya:Dengan menyebut nama Allah yang maha pengasih lagi maha penyayang. Katakanlah, 'Dialah yang maha esa. Allah adalah tuhan tempat bergantung oleh segala sesuatu. Dia tidak beranak dan tidak diperanakkan. Dan tidak ada seorangpun yang setara dengan-Nya.
5. Membaca surah Al Falaq
بِسْمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ. قُلْ اَعُوْذُ بِرَبِّ الْفَلَقِ. مِنْ شَرِّ مَا خَلَقَ. وَمِنْ شَرِّ غَاسِقٍ اِذَا وَقَبَ. وَمِنْ شَرِّ النَّفَاثاتِ فِى الْعُقَدِ. وَمِنْ شَرِّ حَاسِدٍ اِذَا حَسَدَ
Latin:Bismillāhirrahmānirrahīm. qul a'ụżu birabbil-falaq. min syarri mā khalaq. wa min syarri gāsiqin iżā waqab. wa min syarrin-naffāṡāti fil-'uqad. wa min syarri ḥāsidin iżā ḥasad.
Artinya:Dengan menyebut nama Allah yang maha pengasih lagi maha penyayang. Katakanlah, 'Aku berlindung kepada tuhan yang menguasai waktu subuh dari kejahatan makhluk-Nya. Dari kejahatan malam apabila telah gelap gulita. Dan dari kejahatan wanita-wanita tukang sihir yang mengembus nafasnya pada buhul-buhul. Dan dari kejahatan orang-orang yang dengki apabila ia mendengki.
6. Membaca surah An Naas
بِسْمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ. قُلْ اَعُوذُ بِرَبِّ النَّاسِ. مَلِكِ النَّاسِ. اِلَهِ النَّاسِ. مِنْ شَرِّ الْوَسْوَاسِ الْخَنَّاسِ. الَّذِى يُوَسْوِسُ فِى صُدُوْرِ النَّاسِ. مِنَ الْجِنَّةِ وَالنَّاسِ
Latin: Bismillāhirrahmānirrahīm. qul a'ụżu birabbin-nās. malikin-nās. ilāhin-nās. min syarril-waswāsil-khannās. allażī yuwaswisu fī ṣudụrin-nās. minal-jinnati wan-nās.
Artinya: Dengan menyebut nama Allah yang maha pengasih lagi maha penyayang. Katakanlah, 'Aku berlindung kepada tuhan manusia, raja manusia. Sesembahan manusia, dari kejahatan bisikan setan yang biasa bersembunyi. Yang membisikkan kejahatan ke dalam dada manusia. Dari setan dan manusia.
People Also Ask
1. Bolehkah wanita haid ziarah kubur dan membaca al fatihah?
Dengan demikian, wanita haid boleh melakukan ziarah kubur dan mendoakan yang telah meninggal dengan doa-doa yang dianjurkan, tanpa melanggar ketentuan agama. Yang terpenting adalah menjaga niat untuk mendoakan, bukan membaca Al-Qur'an sebagai ibadah tilawah.
2. Bolehkah berziarah ke kuburan saat sedang menstruasi?
Ya, mengunjungi kuburan diperbolehkan selama seseorang sedang haid .
3. Bolehkah wanita haid membaca alfatihah untuk orang yang sudah meninggal?
Terkait dengan wanita haid yang ingin melakukan ziarah kubur dan membaca Al-Fatihah, mayoritas ulama membolehkan wanita haid untuk melakukan ziarah kubur.
4. Apakah boleh wanita haid membaca tahlil?
Ya, orang yang sedang haid boleh membaca tahlil, asalkan tidak diniatkan untuk membaca Al-Qur'an secara langsung, tetapi sebagai bentuk dzikir, doa, atau kalimat thayyibah. Tahlil adalah kalimat dzikir seperti Laa ilaaha illallaah, yang diperbolehkan dibaca dalam kondisi apapun, termasuk saat haid, selama tidak bertujuan untuk membaca mushaf Al-Qur'an.
Advertisement
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8715404/original/084148600_1782803575-Cek_fakta_bsu_25_juta.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8714532/original/000144500_1782797436-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-06-30T122233.633.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/7675056/original/096398500_1780469939-1000436835.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8709839/original/047593100_1782789385-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-06-30T101408.733.jpg)

:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4990609/original/049121600_1730716478-cara-ziarah-kubur-orang-tua.jpg)

:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/avatars/1812228/original/000972700_1538749244-foto_nanang_fahrudin.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8256534/original/027399300_1781161052-Vertical_500x656_-_Pentas_Bola_Dunia_2026__3_.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8714917/original/028527700_1782798194-Brazil_s_Gabriel_Martinelli.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8625301/original/096522400_1782619158-000_B8K37NR.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8713141/original/058795600_1782795003-Germany_players_are_dejected.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8513256/original/026711200_1782437004-AP26176799194484.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8710893/original/011996500_1782791219-WhatsApp_Image_2026-06-30_at_10.43.26__1_.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8709002/original/001727100_1782787701-000_B8QH9N2.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8711341/original/045734100_1782792164-IMG-20260630-WA0021.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8263744/original/028849200_1781996788-AP26171656106233.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8309790/original/022314100_1782176318-000_B7XQ8ZR.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8703035/original/020989500_1782776197-IMG-20260630-WA0006.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/7814803/original/065180300_1780632434-raul-jimenez-meksiko-1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8513569/original/057945500_1782437405-063_2283345869.jpg)