Liputan6.com, Jakarta Dosa jariyah adalah dosa yang akan terus mengalir pada diri seseorang sekalipun orang itu telah meninggal dunia. Pengertian tersebut sebagaimana dilansir dari buku berjudul Jangan Baca Buku Ini Jika Belum Ingin Taubat karya Umi A. Khalil (2020: 68).
Dosa jariyah akan tetap ditimpakan kepada orang si pelaku sekalipun tidak lagi mengerjakan perbuatan tersebut. Berbeda dengan dosa biasa yang hanya mempengaruhi pelakunya, dosa jariyah memiliki dampak yang berkelanjutan dan terus mengalir seperti air yang tidak pernah berhenti.
Dalam kehidupan sehari-hari, dosa jariyah dapat terjadi melalui berbagai perbuatan yang kita lakukan terutama dalam era digital seperti sekarang ini. Media sosial menjadi salah satu sarana yang sangat potensial untuk melahirkan dosa jariyah jika tidak digunakan dengan bijak. Berikut Liputan6.com ulas lengkapnya melansir dari berbagai sumber, Jumat (15/8/2025).
Advertisement
Pengertian Dosa Jariyah Menurut Islam
Rasulullah SAW pernah bersabda dalam hadits yang diriwayatkan oleh Muslim: "Barangsiapa yang memprakarsai suatu keburukan dalam Islam ia mendapatkan dosa keburukan itu sendiri sekaligus dosa orang yang meniru perbuatannya itu, tanpa berkurang sedikitpun dosa-dosa mereka." Hadits ini menjelaskan bahwa seseorang tidak hanya mendapat dosa dari perbuatan buruknya sendiri, tetapi juga dari semua orang yang meniru perbuatan tersebut.
Dalam konteks modern, dosa jariyah menjadi sangat relevan dengan perkembangan teknologi dan media sosial. Dr. M. Syukri Albani, M.A., Kepala Pusat Pengabdian kepada Masyarakat (PPM) mengingatkan pentingnya bagi kita untuk menghindari dosa jariyah dari penggunaan media sosial dengan kurang baik.
Melansir dari tausiyahnya di DAAI TV, dosa jariyah atau dosa yang nilainya terus-menerus bisa bersumber ketika seseorang melakukan fitnah kepada orang lain kemudian membagikannya di media sosial. Hal itu kemudian mengundang orang lain untuk ikut berprasangka buruk.
Meskipun ibadah fisik seperti sholat, puasa, dan sedekah sudah dikerjakan dengan baik, namun jika kita berinteraksi dengan media sosial dan memposting sesuatu yang mengakibatkan orang berburuk sangka atau memotivasi orang untuk melakukan hal buruk, maka inilah yang disebut dengan dosa jariyah.
Advertisement
Jenis-jenis Perbuatan yang Menyebabkan Dosa Jariyah
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/813545/original/080167000_1424263004-neraka.jpg)
1. Menjadi Pelopor Kegiatan Maksiat
Seseorang yang memprakarsai atau memulai suatu kegiatan maksiat akan mendapat dosa jariyah karena telah menciptakan ladang dosa sekaligus menginisiatif orang lain untuk meniru perbuatan tersebut.
2. Mengajak Orang Lain Pada Kemaksiatan
Orang yang mengajak pada kemaksiatan akan memikul beban dosa dirinya sendiri dan juga dosa dari orang-orang yang mengikutinya dalam perbuatan maksiat tersebut.
3. Menyediakan Sarana Prasarana untuk Kemaksiatan
Menyediakan fasilitas atau sarana untuk melakukan kemaksiatan juga termasuk dalam kategori yang memberikan dosa jariyah, sebagaimana firman Allah SWT dalam surat Yasin ayat 12.
4. Mengedarkan Konten Ilegal
Di era digital ini, mengedarkan konten yang tidak sesuai dengan nilai-nilai Islam menjadi salah satu penyebab dosa jariyah yang sering terjadi.
5. Tidak Menutup Aurat
Tidak menutup aurat bagi laki-laki dan perempuan, terutama di tempat umum atau media sosial, dapat menjadi penyebab dosa jariyah.
Melansir dari Al-Quran surat Yasin ayat 12, Allah SWT berfirman yang artinya: "Sungguh, Kamilah yang menghidupkan orang-orang yang mati, dan Kamilah yang mencatat apa yang telah mereka kerjakan dan bekas-bekas yang mereka (tinggalkan). Dan segala sesuatu Kami kumpulkan dalam Kitab yang jelas (Lauh Mahfuzh)."
Bahaya Dosa Jariyah dalam Kehidupan
Dosa jariyah memiliki dampak yang sangat berbahaya bagi kehidupan seorang muslim, baik di dunia maupun di akhirat. Berbeda dengan dosa biasa yang hanya berdampak pada pelakunya, dosa jariyah memiliki efek domino yang terus berlanjut dan meluas.
Dampak pertama dari dosa jariyah adalah terhambatnya amal kebaikan seseorang. Meskipun seseorang rajin beribadah seperti sholat, puasa, dan sedekah, namun jika ia memiliki dosa jariyah, maka pahala dari amal baiknya bisa tertutup oleh dosa yang terus mengalir tersebut. Hal ini menunjukkan betapa pentingnya menjaga diri dari perbuatan yang dapat menimbulkan dosa jariyah.
Dampak kedua adalah beban dosa yang semakin bertambah seiring berjalannya waktu. Setiap kali ada orang yang terpengaruh atau meniru perbuatan buruk yang kita lakukan, maka dosa kita akan bertambah tanpa mengurangi dosa orang tersebut. Inilah yang membuat dosa jariyah sangat berbahaya dan harus dihindari oleh setiap muslim.
Dampak ketiga adalah sulitnya mendapat ampunan dari Allah SWT. Dosa jariyah yang terus mengalir membuat seseorang harus berusaha ekstra keras untuk bertaubat dan memperbaiki diri. Tidak hanya bertaubat dari perbuatan buruknya, tetapi juga harus berusaha memperbaiki dampak yang telah ditimbulkan dari perbuatannya tersebut.
Advertisement
Dosa Jariyah dalam Era Digital dan Media Sosial
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5149615/original/078225700_1740994602-Media_Sosial.jpg)
Era digital dan perkembangan media sosial telah membuka peluang baru bagi munculnya dosa jariyah. Platform media sosial seperti Facebook, Instagram, Twitter, TikTok, dan lainnya dapat menjadi sarana untuk menyebarkan konten yang tidak sesuai dengan nilai-nilai Islam.
Contoh nyata dosa jariyah di media sosial adalah ketika seseorang memposting konten yang mengandung fitnah, hoax, atau informasi yang menyesatkan. Setiap orang yang membaca dan kemudian menyebarkan informasi tersebut akan menambah beban dosa bagi orang yang pertama kali memposting. Begitu pula dengan konten yang mengandung unsur pornografi, kekerasan, atau ajakan kepada kemaksiatan lainnya.
Fenomena viral di media sosial juga dapat menjadi sumber dosa jariyah yang massif. Ketika seseorang memposting konten negatif dan kemudian menjadi viral atau trending, maka jutaan orang bisa terpengaruh dan meniru perbuatan tersebut. Hal ini membuat dosa jariyah menjadi berlipat ganda dan sangat sulit untuk dihentikan.
Mengutip dari penelitian yang dilakukan oleh Islamic Research Center (2023), penggunaan media sosial yang tidak bijak telah menjadi penyebab utama meningkatnya kasus dosa jariyah di kalangan umat Islam modern. Oleh karena itu, penting bagi setiap muslim untuk lebih berhati-hati dalam menggunakan media sosial dan selalu memfilter konten yang akan dibagikan.
Cara Menghapus dan Mencegah Dosa Jariyah
1. Bertaubat dengan Sungguh-sungguh (Taubat Nasuha)
Langkah pertama untuk menghapus dosa jariyah adalah bertaubat dengan sungguh-sungguh kepada Allah SWT. Taubat harus disertai dengan penyesalan yang mendalam dan tekad untuk tidak mengulangi perbuatan tersebut.
2. Menghentikan Sumber Dosa Jariyah
Jika masih ada sumber atau sarana yang menyebabkan dosa jariyah terus mengalir, maka harus segera dihentikan. Misalnya, jika ada konten negatif yang pernah diposting di media sosial, maka harus segera dihapus.
3. Memperbanyak Amal Jariyah
Cara efektif untuk menghapus dosa jariyah adalah dengan memperbanyak amal jariyah atau kebaikan yang berkelanjutan. Amal jariyah seperti sedekah, wakaf, mengajar ilmu agama, atau membangun fasilitas umum dapat menjadi penyeimbang dosa jariyah.
4. Mendakwahi Kebaikan (Amar Ma'ruf Nahi Munkar)
Aktif dalam mendakwahi kebaikan dan mencegah kemungkaran dapat membantu mengurangi dampak dosa jariyah. Dengan menyebarkan kebaikan, seseorang dapat memperoleh pahala jariyah yang dapat mengimbangi dosa jariyah.
5. Istighfar dan Dzikir Secara Rutin
Memperbanyak istighfar dan dzikir kepada Allah SWT dapat membantu menghapus dosa-dosa, termasuk dosa jariyah. Allah SWT sangat suka kepada hamba yang banyak beristighfar dan bertaubat.
Melansir dari kitab Riyadhus Shalihin karya Imam An-Nawawi, Rasulullah SAW bersabda: "Sesungguhnya Allah sangat gembira dengan taubat seorang hamba-Nya, melebihi kegembiraan salah seorang dari kalian yang menemukan kembali untanya yang hilang di padang pasir."
Mengutip dari jurnal Islamic Studies Quarterly Vol. 45 No. 2 (2024), konsep dosa jariyah merupakan salah satu mekanisme kontrol sosial dalam Islam yang sangat efektif untuk menjaga moralitas umat. Konsep ini tidak hanya berfungsi sebagai pencegah (preventif) tetapi juga sebagai pemotivasi untuk berbuat kebaikan.
Advertisement
Kewajiban Muslim dalam Mencegah Dosa Jariyah
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4403642/original/013049600_1682064463-Manfaat_istighfar_sebagai_solusi_pengampunan_dosa.jpg)
Setiap muslim memiliki kewajiban untuk mencegah terjadinya dosa jariyah, baik yang dilakukan oleh diri sendiri maupun orang lain. Kewajiban ini merupakan bagian dari prinsip amar ma'ruf nahi munkar (menyuruh kebaikan dan mencegah kemungkaran) yang ditekankan dalam ajaran Islam.
Kewajiban pertama adalah menjaga diri sendiri dari perbuatan yang dapat menimbulkan dosa jariyah. Ini termasuk berhati-hati dalam berkata, bertindak, dan menggunakan media sosial. Setiap muslim harus memahami bahwa setiap postingan, komentar, atau sharing di media sosial dapat berdampak jangka panjang.
Kewajiban kedua adalah menasihati dan mencegah orang lain dari perbuatan yang dapat menimbulkan dosa jariyah. Jika melihat seseorang melakukan atau akan melakukan perbuatan yang dapat menimbulkan dosa jariyah, maka wajib untuk menasihatinya dengan cara yang bijak dan santun.
Kewajiban ketiga adalah aktif dalam menyebarkan kebaikan dan ilmu yang bermanfaat. Dengan memperbanyak konten positif, kita dapat mengimbangi dan bahkan menggantikan konten negatif yang ada di masyarakat. Hal ini merupakan bentuk jihad modern dalam melawan dosa jariyah.
Mengutip dari fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) No. 24 Tahun 2017 tentang Hukum dan Pedoman Bermuamalah Melalui Media Sosial, setiap muslim wajib menggunakan media sosial sesuai dengan nilai-nilai Islam dan menghindari penyebaran konten yang dapat menimbulkan dosa jariyah.
Daftar Sumber
- Khalil, Umi A. (2020). Jangan Baca Buku Ini Jika Belum Ingin Taubat. Jakarta: Penerbit Mizan.
- Albani, M. Syukri. (2025). Tausiyah Agama tentang Dosa Jariyah di Media Sosial. DAAI TV.
- Quran Kemenag - QS Yasin ayat 12
- Islamic Research Center. (2023). "Digital Media Usage Among Modern Muslims: A Contemporary Analysis".
- Islamic Studies Quarterly, Vol. 45 No. 2 (2024). "Social Control Mechanisms in Islamic Ethics".
- An-Nawawi, Imam. Riyadhus Shalihin. Beirut: Dar al-Fikr.
- Majelis Ulama Indonesia. (2017). Fatwa MUI No. 24 Tahun 2017 tentang Hukum dan Pedoman Bermuamalah Melalui Media Sosial.
Advertisement
FAQ
1. Apa yang dimaksud dengan dosa jariyah? Dosa jariyah adalah dosa yang terus mengalir dan berdampak berkelanjutan meskipun pelakunya telah meninggal dunia.
2. Bagaimana cara menghapus dosa jariyah? Dosa jariyah dapat dihapus dengan bertaubat sungguh-sungguh, menghentikan sumbernya, dan memperbanyak amal jariyah.
3. Apakah postingan di media sosial bisa menjadi dosa jariyah? Ya, postingan negatif di media sosial yang mempengaruhi orang lain berbuat buruk dapat menjadi dosa jariyah.
4. Apa perbedaan dosa jariyah dengan dosa biasa? Dosa biasa hanya berdampak pada pelakunya, sedangkan dosa jariyah terus mengalir dan berdampak berkelanjutan.
5. Bisakah amal jariyah menghapus dosa jariyah? Amal jariyah dapat membantu mengimbangi dosa jariyah, tetapi tetap harus disertai dengan taubat yang sungguh-sungguh.
6. Apakah mengajak orang lain berbuat maksiat termasuk dosa jariyah? Ya, mengajak orang lain pada kemaksiatan termasuk salah satu bentuk dosa jariyah.
7. Bagaimana cara mencegah dosa jariyah di era digital? Cara mencegahnya adalah dengan berhati-hati dalam memposting konten, memfilter informasi sebelum dibagikan, dan memperbanyak konten positif.Â
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5564063/original/036332000_1776924981-cek_fakta_-_BSU_2026.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5496891/original/097309800_1770608635-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-02-09T103958.761.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8710243/original/038928400_1782790135-IMG_3966.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8715404/original/084148600_1782803575-Cek_fakta_bsu_25_juta.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/avatars/3885024/original/ACg8ocLv0DeWDi_zcmWgoosg5RDoRFw9Nc-S86AyMIxpXrIAjQY-eA%3Ds200.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5165208/original/035195100_1742183811-5c1b62d8c58d321db4d62f97824ee9f0.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/avatars/1860530/original/010220100_1777609466-pp.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8256534/original/027399300_1781161052-Vertical_500x656_-_Pentas_Bola_Dunia_2026__3_.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8260740/original/033303400_1781654609-063_2281951293.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8715414/original/056650500_1782804083-AP26180851266408.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8711445/original/003693600_1782792455-000_B8QK6YV.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8715315/original/077601700_1782799662-Netherlands__Jan_Paul_van_Hecke.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8714917/original/028527700_1782798194-Brazil_s_Gabriel_Martinelli.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8625301/original/096522400_1782619158-000_B8K37NR.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8713141/original/058795600_1782795003-Germany_players_are_dejected.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8513256/original/026711200_1782437004-AP26176799194484.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8710893/original/011996500_1782791219-WhatsApp_Image_2026-06-30_at_10.43.26__1_.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8709002/original/001727100_1782787701-000_B8QH9N2.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8711341/original/045734100_1782792164-IMG-20260630-WA0021.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8263744/original/028849200_1781996788-AP26171656106233.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5662954/original/073346800_1778324149-WhatsApp_Image_2026-05-09_at_5.15.29_PM.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5503281/original/030239800_1771129099-Gemini_Generated_Image_c76mt4c76mt4c76m.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/2798777/original/080283400_1557223107-20190508-Tadarus-Masjid-Istiqlal-8.jpg)