Liputan6.com, Jakarta - Kekhawatiran orang tua terhadap anak yang sering keluyuran malam hari merupakan hal yang wajar. Aktivitas keluyuran malam dapat membawa dampak negatif bagi perkembangan anak, baik dari segi keamanan, kesehatan, maupun akhlak.
Doa agar anak tidak keluyuran malam menjadi salah satu ikhtiar spiritual yang dapat dilakukan orang tua muslim.
Selain doa, pendekatan komunikasi yang baik dan pengawasan yang bijaksana juga diperlukan untuk membimbing anak ke arah yang lebih positif.
Advertisement
Melansir dari Jurnal Ilmu Sosial dan Pendidikan, kenakalan remaja termasuk kebiasaan keluyuran malam sering terjadi karena kurangnya perhatian dari orang tua dan minimnya pemahaman keagamaan.
Untuk itu, doa agar anak tidak keluyuran malam perlu diimbangi dengan pendekatan komprehensif dalam mendidik anak.
Berikut Liputan6.com ulas lengkapnya melansir dari berbagai sumber, Jumat (15/08/2025).
Bacaan Doa Agar Anak Tidak Keluyuran Malam
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5288281/original/083581900_1752903757-WhatsApp_Image_2025-07-19_at_12.36.26_PM.jpeg)
1. Doa Perlindungan untuk Anak dari Rasulullah SAW
Doa yang paling utama untuk perlindungan anak adalah doa yang diamalkan langsung oleh Rasulullah SAW untuk cucu-cucunya, Al-Hasan dan Al-Husain:
Arab:
أُعِيْذُكُمَا بِكَلِمَاتِ اللهِ التَّامَّاتِ مِنْ كُلِّ شَيْطَانٍ وَهَامَّةٍ وَمِنْ كُلِّ عَيْنٍ لَامَّةٍ
Latin:
U'īdzukuma bi kalimātillāhit tāmāti min kulli syaithānin wa hāmmatin wa min kulli 'aynin lāmmah.
Artinya:
"Aku melindungi kalian berdua dengan kalimat Allah yang sempurna dari segala setan, hewan melata, dan segala penyakit 'ain yang ditimbulkan mata jahat (hasad)."
2. Doa Agar Anak Menjadi Penyejuk Hati
Arab:
رَبَّنَا هَبْ لَنَا مِنْ اَزْوَاجِنَا وَذُرِّيّٰتِنَا قُرَّةَ اَعْيُنٍ وَّاجْعَلْنَا لِلْمُتَّقِيْنَ اِمَامًا
Latin:
Rabbanaa hab lanaa min azwaajinaa wa dzurriyyaatinaa qurrata a'yuniw waj'alnaa lil-muttaqiina imaamaa(n).
Artinya:
"Wahai Tuhan kami, anugerahkanlah kepada kami penyejuk mata dari pasangan dan keturunan kami serta jadikanlah kami sebagai pemimpin bagi orang-orang yang bertakwa." (QS. Al-Furqan: 74)
3. Doa Agar Anak Termasuk Orang-orang Saleh
Arab:
رَبِّ هَبْ لِيْ مِنَ الصّٰلِحِيْنَ
Latin:
Rabbi hab lii minash-shaalihiin(a).
Artinya:
"Ya Tuhanku, anugerahkanlah kepadaku (keturunan) yang termasuk orang-orang saleh." (QS. Ash-Shaffat: 100)
4. Doa untuk Melembutkan Hati Anak
Arab:
اَللّٰهُ لَطِيْفٌۢ بِعِبَادِهٖ يَرْزُقُ مَنْ يَّشَاۤءُ ۚوَهُوَ الْقَوِيُّ الْعَزِيْزُ
Latin:
Allaahu laṭiifum bi'ibaadihi yarzuqu may yasyaa', wa huwal-qawiyyul-'aziiz.
Artinya:
"Allah Maha Lembut takdir-Nya terhadap hamba-hamba-Nya; Ia memberi rezeki kepada siapa yang dikehendaki-Nya, dan Dialah Yang Maha Kuat, lagi Maha Kuasa." (QS. Asy-Syura: 19)
5. Doa Agar Anak Berbakti kepada Orang Tua
Arab:
اَللَّهُمَّ بَارِكْ لِي فِي أَوْلَادِي وَلَا تَضُرَّهُمْ وَوَفِّقْهُمْ لِطَاعَتِكَ وَارْزُقْنِي بِرَّهُمْ
Latin:
Allahumma barikli fii awladiy, wa la tadhurruhum, wa waf fiqhum li tho'atik, war zuqni birrohum.
Artinya:
"Ya Allah berilah barokah untuk hamba pada anak-anak hamba, janganlah Engkau timpakan mara bahaya kepada mereka, berilah mereka taufik untuk taat kepada-Mu dan karuniakanlah hamba rezeki berupa bakti mereka."
Mengutip dari buku Seluk Beluk Tipu Daya Iblis karya Asri Syahruddin, M.Pd, doa-doa ini menunjukkan perhatian khusus terhadap perlindungan anak dari gangguan yang tidak terlihat, seperti pengaruh setan dan pandangan buruk yang dapat membawa bahaya.
Orang tua dapat mengamalkan doa-doa ini secara rutin, terutama saat menidurkan anak atau sebelum anak keluar rumah.
Advertisement
Pemahaman tentang Masalah Keluyuran Malam pada Anak
Keluyuran malam pada anak dan remaja merupakan salah satu bentuk kenakalan yang perlu diwaspadai orang tua. Aktivitas ini dapat membawa berbagai dampak negatif, mulai dari gangguan kesehatan karena kurang tidur hingga risiko terlibat dalam pergaulan yang tidak baik.
Menurut Character Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 11 No. 2 tahun 2024, faktor-faktor yang mempengaruhi kenakalan remaja terbagi menjadi dua kategori utama yaitu faktor internal dan eksternal.
- Faktor internal meliputi krisis identitas dan kontrol diri yang lemah,
- sedangkan faktor eksternal meliputi lingkungan keluarga dan lingkungan pertemanan.
Masa remaja merupakan periode transisi yang penuh dengan perubahan fisik dan psikologis. Pada masa ini, anak cenderung mudah terpengaruh oleh lingkungan sekitar dan memiliki rasa ingin tahu yang tinggi.
Ketika tidak ada pengawasan dan bimbingan yang tepat, mereka dapat terjerumus dalam perilaku menyimpang termasuk kebiasaan keluyuran malam.
Pentingnya peran orang tua dalam memberikan perhatian dan kasih sayang yang cukup menjadi kunci utama pencegahan masalah ini. Anak yang merasa diperhatikan dan dicintai oleh keluarganya akan cenderung lebih patuh dan tidak mencari perhatian di luar rumah dengan cara yang tidak tepat.
Faktor Penyebab Anak Keluyuran Malam
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5007058/original/026791500_1731657215-cara-mencegah-kenakalan-remaja.jpg)
1. Faktor Internal
Krisis Identitas
Anak dan remaja yang sedang mencari jati diri sering melakukan eksplorasi dengan cara yang kurang tepat. Mereka ingin membuktikan kemandirian dengan melanggar aturan yang ditetapkan orang tua, termasuk aturan untuk tidak keluar malam.
Kontrol Diri yang Lemah
Ketidakmampuan mengontrol keinginan dan emosi membuat anak mudah tergoda untuk ikut-ikutan dengan teman-temannya yang suka keluyuran malam. Mereka belum mampu mempertimbangkan risiko dan dampak negatif dari perbuatan tersebut.
2. Faktor Eksternal
Lingkungan Keluarga
Kurangnya perhatian dan kasih sayang dari orang tua dapat mendorong anak mencari perhatian di luar rumah. Keluarga yang tidak harmonis atau terlalu sibuk dengan urusan masing-masing juga menjadi pemicu anak untuk lebih sering berada di luar rumah.
Pengaruh Teman Sebaya
Pergaulan dengan kelompok pertemanan yang memiliki kebiasaan buruk dapat mempengaruhi perilaku anak. Keinginan untuk diterima dalam kelompok membuat mereka ikut melakukan aktivitas yang sama, termasuk keluyuran malam.
Akses Media dan Teknologi
Paparan konten negatif melalui media sosial dan internet dapat mempengaruhi pola pikir anak. Mereka mungkin menganggap keluyuran malam sebagai hal yang wajar dan modern.
Mengutip dari Jurnal Ilmu Sosial dan Pendidikan yang membahas kenakalan remaja, minimnya pemahaman keagamaan juga menjadi faktor penting. Anak yang tidak memiliki landasan spiritual yang kuat akan lebih mudah terpengaruh oleh hal-hal negatif di lingkungan sekitarnya.
Advertisement
Dampak Negatif Keluyuran Malam
Kebiasaan keluyuran malam dapat membawa berbagai dampak negatif bagi perkembangan anak, baik dalam jangka pendek maupun jangka panjang.
1. Dampak Kesehatan Fisik
Kurang tidur menjadi dampak langsung yang paling terasa. Anak yang sering begadang dan keluyuran malam akan mengalami gangguan pola tidur yang dapat mempengaruhi kesehatan fisiknya. Sistem imun melemah, konsentrasi belajar menurun, dan pertumbuhan terganggu.
2. Dampak Psikologis
Keluyuran malam yang menjadi kebiasaan dapat menimbulkan kecemasan pada orang tua dan merusak hubungan keluarga. Anak juga berisiko mengembangkan perilaku antisosial dan kehilangan rasa hormat terhadap aturan dan otoritas.
3. Dampak Sosial
Anak dapat terlibat dalam pergaulan yang tidak baik dan berisiko terjerumus dalam kenakalan yang lebih serius. Reputasi keluarga juga dapat terpengaruh karena perilaku anak yang dianggap tidak sopan oleh masyarakat sekitar.
4. Dampak Akademik
Performa akademik menurun karena kurang tidur dan tidak fokus pada pelajaran. Anak yang sering keluyuran malam cenderung malas bangun pagi dan sering terlambat atau bahkan membolos sekolah.
Berdasarkan penelitian yang dimuat dalam Character Jurnal Penelitian Psikologi, kenakalan remaja termasuk kebiasaan keluyuran malam dapat berdampak pada diri remaja itu sendiri, keluarga, dan lingkungan masyarakat. Dampak ini akan terus berlanjut jika tidak ada penanganan yang tepat dari pihak keluarga dan lingkungan sekitar.
Strategi Pencegahan dan Penanganan
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3194968/original/051633600_1596098765-content-youngster-enjoying-time_23-2147656110__1_.jpg)
1. Pendekatan Komunikasi
Membangun komunikasi yang terbuka dan hangat dengan anak menjadi kunci utama pencegahan. Orang tua perlu mendengarkan keluhan dan keinginan anak tanpa langsung menghakimi. Dengan demikian, anak akan merasa nyaman bercerita dan tidak mencari pelarian di luar rumah.
2. Pemberian Perhatian dan Kasih Sayang
Anak yang merasa dicintai dan diperhatikan akan cenderung lebih patuh pada orang tua. Luangkan waktu berkualitas bersama anak, tanyakan aktivitas mereka, dan tunjukkan bahwa orang tua peduli dengan kehidupannya.
3. Penetapan Aturan yang Jelas
Tetapkan aturan yang jelas mengenai jam malam dan konsekuensinya jika dilanggar. Aturan harus disepakati bersama dan ditegakkan secara konsisten. Jelaskan alasan di balik aturan tersebut agar anak memahami dan tidak merasa dikekang.
4. Penyediaan Aktivitas Positif
Sediakan alternatif kegiatan positif yang menarik bagi anak di rumah atau lingkungan sekitar. Kegiatan ekstrakurikuler, olahraga, atau kursus dapat mengisi waktu luang anak dengan hal-hal yang bermanfaat.
5. Penguatan Nilai-nilai Agama
Berikan pendidikan agama yang baik kepada anak sejak dini. Ajarkan nilai-nilai moral dan akhlak mulia yang dapat menjadi benteng dari pengaruh negatif. Libatkan anak dalam kegiatan keagamaan di masjid atau komunitas Muslim.
Melansir dari buku Ensiklopedi Hak dan Kewajiban dalam Islam karya Syaikh Sa'ad Yusuf Mahmud Abu Aziz, doa memiliki keutamaan besar bagi setiap Muslim yang melaksanakannya dengan penuh ketulusan. Selain mengandung pahala yang besar, Allah SWT juga berjanji akan mengabulkan doa-doa yang dipanjatkan hamba-Nya.
Advertisement
Peran Keluarga dan Masyarakat
Mengatasi masalah anak yang suka keluyuran malam memerlukan kerjasama antara keluarga dan masyarakat. Setiap pihak memiliki peran penting dalam membentuk karakter anak dan mencegah perilaku menyimpang.
Peran Keluarga
Keluarga sebagai lingkungan terdekat anak memiliki tanggung jawab utama dalam pembentukan karakter.
- Orang tua harus menjadi teladan yang baik,
- memberikan perhatian yang cukup, dan
- menciptakan suasana rumah yang hangat dan nyaman.
Komunikasi yang baik antara anggota keluarga akan membantu anak merasa diterima dan tidak perlu mencari perhatian di luar rumah.
Pemberian pendidikan agama dan moral juga menjadi tanggung jawab utama keluarga. Anak yang memiliki fondasi spiritual yang kuat akan lebih mampu menahan diri dari pengaruh negatif lingkungan sekitar. Kebiasaan membaca Al-Qur'an, sholat berjamaah, dan diskusi agama dalam keluarga dapat memperkuat ikatan spiritual anak.
Peran Masyarakat
Masyarakat juga memiliki peran dalam mengawasi dan membimbing anak-anak di lingkungannya. Tetangga dan tokoh masyarakat dapat membantu orang tua dalam mengawasi aktivitas anak, terutama ketika anak berada di luar rumah. Sistem kontrol sosial yang baik akan membantu mencegah anak terjerumus dalam pergaulan yang tidak baik.
Penyediaan fasilitas dan kegiatan positif untuk anak dan remaja juga menjadi tanggung jawab bersama. Masjid, pusat komunitas, dan organisasi pemuda dapat mengadakan program-program yang menarik untuk mengalihkan perhatian anak dari aktivitas negatif.
Berdasarkan penelitian dalam Jurnal Ilmu Sosial dan Pendidikan, penguatan kerja sama antara keluarga, sekolah, dan masyarakat sangat efektif dalam mengatasi kenakalan remaja. Pendekatan yang komprehensif dan melibatkan berbagai pihak akan memberikan hasil yang lebih optimal dalam membentuk karakter anak.
Daftar Sumber
- Abu Aziz, Syaikh Sa'ad Yusuf Mahmud. Ensiklopedi Hak dan Kewajiban dalam Islam.
- Al-Kasyaf, Ustadz H. Amrin Ali. Kitab Doa Mustajab Terlengkap.
- Character Jurnal Penelitian Psikologi. Vol. 11, No. 02, 2024. "Faktor Yang Mempengaruhi Kenakalan Pada Generasi Z Yang Berkuliah Di Semester 3"
- Jurnal Ilmu Sosial dan Pendidikan. Vol. 5, No. 1, Januari 2021. "Kenakalan Remaja dan Penanganannya"
- Syahruddin, Asri, M.Pd. Seluk Beluk Tipu Daya Iblis.
- https://www.liputan6.com/quran
Advertisement
FAQ
1. Apakah doa agar anak tidak keluyuran malam benar-benar efektif?
Doa merupakan ikhtiar spiritual yang sangat dianjurkan dalam Islam dan memiliki kekuatan luar biasa ketika dipanjatkan dengan ketulusan hati. Namun, doa harus diimbangi dengan usaha nyata seperti komunikasi yang baik, pengawasan yang bijaksana, dan pemberian teladan yang positif kepada anak.
2. Kapan waktu terbaik untuk membacakan doa perlindungan untuk anak?
Waktu terbaik adalah saat menjelang tidur, sebelum anak berangkat sekolah, atau ketika anak akan keluar rumah. Doa juga dapat dibacakan secara rutin setiap hari sebagai bentuk perlindungan berkelanjutan untuk anak.
3. Bagaimana cara mengatasi anak yang sudah terlanjur memiliki kebiasaan keluyuran malam?
Pendekatan yang sabar dan bertahap sangat diperlukan. Mulai dengan komunikasi terbuka untuk memahami alasan di balik perilaku tersebut, kemudian berikan alternatif kegiatan positif dan terapkan aturan yang jelas dengan konsisten. Jangan lupa untuk selalu mendoakan anak dan meminta pertolongan Allah SWT.
4. Apakah boleh memaksa anak untuk tidak keluar malam sama sekali?
Larangan yang terlalu keras tanpa penjelasan yang baik justru dapat membuat anak memberontak. Sebaiknya tetapkan aturan yang wajar dan dapat dipahami anak, seperti jam malam yang tidak terlalu ekstrim, dengan alasan yang jelas dan masuk akal.
5. Bagaimana peran ayah dalam mencegah anak keluyuran malam?
Peran ayah sangat penting sebagai figur otoritas dan teladan dalam keluarga. Ayah dapat memberikan pemahaman tentang tanggung jawab, mengajak anak melakukan aktivitas positif bersama, dan menjadi teman diskusi untuk memahami masalah yang dihadapi anak.
6. Apakah kebiasaan keluyuran malam selalu mengarah pada kenakalan yang serius?
Tidak selalu, namun kebiasaan ini merupakan faktor risiko yang dapat membuka peluang anak terjerumus dalam pergaulan yang tidak baik. Pencegahan sejak dini dengan pendekatan yang tepat akan membantu menghindari eskalasi masalah ke tingkat yang lebih serius.
7. Bagaimana cara membedakan keluar malam untuk keperluan positif dengan keluyuran yang berbahaya?
Orang tua perlu mengetahui tujuan, lokasi, dan teman-teman yang menemani anak ketika keluar malam. Keperluan positif biasanya memiliki tujuan yang jelas seperti kegiatan organisasi atau belajar kelompok, sementara keluyuran cenderung tidak memiliki tujuan yang pasti dan sering kali melibatkan pergaulan yang tidak produktif.
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9291655/original/029171400_1783572083-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-07-09T113921.353.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9287484/original/056615100_1783229292-bansos_pkh_bpnt.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9291533/original/094652600_1783567822-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-07-09T102907.971.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5289113/original/068981100_1753021974-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran__38_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5286130/original/029857300_1752736392-ChatGPT_Image_17_Jul_2025__14.12.48.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8256534/original/027399300_1781161052-Vertical_500x656_-_Pentas_Bola_Dunia_2026__3_.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8710894/original/015901700_1782791233-000_B8QK288.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8309678/original/024525200_1782176074-AP26174009363435-Prancis.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8380798/original/058541300_1782259430-Didier_Deschamps.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9288075/original/063090000_1783298243-nor2.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8261560/original/020942400_1781744954-AP26168812020257.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9288083/original/090522600_1783298244-nor10.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9290414/original/058282700_1783480422-ko2.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9290474/original/094848300_1783482268-063_2285093246.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3490249/original/064386300_1624409252-000_9CW8AD.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4261531/original/014538900_1671056110-000_333W8C7.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5535217/original/018346300_1773960601-FIFA.jpg)