Cara Membuat Lilin dari Minyak Jelantah, Panduan Lengkap Ubah Limbah Dapur Jadi Lilin Aromaterapi

Cara membuat lilin dari minyak jelantah cukup mudah, jernihkan minyak lalu campur parafin atau stearin, beri pewangi, dan tuang ke wadah bersumbu hingga membeku

Diterbitkan 01 Oktober 2026, 19:44 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta Cara membuat lilin dari minyak jelantah pada dasarnya hanya membutuhkan minyak yang sudah dijernihkan, bahan pengeras seperti parafin atau stearin, serta sumbu. Minyak dipanaskan, dicampur pengeras, diberi pewarna dan pewangi, lalu dituang ke wadah bersumbu sampai membeku.

Seluruh prosesnya bisa selesai dalam waktu singkat memakai peralatan dapur biasa. Dengan bahan yang murah, cara membuat lilin dari minyak jelantah ini menyulap limbah menjadi lilin aromaterapi yang wangi sekaligus bernilai jual.

Berdasarkan data Traction Energy Asia, volume minyak jelantah dari rumah tangga di Indonesia dapat mencapai 1,2 juta kiloliter per tahun sehingga sayang bila dibuang begitu saja. Alih-alih menyumbat saluran air dan mencemari tanah, minyak bekas ini bisa diubah menjadi produk bernilai ekonomis seperti lilin aromaterapi.

Menyiapkan dan Menjernihkan Minyak Jelantah

Langkah pertama cara membuat lilin dari minyak jelantah adalah memurnikan minyaknya supaya jernih dan tidak berbau gorengan. Minyak yang masih kotor akan menghasilkan lilin yang berasap dan beraroma tengik ketika dinyalakan.

Teknik penjernihan yang umum adalah menyaring minyak lalu merendamnya dengan arang aktif untuk menyerap bau. Sekelompok mahasiswa bahkan memfiltrasi minyak jelantah menggunakan tanah lempung selama tiga hari sebelum mengolahnya menjadi lilin.

  1. Saring kotoran kasar: Tuang minyak jelantah melalui saringan halus atau kain untuk membuang remah gorengan dan kerak hitam yang tersisa.

  2. Endapkan minyak: Diamkan minyak selama kurang lebih tiga hari agar sisa kotoran mengendap di dasar wadah, lalu ambil bagian yang bening di atasnya.

  3. Rendam dengan arang: Masukkan potongan arang aktif dan diamkan minimal satu jam, atau masak sebentar bersama arang, untuk menghilangkan bau dan menjernihkan warna.

  4. Saring ulang dengan kain: Setelah minyak agak dingin, saring kembali melalui kain tipis agar partikel terhalus benar-benar hilang.

  5. Simpan dalam wadah tertutup: Tampung minyak yang sudah bersih ke dalam botol tertutup hingga siap dipakai. Metode penjernihan seperti ini juga dipakai saat memanfaatkan minyak jelantah menjadi sabun.

Cara Membuat Lilin dari Minyak Jelantah dengan Parafin dan Stearin

Setelah minyak siap, tahap inti cara membuat lilin dari minyak jelantah adalah mencampurnya dengan bahan pengeras supaya lilin dapat memadat dan berdiri kokoh. Parafin dan stearin (asam stearat) adalah dua pengeras yang paling sering dipakai.

Minyak jelantah mengandung lemak dan hidrokarbon yang menjadikannya bahan baku lilin yang layak. Umumnya minyak dan pengeras dicampur dengan perbandingan 1:1, misalnya satu kilogram minyak dengan satu kilogram parafin.

  1. Panaskan minyak dan pengeras: Masukkan minyak jelantah bersih dan parafin (atau stearin) ke dalam panci dengan takaran seimbang, lalu panaskan di atas api sedang.

  2. Aduk hingga larut: Aduk terus sampai parafin lumer sempurna dan menyatu dengan minyak, kemudian matikan api agar campuran tidak gosong.

  3. Beri pewarna: Tambahkan serutan krayon atau pewarna lilin dan aduk rata bila ingin lilin tampil berwarna-warni.

  4. Masukkan pewangi: Teteskan essential oil, minyak kayu putih, atau parfum saat suhu sedikit turun supaya aromanya tidak cepat menguap. Cara ini mirip dengan teknik membuat lilin aromaterapi sendiri di rumah.

  5. Pasang sumbu: Siapkan benang kasur katun sebagai sumbu; Anda juga bisa memanfaatkan sumbu dari lilin biasa. Tegakkan sumbu di tengah wadah dengan bantuan tusuk gigi atau potongan kardus.

  6. Tuang dan bekukan: Tuang cairan lilin ke dalam gelas atau toples, diamkan sampai setengah beku untuk merapikan sumbu, lalu biarkan mengeras sempurna sebelum dinyalakan.

Metode ini serupa dengan yang diajarkan mahasiswa dalam berbagai pelatihan, dan hasilnya memang caranya mudah diikuti pemula.

Cara Membuat Lilin dari Minyak Jelantah Tanpa Parafin

Bila ingin pilihan yang lebih ramah lingkungan, cara membuat lilin dari minyak jelantah juga bisa dilakukan tanpa parafin sama sekali. Anda dapat menggantinya dengan lilin nabati seperti soy wax atau lilin lebah, atau bahkan menjadikan minyak sebagai pelita darurat.

  1. Siapkan penyangga sumbu: Gunakan klip kertas atau kawat kecil yang dibengkokkan sebagai dudukan sumbu agar berdiri tegak dari dasar hingga permukaan wadah.
  2. Lelehkan minyak dan lilin nabati: Panaskan minyak jelantah bersih hingga mencair, jangan sampai mendidih, lalu campurkan soy wax atau lilin lebah kira-kira satu bagian lilin untuk sepuluh bagian minyak.

  3. Tambahkan aroma alami: Masukkan essential oil favorit setelah api dimatikan supaya wanginya tahan lebih lama.

  4. Tuang ke wadah: Tuang campuran ke gelas atau kaleng, celupkan ujung sumbu agar ikut meresap, lalu rapikan posisinya di tengah.

  5. Dinginkan hingga memadat: Beri waktu pendinginan yang cukup agar lilin mengeras merata. Untuk keperluan darurat, minyak jelantah bersih pun bisa langsung dijadikan pengganti lilin saat listrik padam hanya dengan sumbu kapas.

Sebagai catatan, Anda juga bisa mendaur ulang tetesan lilin lama bersama minyak jelantah. Ada banyak inspirasi untuk memanfaatkan sisa lilin menjadi karya baru yang lebih hemat.

Tips agar Lilin Minyak Jelantah Wangi, Awet, dan Aman

Keberhasilan cara membuat lilin dari minyak jelantah tidak berhenti di proses menuang, tetapi juga pada perawatan dan pemilihan aroma. Beberapa penyesuaian kecil bisa membuat lilin lebih tahan lama, harum, dan aman digunakan.

  • Pangkas sumbu secara rutin: Potong sumbu hingga sekitar 0,5 sampai 1 sentimeter sebelum dinyalakan agar api stabil dan tidak menghasilkan jelaga berlebih.
  • Pilih wadah kaca atau logam: Wadah yang tidak mudah menghantarkan panas berlebihan membantu lilin terbakar merata dan mencegah minyak terlalu panas.

  • Sesuaikan aroma dengan suasana: Lavender cocok untuk menenangkan, sedangkan sitrus dan mint membuat ruangan lebih segar; aroma lavender bahkan dikenal membantu menurunkan stres.

  • Tambahkan serai sebagai pengusir serangga: Mengacu pada studi dalam International Journal of Agriculture, Environment and Bioresearch, minyak jelantah dapat diolah menjadi lilin pengusir serangga dengan tambahan ekstrak serai yang kaya senyawa citral dan geraniol

  • Jaga sirkulasi udara: Membakar lilin berkontribusi pada buruknya kualitas udara dan meningkatkan risiko paparan zat kimia yang mengkhawatirkan.

  • Perhatikan pengguna sensitif: Hindari membakar lilin terlalu lama di ruangan tertutup, terutama bila ada pasien asma atau orang yang sensitif terhadap wewangian.

  • Simpan di tempat sejuk dan gelap: Penyimpanan yang tepat menjaga tekstur lilin tetap baik dan memperpanjang usia pemakaiannya. Anda bisa memadukannya dengan tips penggunaannya agar hasilnya maksimal.

Baca juga: Cara Membuat Lilin Aromaterapi yang Wangi dan Estetik

Selain aromanya yang menenangkan, minyak jelantah punya banyak kegunaan lain di rumah, mulai dari sabun hingga pelumas alami untuk mencegah karat. Merujuk laporan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, volume limbah minyak jelantah pada 2021 diperkirakan mencapai 1,6 juta kiloliter, sebuah angka yang menegaskan pentingnya ekonomi sirkular. Sebagaimana diungkapkan World Economic Forum, minyak jelantah juga dapat diolah menjadi bahan bakar terbarukan yang menekan emisi. Kini masyarakat bisa ikut program pengumpulan minyak jelantah, menjualnya untuk biodiesel, atau mengubahnya menjadi biofuel ramah lingkungan sebelum akhirnya memilih membuatnya menjadi lilin sendiri di rumah.

Pertanyaan dan Jawaban Seputar Cara Membuat Lilin dari Minyak Jelantah

Apakah lilin dari minyak jelantah aman digunakan?

Lilin dari minyak jelantah aman digunakan selama minyaknya sudah dijernihkan, sumbunya dipangkas, dan dibakar di ruangan dengan sirkulasi udara yang baik. Batasi durasi penyalaan dan jauhkan dari orang yang sensitif terhadap wewangian atau memiliki gangguan pernapasan.

Bagaimana cara agar lilin dari minyak jelantah tidak berbau gorengan?

Kunci utamanya ada pada penjernihan minyak, yaitu menyaring, mengendapkan, dan merendamnya dengan arang aktif untuk menyerap bau. Setelah itu, tambahkan essential oil atau parfum secukupnya agar aroma khas gorengan benar-benar tertutup wangi yang menyenangkan.

Berapa perbandingan minyak jelantah dan parafin untuk membuat lilin?

Perbandingan yang umum dipakai adalah 1:1, misalnya satu kilogram minyak jelantah dengan satu kilogram parafin atau stearin. Semakin banyak pengeras, lilin akan semakin keras, sehingga takaran bisa disesuaikan dengan tekstur yang diinginkan.

Baca informasi kesehatan terbaru di Kesehatan Liputan6