Niat Mandi Wajib Setelah Berhubungan, Lengkap dengan Urutan Tata Caranya

Ketahui niat mandi wajib setelah berhubungan, tata cara lengkap, doa yang dianjurkan, serta hukumnya dalam Islam agar ibadah sah.

Diterbitkan 01 Juli 2025, 13:15 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta Dalam ajaran Islam, bersuci merupakan fondasi utama dalam menjalankan ibadah. Salah satu bentuk bersuci yang wajib dilakukan adalah mandi wajib, atau dikenal juga dengan mandi junub. Mandi ini dilakukan ketika seorang muslim mengalami hadas besar, salah satunya adalah setelah melakukan hubungan suami istri. Mandi wajib bukan sekadar aktivitas membersihkan tubuh, tetapi merupakan bentuk ketaatan kepada perintah Allah dan syariat-Nya.

Menurut buku Fiqih karya Udin Wahyudin dkk., mandi wajib merupakan proses penyucian diri dengan mengalirkan air ke seluruh tubuh disertai niat karena Allah SWT. Hal ini bertujuan untuk menghilangkan hadas besar sehingga seseorang kembali dalam keadaan suci dan layak melaksanakan ibadah-ibadah wajib seperti salat. Tanpa mandi wajib, ibadah tersebut tidak sah dilakukan.

Dalil tentang kewajiban mandi setelah berhubungan badan tercantum dalam Surah Al-Māidah ayat 6,

وَاِنْ كُنْتُمْ جُنُبًا فَاطَّهَّرُوْاۗ

Wa in kuntum junuban faṭṭahharū

Artinya: Jika kamu dalam keadaan junub, maka mandilah.

Dengan demikian, mandi wajib bukan hanya anjuran, melainkan perintah syariat yang harus ditunaikan agar seorang muslim dapat kembali melaksanakan ibadah secara sah dan sempurna. Berikut ulasan Liputan6.com tentang niat mandi wajib setelah berhubungan, Selasa (1/7/2025).

Bacaan Niat Mandi Wajib Setelah Berhubungan

Sebelum melaksanakan mandi wajib, seorang muslim harus terlebih dahulu membaca niat dalam hati. Niat ini menjadi syarat sah mandi junub. Berikut adalah bacaan niat mandi wajib setelah berhubungan badan yang dikutip dari buku Panduan Salat Lengkap dan Praktis susunan Ahmad Sultoni:

نَوَيْتُ الْغُسْلَ لِرَفْعِ الْحَدَثِ اْلاَكْبَرِ فَرْضًا ِللهِ تَعَالَى

Nawaitul ghusla liraf’il hadatsil akbari fardhan lillaahi ta’aala.

Artinya: “Aku berniat mandi besar untuk menghilangkan hadas besar fardhu karena Allah.”

Niat ini cukup dibaca dalam hati, bersamaan dengan saat air pertama kali mengenai tubuh.

Tata Cara Mandi Wajib Setelah Berhubungan

Berdasarkan penjelasan dalam buku Fiqih karya Udin Wahyudin dkk., tata cara mandi wajib agar sah menurut syariat Islam meliputi langkah-langkah berikut:

  1. Niat dalam hati untuk melaksanakan mandi wajib karena Allah SWT.
  2. Membasuh kedua tangan sampai pergelangan sebanyak tiga kali.
  3. Membersihkan kemaluan dan area sekitarnya dengan tangan kiri.
  4. Mencuci tangan kiri dengan sabun atau tanah untuk menghilangkan najis.
  5. Berwudhu sebagaimana wudhu ketika hendak salat.
  6. Menyela rambut dengan memasukkan jari-jari tangan yang telah dibasahi air hingga menyentuh kulit kepala.
  7. Menyiram kepala sebanyak tiga kali sambil memastikan air membasahi seluruh kulit kepala.
  8. Membasuh seluruh tubuh, dimulai dari sisi kanan lalu kiri, dan pastikan air menjangkau seluruh bagian tubuh termasuk sela-sela.

Langkah-langkah ini harus dilakukan dengan tertib agar mandi wajib dianggap sah menurut syariat.

Doa Setelah Mandi Wajib

Setelah selesai melakukan mandi wajib, seorang muslim dianjurkan membaca doa sebagai bentuk permohonan kepada Allah agar diterima amal ibadahnya dan agar tetap dalam keadaan suci. Doa ini dikutip dari buku Praktik Mandi Janabah Rasulullah Menurut Empat Madzhab oleh Isnan Ansory:

أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللَّهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ، اللَّهُمَّ اجْعَلْنِى مِنَ التَّوَّابِينَ، وَاجْعَلْنِى مِنَ الْمُتَطَهِّرِينَ

Asyhadu an laa ilaaha illallaahu wahdahu laa syariika lahu, wa asyhadu anna Muhammadan ‘abduhu wa rasuuluh. Allaahumma-j‘alnii minat-tawwaabiin, waj‘alnii minal-mutaṭahhiriin.

Artinya: “Aku bersaksi bahwa tiada Tuhan selain Allah Yang Esa, tiada sekutu bagi-Nya, dan aku bersaksi bahwa Muhammad adalah hamba dan utusan-Nya. Ya Allah, jadikanlah aku termasuk orang-orang yang bertobat dan termasuk orang-orang yang bersuci.”

Doa ini merupakan penutup yang indah setelah mandi wajib, sebagai tanda penyucian diri secara lahir dan batin.

FAQ Seputar Mandi Wajib Setelah Berhubungan

1. Apakah boleh menunda mandi wajib dan melakukan aktivitas lain seperti memasak?

Ya, diperbolehkan. Berdasarkan hadis riwayat Bukhari dari Abu Hurairah, Rasulullah SAW pernah berinteraksi dengan sahabat dalam keadaan junub dan baru mandi setelahnya. Namun, jika hendak makan atau tidur, dianjurkan untuk berwudhu terlebih dahulu.

2. Apakah boleh langsung salat setelah mandi wajib?

Boleh, jika mandi wajib dilakukan dengan benar dan seluruh tubuh telah tersentuh air. Tidak perlu berwudhu lagi jika wudhu telah dilakukan dalam proses mandi wajib.

3. Apakah mandi wajib bisa diganti dengan tayamum?

Mandi wajib hanya boleh diganti dengan tayamum jika benar-benar tidak ada air atau penggunaan air membahayakan kesehatan, misalnya sakit berat. Namun, jika air tersedia, maka mandi wajib tidak boleh ditinggalkan.

4. Apakah keluar mani tanpa hubungan badan juga wajib mandi?

Ya, keluarnya air mani dengan syahwat, baik dalam tidur (mimpi basah) maupun terjaga, mewajibkan mandi besar, meskipun tidak terjadi hubungan badan.

5. Bolehkah suami istri berhubungan dua kali dalam satu malam dan hanya mandi sekali?

Boleh. Dalam beberapa riwayat, Rasulullah SAW pernah melakukan demikian. Namun, sebaiknya menjaga kebersihan diri dan segera mandi jika hendak melaksanakan salat.