Liputan6.com, Jakarta Cara menanam bayam Jepang horenso di lahan sempit cukup sederhana, asal ada pot atau polybag yang punya lubang drainase. Semai benihnya dulu, lalu pindahkan bibit ketika daunnya sudah tumbuh 3-4 helai.
Kuncinya ada di media tanam yang gembur, tanah yang selalu lembap, dan tempat yang tidak terlalu panas. Kalau dirawat rutin, cara menanam bayam jepang horenso di lahan sempit ini bisa memberi panen sekitar 45 hari setelah pindah tanam.
Jeff Schalau, Agent Agriculture and Natural Resources, dikutip dari University of Arizona Cooperative Extension menyatakan, "Bayam adalah tanaman yang sangat cocok untuk bedengan tinggi dan ruang kebun kecil." Berikut ini adalah cara menanam bayam Jepang yang telah diulas Liputan6.com, Kamis (5/11/2026).Â
Advertisement
1. Menyemai Benih Horenso di Wadah Kecil
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9390428/original/048912900_1793835323-Gemini_Generated_Image_kr3qqukr3qqukr3q.jpg)
Tahap semai menentukan berhasil atau tidaknya cara menanam bayam jepang horenso di lahan sempit, karena bibit yang kuat akan lebih tahan saat dipindah ke pot. Proses ini bisa dilakukan di meja teras atau pinggir jendela.
Siapkan tray semai: Isi tray dengan campuran pupuk kandang, pasir, dan arang sekam dengan perbandingan sama rata, sesuai anjuran widyaiswara BBPP Lembang.
Pancing perkecambahan: Benih bisa dibantu berkecambah lebih dulu.Setelah direndam, letakkan benih di antara tisu basah di dalam kantong plastik dan simpan di tempat sejuk dan gelap selama beberapa hari, lalu tanam setelah akar putih kecil muncul.
Tutup dan siram: Siram tray, tutup dengan plastik hitam, lalu buka setelah benih berkecambah dalam sepekan. Setelah itu, siram dua kali sehari.
Tunggu bibit siap: Sekitar dua minggu kemudian, bibit sudah siap dipindahkan ke pot.
Â
Advertisement
2. Memindahkan Bibit ke Pot atau Polybag
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9334586/original/042927600_1787886944-17b84bf0-640e-4f37-b360-b93a388efdf8.jpeg)
Di rumah minimalis, pot jadi pengganti bedengan. Pada tahap ini, cara menanam bayam jepang horenso di lahan sempit bergantung pada pilihan wadah dan campuran tanah.
Pilih kedalaman pot: Sebagai patokan ukuran pot untuk bayam, untuk daun muda, pot sedalam 15-20 cm sudah cukup, sedangkan untuk tanaman dewasa yang besar pilih wadah sedalam 25-30 cm
Racik media tanam: Campurkan tanah gembur, kompos, dan arang sekam 1:1:1. Media harus mudah meloloskan air tetapi tetap menyimpan kelembapan, karena tanaman yang kekeringan akan cepat berbunga.
Tanam dengan hati-hati: Pindahkan bibit beserta akarnya, timbun dengan tanah, lalu siram sampai air keluar dari lubang drainase.
 Atur jarak: Menurut Penn State Extension, tanaman bayam butuh ruang 10-15 cm agar bisa tumbuh dengan baik.
Â
3. Merawat Horenso hingga Panen
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9390429/original/062490600_1793835323-Gemini_Generated_Image_zcie69zcie69zcie.jpg)
Perawatan adalah tahap yang paling menyenangkan, terutama saat daun mulai lebar dan hijau segar. Bagian ini menutup rangkaian cara menanam bayam jepang horenso di lahan sempit agar hasil panennya maksimal
Siram dengan tepat: Siram pagi dan sore, dan arahkan air ke tanah, bukan ke daun, karena daun yang basah bisa memicu penyakit jamur.
Beri pupuk susulan: Berikan NPK 2 gram per tanaman pada hari ke-14, lalu 3 gram per tanaman pada hari ke-21 setelah pindah tanam.
Cari lokasi teduh: Lindsey Chastain, pendiri The Waddle and Cluck, dikutip dari Homes and Gardens mengatakan, "Bayam menyukai suhu yang lebih sejuk dan hari yang lebih pendek. Jadi kalau terlalu panas atau terlalu banyak terkena matahari, itu bisa membuatnya berbunga."
Panen bertahap: Dilansir dari Harvest to Table, petik daun bagian luar lebih dulu agar bagian tengahnya terus tumbuh, sehingga tanaman dalam pot bisa dipanen 6-8 minggu sebelum berbunga.
Â
Advertisement
Tips Mencegah Horenso Cepat Berbunga
Masalah yang paling sering dialami saat menanam horenso adalah bolting, yaitu tanaman keluar bunga terlalu cepat. Kalau sudah begitu, daunnya jadi pahit dan kurang enak dimasak. Sebagaimana dilaporkan Gardening Know How, tanaman mulai berbunga ketika hari lebih panjang dari 14 jam dan suhu naik di atas 23 derajat Celsius.
Jaga tanah tetap lembap: Wadah kecil lebih cepat kering, jadi cek tanahnya setiap hari saat cuaca panas.
Rajin menjarangkan bibit: Bibit yang tidak dijarangkan bisa tumbuh kerdil dan cepat berbunga.
Kurangi stres tanaman: Marzena Rewers, ahli hortikultura, dikutip dari Blooming Expert menjelaskan, "Akar yang terganggu, kekeringan, dan stres pindah tanam juga bisa memicu bunga muncul lebih awal, bahkan saat cuaca sejuk."
Gunakan paranet:Â Naungi tanaman dari matahari dengan kain peneduh pada jam-jam terpanas.
Pasang mulsa perak: Mulsa perak di sekitar pangkal tanaman membantu menjaga tanah tetap sejuk sekaligus mengusir kutu daun.
Â
Pertanyaan dan Jawaban Seputar Bayam Jepang Horenso
Apakah horenso bisa ditanam di dataran rendah?
Bisa, tetapi tanaman ini paling cocok di dataran tinggi yang sejuk. Di daerah panas, letakkan pot di tempat teduh atau pakai paranet supaya tanaman tidak cepat berbunga.
Berapa lama horenso bisa dipanen?
Biasanya horenso siap panen sekitar 45 hari setelah pindah tanam. Daun luarnya juga bisa dipetik bertahap supaya panennya lebih lama.
Bisakah horenso ditanam secara vertikal?
Bisa, misalnya dengan rak bertingkat atau tower garden pipa PVC. Pastikan setiap lubang tanam tetap kena cahaya dan airnya lancar mengalir.
Baca informasi kesehatan terbaru di Kesehatan Liputan6
Advertisement
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9390112/original/030554700_1793783300-cek_fakta_-_petugas_haji_terbaru.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9389848/original/059413000_1793775328-WhatsApp_Image_2026-11-04_at_12.15.43.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5483882/original/074480700_1769405806-SBY_sakit.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9389787/original/061479300_1793772850-Screenshot_2026-11-04_131352.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9390427/original/032011000_1793835323-Gemini_Generated_Image_t85oojt85oojt85o.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5447736/original/015145700_1765962219-Vertical_500x656_-_SIXtainability.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4653599/original/043466900_1700279714-WhatsApp_Image_2023-11-18_at_10.51.59.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9355055/original/082772300_1790070742-roman-budnikov-LrmVfNfhFOw-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9387840/original/049454400_1793576292-S__73179165.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5437037/original/069686000_1765195130-WhatsApp_Image_2025-12-08_at_16.01.33.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3559193/original/024993600_1630573027-vlcsnap-2021-09-02-11h09m01s068__2_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9385978/original/063727200_1793288759-IMG-20261029-WA0009.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9385027/original/054806600_1793210212-WhatsApp_Image_2026-10-27_at_8.55.27_PM.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9384251/original/014376200_1793163977-WhatsApp_Image_2026-10-26_at_16.11.48.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5193655/original/000476600_1745236051-ChatGPT_Image_Apr_21__2025__06_46_46_PM.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9382249/original/070234100_1792985471-WhatsApp_Image_2026-10-25_at_09.42.1222.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4058765/original/090496100_1655735658-Vaksinasi_Flu.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9381694/original/075241200_1792850777-IMG-20261023-WA0078.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9390012/original/004049100_1793780824-pexels-lisa-anna-901356985-19846388.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9390221/original/037745600_1793787800-02e782cc-40e5-48b9-96d1-8a37d95b1260.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9390188/original/021431600_1793786553-HL_Kotak_Kacamata.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9390013/original/023351600_1793780827-Gemini_Generated_Image_l7b3w5l7b3w5l7b3.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9390100/original/064150600_1793782811-aravind-reddy-tarugu-XKIZVXJb71U-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9390170/original/072140500_1793785985-7c97b992-77f9-49ee-bb64-db08ba248173.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9390155/original/022972600_1793785256-79c27f5f-7204-46e7-a019-c55fe3860360.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9334587/original/048699200_1787886944-f25ca0ea-43f5-44e5-94e0-f0c116a47307.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5290394/original/021847600_1753104342-Orang_Utan_TRC_Mangkutup.jpeg)