Liputan6.com, Jakarta - Cara membuat perangkap kecoak rumahan tanpa bahan kimia bisa menjadi solusi sederhana untuk mengurangi keberadaan serangga yang mengganggu kenyamanan. Metode ini dapat memanfaatkan bahan-bahan yang mudah ditemukan di rumah tanpa perlu menggunakan zat pembasmi.
Kehadiran kecoak sering membuat penghuni merasa kurang nyaman, terutama ketika serangga tersebut muncul di area dapur atau tempat penyimpanan makanan. Cara membuat perangkap kecoak rumahan tanpa bahan kimia pun dapat diterapkan dengan langkah praktis dan bahan yang relatif mudah diperoleh.
Selain sederhana, cara membuat perangkap kecoak rumahan tanpa bahan kimia memungkinkan penempatan perangkap disesuaikan dengan area yang sering dilalui kecoak. Penggunaan metode ini juga dapat menjadi alternatif bagi rumah yang ingin mengurangi pemakaian bahan kimia.
Advertisement
Berikut Liputan6.com merangkum dari berbagai sumber tentang cara membuat perangkap kecoak rumahan tanpa bahan kimia, Rabu (7/10/2026).
1. Perangkap Stoples dengan Petroleum Jelly
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9367836/original/003948200_1791364495-Stoples_dengan_Petroleum_Jelly.jpg)
Gunakan stoples kaca atau plastik dengan bagian dalam yang cukup licin. Oleskan petroleum jelly pada bagian dalam bibir stoples hingga membentuk lapisan licin yang membuat kecoak sulit memanjat keluar.
Masukkan umpan seperti potongan buah, kentang, atau makanan beraroma kuat ke dasar stoples. Agar kecoak mudah masuk, letakkan stoples di dekat dinding atau buat jalur kecil menuju bagian atas wadah. Tempatkan perangkap di area yang sering dilalui kecoak, seperti bawah wastafel, belakang kulkas, atau sudut ruangan yang gelap.
Periksa perangkap setiap hari. Jika terdapat kecoak yang terperangkap, tutup stoples dan tangani isinya dengan aman sebelum membersihkan wadah dan menggunakannya kembali.
Advertisement
2. Perangkap Selotip Lengket
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9367837/original/011425700_1791364495-kecoak.jpg)
Perangkap selotip dapat dibuat menggunakan selotip dengan daya rekat kuat dan selembar karton atau permukaan datar. Tempelkan selotip dengan sisi lengket menghadap ke atas, kemudian letakkan sedikit umpan seperti selai kacang atau potongan makanan di bagian tengah.
Posisikan perangkap di sepanjang dinding, bawah lemari, dekat peralatan dapur, atau area lain yang sering dilalui kecoak. Saat mendekati umpan, kecoak dapat terjebak pada permukaan perekat.
Metode ini juga dapat membantu mengetahui area yang paling sering dilalui kecoak. Jika perangkap tidak mendapatkan hasil, pindahkan ke lokasi lain yang menunjukkan tanda-tanda aktivitas serangga tersebut.
3. Perangkap Kopi dalam Stoples
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9367838/original/016249100_1791364495-Perangkap_Kopi_dalam_Stoples.jpg)
Kopi dapat dicoba sebagai umpan dalam perangkap sederhana. Masukkan sedikit bubuk kopi ke dalam wadah kecil, kemudian letakkan wadah tersebut di dalam stoples yang memiliki akses masuk bagi kecoak.
Tempatkan perangkap di dekat dinding atau area gelap yang sering menjadi jalur kecoak. Hasil penggunaan kopi sebagai umpan dapat berbeda, sehingga perangkap perlu diperiksa secara berkala dan dipindahkan jika tidak ada kecoak yang tertangkap.
Advertisement
4. Buat Jalur Masuk yang Mudah
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4225788/original/041781000_1668410077-erik-karits-MZhXf-Orbqo-unsplash.jpg)
Perangkap stoples akan lebih mudah digunakan jika kecoak dapat mencapai bagian dalam wadah. Letakkan stoples di dekat dinding atau benda lain yang dapat menjadi jalur menuju bibir stoples.
Pilih lokasi berdasarkan tanda-tanda aktivitas kecoak, seperti kotoran kecil berwarna gelap, kulit yang terlepas, atau kecoak yang terlihat di sekitar area tersebut. Area sepanjang pertemuan lantai dan dinding serta sekitar peralatan dapur dapat menjadi pilihan untuk meletakkan perangkap.
5. Ganti Umpan Secara Berkala
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9367839/original/020647900_1791364495-Ganti_Umpan_Secara_Berkala.jpg)
Umpan yang terlalu lama dibiarkan dapat mengering atau kehilangan aromanya sehingga kurang menarik. Ganti dengan potongan makanan baru secara berkala dan bersihkan wadah sebelum digunakan kembali.
Potongan buah, kentang, atau makanan lain yang memiliki aroma cukup kuat dapat digunakan sebagai pilihan umpan. Gunakan secukupnya agar perangkap tetap bersih dan tidak justru mengundang serangga lain.
Advertisement
6. Letakkan Perangkap di Area yang Tepat
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9367840/original/024578200_1791364495-Letakkan_Perangkap_di_Area_yang_Tepat.jpg)
Penempatan menjadi salah satu faktor penting dalam penggunaan perangkap kecoak. Alih-alih meletakkannya di tengah ruangan, tempatkan perangkap dekat dinding, bawah wastafel, belakang kulkas, di dalam atau sekitar kabinet, serta area gelap yang sering menjadi tempat kecoak beraktivitas.
Periksa perangkap setiap hari untuk mengetahui area yang paling banyak didatangi. Jika tidak ada kecoak yang tertangkap dalam beberapa hari, pindahkan perangkap ke lokasi lain yang lebih sering dilalui.
Jaga Kebersihan untuk Mencegah Kecoak Datang Kembali
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4225791/original/030118400_1668410399-erik-karits-xvMYnYBHKF4-unsplash.jpg)
Perangkap saja belum tentu cukup untuk mengatasi masalah kecoak, terutama jika sumber makanan, air, dan tempat persembunyiannya masih tersedia. Bersihkan sisa makanan, simpan bahan pangan dalam wadah tertutup, buang sampah secara rutin, dan jangan membiarkan makanan serta air hewan peliharaan terbuka terlalu lama.
Kurangi pula sumber kelembapan dengan segera mengeringkan air di sekitar wastafel, memperbaiki keran atau pipa yang bocor, serta meningkatkan ventilasi pada area yang lembap. Tutup celah di sekitar pipa, dinding, kabinet, dan bagian rumah lain yang dapat menjadi jalur masuk kecoak.
Bahan beraroma seperti daun salam, lemon, bawang putih, atau ampas kopi dapat digunakan sebagai pelengkap, tetapi jangan mengandalkannya sebagai pengganti perangkap dan upaya menjaga kebersihan. Jika kecoak terus muncul dalam jumlah banyak, diperlukan langkah pengendalian yang lebih menyeluruh.
Pertanyaan Seputar Cara Membuat Perangkap Kecoak Rumahan tanpa Bahan Kimia
Apa bahan yang dibutuhkan untuk membuat perangkap kecoak rumahan?
Bahan yang bisa digunakan antara lain stoples, petroleum jelly, selotip, dan umpan seperti potongan pisang, kentang, atau roti.
Mengapa bagian dalam stoples perlu diolesi petroleum jelly?
Petroleum jelly membuat permukaan bagian dalam stoples menjadi licin sehingga kecoak yang sudah masuk lebih sulit memanjat keluar.
Di mana sebaiknya perangkap kecoak diletakkan?
Letakkan di area yang sering dilalui kecoak, seperti bawah wastafel, belakang kulkas, sekitar kabinet, atau sudut ruangan yang gelap.
Umpan apa yang bisa digunakan dalam perangkap kecoak?
Potongan pisang, kentang, roti, atau makanan lain yang memiliki aroma cukup kuat dapat digunakan sebagai umpan untuk menarik kecoak.
Apakah perangkap rumahan cukup untuk mengatasi kecoak?
Perangkap dapat membantu menangkap dan memantau kecoak, tetapi kebersihan rumah serta mengurangi sumber makanan, air, dan tempat persembunyian juga penting.
Baca informasi kesehatan terbaru di Kesehatan Liputan6
Advertisement
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9367806/original/093780900_1791362859-purbaya_KPK.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4998321/original/035227900_1731211487-cek_fakta_undian_bpd_bali.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9367418/original/016331900_1791348185-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-10-07T114242.118.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5421569/original/046140800_1763950258-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2025-11-24T082534.482.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9367835/original/096934000_1791364494-Selotip_Lengket.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5447736/original/015145700_1765962219-Vertical_500x656_-_SIXtainability.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5582945/original/056926200_1778132999-1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4192232/original/046280400_1665758549-IMG_20221014_193652.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4953473/original/059895800_1727324477-Screenshot__199_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3439060/original/027890100_1619331962-WhatsApp_Image_2021-04-25_at_08.18.15.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5501317/original/009183900_1770893383-Foto_Ilustrasi__1_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9364651/original/002458200_1791013905-A6_00020.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9363979/original/062618200_1790927438-WhatsApp_Image_2026-10-02_at_14.34.23.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9363541/original/082820800_1790873841-Foto_2.jpg.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9363423/original/047017100_1790859858-WhatsApp_Image_2026-10-01_at_6.58.42_PM__1_.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9362754/original/098924600_1790829492-WhatsApp_Image_2026-10-01_at_09.43.00__1_.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9362269/original/040098400_1790766180-795732a8-c861-4c22-8125-6fbfa58c0b6d.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5513862/original/033295900_1772074336-unnamed__74_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4225793/original/053134800_1668410453-erik-karits-CAgEXn8iFZc-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9304891/original/051581900_1784776631-dc8f9b0a-27a8-4abe-873e-34226ecbd930.jpg)