Cara Menanam Buah Naga dari Batang agar Cepat Berbuah untuk Pemula

Cara menanam buah naga dari batang untuk pemula: memilih stek, mengeringkan hingga berkalus, menanam di media berpori, memasang tiang, sampai perawatan berbuah.

Diterbitkan 09 Oktober 2026, 11:15 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta Cara menanam buah naga dari batang menjadi metode paling populer karena lebih cepat berbuah dibandingkan menyemai biji. Teknik stek ini memanfaatkan potongan batang tua dari tanaman induk yang sudah pernah berbuah.

Batang stek cukup dikeringkan sampai luka potongnya menutup, lalu ditanam pada media berpori dan diberi tiang panjat. Dengan perawatan tepat, cara menanam buah naga dari batang mampu menghasilkan tanaman berbuah dalam waktu jauh lebih singkat, sebuah komoditas pertanian yang menjanjikan bahkan di lahan sempit.

Buah naga atau pitaya sejatinya adalah kaktus merambat yang berasal dari Meksiko, Amerika Tengah, dan Amerika Selatan, dan lebih menyukai kelembapan serta air dibanding kaktus pada umumnya. Karakter ganda inilah yang perlu dipahami.

Dr. Amelia Reed, hortikulturis dari University of California Division of Agriculture and Natural Resources, dikutip dari University of California Division of Agriculture and Natural Resources, menyatakan, "Banyak orang terkejut ketika tahu tanaman ini termasuk kaktus. Ia membutuhkan paparan matahari tinggi layaknya tumbuhan gurun, tetapi penyiraman dalam yang berkala khas lingkungan tropis. Memahami dualitas ini adalah kunci keberhasilan." Metode ini juga tergolong praktis dan mudah ditanam sendiri oleh pemula.

Cara Memilih dan Menyiapkan Batang Stek Buah Naga

Langkah awal dalam cara menanam buah naga dari batang adalah memilih dan menyiapkan stek yang benar-benar layak. Batang yang sehat dan cukup tua akan lebih cepat berakar sekaligus mewariskan sifat unggul induknya, seperti halnya beragam tanaman buah yang bisa ditanam dari batang.

  1. Pilih induk yang produktif: Ambil batang atau cabang dari tanaman yang sudah pernah berbuah setidaknya 3-4 kali, dengan diameter minimal 8 cm, keras, tua, berwarna hijau kelabu, dan sehat. Semakin tua tanaman induk, semakin bagus untuk dijadikan batang utama.

  2. Potong sepanjang 20-30 cm: Potong dulu batang kira-kira 80-120 cm atau sekitar 80 persen dari batang tanaman untuk calon bibit, lalu bagi menjadi potongan-potongan. Ukuran stek yang ideal sekitar 20-30 cm dengan minimal satu mata tunas.

  3. Bentuk kedua ujung: Potong rata di bagian atas dan miring di bagian bawah. Potongan yang miring membuat air lebih mudah mengalir sekaligus merangsang pertumbuhan akar.

  4. Keringkan hingga berkalus: Angin-anginkan ujung potongan di tempat teduh selama 2-5 hari sampai terbentuk kalus, yang sekaligus mencegah pembusukan dan jamur. Tahap ini wajib dan tidak boleh dilewati.

  5. Beri hormon perakaran (opsional): Penggunaan hormon perakaran berkualitas dapat membantu memacu pertumbuhan akar pada stek. Celupkan atau taburkan tipis pada pangkal yang telah kering.

Mengacu pada Epic Gardening, buah naga paling baik diperbanyak lewat stek batang karena perbanyakan dari biji bisa memakan lima tahun atau lebih dan belum tentu sama dengan induknya, sedangkan stek bisa matang dalam satu hingga dua tahun dan menghasilkan klon identik. Hal senada ditegaskan Dr. Reed, dikutip dari University of California Division of Agriculture and Natural Resources, "Stek dari varietas produktif yang sudah dikenal memastikan Anda tahu jenis buah yang akan dihasilkan, dan tanaman bisa mulai berbuah hanya dalam satu hingga dua tahun bila dirawat dengan benar." Jika ingin membandingkan, Anda juga bisa menyimak cara menanam buah naga dari biji.

Cara Menanam Batang Buah Naga hingga Berakar

Ketika stek sudah berkalus, inti dari cara menanam buah naga dari batang terletak pada media tanam dan penyangga yang tepat. Media berpori serta tiang panjat kokoh menjadi kunci agar stek tidak membusuk dan bisa merambat naik, baik di lahan, pot, maupun saat menanam buah naga di ember.

  1. Siapkan media berpori: Campur tanah, pasir, dan pupuk kandang atau kompos matang, lalu tambahkan sekitar 300 gram dolomit atau kapur pertanian untuk memenuhi kebutuhan kalsium. Pastikan media cepat kering karena buah naga membutuhkan tanah berdrainase baik dan tidak tahan "kaki basah".

  2. Pasang tiang panjat: Tiang penopang biasanya dibuat permanen dari beton berbentuk pilar atau silinder berdiameter 10-15 cm, tinggi 2-2,5 meter, dan ditanam sedalam 50 cm agar kuat berdiri. Penyangga ini wajib ada sejak awal.

  3. Tancapkan stek dangkal: Tanam stek maksimal beberapa sentimeter saja ke dalam media untuk menekan risiko busuk. Tancapkan ujung yang berkalus sekitar 5-7 cm dan pastikan posisinya tegak sesuai arah tumbuh aslinya di tanaman induk.

  4. Ikat ke tiang: Ikat batang agar menempel pada tiang, namun jangan terlalu kencang supaya tidak melukai batang dan memberi ruang gerak pertumbuhan. Akar-akar udara nantinya akan mencengkeram penyangga sebagai pegangan untuk memanjat.

  5. Atur cahaya dan siram pertama: Letakkan stek di cahaya terang tidak langsung selama sekitar 10 hari pertama, lalu biasakan secara bertahap ke matahari penuh dalam sepekan. Siram sekali setelah tanam, kemudian tunggu media mengering sebelum menyiram lagi karena kelebihan air bisa membusukkan stek.

Pentingnya tiang panjat ditegaskan sebuah laporan Purdue University, dikutip dari Purdue University, "Tanpa penyangga yang kuat, ruas-ruas tanaman akan menjalar di tanah, tempat mereka mudah membusuk dan terkena hama, serta tidak akan matang dengan baik untuk menghasilkan bunga." Sebagaimana dikutip dari MasterClass, buah naga membutuhkan lokasi dengan minimal enam jam sinar matahari langsung setiap hari. Anda juga dapat mencoba pola serupa saat menanam buah naga di pekarangan rumah.

Cara Merawat Buah Naga dari Batang agar Cepat Berbuah

Perawatan rutin adalah penentu utama keberhasilan cara menanam buah naga dari batang. Pola merawat tanaman buah naga yang benar akan membuat tanaman kokoh, produktif, dan berumur panjang.

  1. Siram seperlunya: Penyebab nomor satu kegagalan perbanyakan buah naga adalah kelebihan air. Siram hanya ketika 2 cm bagian atas media benar-benar kering.

  2. Pemupukan bertahap: Gunakan NPK seimbang pada fase daun, lalu beralih ke pupuk tinggi fosfor dan kalium saat mulai berbunga. Saat tanaman berbunga, aplikasikan TSP dan KCL atau NPK 15-15-15 untuk merangsang pembungaan.

  3. Pemangkasan: Buang tunas air dan batasi jumlah cabang produktif, idealnya 3-4 cabang per tiang. Setelah batang utama mencapai puncak tiang, pangkas ujungnya agar keluar cabang lateral, dan pemangkasan rutin memperbaiki sirkulasi udara.

  4. Bantu penyerbukan: Bunga buah naga mekar pada malam hari dan penyerbukan alami dibantu serangga nokturnal seperti ngengat atau kelelawar. Banyak varietas populer tidak dapat menyerbuk sendiri, sehingga serbuk sari perlu dipindahkan antar-varietas memakai kuas kecil.

  5. Cegah penyakit dan pakai sarung tangan: Waspadai kutu putih, kutu perisai, antraknosa, serta busuk batang dan akar akibat kelebihan air atau hujan. Kenakan sarung tangan pelindung karena duri di sepanjang batang tajam.

Soal air, sebuah panduan Royal Horticultural Society, dikutip dari Royal Horticultural Society, menegaskan, "Perlakukan ia seperti kaktus, bukan seperti pakis. Kelebihan air jauh lebih sering menjadi masalah dibanding kekurangan air." Merujuk Gardener's Path, banyak pekebun profesional memakai pupuk kandang sapi, dan peneliti University of Hawaii menganjurkan sekitar empat kilogram (9 pon) kotoran sapi matang per tanaman dewasa, bukan yang masih segar karena kandungan nitrogennya bisa membakar tanaman.

Tentang pembuahan, Dr. Reed menambahkan, dikutip dari University of California Division of Agriculture and Natural Resources, "Penyerbukan silang ini penting untuk banyak varietas komersial yang paling diminati. Langkah sederhana ini bisa menjadi penentu antara bunga yang layu dan tanaman yang menghasilkan buah seberat setengah kilogram."

Baca juga: cara merangsang pohon buah naga agar cepat berbuah dan tips sederhana merawat pohon buah naga.

Untuk musim hujan, bungkus kuncup bunga dengan kantong plastik sebelum mekar agar serbuk sari terlindung dari air hujan dan penyerbukan manual ideal dilakukan malam hari sekitar pukul 20.30 saat bunga mekar sempurna.

Kesalahan yang Membuat Stek Buah Naga Gagal Tumbuh

Meski tergolong mudah, ada sejumlah kesalahan yang kerap membuat stek gagal berakar. Mengenalinya sejak awal membantu pemula menghindari kegagalan, terutama jika ingin memilih jenis pohon buah naga yang cepat panen.

  • Menyiram terlalu sering: Media yang selalu becek membuat pangkal stek membusuk; ini penyebab utama kegagalan perbanyakan buah naga.

  • Menanam tanpa mengeringkan stek: Stek perlu dikeringkan 5-7 hari di tempat teduh agar terbentuk kalus yang melindungi dari pembusukan.

  • Menanam terlalu dalam: Cukup benamkan pangkal satu hingga dua inci saja lalu padatkan media di sekitarnya agar stek tegak.

  • Tidak memasang tiang panjat: Sebagai kaktus pemanjat, buah naga tidak mampu menopang bobotnya sendiri.

  • Kekurangan sinar matahari: Sebagaimana disampaikan University of Florida IFAS Extension, kurangnya cahaya menjadi penyebab utama tanaman enggan berbunga dan berbuah.

  • Media padat dan tergenang: Kelebihan air atau curah hujan berlebih memicu busuk batang dan akar.

  • Memakai batang muda atau sakit: Pilih selalu batang tua yang keras dan bebas penyakit agar cadangan nutrisinya cukup untuk memicu tunas.

Dilansir dari Almanac, buah naga tumbuh cepat sehingga perlu dipindah ke pot yang lebih besar secara berkala, dengan musim semi sebagai waktu terbaik untuk repotting. Untuk perakaran, suhu ideal yang memicu stek berakar berkisar 24-29 derajat Celsius. Simak pula ragam tanaman buah dengan bunga menarik serta tanaman beraroma wangi di malam hari yang cocok berdampingan dengan buah naga. Baca juga: tips memilih buah naga yang manis dan segar dan penyebab buah naga tumbuh kecil dan tidak manis.

Pertanyaan dan Jawaban Seputar Menanam Buah Naga dari Batang

Q: Berapa lama buah naga dari batang mulai berbuah?

A: Waktu berbuah bergantung pada ukuran stek dan kualitas perawatan. Tanaman umumnya siap dipanen pada usia sekitar 10-12 bulan dari masa tanam, dan secara umum buah naga mulai berbuah pada umur 1-2 tahun serta dapat produktif hingga 20 tahun.

Q: Apakah batang buah naga harus dikeringkan dulu sebelum ditanam?

A: Ya, pengeringan adalah tahap wajib. Biarkan ujung potongan mengering di tempat teduh selama beberapa hari sampai terbentuk kalus, karena lapisan ini mencegah pembusukan dan serangan jamur ketika stek ditanam.

Q: Apakah buah naga dari batang bisa ditanam di pot atau ember?

A: Bisa, asalkan wadah dan perawatannya sesuai. Buah naga tetap dapat berbuah di ember selama ukurannya cukup besar, minimal berdiameter sekitar 40 cm, dengan media dan perawatan yang tepat, ditambah media berpori, tiang penyangga, serta sinar matahari penuh.

Selain urusan budidaya, banyak pekebun rumahan juga penasaran dengan manfaat buah naga untuk kesehatan, manfaat buah naga untuk kecantikan, hingga manfaat buah naga untuk wanita. Dengan memulai dari stek batang yang sehat, mengeringkannya hingga berkalus, lalu menanamnya di media berpori berpenyangga kuat, siapa pun bisa memetik buah manis dari pekaranganya sendiri sekaligus menikmati manfaat buah naga untuk kesehatan dan kecantikan.

Baca informasi kesehatan terbaru di Kesehatan Liputan6