Liputan6.com, Jakarta - Menyimpan bahan dapur sering kali menjadi tantangan, terutama ketika ruang yang tersedia terbatas. Bumbu, bahan kering, sayuran, hingga stok makanan bisa cepat menumpuk dan membuat meja maupun lemari dapur terasa penuh. Padahal, cara penyimpanan yang tepat bukan hanya membantu menghemat tempat, tetapi juga dapat menjaga bahan makanan tetap dalam kondisi baik dan lebih mudah ditemukan saat dibutuhkan.
Tidak semua bahan dapur harus disimpan di dalam lemari atau memenuhi ruang kulkas. Ada sejumlah area yang sering terabaikan, seperti bagian belakang pintu, sisi lemari, sudut kosong, hingga ruang vertikal yang sebenarnya bisa dimanfaatkan untuk penyimpanan. Dengan sedikit penataan, area kecil tersebut dapat membantu menampung lebih banyak bahan tanpa membuat dapur terlihat sesak.
Karena itu, mengetahui cara simpan bahan dapur agar awet dan tidak makan ruang bisa menjadi solusi praktis, terutama bagi pemilik dapur mungil. Selain membuat ruangan terasa lebih lega, penyimpanan yang terorganisir juga memudahkan saat mengambil bahan dan membantu menghindari bahan makanan terlupakan hingga akhirnya terbuang. Lantas bagaimana cara simpan bahan dapur agar awet dan tidak makan ruang? Melansir dari berbagai sumber, Selasa (16/9/2026), simak ulasan informasinya berikut ini.
Advertisement
1. Manfaatkan Bagian Belakang Pintu Lemari untuk Bumbu Kering
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9290815/original/076133400_1783496222-Rak_di_Balik_Pintu_Kabinet.jpg)
Bagian belakang pintu lemari dapur sering menjadi area kosong yang sebenarnya cukup berguna untuk menyimpan bahan-bahan berukuran kecil. Bumbu kering seperti bubuk lada, ketumbar, kunyit, kaldu, oregano, atau berbagai rempah kemasan dapat ditempatkan pada rak tipis yang dipasang di bagian tersebut. Cara ini membuat ruang utama di dalam lemari tetap bisa digunakan untuk bahan berukuran lebih besar, sementara area pintu dimanfaatkan sebagai tempat penyimpanan tambahan.
Agar bahan tetap awet, gunakan wadah yang memiliki tutup rapat dan sesuai dengan ukuran isinya. Bumbu kering sebaiknya tidak dibiarkan dalam kemasan yang sudah terbuka karena udara lembap dapat membuat teksturnya menggumpal dan kualitasnya menurun. Beri label pada setiap wadah agar bahan mudah dikenali dan perhatikan tanggal kedaluwarsa. Simpan rak pintu tersebut jauh dari sumber panas dan uap, misalnya kompor atau area yang sering terkena cipratan air.
Namun, jangan membuat rak belakang pintu terlalu berat atau terlalu penuh. Beban berlebihan dapat membuat engsel pintu bekerja lebih keras dan menyulitkan pintu untuk menutup sempurna. Pilih rak tipis dengan kapasitas sesuai kebutuhan, kemudian kelompokkan bahan berdasarkan jenisnya. Dengan begitu, area yang sebelumnya tidak digunakan dapat berubah menjadi ruang penyimpanan praktis tanpa membuat meja dapur atau kabinet utama semakin sesak.
Advertisement
2. Gunakan Wadah Kedap Udara untuk Bahan Kering dan Susun Secara Vertikal
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9290813/original/051311800_1783496222-Cover.jpg)
Bahan makanan kering seperti tepung, gula, beras, pasta, sereal, kacang-kacangan, dan berbagai bahan baking dapat memakan banyak ruang jika disimpan dalam kemasan yang bentuknya tidak beraturan. Salah satu solusinya adalah memindahkannya ke wadah yang bentuknya seragam dan bisa ditumpuk. Wadah transparan juga memudahkan untuk melihat isi sehingga tidak perlu membuka satu per satu ketika mencari bahan tertentu.
Pemilihan wadah juga berpengaruh terhadap ketahanan bahan. Untuk bahan yang mudah menyerap kelembapan atau berisiko terkena serangga, gunakan wadah yang dapat ditutup rapat. Pastikan bahan yang dimasukkan benar-benar kering dan wadah sudah bersih serta kering sebelum digunakan. Hindari mencampurkan stok baru dengan sisa bahan lama karena cara tersebut dapat menyulitkan pengaturan tanggal penyimpanan dan membuat bahan lama terlupakan di bagian bawah.
Untuk menghemat ruang, manfaatkan prinsip penyimpanan vertikal. Susun wadah dengan ukuran yang seragam atau gunakan rak tambahan bertingkat di dalam kabinet. Bahan yang paling sering digunakan sebaiknya diletakkan pada posisi yang mudah dijangkau, sedangkan stok cadangan dapat ditempatkan di bagian atas atau belakang. Dengan sistem ini, kapasitas penyimpanan dapat bertambah tanpa harus memperlebar kabinet atau menambah banyak perabot di lantai dapur.
3. Manfaatkan Sisi Samping Lemari sebagai Tempat Penyimpanan Tipis
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9290817/original/099002500_1783496222-Rak_di_Balik_Panel_Geser_Dinding.jpg)
Sisi lemari dapur yang menghadap area kosong sering kali hanya menjadi bidang kosong tanpa fungsi. Padahal, bagian tersebut dapat dimanfaatkan untuk memasang rak sempit atau organizer vertikal. Area ini cocok digunakan untuk menyimpan bahan yang tidak terlalu besar, seperti botol minyak berukuran kecil, bumbu kemasan, saus, mi instan, atau stok bahan makanan tertentu yang tidak membutuhkan ruang lebar.
Supaya penyimpanan tidak mengganggu aktivitas di dapur, pilih organizer yang kedalamannya tidak terlalu besar. Pastikan pemasangannya kuat dan tidak berada di jalur orang berjalan atau dekat sumber panas. Untuk bahan cair seperti minyak dan saus, periksa tutup botol secara berkala agar tidak ada kebocoran yang dapat mengotori permukaan lemari maupun bahan lain di sekitarnya. Bahan yang sudah dibuka juga sebaiknya disimpan sesuai petunjuk pada kemasan, terutama jika membutuhkan kondisi penyimpanan tertentu.
Sistem ini sangat berguna untuk dapur berukuran kecil karena memanfaatkan bidang vertikal yang biasanya terbuang. Daripada meletakkan semua bahan di atas meja, sebagian dapat dipindahkan ke rak samping tersebut. Selain menghemat ruang kerja, bahan juga menjadi lebih mudah dikelompokkan. Pastikan tetap memberi ruang yang cukup di antara organizer dan area memasak agar bahan tidak terpapar panas secara berlebihan.
Advertisement
4. Simpan Sayuran di Laci Kulkas dengan Wadah yang Tepat
![[Bintang] 11 Ide Tempat Penyimpanan Tersembunyi di Dapur yang Sempit](https://cdn0-production-images-kly.akamaized.net/r4JSVDl98mzZ8x8eecWze8ajgK8=/640x360/smart/filters:quality(75):strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/982897/original/072484200_1441793926-8_flickr.jpg)
Sayuran memang membutuhkan ruang penyimpanan yang berbeda dari bahan kering. Memasukkan semua sayuran ke dalam kantong plastik lalu menumpuknya di kulkas justru dapat membuat ruang cepat penuh dan menyulitkan sirkulasi udara. Agar lebih hemat tempat, kelompokkan sayuran berdasarkan jenisnya dan gunakan wadah atau kantong penyimpanan yang sesuai. Sayuran juga sebaiknya tidak dicuci terlebih dahulu jika belum akan segera digunakan, karena kelembapan berlebih dapat mempercepat kerusakan pada sebagian jenis sayuran.
Laci khusus sayuran di kulkas dapat dimanfaatkan secara maksimal dengan mengatur bahan berdasarkan tingkat kematangan dan ukuran. Sayuran yang mudah layu dapat dipisahkan dari bahan yang lebih tahan lama. Gunakan wadah berukuran proporsional sehingga tidak banyak ruang terbuang di antara bahan. Jika menggunakan kantong penyimpanan, jangan mengisinya terlalu padat karena sirkulasi udara dan kondisi kelembapan tetap perlu diperhatikan.
Sebelum menyimpan, singkirkan bagian sayuran yang sudah rusak atau berlendir agar tidak mempercepat kerusakan bahan lain. Hindari pula memasukkan sayuran dalam kondisi sangat basah, kecuali metode penyimpanannya memang membutuhkan kelembapan tertentu. Dengan penataan yang lebih teratur, satu laci kulkas dapat digunakan secara efisien tanpa membuat bahan makanan menumpuk secara acak. Cara ini sekaligus memudahkan untuk menerapkan sistem first in, first out, yaitu menggunakan stok yang lebih dahulu dibeli sebelum stok baru.
5. Gunakan Organizer Bertingkat di Dalam Kabinet
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9290816/original/087587200_1783496222-Rak_Laci_Khusus_Bawah__Drawer_Organizer_.jpg)
Ruang dalam kabinet dapur sering kali sebenarnya cukup luas, tetapi tidak dimanfaatkan secara maksimal karena barang hanya disusun pada satu permukaan. Akibatnya, area bagian atas kabinet kosong sementara bahan di bawah menumpuk. Organizer bertingkat dapat membantu menciptakan beberapa lapisan penyimpanan sehingga ruang vertikal di dalam kabinet bisa digunakan dengan lebih baik.
Organizer semacam ini dapat digunakan untuk mengelompokkan bahan berdasarkan fungsi, misalnya satu tingkat untuk bumbu, satu tingkat untuk makanan kemasan, dan tingkat lainnya untuk stok bahan kering. Gunakan wadah yang mudah ditarik atau memiliki pegangan jika bahan diletakkan di bagian belakang. Dengan begitu, Anda tidak perlu mengeluarkan seluruh isi kabinet hanya untuk mengambil satu bahan. Sistem pengelompokan juga membantu mengurangi risiko bahan lama tertinggal dan terlupakan.
Agar bahan tetap awet, jangan menempatkan bahan makanan di area kabinet yang lembap atau terlalu dekat dengan pipa air yang berpotensi mengalami kebocoran. Pastikan rak dan organizer dalam kondisi kering serta mudah dibersihkan. Sebaiknya jangan menumpuk bahan terlalu tinggi karena selain menyulitkan akses, barang yang jatuh dapat merusak kemasan atau membuat isi kabinet berantakan. Penyimpanan yang rapi justru harus mengutamakan akses mudah, bukan sekadar memasukkan sebanyak mungkin barang.
Advertisement
6. Pisahkan Stok Cadangan dari Bahan yang Sedang Dipakai
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5539650/original/062175000_1774609337-9658ba8e-aa0e-46c8-9581-4a7a9f84668c.jpg)
Salah satu penyebab dapur terasa penuh adalah semua persediaan diletakkan di tempat yang sama. Bahan yang sedang digunakan bercampur dengan stok cadangan sehingga kemasan menumpuk dan sering kali sulit diketahui mana yang harus digunakan lebih dulu. Memisahkan keduanya dapat membuat ruang penyimpanan terasa lebih teratur sekaligus membantu mengontrol persediaan.
Bahan yang sedang digunakan dapat ditempatkan di area yang paling mudah dijangkau, sedangkan stok cadangan disimpan di tempat khusus. Misalnya, satu wadah atau bagian kabinet digunakan untuk menyimpan stok makanan kering yang belum dibuka. Jangan membuka kemasan cadangan sebelum bahan yang sedang digunakan benar-benar habis jika memang tidak diperlukan. Cara sederhana ini dapat mengurangi jumlah kemasan terbuka yang memenuhi meja dan kabinet.
Untuk menjaga bahan tetap awet, perhatikan tanggal kedaluwarsa dan kondisi kemasan sebelum memasukkannya ke area stok. Gunakan bahan yang lebih dahulu dibeli terlebih dahulu, kemudian letakkan stok baru di bagian belakang. Sistem sederhana ini membantu mencegah bahan tersimpan terlalu lama. Selain menghemat ruang, Anda juga dapat lebih mudah mengetahui kapan harus berbelanja sehingga tidak membeli bahan yang sebenarnya masih tersedia dalam jumlah cukup.
7. Manfaatkan Ruang Bawah Rak dan Area Vertikal yang Masih Kosong
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9300677/original/014557600_1784365794-4.jpg)
Selain sisi dan bagian dalam lemari, ruang vertikal di dapur juga bisa dimanfaatkan untuk menambah kapasitas penyimpanan. Misalnya, bagian bawah rak dapat diberi organizer gantung untuk menyimpan bahan kemasan ringan, sedangkan area dinding tertentu dapat digunakan untuk rak kecil selama pemasangannya aman. Cara ini membuat penyimpanan bergerak ke atas sehingga area meja dan lantai tidak dipenuhi barang.
Bahan yang ditempatkan di area terbuka sebaiknya dipilih dengan cermat. Hindari meletakkan bahan makanan yang mudah rusak atau sensitif terhadap panas, cahaya, dan kelembapan di dekat kompor. Area terbuka lebih cocok untuk bahan kering yang memang aman disimpan pada suhu ruang sesuai petunjuk kemasan. Jika menggunakan rak dinding, pilih lokasi yang tidak terkena cipratan air dan pastikan rak mampu menahan beban bahan yang diletakkan di atasnya.
Kunci dari metode ini adalah memanfaatkan ruang kosong tanpa membuat dapur terlihat semakin ramai. Gunakan wadah dengan bentuk seragam dan kelompokkan bahan berdasarkan jenisnya. Jangan memenuhi seluruh bidang vertikal hanya karena masih ada ruang kosong. Sisakan area yang cukup agar dapur tetap nyaman digunakan dan bahan makanan tidak terpapar kondisi yang dapat mempercepat kerusakan. Dengan penataan yang tepat, ruang kecil pun dapat memiliki tempat penyimpanan tambahan tanpa harus menambah banyak furnitur.
Advertisement
Pertanyaan & Jawaban Seputar Cara Simpan Bahan Dapur agar Awet dan Tidak Makan Ruang
1. Bagaimana cara simpan bahan dapur agar awet dan tidak makan ruang?
Cara simpan bahan dapur agar awet dan tidak makan ruang bisa dilakukan dengan memanfaatkan ruang vertikal, bagian belakang pintu lemari, sisi kabinet, serta organizer bertingkat. Gunakan wadah yang sesuai, tutup rapat bahan kering, dan kelompokkan bahan berdasarkan jenis serta frekuensi pemakaian.
2. Bahan dapur apa saja yang sebaiknya disimpan dalam wadah kedap udara?
Bahan kering seperti tepung, gula, beras, pasta, sereal, kacang-kacangan, dan berbagai bahan baking umumnya lebih terlindungi jika disimpan dalam wadah yang dapat ditutup rapat. Wadah kedap udara membantu mengurangi paparan kelembapan dan menjaga bahan dari kontaminasi selama penyimpanan.
3. Bagaimana cara menyimpan bumbu agar dapur tidak penuh?
Bumbu dapat disimpan dalam wadah kecil yang seragam dan ditata pada rak bertingkat, rak tipis di belakang pintu kabinet, atau organizer vertikal. Berikan label pada setiap wadah agar bumbu mudah ditemukan dan jangan menyimpan terlalu banyak stok yang tidak segera digunakan.
4. Apakah semua bahan makanan bisa disimpan di dalam kulkas?
Tidak semua bahan makanan perlu atau cocok disimpan di kulkas. Beberapa bahan kering justru lebih baik ditempatkan di tempat yang sejuk, kering, dan terlindung dari sinar matahari. Untuk bahan tertentu seperti sayuran, ikuti kebutuhan penyimpanan masing-masing karena suhu dan kelembapan yang tidak sesuai dapat mempercepat penurunan kualitas.
5. Bagaimana cara menyimpan sayuran agar tidak cepat rusak dan hemat tempat?
Pisahkan sayuran berdasarkan jenisnya dan gunakan laci sayuran kulkas secara terorganisir. Hindari menumpuk terlalu padat dan perhatikan kelembapan karena kondisi terlalu basah dapat mempercepat kerusakan pada sebagian sayuran. Sayuran yang sudah rusak juga sebaiknya segera dipisahkan dari bahan lainnya.
Baca informasi kesehatan terbaru di Kesehatan Liputan6
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5701171/original/017326300_1778581567-IMG_3498.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3852275/original/024292600_1640770447-20211229-Stok-Beras-Bulog-Aman-Hingga-Akhir-Tahun-IQBAL-4.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9349533/original/006044400_1789532857-HOAX__18_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5191453/original/000691000_1744960231-RaziaNTB1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9298885/original/039048600_1784185341-4464d80b-156c-4140-8781-56c61a2800f1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5447736/original/015145700_1765962219-Vertical_500x656_-_SIXtainability.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3929526/original/096494900_1644470631-jesse-schoff-Ph2KtIqKs7c-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9349154/original/070984700_1789475303-WhatsApp_Image_2026-09-15_at_7.23.17_PM.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5349953/original/059135700_1757945389-Bapenas.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9346936/original/048560000_1789222746-WhatsApp_Image_2026-09-12_at_19.50.01.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5010796/original/017006400_1731931573-20241117_084948.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3518881/original/000279300_1627027346-karbon_un.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9346407/original/065215400_1789134579-WhatsApp_Image_2026-09-11_at_8.17.12_PM.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9343729/original/089297500_1788876170-ChatGPT_Image_8_Sep_2026__20.55.32.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9345099/original/099922200_1789018436-WhatsApp_Image_2026-09-09_at_8.12.08_PM.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9344539/original/028876300_1788949127-WhatsApp_Image_2026-09-09_at_15.29.33.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/1527841/original/075874300_1488787214-IMG_1488240797111.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9343987/original/026376000_1788929980-toraja_2.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5214856/original/016355200_1746781955-Naik_transportai_umum.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9349666/original/048449700_1789539781-HL_barang_bekas.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9296403/original/074353300_1784013320-mengaplikasikan.jpeg)