Tata Cara Mandi Wajib Laki-Laki yang Benar dan Sah Menurut Islam

Tata cara mandi wajib laki-laki yang benar dan sah dilakukan dengan menggunakan air yang suci dan bersih.

Diperbarui 05 Agustus 2025, 11:33 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta yang benar dan sah perlu diperhatikan setiap muslim. Hal ini terutama berlaku untuk orang-orang yang telah melakukan hubungan badan, keluar air mani serta haid dan nifas untuk perempuan.

Ketika dalam keadaaan tersebut, setiap muslim wajib membersihkan diri dengan melaksanakan mandi wajib. Jika seorang muslim belum melaksanakan mandi wajib saat mengalami hadas besar, maka ibadahnya tidak akan diterima oleh Allah SWT.

Sumber fikih dari laman resmi Majelis Ulama Indonesia Jawa Timur memuat dalil bahwa keluarnya mani baik melalui hubungan atau mimpi menimbulkan hadats besar yang mensyaratkan mandi wajib.

Tata cara mandi wajib laki-laki yang benar dan sah dilakukan dengan menggunakan air yang suci dan bersih, dengan mengalirkan air tersebut ke seluruh tubuh mulai dari ujung rambut sampai ujung kaki. 

Dasar Hukum Tentang Mandi Wajib

Sebelum mengenali tata cara mandi wajib laki-laki yang benar dan sah, kamu perlu memahami dasar hukumnya terlebih dahulu. Hal ini karena tak ada manusia yang terbebas dari hadas besar, maka sudah sewajarnya jika kamu harus mengetahui tata cara mandi wajib laki-laki yang benar dan sah.

وَإِنْ كُنْتُمْ جُنُبًا فَاطَّهَّرُوا

Allah SWT berfirman: "Dan jika kamu junub, maka mandilah." (QS. Al Maidah: 6). 

Kemudian dalam surat lainnya Allah SWT juga menyuruh seorang muslim mandi wajib jika dalam keadaan junub.

"Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu salat, sedang kamu dalam keadaan mabuk, sehingga kamu mengerti apa yang kamu ucapkan, (jangan pula hampiri masjid) sedang kamu dalam keadaan junub, terkecuali sekadar berlalu saja, hingga kamu mandi. Dan jika kamu sakit atau sedang dalam musafir atau datang dari tempat buang air atau kamu telah menyentuh perempuan, kemudian kamu tidak mendapat air, maka bertayamumlah kamu dengan tanah yang baik (suci); sapulah mukamu dan tanganmu. Sesungguhnya Allah Maha Pemaaf lagi Maha Pengampun." (QS. An-Nisa': 43).

Mandi wajib atau mandi junub merupakan bagian dari thaharah, yaitu cara bersuci dalam Islam. Mengutip kajian yang dipublikasikan di Jurnal Al-Makrifat Vol 8, No 2, Oktober 2023, thaharah memiliki arti dari segi bahasa dan segi istilah.

Thaharah secara bahasa adalah mensucikan diri, sedangkan secara istilah thaharah adalah kegiatan yang dilakukan untuk membersihkan diri agar dapat terhindar dari hadats maupun najis. Suci adalah terhindar dari kotoran najis meliputi badan, pakaian, serta tempat. Bersuci meliputi kesucian lahir dan batin artinya suci badan tutur dan batinnya.

Tata Cara Mandi Wajib Pria yang Benar dan Sah

Dikutip dari buku karya Ahmad Sarwat berjudul Fiqih Thaharah memaparkan dalil tentang cara mandi wajib yang benar menurut Nabi Muhammad SAW.

Aisyah RA berkata,`Ketika mandi janabah, Nabi SAW memulainya dengan mencuci kedua tangannya, kemudian iamenumpahkan air dari tangan kanannya ke tangan kiri lalu iamencuci kemaluannya kemudia berwudhu seperti wudhu orang shalat.

Kemudian beliau mengambil air lalu memasukan jari-jaritangannya ke sela-sela rambutnya, dan apabila ia yakin semuakulit kepalanya telah basah beliau menyirami kepalnya 3 kali,kemudian beliau membersihkan seluruh tubuhnya dengan air kemudian di akhir beliau mencuci kakinya (HR Bukhari/248 dan Muslim/316)

Berikut adalah langkah-langkah detail melakukan mandi wajib:

1. Membaca niat mandi wajib

Ucapkan niat dalam hati: "Nawaitul ghusla liraf'il hadatsil akbari minal haidhi fardhan lillaahi ta'aalaa" (Saya berniat mandi wajib untuk menghilangkan hadas besar dari haid, fardhu karena Allah Ta'ala).

2. Membersihkan kedua telapak tangan

Basuh kedua telapak tangan sebanyak tiga kali dengan air mengalir. Pastikan sela-sela jari juga dibersihkan.

3. Membersihkan area pribadi

Bersihkan area kemaluan dan dubur menggunakan tangan kiri. Gunakan air mengalir dan pastikan area tersebut benar-benar bersih dari sisa darah haid atau kotoran lainnya.

4. Mencuci tangan

Setelah membersihkan area pribadi, cuci tangan dengan sabun atau tanah untuk menghilangkan kotoran dan bau.

5. Berwudhu

Lakukan wudhu dengan sempurna seperti hendak melaksanakan shalat. Ini termasuk membasuh wajah, kedua tangan sampai siku, mengusap kepala, dan membasuh kaki sampai mata kaki.

6. Membasahi rambut kepala

Basahi rambut kepala hingga ke akar-akarnya. Gunakan jari-jari tangan untuk menyela rambut agar air dapat mencapai kulit kepala. Lakukan sebanyak tiga kali.

7. Mengguyur seluruh tubuh

Guyur seluruh tubuh dengan air, dimulai dari sisi kanan lalu sisi kiri. Pastikan air mengalir ke seluruh bagian tubuh tanpa ada yang terlewat, termasuk lipatan-lipatan kulit dan bagian tersembunyi.

8. Menyela bagian-bagian tubuh

Gunakan jari-jari untuk menyela bagian-bagian tubuh seperti sela jari tangan dan kaki, lipatan ketiak, lipatan paha, dan bagian tubuh lainnya. Pastikan air mengalir ke semua bagian tersebut.

Setelah melakukan langkah-langkah di atas, Anda bisa melanjutkan dengan membersihkan tubuh menggunakan sabun atau peralatan mandi lainnya seperti biasa. Pastikan seluruh tubuh benar-benar bersih sebelum mengakhiri mandi.

Penting untuk diingat bahwa cara mandi wajib setelah haid di atas merupakan panduan umum. Beberapa mazhab fikih mungkin memiliki perbedaan kecil dalam urutan atau detail pelaksanaannya. Namun, inti dari mandi wajib tetap sama, yaitu membersihkan seluruh tubuh dengan niat menghilangkan hadas besar.

Tata Cara Mandi Wajib Perempuan yang Benar dan Sah

Seperti yang telah disebutkan sbeelumnya, cara mandi wajib yang benar untuk perempuan memiliki sedikit perbedaan dengan cara mandi wajib laki-laki. Begini cara mandi wajib untuk perempuan:

1. Niat

Cara mandi wajib yang benar untuk perempuan yang pertama yang juga merupakan perbedaan pertama dengan cara mandi wajib laki-laki adalah niat. Perempuan tentunya lebih biasa melaksanakan mandi wajib karena siklus menstruasi bulanan. Oleh karena itu, cara mandi wajib yang benar ini sangat penting untuk perempuan agar diterapkan. Begini lafal niat yang harus diucapkan perempuan saat mandi wajib:

“BISMILLAHI RAHMANI RAHIM NAWAITU GHUSLA LIRAF'IL HADATSIL AKBAR MINAN NIFASI FARDLON LILLAHI TA'ALA."

Artinya: "Dengan menyebut nama Allah aku niat mandi untuk menghilangkan hadas besar dari nifas, fardlu karena Allah Ta'ala."

2. Membasuh tangan sebanyak 3 kali

3. Membasuh alat kelamin dari kotoran dan najis.

4. Mencuci tangan dengan sabun agar bersih kembali setelah membasuh kotoran

5. Mengambil wudu sebagaimana biasa

6. Membasuh keseluruhan rambut di kepala dengan mengguyurnya sebanyak 3 kali

7. Siram anggota badan sebelah kanan hingga tiga kali,

8. Kemudian siram anggota badan pada bagian kiri sebanyak tiga kali juga.

9. Menggosok bagian tubuh sebanyak tiga kali, terutama bagian yang sulit seperti pusat, ketiak, lutut dan lain-lain supaya terkena air.

10. Kamu bisa melanjutkannya dengan mandi seperti biasa

Doa Setelah Mandi Wajib Laki-Laki atau Perempuan

Membaca doa setelah mandi wajib adalah hukumnya sunnah. Hal ini sebagaimana wudhu yang diakhiri dengan bacaan doa. Meskipun tidak ada zhahir hadits yang menjelaskan mengenai keharusan membaca doa setelah melakukan mandi wajib, para ulama mendasarkan pendapatnya pada qiyas.

Menurut laman resmi Universitas An Nur Lampung, doa tersebut dianggap sunnah untuk menuntaskan ritual mandi wajib, memberi dimensi spritual yang melengkapi proses fisik penyucian diri an-nur.ac.id. Niat dan doa setelah mandi menunjukkan upaya menyatu antara kesucian lahir dan batin.

Adapun bunyi doa setelah mandi wajib adalah sebagai berikut:

أَشْهَدُ أَنْ لَا إلَهَ إلَّا اللهَ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ اللَّهُمَّ اجْعَلْنِي مِنَ التَّوَّابِينَ وَاجْعَلْنِيْ مِنْ الْمُتَطَهِّرِينَ سُبْحَانَكَ اللَّهُمَّ وَبِحَمْدِكَ أَشْهَدُ أَنْ لَا إلَهَ إلَّا أَنْتَ أَسْتَغْفِرُكَ وَأَتُوبُ إلَيْكَ وَصَلَّى اللهُ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَآلِ مُحَمَّدٍ

Arab Latin: Asyhadu al lâ ilâha illaLlâh wahdahu lâ syarîka lah, wa asyhadu anna muhammadan ‘abduhu wa rasûluhu. Allahummaj Alni minat tawwâbîna waj’alni minal mutathahhirîn. Subhânaka Allâhumma wa bihamdika asyhadu al lâ ilâha illa Anta astaghfiruka wa atûbu ilaik. Wa shallaLlâhu ‘ala sayyidina Muhammad wa `âli Muhammad.

Artinya: “Aku bersaksi tiada Tuhan selain Allah, dan tiada sekutu bagi-Nya, dan aku bersaksi bahwa sesungguhnya Nabi Muhammad adalah hamba dan utusan Allah. Ya Allah, jadikanlah aku sebagian dari orang-orang yang bertaubat, dan jadikanlah aku sebagian dari orang yang suci. Maha Suci engkau Ya Allah, dan dengan memuji-Mu. Aku bersaksi tiada Tuhan selain Engkau, aku meminta ampunan pada-Mu, dan bertaubat pada-Mu. Semoga berkah rahmat Allah senantiasa terlimpahkan kepada nabi Muhammad dan keluarganya.”

 

Keutamaan Tentang Mandi Wajib

Dalam perspektif sains lewat jurnal berjudul Mandi Junub Dalam Tinjauan Al-Qur’an Dan Sains karya Muhammad Arfain, Aan Parhani, dan Mujetaba Mustafa menyebutkan pentingnya seseorang mandi ketika dalam keadaan junub bukannya hanya karena ketentuan melakukan suatu ibadah terkhusus salat harus dalam keadaan bersih/suci, tetapi juga dapat mengembalikan peredaran darah laki-laki dan perempuan.

Selain itu, mandi wajib membersihkan pori-pori kulit dari peluh yang mengandung racun yang disebabkan bersetubuh dan menghilangkan bau yang disebabkan dari darah haid dan nifas.

Mengutip kajian yang dipublikasikan di Jurnal Tafsere Volume 7 Nomor 2 Tahun 2019 terkait masalah pelaksanaan mandi adapun yang dilakukan pada saat junub bukan hanya sekedar mandi biasa seperti pada umumnya, akan tetapi memiliki tata cara serta amalan yang harus dilakukan.

Sedangkan dalam perintah agama, kewajiban mandi setelah haid bagi muslimah memiliki landasan yang kuat dalam Al-Qur'an dan hadits. Beberapa dalil yang menjadi dasar hukumnya antara lain:

1. Al-Qur'an Surat Al-Maidah Ayat 6

Allah SWT berfirman dalam Al-Qur'an Surat Al-Maidah ayat 6 yang artinya:

"Hai orang-orang yang beriman, apabila kamu hendak mengerjakan shalat, maka basuhlah mukamu dan tanganmu sampai siku, dan sapulah kepalamu dan (basuh) kakimu sampai kedua mata kaki, dan jika kamu junub, maka mandilah."

Ayat ini dengan jelas memerintahkan orang-orang beriman untuk mandi ketika dalam keadaan junub, termasuk setelah haid. Mandi wajib menjadi syarat untuk dapat melaksanakan ibadah seperti shalat.

2. Hadits Riwayat Bukhari dan Muslim

Dalam sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari dan Muslim disebutkan:

"Mandi itu wajib atas setiap orang yang mengalami hadas besar."

Hadits ini menegaskan kewajiban mandi bagi mereka yang memiliki hadas besar, termasuk wanita yang baru selesai masa haidnya. Haid termasuk salah satu penyebab hadas besar yang mengharuskan seseorang untuk mandi wajib sebelum dapat kembali melaksanakan ibadah.

 

 

Sumber:

- Artikel situs resmi Majelis Ulama Indonesia Jawa Timur 

- Kajian berjudul Pentingnya Memahami dan Menerapkan Thaharah bagi Peserta Didik SDN Semanu III dipublikasikan di Jurnal Al-Makrifat Vol 8, No 2, Oktober 2023

- Buku berjudul  Fiqih Thaharah karya Ahmad Sarwat 

- Situs resmi Universitas An Nur Lampung

- Kajian berjudul Mandi Junub Dalam Tinjauan Al-Qur’an Dan Sains karya Muhammad Arfain, Aan Parhani, dan Mujetaba Mustafa

- Kajian berjudul Mandi Junub dalam Tinjauan Al-Qur’an dan Sains: Kajian Tahlili terhadap QS. Al-Nisa/4:43 dipublikasikan di Jurnal Tafsere Volume 7 Nomor 2 Tahun 2019

 

FAQ - Pertanyaan Umum Seputar Mandi Wajib Pria

1. Q: Kapan seorang laki-laki diwajibkan melakukan mandi wajib?

A: Mandi wajib diwajibkan bagi laki-laki dalam beberapa kondisi, seperti setelah keluar air mani (baik karena mimpi basah atau hubungan suami istri), setelah selesai haid atau nifas bagi suami yang berhubungan dengan istrinya, dan setelah jenazah dimandikan (jika yang menyentuh langsung kulit jenazah tanpa pembatas). Dalilnya terdapat dalam QS. Al-Ma’idah ayat 6.

2. Q: Apakah mandi biasa bisa menggantikan mandi wajib jika sudah menggunakan sabun dan keramas?

A: Tidak bisa. Meskipun menggunakan sabun dan keramas, mandi wajib tetap harus dilakukan dengan niat khusus untuk mengangkat hadas besar. Tanpa niat, maka mandinya tidak sah menurut syariat. Ini sesuai dengan kaidah fiqih: "Innamal a'malu binniyat" — "Sesungguhnya amal itu tergantung niatnya."

3. Q: Bagaimana tata cara mandi wajib yang benar untuk laki-laki menurut sunnah Nabi?

A: Mandi wajib dimulai dengan niat dalam hati, lalu mencuci kedua tangan, membersihkan kemaluan, berwudhu seperti wudhu untuk salat, menyiram air ke seluruh tubuh dimulai dari kepala, kemudian sisi kanan lalu kiri, dan memastikan seluruh bagian tubuh termasuk lipatan terkena air. Ini berdasarkan hadis riwayat Bukhari dan Muslim dari Aisyah radhiyallahu 'anha.

4. Q: Apakah boleh mandi wajib dengan shower atau pancuran air, bukan dengan gayung?

A: Boleh. Mandi wajib sah dilakukan dengan pancuran atau shower selama air mengalir dan mengenai seluruh tubuh. Yang penting adalah air bersih tersebut membasahi semua bagian tubuh secara merata. Tidak ada ketentuan harus menggunakan gayung dalam fiqih.

5. Q: Apa hukumnya jika seseorang salat tanpa mandi wajib setelah mimpi basah karena lupa?

A: Jika seseorang lupa bahwa dirinya junub dan baru ingat setelah salat, maka salatnya tidak sah dan wajib diulang setelah mandi wajib. Namun, jika benar-benar lupa tanpa disengaja, maka ia tidak berdosa, sesuai prinsip: "Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya" (QS. Al-Baqarah: 286).

Baca informasi kesehatan terbaru di Kesehatan Liputan6