Liputan6.com, Jakarta Wudhu adalah syarat mutlak yang harus dipenuhi sebelum melaksanakan salat. Sebagai sebuah ibadah, gerakan wudhu bukan hanya sekadar membersihkan diri, tetapi juga merupakan bentuk ketaatan kepada Allah SWT. Setiap langkah dalam wudhu memiliki makna spiritual dan harus dilakukan sesuai dengan tuntunan syariat.
Memahami setiap gerakan wudhu secara detail akan membantu kita melaksanakannya dengan benar, sehingga wudhu menjadi sah dan ibadah kita diterima. Menurut buku Tuntunan Thaharah yang disusun oleh Majelis Tarjih dan Tajdid Pimpinan Wilayah Muhammadiyah DIY, tata cara berwudhu yang benar telah dijelaskan secara rinci. Panduan ini mencakup rukun (wajib) dan sunah (dianjurkan) untuk mencapai kesempurnaan.
Melalui artikel ini, kita akan mempelajari langkah demi langkah setiap gerakan wudhu yang dicontohkan oleh Rasulullah SAW. Dengan demikian, kita dapat memastikan setiap ibadah yang dilakukan berlandaskan pada tuntunan yang benar. Berikut Liputan6.com ulas lengkap seputar gerakan wudhu.
Advertisement
Tata Cara (Kaifiyah) Gerakan Wudhu
Tata cara wudhu yang diajarkan oleh Rasulullah SAW mencakup serangkaian gerakan yang harus dilakukan secara berurutan. Panduan ini mengintegrasikan rukun wudhu yang wajib dengan amalan sunah yang menyempurnakan. Berdasarkan hadis dari Humran yang melihat Utsman RA berwudu seperti wudhu Nabi SAW, berikut adalah urutan gerakan wudhu yang benar:
- Niat: Mengikhlaskan niat karena Allah. Niat dilakukan di dalam hati, bukan diucapkan secara lisan. Ini adalah langkah pertama yang menjadi pondasi sahnya wudhu.
- Membasuh Kedua Telapak Tangan: Basuhlah kedua telapak tangan sebanyak tiga kali hingga pergelangan tangan. Membaca "Bismillahirrahmanirrahim" di awal wudhu hukumnya sunah.
- Berkumur dan Menghisap Air ke Hidung: Lakukan gerakan berkumur (madhmadha) dan menghirup air ke hidung (istinsyaq) sebanyak tiga kali.
- Membasuh Wajah: Basuh wajah secara merata sebanyak tiga kali. Area yang dibasuh adalah dari tempat tumbuhnya rambut hingga dagu dan dari telinga kanan ke telinga kiri.
- Membasuh Kedua Tangan hingga Siku: Basuh tangan kanan terlebih dahulu sampai siku sebanyak tiga kali, kemudian lanjutkan dengan tangan kiri. Disunahkan untuk menggosok-gosok dan menyela-nyelai jari.
- Mengusap Kepala dan Telinga: Usap kepala satu kali, dimulai dari bagian depan ditarik ke belakang, lalu dikembalikan ke depan. Setelah itu, usap kedua telinga, bagian dalam dengan telunjuk dan bagian luar dengan ibu jari.
- Membasuh Kedua Kaki hingga Mata Kaki: Basuh kaki kanan terlebih dahulu sampai mata kaki sebanyak tiga kali, kemudian lanjutkan dengan kaki kiri. Sela-selai jari kaki untuk memastikan air merata.
- Membaca Doa Setelah Wudhu: Setelah selesai, angkat tangan dan bacalah doa syahadat.
Advertisement
Rukun dan Sunah dalam Gerakan Wudhu
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5327349/original/076704000_1756179197-WhatsApp_Image_2025-08-26_at_9.43.46_AM.jpeg)
Memahami perbedaan antara rukun dan sunah dalam gerakan wudhu sangat penting. Rukun wudhu adalah gerakan wajib yang tidak boleh ditinggalkan. Jika salah satu rukun terlewat, wudhu menjadi tidak sah. Sementara itu, sunah wudhu adalah amalan tambahan yang jika dilakukan akan menambah pahala, tetapi jika ditinggalkan tidak membatalkan wudhu. Berikut rinciannya:
Rukun Wudhu:
- Niat (di dalam hati).
- Membasuh wajah.
- Membasuh kedua tangan sampai siku.
- Mengusap kepala.
- Membasuh kedua kaki sampai mata kaki.
- Tertib (berurutan).
Sunah Wudhu:
Disebutkan dalam buku Fiqih Thaharah, karya Ahmad Sarwat, Lc berikut sunnah wudhu.
- Membaca basmalah.
- Membasuh telapak tangan.
- Berkumur dan menghirup air ke hidung.
- Menyela-nyelai jenggot (jika ada).
- Mendahulukan anggota tubuh yang kanan.
- Menggosok-gosok anggota wudhu.
- Mengulang basuhan tiga kali pada setiap anggota.
- Mengusap kedua telinga.
- Membaca doa setelah wudhu.
Dalil Gerakan Wudhu
Setiap gerakan dalam wudhu memiliki dasar hukum yang kuat dari Al-Qur'an dan Sunah Nabi SAW. Dalil utama yang menjelaskan rukun wudhu terdapat dalam Al-Qur'an surat Al-Maidah ayat 6, yang berbunyi:
يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْٓا اِذَا قُمْتُمْ اِلَى الصَّلٰوةِ فَاغْسِلُوْا وُجُوْهَكُمْ وَاَيْدِيَكُمْ اِلَى الْمَرَافِقِ وَامْسَحُوْا بِرُءُوْسِكُمْ وَاَرْجُلَكُمْ اِلَى الْكَعْبَيْنِۗ
"Hai orang-orang yang beriman, apabila kamu hendak mengerjakan salat, maka basuhlah mukamu dan tanganmu sampai dengan siku, dan sapulah kepalamu dan (basuh) kakimu sampai dengan kedua mata kaki."
Selain itu, terdapat hadis dari Utsman bin Affan yang diriwayatkan oleh Bukhari dan Muslim, yang menggambarkan secara detail tata cara wudhu Nabi SAW, menegaskan gerakan wudhu yang disunahkan, seperti membasuh setiap anggota sebanyak tiga kali dan mendahulukan yang kanan.
Kesalahan Umum yang Sering Terjadi dalam Wudhu
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3120380/original/074347100_1588695029-253253-P46VX2-659.jpg)
Wudhu merupakan syarat sah dalam melaksanakan ibadah shalat. Namun, masih banyak umat Muslim yang melakukan wudhu dengan keliru tanpa disadari. Kesalahan ini bisa berasal dari kurangnya pemahaman terhadap syariat atau kelalaian dalam praktik sehari-hari.
1. Melewatkan Sela Jari
Dalam kitab Al-Majmu’ Syarh al-Muhadzdzab karya Imam Nawawi, dijelaskan bahwa kelalaian dalam meratakan air ke seluruh anggota wudhu merupakan kesalahan yang sering terjadi. Imam Nawawi menyebutkan bahwa bagian yang paling sering terlewat adalah sela-sela jari tangan dan kaki, serta lipatan-lipatan tubuh seperti siku dan tumit. Beliau menekankan pentingnya ta'ammul (kesungguhan) dalam memastikan air membasahi seluruh bagian yang wajib.
2. Mengusap Kepala Tidak Sempurna
Kesalahan lainnya adalah mengusap kepala secara tidak sempurna. Dalam buku Fiqih Sunnah oleh Sayyid Sabiq, dijelaskan bahwa sebagian orang hanya menyentuhkan tangan ke rambut tanpa mengusap seluruh kepala sebagaimana diperintahkan. Padahal, dalam hadits sahih disebutkan bahwa Rasulullah SAW mengusap seluruh kepala dari depan ke belakang dan kembali lagi ke depan.
3. Berlebihan Menggunakan Air
Menurut Prof. Dr. Wahbah Az-Zuhaili dalam bukunya al-Fiqh al-Islami wa Adillatuhu, terdapat kesalahan berupa berlebihan dalam penggunaan air saat wudhu. Meskipun wudhu merupakan bentuk penyucian diri, Islam melarang sikap berlebihan, bahkan dalam menggunakan air untuk bersuci. Rasulullah SAW sendiri berwudhu dengan air yang sangat sedikit, sebagaimana diriwayatkan dalam hadits shahih riwayat Bukhari dan Muslim.
4. Lupa Niat
Dalam jurnal ilmiah “Kesalahan dalam Praktik Wudhu dan Implikasinya terhadap Kesahihan Shalat” yang ditulis oleh Siti Nurhayati (Jurnal Ilmiah IAIN Pontianak, 2020), disebutkan bahwa niat yang tidak dilafalkan dalam hati sebelum membasuh wajah merupakan bentuk kelalaian yang berdampak pada keabsahan wudhu. Banyak masyarakat melafalkan niat secara lisan tanpa memusatkan niat di dalam hati, padahal niat adalah amalan batin yang tempatnya di dalam hati.
5. Kesalahan mengusap telinga
Jurnal tersebut juga mencatat kesalahan mengusap telinga secara terpisah dari kepala, padahal menurut mayoritas ulama, termasuk yang dijelaskan dalam al-Mughni karya Ibnu Qudamah, telinga termasuk bagian dari kepala dan disunnahkan untuk diusap bersamaan.
Buku “Ensiklopedi Fikih Praktis” karya Dr. Sa’id bin Wahf al-Qahtani juga mencantumkan beberapa kesalahan praktis lainnya, seperti:
- Tidak tertib dalam urutan wudhu.
- Tidak membasuh wajah dengan sempurna, terutama bagian bawah dagu dan sisi pelipis.
- Membasuh tangan hanya sampai pergelangan, bukan hingga siku.
Kesalahan-kesalahan ini, jika tidak diperbaiki, bisa menyebabkan wudhu menjadi tidak sah dan berdampak pada tidak sahnya ibadah shalat.
Hal-Hal yang Membatalkan Wudhu
Setelah melakukan gerakan wudhu dengan sempurna, ada beberapa hal yang dapat membatalkannya. Jika salah satu dari hal-hal berikut terjadi, wudhu harus diulangi sebelum melakukan salat. Menurut Tuntunan Thaharah dari Majelis Tarjih dan Tajdid Pimpinan Wilayah Muhammadiyah DIY, hal-hal yang membatalkan wudhu antara lain:
- Keluar sesuatu dari salah satu dua jalan (kubul dan dubur), seperti buang air kecil, buang air besar, atau kentut.
- Hilang akal, seperti pingsan atau tidur nyenyak yang tidak sadar.
- Melakukan hubungan seksual.
- Menyentuh kemaluan dengan telapak tangan tanpa penghalang.
Sumber:
- Tuntunan Thaharah, Majelis Tarjih dan Tajdid Pimpinan Wilayah Muhammadiyah DIY
- Buku “Ensiklopedi Fikih Praktis” karya Dr. Sa’id bin Wahf al-Qahtani
- Prof. Dr. Wahbah Az-Zuhaili dalam bukunya al-Fiqh al-Islami wa Adillatuhu
- Buku Fiqih Thaharah, karya Ahmad Sarwat, Lc tahun 2010
- “Kesalahan dalam Praktik Wudhu dan Implikasinya terhadap Kesahihan Shalat” yang ditulis oleh Siti Nurhayati (Jurnal Ilmiah IAIN Pontianak, 2020
Advertisement
FAQ Seputar Gerakan Wudhu
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/1423957/original/042481100_1480662265-20161202-Aksi-2-Desember-Jakarta-FF5.jpg)
1. Apakah gerakan wudhu harus berurutan?
Ya, gerakan wudhu harus berurutan. Ini dikenal sebagai tertib, yang merupakan salah satu rukun wudhu menurut mayoritas mazhab. Jika urutan gerakan terbalik, wudhu dianggap tidak sah. Misalnya, jika seseorang membasuh kaki sebelum membasuh tangan, ia harus mengulangi wudhunya dari awal.
2. Apakah wajib menggosok-gosok saat wudhu?
Menggosok-gosok anggota wudhu saat membasuh adalah sunah, bukan rukun. Namun, hal ini sangat dianjurkan untuk memastikan air benar-benar merata dan mengenai seluruh permukaan kulit. Dalam kondisi tertentu, seperti saat kulit kering, menggosok dapat membantu air meresap lebih baik.
3. Apakah wudhu sah jika tidak berkumur atau menghirup air ke hidung?
Ya, wudhu tetap sah meskipun tidak berkumur atau menghirup air ke hidung. Gerakan ini merupakan sunah, bukan rukun. Namun, Rasulullah SAW sangat menganjurkan untuk melakukannya, terutama saat tidak dalam keadaan puasa, untuk menyempurnakan wudhu.
4. Mengapa dalam wudhu dianjurkan mendahulukan yang kanan?
Mendahulukan anggota tubuh yang kanan (tangan kanan, kaki kanan) adalah sunah. Rasulullah SAW menyukai mendahulukan yang kanan dalam segala hal, termasuk dalam bersuci, berpakaian, dan aktivitas baik lainnya. Mengikuti sunah ini adalah bentuk cinta dan ketaatan kepada Nabi Muhammad SAW.
5. Berapa kali setiap gerakan wudhu harus diulang?
Mayoritas ulama berpendapat bahwa mengulang setiap gerakan wudhu sebanyak tiga kali adalah sunah. Namun, wudhu juga sah jika hanya dilakukan satu kali, asalkan air sudah merata ke seluruh anggota tubuh yang wajib dibasuh. Mengulangi tiga kali menunjukkan kesempurnaan dan kehati-hatian dalam beribadah.
6. Bolehkah berwudhu dengan air yang tidak mengalir?
Ya, wudhu sah menggunakan air yang tidak mengalir, seperti air dalam wadah atau baskom, selama air tersebut suci dan mensucikan. Hal ini sesuai dengan hadis yang menyebutkan Rasulullah SAW berwudhu dari bejana.
7. Apa bedanya rukun dan sunah dalam wudhu?
Rukun adalah bagian wajib dari wudhu yang harus dilakukan agar wudhu sah, seperti niat dan membasuh anggota tubuh. Jika rukun ditinggalkan, wudhu batal. Sementara itu, sunah adalah amalan tambahan yang dianjurkan untuk mendapatkan pahala lebih, namun wudhu tetap sah jika sunah tidak dilakukan.
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5564063/original/036332000_1776924981-cek_fakta_-_BSU_2026.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5496891/original/097309800_1770608635-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-02-09T103958.761.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8710243/original/038928400_1782790135-IMG_3966.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8715404/original/084148600_1782803575-Cek_fakta_bsu_25_juta.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/avatars/2608262/original/030108300_1666512422-pexels-ibrahim-hasan-3944317.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5327346/original/037513100_1756179197-WhatsApp_Image_2025-08-26_at_9.41.44_AM.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/avatars/1812277/original/052062800_1684314288-Beach_life.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8256534/original/027399300_1781161052-Vertical_500x656_-_Pentas_Bola_Dunia_2026__3_.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8593999/original/023505700_1782562806-ekuador.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8560483/original/094482200_1782508278-000_B8GH2KY.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8776140/original/038104800_1782846348-063_2284057834.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8776135/original/014006000_1782843284-063_2284049459.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8776134/original/059322300_1782843171-000_B8UA24W.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3299157/original/094356500_1605660408-AP20322768020969.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8505254/original/095572100_1782426499-063_2283328466.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8710453/original/039368100_1782790641-7.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8378845/original/006458400_1782257129-England_s_Harry_Kane.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8389795/original/062452300_1782269925-inggris.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8260740/original/033303400_1781654609-063_2281951293.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8715414/original/056650500_1782804083-AP26180851266408.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3039313/original/079114600_1580697243-the-man-who-drank-the-water-4067318_1920.jpg)