Liputan6.com, Jakarta - Kecoa yang muncul di dapur, kamar mandi, atau sudut rumah bisa mengganggu kenyamanan setiap penghuninya. Serangga ini sering bersembunyi di tempat gelap untuk mencari sisa makanan, dan mendatangi area yang lembap. Penggunaan semprotan serangga memang bisa menjadi salah satu pilihan untuk mengatasinya, tetapi sebagian orang ingin menghindari bau menyengat yang tertinggal di dalam rumah.
Ada beberapa cara menjebak kecoa tanpa harus menyemprotkan pembasmi hama ke ruangan. Metode ini memanfaatkan beberapa teknik seperti perangkap lem, umpan makanan, dan wadah sederhana yang ada di rumah.
Selain memasang perangkap, penghuni rumah perlu mengetahui lokasi persembunyian kecoa dan kebiasaan serangga tersebut saat mencari makanan. Lantas, bagaimana cara menjebak kecoa tanpa disemprot bahan kimia? Berikut Liputan6.com rangkum 8 cara yang bisa dicoba, Rabu (14/10).
Advertisement
1. Gunakan Perangkap Lem Khusus Kecoa
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9367835/original/096934000_1791364494-Selotip_Lengket.jpg)
Perangkap lem menjadi salah satu pilihan praktis untuk menangkap kecoa tanpa menggunakan semprotan. Produk ini biasanya berbentuk lembaran atau kotak kecil dengan permukaan perekat yang dirancang untuk menahan serangga ketika melintas. Beberapa produk juga dilengkapi umpan untuk menarik kecoa mendekat.
Letakkan perangkap di area yang sering dilalui kecoa, seperti bawah wastafel, belakang kulkas, sudut dapur, atau dekat tempat sampah. Pilih lokasi yang kering dan tidak mudah terkena air agar daya rekatnya tetap berfungsi. Hindari meletakkannya di tengah ruangan karena kecoa cenderung bergerak di sepanjang tepi dinding dan tempat yang terlindung.
Periksa perangkap setiap hari untuk mengetahui apakah kecoa sudah tertangkap. Ganti perangkap ketika sudah penuh, kotor, atau kehilangan daya rekat sesuai petunjuk produk. Cara ini juga membantu mengenali area yang paling sering didatangi kecoa sehingga penanganan berikutnya bisa lebih tepat.
Advertisement
2. Buat Perangkap dari Stoples Bekas
Stoples bekas bisa dimanfaatkan sebagai perangkap sederhana dengan bantuan umpan makanan. Siapkan stoples yang bersih dan kering, lalu masukkan sedikit remah roti atau makanan lain yang aromanya menarik kecoa. Umpan tersebut berfungsi memancing kecoa masuk ke dalam wadah.
Oleskan sedikit petroleum jelly pada bagian dalam leher stoples agar permukaannya licin. Selanjutnya, buat akses menuju bibir stoples menggunakan karton yang ditempatkan dengan stabil. Kecoa yang tertarik pada umpan bisa memanjat melalui karton dan masuk ke dalam stoples, tetapi permukaan licin dapat membuatnya kesulitan keluar.
Letakkan perangkap di lokasi yang sering dilalui kecoa dan periksa secara berkala. Pastikan stoples tidak mudah terguling dan jauh dari jangkauan anak-anak serta hewan peliharaan. Perangkap ini tidak selalu berhasil menangkap semua kecoa, sehingga hasilnya bergantung pada penempatan, jenis umpan, dan kondisi lingkungan.
3. Pasang Stasiun Umpan Kecoa
Stasiun umpan kecoa merupakan wadah khusus yang berisi umpan untuk menarik kecoa. Beberapa produk menggunakan bahan aktif yang bekerja setelah kecoa memakan umpan. Berbeda dengan perangkap lem yang menahan serangga secara fisik, stasiun umpan dirancang untuk mengendalikan kecoa melalui mekanisme yang dijelaskan pada label produk.
Tempatkan stasiun umpan di dekat jalur kecoa, misalnya di bawah lemari dapur, belakang kulkas, atau dekat celah tempat serangga bersembunyi. Ikuti petunjuk penggunaan, termasuk jumlah wadah dan lokasi pemasangannya. Jangan meletakkan umpan secara sembarangan di atas meja makan atau permukaan yang digunakan untuk menyiapkan makanan.
Walaupun tidak menimbulkan kabut semprotan, stasiun umpan tetap harus diperlakukan sebagai produk pengendali hama. Simpan dan gunakan sesuai petunjuk pada kemasan, serta jauhkan dari anak-anak dan hewan peliharaan. Periksa secara berkala untuk memastikan wadah masih utuh dan umpan belum habis.
Advertisement
4. Manfaatkan Perangkap Botol Plastik
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9367840/original/024578200_1791364495-Letakkan_Perangkap_di_Area_yang_Tepat.jpg)
Botol plastik bekas juga bisa dijadikan perangkap dengan memanfaatkan bentuk leher botol. Siapkan botol yang sudah dicuci dan dikeringkan, kemudian potong bagian atasnya dengan hati-hati. Masukkan sedikit umpan makanan ke bagian dasar botol untuk menarik kecoa masuk.
Balik bagian atas botol sehingga lehernya mengarah ke dalam, lalu pasang kembali pada bagian badan botol. Pastikan sambungannya stabil dan tidak menyisakan celah besar. Bagian leher yang menyempit dapat membantu membatasi jalan keluar kecoa, meskipun perangkap buatan sendiri ini tidak selalu efektif untuk setiap jenis kecoa.
Tempatkan botol di area kering yang terlindung dari gangguan manusia maupun hewan peliharaan. Periksa setiap hari dan segera bersihkan atau ganti umpan jika mulai membusuk. Jangan menggunakan wadah ini sebagai pengganti perangkap khusus apabila masalah kecoa sudah meluas di banyak ruangan.
5. Gunakan Perangkap dengan Umpan Makanan
Kecoa tertarik pada berbagai jenis makanan, termasuk remah roti dan sisa makanan yang mengandung pati. Sifat ini bisa dimanfaatkan untuk menarik kecoa menuju perangkap lem atau perangkap wadah. Namun, umpan sebaiknya ditempatkan di dalam perangkap, bukan dibiarkan terbuka di lantai atau meja dapur.
Pilih sedikit umpan yang mudah diganti dan letakkan di bagian perangkap yang sesuai. Hindari menggunakan makanan terlalu banyak karena sisa umpan justru bisa mengotori area rumah atau mengundang serangga lain. Jika memakai perangkap lem, pastikan umpan tidak menutupi permukaan perekat yang perlu menangkap kecoa.
Ganti umpan secara berkala agar tidak berjamur atau mengeluarkan bau. Setelah perangkap digunakan, bersihkan area sekitarnya dan simpan makanan rumah tangga dalam wadah tertutup. Langkah ini membantu mengurangi sumber makanan alternatif sehingga kecoa lebih mungkin mendatangi perangkap yang dipasang.
Advertisement
6. Tempatkan Perangkap di Bawah Wastafel
Area bawah wastafel sering menjadi tempat persembunyian kecoa karena cenderung gelap dan bisa memiliki kelembapan tinggi. Ruang ini juga berdekatan dengan saluran air, pipa, dan tempat penyimpanan perlengkapan dapur. Jika terdapat kebocoran atau sisa makanan, area tersebut bisa menjadi tempat yang menarik bagi kecoa.
Sebelum memasang perangkap, periksa bagian bawah wastafel dan bersihkan remah makanan, tumpahan cairan, serta kotoran yang menumpuk. Letakkan perangkap lem di sudut yang kering atau di sepanjang tepi dinding, bukan tepat di bawah pipa yang menetes. Pastikan perangkap tidak menghalangi akses untuk memeriksa saluran air.
Periksa apakah terdapat celah di sekitar pipa yang bisa menjadi jalan masuk kecoa. Setelah kebocoran diperbaiki, tutup celah yang memungkinkan dengan bahan penyekat yang sesuai. Menggabungkan perangkap dengan perbaikan kondisi area bawah wastafel membantu mengurangi kemungkinan kecoa kembali muncul.
7. Pasang Perangkap di Belakang Kulkas dan Lemari
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/730895/original/066292000_1409570929-roach.jpg)
Belakang kulkas dan lemari dapur merupakan lokasi yang perlu diperhatikan ketika kecoa sering muncul pada malam hari. Bagian tersebut cenderung terlindung dari aktivitas penghuni rumah dan bisa menampung remah makanan atau debu. Area di sekitar peralatan yang menghasilkan panas juga dapat menjadi tempat persembunyian kecoa.
Geser peralatan hanya jika aman dilakukan dan tidak berisiko merusak kabel atau sambungan listrik. Bersihkan debu serta sisa makanan yang ditemukan, kemudian pasang perangkap di tepi dinding atau sudut yang kering. Jangan meletakkan perangkap pada bagian mesin yang panas, di dekat komponen listrik, atau di lokasi yang dapat mengganggu ventilasi peralatan.
Pantau perangkap selama beberapa hari untuk mengetahui apakah kecoa sering melintas di area tersebut. Jika banyak kecoa tertangkap, periksa juga celah pada lemari, sambungan dinding, dan jalur pipa di sekitarnya. Penempatan perangkap berdasarkan aktivitas kecoa akan lebih berguna daripada memasangnya secara acak di seluruh ruangan.
Advertisement
8. Tutup Jalur Masuk Setelah Memasang Perangkap
Perangkap bisa membantu menangkap kecoa yang sudah berada di dalam rumah, tetapi hasilnya akan terbatas jika jalur masuk tetap terbuka. Kecoa dapat masuk melalui celah di sekitar pipa, retakan dinding, sambungan pintu, atau saluran yang tidak terlindungi dengan baik. Karena itu, pemeriksaan rumah perlu dilakukan bersamaan dengan pemasangan perangkap.
Periksa celah di bawah pintu, sambungan dinding, serta bagian yang mengelilingi pipa air dan saluran pembuangan. Tutup celah yang memungkinkan dengan bahan penyekat yang sesuai. Pastikan saluran pembuangan memiliki penutup atau saringan yang tepat dan tetap berfungsi dengan baik agar air dapat mengalir tanpa hambatan.
Lengkapi langkah tersebut dengan membuang sampah secara rutin, menyimpan makanan dalam wadah tertutup, serta mengeringkan area dapur dan kamar mandi. Jika kecoa tetap muncul dalam jumlah banyak meskipun perangkap sudah dipasang dan kebersihan dijaga, pertimbangkan bantuan tenaga pengendali hama profesional. Penanganan sumber persembunyian dan jalur masuk diperlukan agar kecoa tidak terus berkembang biak di dalam rumah.
Pertanyaan dan Jawaban Seputar Cara Menjebak Kecoa
1. Apa cara paling mudah menjebak kecoa tanpa disemprot?
Perangkap lem khusus kecoa menjadi pilihan praktis karena bisa langsung ditempatkan di jalur serangga tanpa perlu menyemprotkan bahan kimia ke udara. Letakkan di area yang sering dilalui kecoa dan periksa setiap hari.
2. Apakah kecoa bisa dijebak menggunakan stoples?
Bisa dicoba dengan memasukkan umpan makanan ke dalam stoples dan membuat permukaan bagian dalam lehernya licin. Namun, hasilnya tidak selalu efektif dan perangkap perlu diperiksa secara berkala.
3. Di mana sebaiknya perangkap kecoa diletakkan?
Tempatkan perangkap di lokasi yang sering dilalui kecoa, seperti bawah wastafel, belakang kulkas, sudut dapur, dekat tempat sampah, dan sepanjang tepi dinding. Pilih area yang kering serta tidak mudah dijangkau anak-anak atau hewan peliharaan.
4. Bagaimana cara mengurangi kecoa tanpa menimbulkan bau menyengat?
Gunakan perangkap lem atau wadah umpan tertutup sesuai petunjuk produk. Bersihkan sisa makanan, simpan bahan pangan dalam wadah tertutup, buang sampah secara rutin, dan perbaiki kebocoran air agar kecoa tidak mudah mendapatkan makanan dan air.
5. Mengapa kecoa masih muncul meskipun sudah dipasang perangkap?
Kecoa mungkin masih memiliki tempat persembunyian, sumber makanan, atau jalur masuk yang belum ditangani. Periksa celah dinding dan sekitar pipa, bersihkan area lembap, serta tambahkan perangkap di lokasi yang menunjukkan aktivitas kecoa.
Baca informasi kesehatan terbaru di Kesehatan Liputan6
Advertisement
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8261147/original/005507100_1781685752-BNPB_-_cek_fakta.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9373173/original/043570100_1791954492-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-10-14T120512.346.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5376931/original/056696400_1760068591-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran__87_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5433901/original/080742000_1764906305-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2025-12-05T103803.223.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5505985/original/090246400_1771402531-kecoa_di_dapur.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5447736/original/015145700_1765962219-Vertical_500x656_-_SIXtainability.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9372965/original/088403400_1791939609-WhatsApp_Image_2026-10-13_at_2.07.21_PM.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9355267/original/005978200_1790095519-Menagg.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9371001/original/004173100_1791721798-WhatsApp_Image_2026-10-11_at_6.54.17_AM.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5582945/original/056926200_1778132999-1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4192232/original/046280400_1665758549-IMG_20221014_193652.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4953473/original/059895800_1727324477-Screenshot__199_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3439060/original/027890100_1619331962-WhatsApp_Image_2021-04-25_at_08.18.15.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5501317/original/009183900_1770893383-Foto_Ilustrasi__1_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9364651/original/002458200_1791013905-A6_00020.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9363979/original/062618200_1790927438-WhatsApp_Image_2026-10-02_at_14.34.23.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5496763/original/066922900_1770602448-Untitled.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4225793/original/053134800_1668410453-erik-karits-CAgEXn8iFZc-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9304891/original/051581900_1784776631-dc8f9b0a-27a8-4abe-873e-34226ecbd930.jpg)