8 Tips Pakaian Tidak Bau Apek, Jangan Abaikan Cara Pengeringannya

Tips pakaian tidak bau apek dapat diterapkan untuk mengatasi aroma tidak sedap yang muncul akibat penumpukan minyak tubuh, kotoran, dan kelembapan pada kain.

Diterbitkan 28 September 2026, 17:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Tips pakaian tidak bau apek penting diperhatikan agar kain tetap terasa segar dan nyaman digunakan. Aroma kurang sedap biasanya berkaitan dengan pakaian yang masih menyimpan kelembapan setelah dicuci atau digunakan.

Menerapkan tips pakaian tidak bau apek tidak hanya berkaitan dengan proses mencuci, tetapi juga cara mengeringkan dan menyimpan pakaian. Kain sebaiknya tidak dibiarkan basah terlalu lama sebelum mendapatkan sirkulasi udara yang cukup.

Dengan memahami tips pakaian tidak bau apek, pakaian dapat dirawat dengan lebih tepat sehingga kesegarannya lebih terjaga. Kebiasaan sederhana seperti segera mengeringkan kain dan memastikan kondisinya benar-benar kering sebelum disimpan dapat membantu mencegah aroma lembap.

Berikut Liputan6.com merangkum dari Grazia Magazine tentang tips pakaian tidak bau apek, Senin (28/9/2026).

1. Jangan membiarkan pakaian basah terlalu lama

Segera pindahkan pakaian setelah siklus pencucian selesai agar tidak terlalu lama berada dalam kondisi lembap. Pakaian yang tertinggal di dalam mesin cuci atau menumpuk di tempat yang basah lebih mudah mengalami perubahan aroma. Semakin lama kain berada dalam lingkungan hangat dan lembap, semakin besar peluang bakteri penyebab bau berkembang dan menempel pada serat pakaian.

2. Gunakan deterjen sesuai takaran

Menambahkan deterjen atau pelembut dalam jumlah lebih banyak tidak selalu membuat pakaian menjadi lebih bersih atau harum. Penggunaan yang berlebihan justru dapat meninggalkan residu pada permukaan kain.

Sisa tersebut dapat menumpuk dari waktu ke waktu dan menjadi tempat yang mendukung berkembangnya mikroorganisme penyebab bau. Gunakan deterjen sesuai takaran yang dianjurkan agar proses pencucian tetap efektif tanpa meninggalkan terlalu banyak sisa produk.

3. Hindari mengisi mesin cuci terlalu penuh

Mesin cuci membutuhkan ruang yang cukup agar air dan deterjen dapat bergerak di antara pakaian. Muatan yang terlalu padat membuat proses pencucian dan pembilasan menjadi kurang optimal karena kotoran, keringat, serta aroma tidak sedap dapat tetap terperangkap di serat kain. Memberi ruang yang cukup juga membantu setiap pakaian terkena air dan deterjen secara lebih merata sehingga hasil cucian lebih bersih.

4. Sesuaikan siklus dan suhu pencucian

Pemilihan siklus dan suhu pencucian sebaiknya disesuaikan dengan kondisi pakaian. Air dingin dapat digunakan untuk banyak jenis cucian, tetapi pakaian yang banyak terkena keringat mungkin membutuhkan pengaturan suhu yang lebih hangat jika label perawatannya memungkinkan.

Siklus cepat juga belum tentu cocok untuk pakaian dengan bau yang sudah menempel atau bahan yang lebih tebal, seperti handuk dan denim. Untuk cucian yang lebih kotor dari biasanya, siklus yang lebih lama dapat memberikan waktu tambahan agar kotoran dan bau terangkat dengan lebih baik.

5. Pisahkan pakaian berdasarkan ketebalan bahan

Memisahkan pakaian tidak hanya perlu dilakukan berdasarkan warna, tetapi juga bisa mempertimbangkan ketebalan bahan. Handuk dan selimut yang tebal memiliki kebutuhan pencucian dan pengeringan yang berbeda dari pakaian berbahan ringan.

Jika semuanya dicampur dalam satu muatan, proses pencucian maupun pengeringan dapat berlangsung tidak merata. Sebagian pakaian mungkin masih menyimpan kelembapan ketika cucian lainnya sudah lebih dahulu kering, sehingga kondisi tersebut dapat memicu munculnya aroma apek.

6. Manfaatkan sinar matahari dan sirkulasi udara

Menjemur pakaian di tempat yang mendapat sinar matahari dan memiliki sirkulasi udara yang baik dapat membantu mengurangi aroma lembap. Sinar matahari dapat membantu menjaga pakaian tetap segar, sementara aliran udara membantu menghilangkan kelembapan yang tersisa pada kain.

Jika cuaca memungkinkan, menjemur pakaian di luar ruangan bisa menjadi pilihan sederhana. Saat harus menjemur di dalam rumah, beri jarak antarpakaian agar udara dapat bergerak dengan lebih leluasa.

7. Keringkan pakaian hingga benar-benar tuntas

Proses pengeringan sebaiknya dilakukan segera setelah pencucian selesai. Pakaian basah yang dibiarkan menumpuk atau berada di ruangan lembap akan lebih mudah menimbulkan bau apek. Jika menggunakan mesin pengering, jangan memasukkan pakaian terlalu banyak agar proses pengeringan berlangsung merata.

Sementara itu, pakaian yang dijemur di dalam ruangan perlu dibentangkan dengan baik dan tidak saling bertumpuk. Pastikan seluruh bagian kain benar-benar kering sebelum dilipat atau disimpan di lemari.

8. Gunakan rendaman cuka untuk bau yang membandel

Jika bau apek masih tertinggal setelah proses pencucian, rendaman cuka putih dapat menjadi salah satu pilihan untuk membantu menguranginya. Grazia menyarankan larutan satu cangkir cuka putih dengan sekitar 3,8 liter air untuk merendam pakaian selama setidaknya satu jam, kemudian pakaian dicuci seperti biasa. Cara ini dapat digunakan ketika aroma pada kain cukup membandel dan tidak hilang setelah pencucian biasa.

Menjaga pakaian agar tidak bau apek sebenarnya tidak harus dilakukan dengan cara yang rumit. Kebiasaan sederhana seperti segera memindahkan cucian, mengatur kapasitas mesin cuci, menggunakan deterjen sesuai takaran, memilih siklus yang tepat, serta memastikan pakaian benar-benar kering dapat membantu mencegah aroma tidak sedap. Dengan memperhatikan beberapa hal tersebut, pakaian dapat tetap terasa bersih dan segar setelah dicuci.

Pertanyaan Seputar Tips Pakaian Tidak Bau Apek

Apa penyebab pakaian tetap bau apek setelah dicuci?

Pakaian dapat tetap berbau apek ketika terlalu lama berada dalam kondisi lembap, baik sebelum maupun setelah dicuci. Residu deterjen dan pelembut yang menumpuk pada kain, muatan mesin cuci yang terlalu penuh, serta proses pengeringan yang kurang optimal juga dapat membuat aroma tidak sedap bertahan pada pakaian.

Apakah terlalu banyak deterjen bisa membuat pakaian bau apek?

Bisa. Penggunaan deterjen secara berlebihan dapat meninggalkan residu pada serat kain. Sisa tersebut justru dapat membuat kotoran dan mikroorganisme lebih mudah menempel sehingga pakaian tidak terasa benar-benar segar. Karena itu, gunakan deterjen sesuai takaran yang dianjurkan pada kemasan.

Mengapa pakaian perlu segera dikeringkan setelah dicuci?

Pakaian yang dibiarkan dalam keadaan basah terlalu lama berada pada kondisi yang mendukung munculnya bau tidak sedap. Setelah siklus pencucian selesai, segera pindahkan pakaian untuk dikeringkan. Pastikan setiap bagian kain benar-benar kering sebelum dilipat atau disimpan agar kelembapan tidak terperangkap.

Apakah menjemur pakaian di bawah sinar matahari dapat membantu mengurangi bau apek?

Ya, sinar matahari dan sirkulasi udara dapat membantu mengurangi aroma lembap pada pakaian. Menjemur di tempat yang memiliki aliran udara baik juga membuat kain lebih cepat kering. Jika harus menjemur di dalam ruangan, beri jarak antarpakaian agar udara dapat bergerak dan tidak membuat kain saling menumpuk.

Apa yang bisa dilakukan jika bau apek masih menempel pada pakaian?

Jika aroma tetap bertahan setelah pencucian, salah satu cara yang disebutkan Grazia adalah merendam pakaian dalam campuran satu cangkir cuka putih dan sekitar 3,8 liter air selama minimal satu jam, kemudian mencucinya seperti biasa. Cara ini dapat dicoba pada pakaian yang mengalami bau membandel, dengan tetap memperhatikan petunjuk perawatan pada label pakaian.

Baca informasi kesehatan terbaru di Kesehatan Liputan6