Pohon di Pot Tiba-Tiba Layu Padahal Rajin Disiram? Kenali Ciri Serangan Hama Uret Pemakan Akar & Cara Membasminya

Tanaman pot layu padahal rajin disiram? Bisa jadi akarnya dimakan uret. Kenali ciri dan cara membasminya.

Diterbitkan 06 November 2026, 11:45 WIB
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Di kampus Universitas Gadjah Mada, uret pernah merusak lebih dari separuh hamparan rumput seluas sekitar 3.200 meter persegi pada Maret 2009. Hama pemakan akar ini bekerja di bawah tanah, sehingga rumput yang diserangnya tampak kering dan menguning seperti kekurangan air.

Seekor larva uret instar ketiga memakan rata-rata 32,31 gram akar tebu dalam 10 hari, dikutip dari penelitian Universitas Gadjah Mada, Kamis (5/11/2026). Instar ketiga adalah tahap larva yang paling rakus sebelum berubah menjadi kepompong.

Bagi pemilik tanaman pot, gejala semacam ini bisa menyesatkan, karena yang tampak seperti kekurangan air sebenarnya masalah di akar. Bagian berikut membahas cara mengenali uret, memastikan keberadaannya, dan membasminya.

Akar Habis Dimakan Uret, Tanaman Layu Meski Tanah Lembap

Uret adalah larva kumbang tanah dari famili Scarabaeidae. Larvanya memakan akar, sehingga tanaman muda yang diserang layu dan sering mati menurut penelitian Universitas Padjadjaran, sedangkan peneliti Balittas mencatat hal yang sama pada tebu muda. Akar yang tinggal sedikit membuat tanaman mudah roboh, lalu menguning, mengering, dan mati.

Air di media pot tetap ada, tetapi akar yang rusak tidak sanggup lagi menyerapnya. Karena itu, menyiram lebih sering tidak menolong dan malah membuat pemilik terlambat mencari penyebab sebenarnya.

TAHAP LARVA AKAR TEBU YANG DIMAKAN DALAM 10 HARI KELIPATAN DARI INSTAR PERTAMA (HITUNGAN SENDIRI)
 
Instar pertama 0,44 gram 1 kali
Instar kedua 8,26 gram sekitar 19 kali
Instar ketiga 32,31 gram sekitar 73 kali

Kelipatan di atas dihitung sendiri dengan rumus bobot akar yang dimakan instar kedua atau ketiga dibagi 0,44 gram. Angkanya berasal dari penelitian di lahan tebu di Sleman, Yogyakarta, jadi akar tanaman pot yang jauh lebih kecil akan habis lebih cepat. Mengenali wujud uret di tiap tahap membantu menangkapnya sebelum mencapai instar ketiga.

Mengenal Uret dari Telur sampai Kumbang Dewasa

Larva uret berwarna putih sampai krem dengan kepala cokelat keras dan tiga pasang kaki pendek. Saat diganggu, tubuhnya melengkung seperti huruf C, menurut lembar ekstensi West Virginia University dan University of Vermont. Ukuran tiap tahap uret Lepidiota stigma yang diteliti di Yogyakarta tercantum di tabel ini.

TAHAP CIRI UKURAN
 
Telur Diletakkan satu per satu di tanah lembap, 7 sampai 32 butir per induk 3 sampai 4 mm, membesar jadi 6 sampai 7 mm sebelum menetas
Larva instar pertama Baru menetas, berbobot 0,07 sampai 0,09 gram 10 sampai 12 mm
Larva instar ketiga Tahap terbesar dan paling banyak memakan akar 5 sampai 7 cm di lapangan
Kumbang dewasa Krem keabu-abuan dengan bintik putih di ujung sayap depan, aktif malam hari dan tertarik cahaya putih 3 sampai 5 cm

Peneliti UGM mencatat kumbang betina meletakkan telur di tanah lembap dan kumbang dewasa tertarik pada lampu putih. Dua kebiasaan itu menjelaskan mengapa waktu serangan punya pola.

Kapan Uret Paling Aktif di Awal Musim Hujan?

Uret Lepidiota stigma di kampus UGM menyelesaikan satu generasi dalam setahun. Kumbang mulai terbang di awal musim hujan, lalu larva yang menetas tumbuh bertahap sampai serangan terlihat pada musim hujan berikutnya.

BULAN FASE YANG TERAMATI DI KAMPUS UGM
 
Oktober Kumbang mulai terbang dan bertelur di awal musim hujan
November Puncak terbang dan telur terbanyak, larva instar pertama melimpah
Desember Larva instar kedua melimpah, jumlah kumbang terbang berkurang
Januari Telur terakhir diletakkan, kumbang berhenti terbang pada akhir bulan, larva mencapai instar ketiga
Januari sampai Mei Masa serangan pada rumput: menguning, mengering, dan mudah diangkat seperti karpet

Pola itu berasal dari satu lokasi di Yogyakarta, dengan pengamatan Juli 2008 sampai Januari 2010, sehingga waktu di daerah lain bisa bergeser. Meski demikian, bulan-bulan awal hujan layak dijadikan masa waspada sebelum tanaman terlanjur layu.

Cara Memastikan Serangan Uret di Pot

Gejala di daun saja tidak cukup untuk memastikan uret, karena rumput yang diserang di UGM hanya tampak seperti kekeringan. Pemastiannya adalah menemukan larvanya, dan langkah ini bisa dilakukan sendiri di rumah.

  1. Siram media sampai lembap lebih dulu. University of Vermont menyarankan memeriksa setelah hujan lebat atau penyiraman dalam, karena tanah kering membuat uret turun lebih dalam.
  2. Miringkan pot dan keluarkan tanaman beserta gumpalan medianya di atas alas koran atau terpal.
  3. Pecah gumpalan media pelan-pelan dan cari larva putih krem berkepala cokelat yang melengkung seperti huruf C.
  4. Periksa akarnya. Akar yang terkikis atau tinggal sedikit di sekitar larva menguatkan dugaan uret sebagai penyebabnya.
  5. Jika tidak ada larva, jangan langsung menyemprot insektisida. Cari penyebab layu yang lain lebih dulu.

Bila larva ditemukan, ukurannya menunjukkan tahap serangan: larva sepanjang 10 sampai 12 mm masih instar pertama, sedangkan yang mencapai 5 sampai 7 cm sudah instar ketiga. Setelah itu, tentukan cara penanganan yang paling sesuai dengan kondisi tanaman.

Cara Membasmi Uret: dari Ambil Manual sampai Nematoda

Penelitian UGM, Universitas Padjadjaran, dan Balittas sama-sama mengarah ke pengendalian terpadu yang menggabungkan beberapa cara, bukan satu obat saja. Pilihan yang disebut para peneliti dan lembar ekstensi tertera pada tabel.

CARA TEMUAN DARI PENELITIAN CATATAN UNTUK TANAMAN POT
 
Ambil larva dengan tangan Pengelola lapangan UGM memungutnya langsung, tetapi populasi di lahan 3.200 meter persegi tidak tuntas Media pot yang terbatas memudahkan pemeriksaan menyeluruh (penilaian sendiri, bukan temuan penelitian)
Perangkap atau pengurangan cahaya putih UGM menyarankan memerangkap kumbang dari awal musim hujan sampai masa terbangnya berakhir Jauhkan pot dari lampu putih yang menyala malam hari
Nematoda Steinernema Pada uji laboratorium, 68 persen larva instar ketiga mati dalam 48 jam Media harus lembap sebelum dan sesudah aplikasi, dan paling aman dilakukan sore hari atau saat mendung
Jamur Metarhizium anisopliae Isolat JTMa-2 sangat mematikan bagi uret tebu pada uji laboratorium dan rumah kasa selama dua tahun Peneliti menyebut produksi massal dan perlindungan dari sinar UV masih perlu diselesaikan
Insektisida kimia Petani memakai karbofuran, sementara peneliti mengingatkan risiko pencemaran lingkungan Pilih produk yang labelnya tercantum untuk uret di tanah dan ikuti petunjuk di label

Daya bunuh nematoda pada uji Universitas Padjadjaran berbeda menurut kepadatan nematoda per mililiter air. Uji dilakukan pada suhu ruang sekitar 25 derajat Celsius dan hasilnya belum tentu sama di dalam pot.

PERLAKUAN LARVA MATI SETELAH 24 JAM LARVA MATI SETELAH 48 JAM
 
Tanpa nematoda (kontrol) 0 persen 8 persen
Steinernema 50 IJ/ml 8 persen 48 persen
Steinernema 100 IJ/ml 20 persen 40 persen
Steinernema 150 IJ/ml 28 persen 68 persen
Steinernema 200 IJ/ml 44 persen 56 persen
Karbofuran (pembanding) 92 persen 92 persen

Karbofuran paling cepat membunuh, tetapi para penulis justru mencari alternatif karena dampak lingkungannya. Cara pencegahan di rumah dirangkum pada bagian berikut.

Tips Mencegah dan Mengatasi Uret pada Tanaman Pot

  • Curigai akar, bukan air, bila tanaman layu padahal media masih lembap. Bongkar pot dan periksa sebelum menambah penyiraman.
  • Periksa lebih awal. Larva instar pertama baru memakan 0,44 gram akar dalam 10 hari, sehingga penanganan dini jauh lebih menyelamatkan akar.
  • Matikan atau jauhkan lampu putih dari pot di malam hari pada awal musim hujan, saat kumbang betina aktif mencari tanah lembap untuk bertelur.
  • Siram dalam setiap beberapa hari, bukan sedikit-sedikit setiap hari. West Virginia University menyebut tanah basah menguntungkan telur dan larva muda, sedangkan University of Vermont menilai penyiraman dalam tiap beberapa hari lebih baik daripada penyiraman ringan tiap hari.
  • Bila memakai nematoda, basahi media sebelum dan sesudah aplikasi, lalu lakukan sore hari. Sinar matahari dan media yang mengering mematikan nematoda.
  • Pisahkan pot yang terserang dari tanaman lain sesuai panduan memisahkan tanaman yang terkena hama, dan buang larva beserta media lama jauh dari pot lain.

Pertanyaan Seputar Hama Uret pada Tanaman Pot

- Apa itu uret dan mengapa bisa membuat tanaman pot layu?

Uret adalah larva kumbang tanah dari famili Scarabaeidae yang memakan akar. Akar yang rusak tidak sanggup menyerap air, sehingga tanaman layu walau media masih basah.

- Bagaimana ciri larva uret yang perlu dicari saat membongkar pot?

Larva berwarna putih sampai krem dengan kepala cokelat, tiga pasang kaki, dan tubuh melengkung seperti huruf C. Ukurannya 10 sampai 12 mm saat baru menetas dan bisa mencapai 5 sampai 7 cm pada instar ketiga.

- Berapa lama uret tumbuh menjadi kumbang dewasa?

Uret Lepidiota stigma di kampus UGM menyelesaikan satu generasi dalam setahun. Spesies lain bisa lebih lama, misalnya kumbang Mei dan Juni yang menurut University of Vermont memerlukan satu sampai empat tahun.

- Apakah mengurangi penyiraman bisa mengusir uret?

Tidak cukup. University of Vermont menyebut kekeringan memang mengurangi telur dan larva, tetapi uret kembali ke permukaan dalam 24 jam setelah media basah lagi. Kekurangan air juga merugikan tanaman yang akarnya sudah rusak.

- Apakah nematoda efektif membasmi uret di pot?

Pada uji laboratorium Universitas Padjadjaran, nematoda Steinernema membunuh 68 persen larva instar ketiga dalam 48 jam pada kepadatan 150 IJ/ml. Hasil itu belum tentu sama di pot, dan nematoda bergantung pada media yang lembap.

- Apakah kumbang dewasanya perlu ikut dikendalikan?

Ya, karena satu kumbang betina bertelur 7 sampai 32 butir dan tertarik pada lampu putih. UGM menyarankan memerangkap kumbang dari awal musim hujan sampai masa terbangnya berakhir.

Gejala dan cara penanganan dapat berbeda mengikuti jenis tanaman, spesies uret, dan kondisi media. Untuk tanaman bernilai tinggi atau serangan yang meluas, konsultasikan ke penyuluh pertanian atau dinas pertanian setempat.

Baca informasi kesehatan terbaru di Kesehatan Liputan6