Bacaan Doa Bulan Rajab, Amalan Agar Mendapatkan Keberkahan

Inilah kumpulan doa bulan Rajab yang bisa diamalkan untuk meraih keberkahan.

Diterbitkan 01 Juli 2025, 21:50 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta Bulan Rajab adalah satu dari empat bulan haram yang dimuliakan dalam Islam, di mana umat Muslim dianjurkan untuk meningkatkan kualitas ibadah dan memperbanyak amalan saleh. Momentum ini menjadi kesempatan istimewa untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT melalui berbagai bentuk ibadah, salah satunya dengan membaca doa bulan Rajab. Amalan ini dipercaya dapat membuka pintu keberkahan sekaligus memberi ketenangan hati dalam menjalani rutinitas kehidupan. 

Dalam buku Ensiklopedi Fiqih Ibadah (2013) karya Asy-Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin, disebutkan bahwa bulan Rajab merupakan waktu yang sangat dianjurkan untuk memperbanyak istighfar, zikir, dan doa sebagai bentuk penyucian jiwa serta persiapan menuju bulan suci Ramadan. Membaca doa bulan Rajab bukan hanya bentuk pengharapan, tetapi juga latihan spiritual untuk meningkatkan kesabaran dan ketulusan dalam beribadah. 

Sementara itu, menurut Imam Nawawi dalam Kitab Al-Adzkar menekankan pentingnya memperbanyak doa-doa khusus di bulan-bulan mulia, termasuk Rajab, sebagai wujud penghambaan dan permohonan perlindungan dari segala keburukan. Dengan memahami makna dan keutamaan doa bulan Rajab, setiap Muslim diajak untuk memaknai bulan ini sebagai momentum menata hati, memperbanyak syukur, dan menjemput pahala berlimpah yang dijanjikan oleh Allah SWT. 

Berikut ini Liputan6.com ulas selengkapnya, Selasa (1/7/2025).  

1. Doa Bulan Rajab untuk Memohon Keberkahan 

Para ulama Nahdlatul Ulama membaca doa bulan Rajab untuk memohon keberkahan disertai dengan memperbanyak bersholawat. Berikut ini bacaannya: 

اللَّهُمَّ بَارِكْ لَنَا فِيْ رَجَبَ وَشَعْبَانَ وَبَلِّغْنَا رَمَضَان 

Arab Latin: Allahumma baarik lanaa fii rajaba wa sya'baana wa ballignaa ramadhona 

Artinya: “Ya Allah berkahilah kami pada bulan Rajab dan bulan Sya'ban dan pertemukanlah kami dengan bulan Ramadan.” 

2. Doa Istighfar Rajab 

Doa Istighfar Rajab merujuk pada amalan membaca istighfar atau memohon ampunan kepada Allah Swt yang khusus dianjurkan selama bulan Rajab. Untuk itu, umat Muslim dianjurkan untuk meningkatkan ibadah dan amal saleh di bulan ini, salah satunya dengan beristighfar. 

اَسْتَغْفِرُ اللهَ الْعَظِيْمِ (3X) اللَّهُمَّ إِنِّي أَسْتَغْفِرُكَ مِنْ كُلِّ ذَنْبٍ أَذْنَبْتُهُ، وَأَتُوبُ إِلَيْكَ مِنْ كُلِّ مَعْصِيَةٍ عَمِلْتُهَا، وَأَسْتَغْفِرُكَ مِنْ كُلِّ مَا أَرَدْتُ بِهِ خَيْرًا فَخَالَطَهُ مَا لَمْ تَرْضَهُ. أَسْتَغْفِرُكَ يَا رَبَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ مِنْ كُلِّ نِعْمَةٍ أَنْعَمْتَ عَلَيَّ ثُمَّ أَهْمَلْتُهَا، وَمِن كُلِّ ذَنْبٍ تَبَرَّأْتُ مِنْهُ ثُمَّ عَوَدتُ إِلَيْهِ. 

أَسْتَغْفِرُكَ يَا رَبَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ مِن كُلِّ عَهْدٍ قَدْ قَدَّمْتُهُ إِلَيْكَ ثُمَّ خَالَفْتُهُ، وَمِن كُلِّ سُنَّةٍ لِنَبِيِّكَ مُحَمَّدٍ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ تَرَكْتُهَا. أَسْتَغْفِرُكَ يَا رَبَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ مِن كُلِّ مَعْمَلٍ قَد قُمْتُ بِهِ ثُمَّ نَدِمْتُ عَلَيْهِ. 

أَسْتَغْفِرُكَ يَا رَبَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ مِن كُلِّ نِعْمَةٍ أَنْعَمْتَهَا عَلَيَّ فِي دِينِي وَدُنِيَايَا، ثُمَّ أَهْمَلْتُهَا. الرحيم. 

Aran Latin: Astaghfirullaha al-'azhim (3X) Allahumma inni astaghfiruka min kulli dhambin adhnabtu, wa atubu ilaika min kulli ma'shiatin 'amiltuha, wa astaghfiruka min kulli ma aradtu bihi khairan fakhalaṭahu ma lam tardha. Astaghfiruka ya Rabb inni a'udhu bika min kulli ni'matin an'amta 'alayya thumma ahmaltuha, wa min kulli dhambin tabarra'tu minhu thumma 'awadtu ilayh. 

Astaghfiruka ya Rabb inni a'udhu bika min kulli 'ahdin qad qaddamtu ilayka thumma khalaftuhu, wa min kulli sunnah linabiyyika Muhammad ﷺ taraktuhu. Astaghfiruka ya Rabb inni a'udhu bika min kulli ma'malin qad qumtu bihi thumma nadimtu 'alayh. 

Astaghfiruka ya Rabb inni a'udhu bika min kulli ni'matin an'amta 'alayya fi dini wa dunyaya, thumma ahmaltuha. Allahumma ighfir li dhunubi, warham da'fi, wa taqabbal tawbati, innaka anta at-tawwab ar-rahim. 

Artinya: "Aku memohon ampun kepada Allah Yang Maha Kuasa (3x). Ya Allah, sesungguhnya aku memohon ampun kepada-Mu dari setiap dosa yang telah aku lakukan, dan aku menyampaikan kepada-Mu dari segala maksiat yang telah aku kerjakan. Aku memohon ampun kepada-Mu atas segala niat baik yang tercampur dengan hal-hal yang tidak Engkau ridhoi, aku berlindung kepada-Mu dari segala nikmat yang Engkau berikan namun aku mengabaikannya, serta dari setiap dosa yang telah aku tolak namun kemudian aku kembali melakukannya. 

Aku memohon ampun kepada-Mu atas setiap janji yang telah aku buat kepada-Mu namun kemudian aku ingkari, dan dari setiap sunnah Nabi Muhammad SAW yang telah aku tinggalkan. Ya Allah, ampunilah dosaku, rahmatilah kelemahanku, dan terimalah taubatku karena Engkau adalah sebaik-baiknya penerima taubat." 

3. Doa Bulan Rajab untuk Memohon Keteguhan Iman 

Rasulullah Muhammad SAW memanjatkan doa untuk memohon keteguhan iman di bulan-bulan istimewa seperti saat menyambut bulan Rajab. Hal ini sebagaimana yang telah disampaikan pada hadis riwayat Turmudzi, doa bulan Rajab oleh Rasulullah SAW adalah berisikan permohonan diberi petunjuk dan dilimpahi kebaikan. Berikut ini bacaannya: 

اللَّهُمَّ أَهْلِلْهُ عَلَيْنَا بِاْلأَمْنِ وَاْلإِيْمَانِ وَالسَّلاَمَةِ وَاْلإِسْلاَم رَبِّيْ وَرَبُّكَ اللهُ هِلاَلَ رُشْدٍ وَخَيْرٍ 

Arab Latin: Allahumma ahlilhu 'alayna bil-amni wal iimaani wassalaamati wal islaami, Robbii wa Robbukallahu, hilala rusydin wa khoirin. 

Artinya: "Ya Allah, Jadikanlah bulan ini kepada kami dalam kondisi aman dan hati kami penuh dengan keimanan, dan jadikanlah pula bulan ini kepada kami dengan kondisi selamat dan hati kami penuh dengan keislaman. Rabb ku dan Rabb mu Allah. Bulan petunjuk dan bulan kebaikan.” (HR. Turmudzi) 

4. Doa Rajab, Sayyidina Ali 

Sayyidina Ali bin Abi Thalib, sebagai salah satu sahabat terdekat Nabi Muhammad saw, dikenal memiliki banyak doa dan amalan khusus. Dalam Islam, ada keyakinan bahwa Sayyidina Ali mengajarkan umat untuk memperbanyak doa dan istighfar selama bulan Rajab. 

اَللّٰهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَاٰلِهِ مَصَابِيْحِ الْحِكْمَةِ، وَمَوَالِي النِّعْمَةِ، وَمَعَادِنِ الْعِصْمَةِ، وَاعْصِمْنِيْ بِهِمْ مِنْ كُلِّ سُوْءٍ، وَلَا تَأْخُذْنِيْ عَلَى غِرَّةٍ، وَلَا عَلَى غَفْلَةٍ، وَلَا تَجْعَلْ عَوَاقِبَ أَمْرِيْ حَسْرَةً وَنَدَامَةً، وَارْضَ عَنِّيْ؛ فَإِنَّ مَغْفِرَتَكَ لِلظَّالِمِيْنَ، وَأَنَا مِنَ الظَّالِمِيْنَ. اَللّٰهُمَّ اغْفِرْ لِيْ مَا لَا يَضُرُّكَ، وَأَعْطِنِيْ مَا لَا يَنْفَعُكَ، فَإِنَّكَ الْوَاسِعَةُ رَحْمَتُهُ، الْبَدِيْعَةُ حِكْمَتُهُ، فَأَعْطِنِي السَّعَةَ وَالدَّعَةَ، وَالْأَمْنَ وَالصِّحَّةَ، وَالشُّكْرَ وَالْمُعَافَاةَ وَالتَّقْوَى، وَأَفْرِغِ الصَّبْرَ وَالصِّدْقَ عَلَيَّ وَعَلَى أَوْلِيَائِكَ، وَأَعْطِنِي الْيُسْرَ، وَلَا تَجْعَلْ مَعَهُ الْعُسْرَ، وَاعْمُمْ بِذٰلِكَ أَهْلِيْ وَوَلَدِيْ وَإِخْوَانِيْ فِيْكَ، وَمَنْ وَلَدَنِيْ، مِنَ الْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ وَالْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ 

Arab Latin: Allahumma sholli 'ala Muhammad wa alihi mashabihil hikmati, wa mawalin ni'mat wa maádinil 'ishmati wa'shimni bihim min khulli suuin, wa la ta'khudzni 'ala ghirratin, wala 'ala ghaflatin, wala tajál 'awaqiba amri hasratan wa nadamatan, wardhini 'anni, fa inna maghfirataka lizhalimina, wana minazhalimina. 

Allummaghfirli ma la yadhurruka, wa'thini ma la yanfa'uka, fainnakal wasi'atu rahmamtuhu, al badi'atu hikmatuhu, fa'thinis sa'ata wad da'ata wal amna was-shihhata, wasy syukra wal mulmua'afata wat taqwa, wa afrighis shabra was shiddqa 'alayya wa 'ala awliyaika, wa' thinil yusra, wala taj'al maáhul usra, wa' mum bidzalika ahli wa waladi waikhwani fika, waman waladani minal muslimina wal muslimati wal mu'minina wal mu'minati. 

Artinya: "Ya Allah, limpahkanlah shalawat kepada Muhammad dan keluarganya, sumber-sumber hikmah, pemilik kenikmatan, dan tempat penyimpanan penjagaan (dari dosa). Jagalah aku dengan (berkah) mereka dari segala keburukan, dan janganlah Engkau mengambilku dalam keadaan lengah, dan tidak pula dalam keadaan lupa, dan janganlah Engkau jadikan akibat urusanku sebagai penyesalan dan kerugian, dan ridhailah aku; karena sesungguhnya ampunan-Mu adalah bagi orang-orang yang zalim, dan aku termasuk orang-orang yang zalim. 

Ya Allah, ampunilah aku atas apa yang tidak membahayakan-Mu, dan berikanlah kepadaku apa yang tidak memberi manfaat kepada-Mu, karena sesungguhnya Engkau Maha Luas rahmat-Nya, Maha Indah hikmah-Nya, maka berikanlah kepadaku kelapangan dan ketenangan, keamanan dan kesehatan, rasa syukur dan keselamatan, dan ketakwaan, dan limpahkanlah kesabaran dan kejujuran kepadaku dan kepada para wali-Mu, dan berikanlah kepadaku kemudahan, dan janganlah Engkau jadikan bersamanya kesulitan, dan liputilah dengan itu keluargaku dan anakku dan saudara-saudaraku karena-Mu, dan orang yang melahirkanku, dari kaum muslimin dan muslimat, mukminin dan mukminat." 

5. Tasbih Bulan Rajab 

Masih dari sumber yang sama, ada juga bacaan tasbih yang bisa diamalkan sebagai doa bulan Rajab. Tasbih dibaca 100 kali setiap hari pada malam 11-20 Rajab, 

سُبْحَانَ اللَّهِ الْأَحَدِ الصَّمَدِ 

Arab latin: Subhanallâhil-ahadish-shamad. 

Artinya: "Maha Suci Allah Yang Maha Esa dan Tempat meminta." 

Selain itu, pada malam 21-30 Rajab muslim bisa mengamalkan bacaan berikut sebanyak 100 kali, 

سُبْحَانَ اللَّهِ الرَّؤُوْفِ 

Arab latin: Subhanallahir-ra'ûf. 

Artinya: "Maha Suci Allah Yang Maha Belas Kasih." 

6. Doa Pagi dan Sore Hari Bulan Rajab 

Doa ini dianjurkan untuk dibaca sebanyak 70 kali pada pagi dan sore hari sepanjang bulan Rajab. Dengan membaca doa ini, maka anda tidak akan disentuh oleh api neraka. Adapun doa yang dimaksud antara lain: 

رَبِّ اغْفِرْ لِي وَارْحَمْنِي وَتُبْ عَلَيَّ 

Arab Latin: Rabbighfirlii warhamnii watub 'alayya. 

Artinya: "Tuhanku, ampunilah aku, sayangilah aku, dan terimalah taubatku."  

Waktu yang Tepat Membaca Doa Bulan Rajab 

Doa bulan Rajab dapat dibaca kapan saja selama bulan Rajab. Namun, terdapat beberapa waktu yang dianggap lebih utama untuk membaca doa-doa tersebut, di antaranya adalah: 

1. Malam Pertama Bulan Rajab 

Malam pergantian bulan (yakni malam 1 Rajab, dimulai setelah Maghrib terakhir bulan Jumadil Akhir) adalah waktu yang paling utama untuk membaca doa Rajab. Ini sebagaimana tradisi para ulama salaf yang menyambut bulan-bulan haram dengan doa dan taubat. Malam pertama sering dianggap sebagai momentum awal membuka keberkahan. 

2. Setiap Hari di Bulan Rajab 

Doa Rajab dapat dibaca setiap hari selama bulan ini, baik pagi maupun malam. Tidak ada batasan khusus karena esensinya adalah permohonan keberkahan di bulan Rajab dan persiapan menyambut Ramadhan. Doa ini bisa dijadikan bagian dari dzikir harian, terutama setelah sholat fardhu. 

3. Setelah Sholat Fardhu 

Membaca doa Rajab setelah sholat wajib (fardhu) merupakan waktu yang sangat dianjurkan. Dalam banyak riwayat, waktu setelah sholat adalah saat paling mustajab untuk berdoa, karena kondisi hati dalam keadaan khusyuk dan dekat dengan Allah SWT. 

4. Pada Hari Jumat dan Malam Jumat 

Hari dan malam Jumat memiliki kedudukan istimewa dalam Islam. Membaca doa Rajab di hari Jumat (terutama menjelang maghrib) dan malam Jumat termasuk amalan yang bernilai tinggi. Waktu ini sering disebut sebagai waktu doa dikabulkan (saa‘at al-ijabah). 

5. Menjelang Ramadan 

Bulan Rajab adalah gerbang spiritual menuju Ramadan. Maka, membaca doa ini secara intensif menjelang akhir bulan Rajab menjadi penguat niat dan persiapan ruhani. Banyak ulama menganjurkan agar semakin mendekati Sya’ban dan Ramadan, umat Muslim memperbanyak doa ini agar dipanjangkan usia dan dipertemukan dengan Ramadan dalam keadaan sehat dan taat.  

QnA Seputar Doa Bulan Rajab 

1. Dari mana asal doa tersebut dan apakah shahih? 

Jawab: Doa tersebut diriwayatkan dalam beberapa kitab hadits, di antaranya oleh Imam Ahmad dan Imam Al-Baihaqi. Meski sanadnya tidak sekuat hadits shahih, doa ini tetap dianjurkan karena kandungannya baik dan tidak bertentangan dengan syariat. Banyak ulama membolehkannya dalam konteks doa fadhilah dan keutamaan bulan. 

2. Apa makna dari doa bulan Rajab tersebut? 

Jawab: Maknanya adalah permohonan kepada Allah agar: 

  • Diberikan keberkahan dalam bulan Rajab dan Sya‘ban (dalam ibadah, rezeki, dan kesehatan) 
  • Diberi kesempatan untuk menyambut bulan Ramadhan dalam keadaan iman dan siap secara ruhani
  •  Ini menunjukkan betapa pentingnya bulan Rajab sebagai momen persiapan menuju bulan suci Ramadhan. 

3. Apakah ada amalan lain yang dianjurkan selain doa di bulan Rajab? 

Jawab: Ya, beberapa amalan yang dianjurkan antara lain: 

  • Memperbanyak istighfar dan doa 
  • Puasa sunnah, terutama Senin-Kamis dan pertengahan bulan 
  • Sedekah dan amal kebaikan 
  • Meningkatkan ibadah malam (qiyamul lail) 

Semua itu sebagai bentuk penyucian diri dan persiapan ruhani menuju Ramadhan.