7 Cara Mengepel Lantai, Bersih Maksimal Tanpa Meninggalkan Residu

Cara mengepel lantai secara efektif memerlukan alat dan larutan tepat sesuai jenis lantai.

Diterbitkan 29 September 2026, 10:08 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Cara mengepel lantai perlu dilakukan dengan teknik yang tepat agar permukaan rumah bersih tanpa meninggalkan noda atau residu. Pemilihan alat serta cairan pembersih juga perlu disesuaikan dengan material lantai yang akan dibersihkan.

Mengetahui cara mengepel lantai yang benar dapat membantu mengangkat debu, kotoran, dan noda secara lebih efektif. Permukaan vinyl, keramik, hingga jenis lantai lainnya membutuhkan penanganan yang sesuai agar tetap terawat.

Selain teknik, cara mengepel lantai juga perlu memperhatikan kondisi alat pel dan jumlah air yang digunakan. Pel yang terlalu basah justru dapat meninggalkan genangan atau berisiko merusak permukaan tertentu.

Berikut Liputan6.com merangkum dari The Spruce tentang cara mengepel lantai, Selasa (29/9/2026).

1. Bersihkan Debu dan Kotoran Terlebih Dahulu

Sebelum mulai mengepel, sapu atau gunakan penyedot debu untuk menghilangkan debu, rambut, pasir, dan kotoran yang masih menempel di permukaan lantai.

Langkah ini sebaiknya tidak dilewati karena kotoran yang bercampur dengan air dapat berubah menjadi lumpur dan membuat lantai terasa lengket setelah dipel. Membersihkan permukaan terlebih dahulu juga membantu proses mengepel menjadi lebih efektif.

2. Pilih Alat Pel dan Cairan Pembersih yang Sesuai

Gunakan alat pel dan cairan pembersih yang sesuai dengan jenis lantai di rumah. Pel spons dapat digunakan untuk permukaan vinyl yang halus, sedangkan pel uap bisa membantu mengatasi noda membandel pada nat di antara ubin keramik.

Cairan pembersih juga perlu disesuaikan dengan material lantai. Untuk lantai kayu, hindari penggunaan bahan seperti cuka dan pemutih karena dapat merusak permukaannya. Pilih produk yang memang dibuat untuk lantai kayu yang telah dilapisi pelindung agar proses pembersihan tetap aman.

3. Siapkan Dua Ember

Gunakan dua ember untuk memisahkan air yang digunakan mencuci pel dan air untuk membilasnya. Isi kedua ember dengan air panas atau air hangat sesuai kebutuhan, kemudian tambahkan cairan pembersih ke ember pertama. Takaran cairan sebaiknya mengikuti petunjuk yang tertera pada label produk.

Penggunaan dua ember membantu menjaga air bilasan tetap bersih sehingga kotoran yang sudah terangkat dari lantai tidak mudah kembali menempel saat pel digunakan lagi.

4. Mulai Mengepel Secara Bertahap

Celupkan kepala pel ke dalam ember berisi air dan cairan pembersih, kemudian peras hingga kondisinya lembap. Hindari menggunakan pel yang terlalu basah karena air dalam jumlah berlebihan dapat merusak beberapa jenis permukaan lantai.

Setelah itu, bagi lantai menjadi beberapa bagian agar proses pembersihan lebih teratur. Pel satu bagian terlebih dahulu, misalnya area berukuran sekitar 5–6 kaki persegi, kemudian bergerak mundur selama mengepel agar tidak menginjak permukaan yang sudah dibersihkan.

Teknik gerakan dapat disesuaikan dengan jenis pel. Pel spons dapat digerakkan dalam garis lurus, sedangkan pel kain dapat digunakan dengan gerakan membentuk angka delapan untuk membantu mengangkat kotoran dari permukaan lantai.

5. Bilas Pel dan Ulangi Prosesnya

Setelah satu bagian lantai selesai dipel, bilas kepala pel secara menyeluruh menggunakan ember berisi air bersih. Celupkan pel beberapa kali, kemudian peras untuk mengeluarkan sebanyak mungkin air kotor dari kepala pel.

Setelah pel kembali bersih, lanjutkan ke bagian lantai berikutnya. Ulangi proses mengepel dan membilas tersebut sampai seluruh permukaan lantai selesai dibersihkan. Cara ini membantu mencegah air kotor menyebarkan kembali debu dan kotoran ke area yang telah dibersihkan.

6. Lakukan Pembilasan Terakhir

Setelah seluruh lantai selesai dipel menggunakan cairan pembersih, lakukan satu kali pengepelan terakhir dengan air bilasan yang masih bersih. Tahap ini bertujuan mengangkat sisa kotoran sekaligus memastikan tidak ada residu cairan pembersih yang tertinggal di permukaan.

Pembilasan terakhir penting dilakukan karena sisa deterjen yang mengering dapat membuat lantai terlihat kurang bersih dan meninggalkan lapisan pada permukaannya.

7. Biarkan Lantai hingga Kering

Setelah selesai mengepel, bilas alat pel dan ember sampai bersih, lalu biarkan keduanya benar-benar kering sebelum disimpan. Selama lantai masih dalam kondisi basah, sebaiknya hindari berjalan di atasnya agar tidak meninggalkan jejak atau membawa kembali kotoran ke permukaan yang telah dibersihkan.

Untuk mempercepat proses pengeringan, lantai dapat dikeringkan menggunakan alat pembersih karet atau kain bersih. Setelah permukaannya benar-benar kering, peralatan mengepel juga sebaiknya disimpan dalam kondisi kering agar tetap bersih dan siap digunakan kembali.

Alat dan Bahan Mengepel

Alat:

  • Penyedot debu atau sapu dan pengki
  • Alat pel
  • Dua ember
  • Spons

Bahan:

  • Cairan pembersih lantai
  • Pembersih rumah tangga yang sesuai dengan jenis lantai jika diperlukan

Pertanyaan Seputar Cara Mengepel Lantai

Apa saja perlengkapan dasar yang dibutuhkan untuk mengepel lantai?

Perlengkapan dasarnya meliputi sapu dan pengki atau penyedot debu, alat pel, dua ember, dan spons. Siapkan pula cairan pembersih lantai yang sesuai dengan jenis permukaan.

Mengapa lantai perlu disapu atau disedot debu sebelum dipel?

Langkah ini membantu mengangkat debu, rambut, pasir, dan kotoran yang masih berserakan. Jika langsung dipel, kotoran tersebut dapat bercampur dengan air dan membuat permukaan menjadi lebih kotor atau lengket.

Bagaimana cara menggunakan dua ember saat mengepel?

Satu ember digunakan untuk mencampurkan air dan cairan pembersih, sedangkan ember lainnya berisi air bersih untuk membilas pel. Cara ini membantu mengurangi penyebaran kotoran kembali ke lantai.

Bagaimana cara mencegah residu cairan pembersih tertinggal di lantai?

Setelah proses pengepelan selesai, lakukan pembilasan terakhir menggunakan air bersih. Pastikan pel sudah diperas dengan baik agar tidak terlalu basah dan gunakan air bilasan yang masih bersih.

Seberapa sering sebaiknya lantai dipel?

Lantai umumnya dapat dipel setidaknya satu kali dalam seminggu, terutama pada area yang digunakan setiap hari. Ruangan dengan lalu lintas tinggi, seperti dapur, kamar mandi, lorong, dan area masuk, sebaiknya lebih rutin dibersihkan.

Baca informasi kesehatan terbaru di Kesehatan Liputan6