Niat Sholat Witir 1 Rakaat dan 3 Rakaat, Lengkap Tata Cara dan Keutamaannya

Panduan lengkap niat sholat Witir 1 rakaat dan 3 rakaat, meliputi tata cara, keutamaan, serta bacaan niat dalam Arab, Latin, dan artinya. Pelajari selengkapnya!

Diterbitkan 02 Juli 2025, 12:15 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Memahami niat sholat Witir 1 rakaat penting bagi setiap muslim yang ingin menyempurnakan ibadahnya. Sholat ini memiliki keutamaan besar dan menjadi amalan yang dicintai Allah SWT.

Terdapat sejumlah hadis kuat yang menjadi dasar hukumnya. Diriwayatkan dari Abu Bashrah al Ghifari bahwa Rasulullah ﷺ bersabda, “Allah menambahkan satu sholat, yaitu Witir — maka kerjakanlah antara Isya dan Subuh,” serta seruan “Allah itu witir dan menyukai sholat witir” dari Ali bin Abi Thalib, dilansir dari almanhaj.or.id

Sholat Witir dapat dikerjakan dengan jumlah rakaat ganjil, mulai dari 1 hingga 11 rakaat. Namun, banyak yang memilih melaksanakan Witir 1 rakaat sebagai penutup. Berikut Liputan6.com ulas lengkapnya, Rabu (2/7/2025).

Niat Sholat Witir 1 Rakaat

Niat adalah bagian terpenting dalam setiap ibadah, termasuk sholat Witir. Niat menjadi penentu sah atau tidaknya suatu amalan. Niat sholat Witir 1 rakaat diucapkan dalam hati sebelum takbiratul ihram.

Berikut adalah bacaan niat sholat Witir 1 rakaat:

Arab: صَلِّى سُنَّةً مِنَ الْوِتْرِ رَكْعَةً لِلّٰهِ تَعَالَى

Latin: Ushallii sunnatal witri rak'atal lillaahhi ta'aalaa.

Arti: "Aku niat salat sunnah witir satu rakaat karena Allah ta'ala."

Sementara, jika ingin melaksanakan salat witir dua rakaat yang kemudian dilanjutkan dengan salat witir 1 rakaat, maka niat yang dibacakan pun berbeda.

Niat Sholat Witir 3 Rakaat

Selain 1 rakaat, sholat Witir juga bisa dikerjakan sebanyak 3 rakaat. Niat sholat Witir 3 rakaat juga perlu dilafalkan sebelum memulai sholat. Niat ini menjadi pembeda antara sholat Witir dengan sholat sunnah lainnya.

Berikut adalah bacaan niat sholat Witir 3 rakaat:

Latin: Usholli sunnatal witri tsalaatsa raka’aatin mustaqbilal qiblati adaan ma’muuman lillahi ta’aala.

Arti: “Aku menyengaja sholat sunnah witir tiga rakaat menghadap kiblat sebagai makmum karena Allah Ta’ala.”

Tata cara mengerjakan sholat witir sama seperti sholat sunnah lainnya, perbedaannya hanya pada niatnya. Sholat witir dapat dilakukan dengan satu salam atau dua salam, baik dipisah maupun digabung antar rakaatnya.

Kendati begitu, mengutip buku Dirasah Islamiyah Jilid 1 Kelas VII oleh Al Mubdi'u dkk, sholat witir sebaiknya dikerjakan sejumlah 3 rakaat dengan 2 kali salam (2 rakaat ditambah 1 rakaat) atau 3 rakaat sekaligus dengan satu kali salam.

Tata Cara Sholat Witir 1 dan 3 Rakaat

tata cara sholat Witir sebenarnya tidak jauh berbeda dengan sholat sunnah lainnya. Ustadz Arif Rahman dalam buku Panduan Sholat Wajib & Sunnah Sepanjang Masa Rasulullah menuliskan, ulama berbeda pandangan mengenai hukum sholat witir.

Menurut As-Syafi’I, Ahmad bin Hanbal, dan Malik, hukum mengerjakan sholat witir adalah sunnah muakkad, yaitu sunnah yang sangat dianjurkan. Di sisi lain, menurut mazhab Imam Abu Hanifah, menunaikan sholat witir hukumnya wajib.

Terlepas dari hal tersebut, pelaksanaan sholat witir sesudah tarawih memang telah dianjurkan oleh Rasulullah SAW. Diriwayatkan dari Ibnu Umar, ia menceritakan bahwa Rasulullah SAW bersabda:

“Jadikanlah akhir sholatmu di malam hari dengan melakukan sholat witir.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Berikut adalah tata cara sholat Witir 1 dan 3 rakaat:

  1. Niat: Niatkan dalam hati untuk melaksanakan sholat Witir. Bacaan niat telah disebutkan di atas.
  2. Takbiratul Ihram: Ucapkan takbiratul ihram (Allahu Akbar) sambil mengangkat kedua tangan.
  3. Membaca Surat Al-Fatihah: Baca surat Al-Fatihah pada setiap rakaat.
  4. Membaca Surat Pendek: Dianjurkan membaca surat pendek setelah Al-Fatihah.
  5. Rukuk, I'tidal, Sujud, dan Duduk di Antara Dua Sujud: Lakukan gerakan-gerakan ini seperti sholat biasa.
  6. Tasyahud Akhir: Pada rakaat terakhir, lakukan tasyahud akhir.
  7. Salam: Akhiri sholat dengan salam.

Keutamaan Sholat Witir

Sholat Witir memiliki banyak keutamaan bagi yang mengerjakannya. Melansir dari berbagai sumber, sholat ini menjadi penutup ibadah malam yang sangat dianjurkan. Dengan melaksanakan sholat Witir, seorang muslim berharap mendapatkan ridho Allah SWT.

Salah satu keutamaan sholat Witir adalah dilimpahkan kesejahteraan dalam hidup. Selain itu, sholat Witir juga menjadi bukti cinta seorang hamba kepada Allah SWT. Berikut adalah beberapa keutamaan sholat Witir, mengutip buku Belajar Sendiri Semua Jenis Shalat oleh Zainal Abidin dan sumber lainnya:

  1. Diberi Ilmu yang Bermanfaat: Allah SWT akan menjaga ilmu yang dimiliki, sehingga menjadi ilmu yang bermanfaat bagi kehidupan dunia dan akhirat.
  2. Diberi Keyakinan dan Keimanan yang Langgeng: Dengan istiqamah mendirikan sholat witir, niscaya umat akan diberi keyakinan dan keimanan yang langgeng.
  3. Melimpahnya Kesejahteraan: Sholat witir yang dilakukan bisa mengantarkan pada hati yang sejahtera. Dengan sholat witir yang istiqamah, insya Allah nantinya segala kebutuhan akan tercapai dengan baik.
  4. Diberi Hati yang Khusyuk: Dalam sholat witir, terdapat permohonan kepada Allah Swt. agar hati selalu diberi kekhusyukan. Hati yang khusyuk membuat ibadah dilakukan dengan totalitas, baik dalam ubudiyah maupun hubungannya dengan masalah sosial.
  5. Memperoleh Hati yang "Kaya": Rasulullah saw. pernah bersabda:
  6. Disaksikan dan Dihadiri oleh Malaikat: Keutamaan salat sunah witir lainnya, adalah akan disaksikan oleh para malaikat saat melaksanakannya. Rasulullah saw bersabda:
  7. Menjadi penutup sholat malam yang sempurna.

FAQ Niat Sholat Witir 1 Rakaat

Berikut adalah beberapa pertanyaan umum tentang sholat Witir:

1. Kapan niat sholat Witir diucapkan?

Niat diucapkan atau ditegaskan dalam hati sebelum takbiratul ihram, sebagaimana prinsip umum dalam semua jenis sholat. Tidak disyaratkan membaca niat secara keras atau dengan suara tertentu.

2. Apakah boleh niat sholat Witir dalam bahasa Indonesia?

Ya, boleh. Dalam fiqih Syafi’i, niat tidak wajib diucapkan dengan bahasa Arab. Yang penting adalah kesadaran dalam hati bahwa akan melaksanakan sholat Witir, meskipun hanya satu rakaat.

3. Apakah sholat Witir 1 rakaat harus diniatkan secara khusus, atau cukup diniatkan sholat malam saja?

Sholat Witir harus diniatkan secara khusus sebagai "Witir", karena ia memiliki hukum dan keutamaan tersendiri. Tidak cukup hanya dengan niat “sholat malam” atau “tahajud”, karena keduanya berbeda jenis.

4. Apakah niat Witir berubah jika dikerjakan setelah Tarawih di bulan Ramadhan?

Tidak. Niatnya tetap sama karena sholat Witir tidak berubah hukum dan bentuknya meskipun dilakukan setelah Tarawih. Yang penting tetap meniatkan bahwa itu sholat Witir.

5. Jika lupa niat atau ragu saat takbiratul ihram, apakah sholat Witir tetap sah?

Jika ragu atau lupa niat sebelum takbiratul ihram, sholat tidak sah karena niat adalah rukun sholat. Namun, jika sudah yakin meniatkannya dalam hati dan baru ragu setelah sholat, maka tetap sah.

6. Apakah boleh langsung witir satu rakaat tanpa sholat malam sebelumnya?

Boleh. Witir satu rakaat tetap sah dan berpahala meski tidak didahului dengan sholat malam (qiyamullail). Hal ini didukung oleh hadits Rasulullah ﷺ yang memberi keleluasaan dalam jumlah rakaat sholat Witir.