Sukses

Top 3 Islami: Memajang Foto di Rumah Haram? Simak Penjelasan Gus Baha, Hukum Wayang untuk Dakwah Menurut Buya Yahya

Ulasan Gus Baha mengenai hukum memajang foto atau lukisan makhluk bernyawa menjadi artikel terpopuler di kanal Islami Liputan6.com, Jumat (14/6/2024). Artikel kedua terpopuler yaitu kata Buya Yahya soal hukum penggunaan wayang sebagai saranan dakwah, seperti yang dilakukan oleh walisongo.

Liputan6.com, Jakarta - Seiring perkembangan teknologi, foto dan video bukan lagi barang langka. Kini hampir tiap rumah memajang foto keluarga atau lainnya.

Ada pula yang memajang lukisan makhluk hidup atau seorang tokoh. Biasanya, tokoh berpengaruh atau ulama terkenal.

Namun, ada yang berpendapat bahwa memajang foto makhluk bernyawa, terlebih manusia dihukumi haram. Benarkah demikian?

Ulasan Gus Baha mengenai hukum memajang foto atau lukisan makhluk bernyawa menjadi artikel terpopuler di kanal Islami Liputan6.com, Jumat (14/6/2024).

Artikel kedua terpopuler yaitu kata Buya Yahya soal hukum penggunaan wayang sebagai saranan dakwah, seperti yang dilakukan oleh walisongo.

Sementara, artikel ketiga yaitu alasan unik Gus Baha ogah diberi gelar Doktor Honoris Causa.

Selengkapnya, mari simak Top 3 Islami.

 

Simak Video Pilihan Ini:

* Follow Official WhatsApp Channel Liputan6.com untuk mendapatkan berita-berita terkini dengan mengklik tautan ini.

2 dari 4 halaman

1. Benarkah Memajang Foto di Rumah Haram? Simak Pandangan Gus Baha

Pemahaman Gus Baha tentang hukum memajang foto di rumah serta pandangan tentang hukum foto dan gambar makhluk hidup terbilang cukup sederhana.

Banyak beredar pendapat yang mengharamkan adanya foto makhluk bernyawa yang dipajang di rumah.

Bagi Gus Baha, yang jelas haram adalah foto pornografi. "Pastinya, yang haram itu foto pornografi ," tandas kiai bernama lengkap KH Ahmad Bahauddin Nursalim,seperti ang diunggah dalam laman Youtube channel @Forum Ngaji dan Sholawat.

Meskipun demikian, di kalangan ulama, masih ada perbedaan pendapat mengenai hukum berfoto dan memajang foto dalam Islam.

Fenomena ini terasa ironis karena kegiatan berfoto sudah menjadi kebiasaan umum pada masa kini.

Selengkapnya baca di sini

3 dari 4 halaman

2. Kata Buya Yahya soal Wayang yang Jadi Sarana Dakwah Walisongo, Halal atau Haram?

Diskusi tentang hukum dan kedudukan wayang dalam Islam menjadi perbincangan hangat beberapa waktu lalu, terutama setelah munculnya sebuah video yang menggugat kehalalan wayang dan bahkan mengusulkan untuk memusnahkannya.

Sebelumnya, Buya Yahya, seorang pendakwah yang dikenal menyejukkan ini memberikan penjelasannya mengenai status halal atau haram wayang.

Dalam sebuah video di kanal YouTube Al Bahjah TV berjudul ‘Hukum Wayang dalam Islam, Buya Yahya Menjawab’, ia mengungkapkan bahwa wayang dahulu digunakan oleh para wali sebagai media dakwah.

Menurut Buya Yahya, wayang merupakan bagian dari warisan budaya seni yang telah ada sebelum kedatangan Islam di Indonesia.

“Wayang itu adalah budaya, seni. Sebelum adanya Islam, sudah ada wayang. Lalu para ulama dari walisongo ini ingin bagaimana membawa wayang ini pada sebagai sarana untuk berdakwah,” jelas Buya Yahya.

Selengkapnya baca di sini

4 dari 4 halaman

3. Alasan Menohok Gus Baha Tolak Gelar Doktor Honoris Causa, Bikin Geli

Rais Syuriyah PBNU, KH Ahmad Bahauddin Nursalim, yang lebih dikenal dengan sebutan Gus Baha, pernah mengalami peristiwa menarik ketika ia menolak beberapa kali pemberian gelar Doktor Honoris Causa.

Pengakuan mengejutkan ini terungkap dalam sebuah video yang diunggah di kanal YouTube @Sunan Kaligawe.

Dalam rekaman tersebut, Gus Baha mengungkapkan bahwa dirinya pernah mendapatkan tawaran untuk dianugerahi gelar Doktor Honoris Causa.

"Beberapa kali saya sebetulnya ditawari untuk menerima gelar Doktor Honoris Causa," ungkap Gus Baha.

Namun, tanpa ragu, Gus Baha menolak tawaran tersebut dengan alasan yang unik dan bikin geli.

Selengkapnya baca di sini

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.