Liputan6.com, Jakarta - Demam pada anak seringkali membuat para orang tua merasa khawatir dan mencari berbagai cara pertolongan pertama sebelum membawanya ke dokter. Salah satu metode tradisional yang masih sering dimanfaatkan secara turun-temurun adalah menggunakan berbagai jenis tanaman herbal, khususnya bagian daun.
Meskipun kerap diandalkan sebagai penawar panas alami, penggunaan daun penurun demam ini harus tetap disikapi dengan bijak dan hati-hati. Pasalnya, tidak semua tanaman herbal terbukti aman atau memiliki takaran dosis medis yang pasti untuk anak, sehingga penggunaannya sebaiknya hanya dijadikan sebagai pelengkap pendukung kenyamanan Si Kecil.
Berikut adalah kumpulan rekomendasi daun yang bisa menurunkan demam anak berdasarkan data tradisional, studi ilmiah, serta jurnal terkait, lengkap dengan penjelasan serta catatan keamanannya, yang telah Liputan6.com rangkum dari berbagai sumber, Kamis (20/9/2026).
Advertisement
1. Daun Kelor (Moringa oleifera)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9290999/original/087205300_1783501761-a8139718-10c7-4fe8-a2a9-739c3207a294.jpg)
Daun kelor dikenal kaya akan kandungan senyawa flavonoid dan antioksidan yang terbukti bermanfaat dalam membantu menurunkan demam pada anak. Berdasarkan studi, daun kelor bahkan pernah diteliti sebagai alternatif penurun demam alami yang aman, terutama bagi anak yang memiliki alergi terhadap obat penurun panas generik tertentu.
Untuk memanfaatkannya, daun kelor dapat diolah dengan cara direbus untuk diambil airnya atau dicampurkan ke dalam menu sayur harian anak. Kendati demikian, orang tua tetap harus memperhatikan porsi dan kondisi pencernaan Si Kecil saat mengonsumsinya.
Advertisement
2. Daun Dadap Serep (Erythrina variegata)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4899761/original/017055300_1721789143-pexels-sohi-807598.jpg)
Daun dadap serep telah diteliti memiliki efek antipiretik alami berkat kandungan zat aktif alkaloid dan etanol di dalamnya. Dalam penelitian terkait efektivitas kompres daun dadap pada bayi pasca imunisasi, terbukti bahwa kompres daun dadap efektif dalam menurunkan suhu tubuh bayi.
Dalam praktik tradisional, daun ini sering dicampur dengan daun jintan serta bawang merah, lalu ditumbuk dan ditempelkan pada kening anak untuk meredakan panas. Selain terbukti membantu menurunkan suhu tubuh, kompres daun dadap serep juga dipercaya dapat meredakan sakit kepala serta membantu anak tidur lebih nyenyak saat sedang sakit.
3. Daun Pegagan (Centella asiatica)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5358106/original/082896500_1758598191-plant-1646382_1280.jpg)
Daun pegagan (Centella asiatica) secara tradisional sudah umum diandalkan sebagai tanaman herbal untuk meredakan demam serta mendukung daya tahan tubuh anak. Tanaman ini mengandung senyawa aktif seperti asiaticoside, tanin, karotenoid, dan senyawa fenolik yang bekerja menurunkan kadar prostaglandin.
Penurunan kadar prostaglandin tersebut membantu mengurangi demam dan rasa nyeri pada tubuh anak. Air rebusan daun pegagan bersifat antipiretik, namun penggunaannya pada anak tetap harus dilakukan secara hati-hati karena konsumsi berlebih berisiko memicu mual atau sakit perut.
Advertisement
4. Daun Sambiloto (Andrographis paniculata)
Seluruh bagian dari tanaman sambiloto, termasuk daunnya, dapat dimanfaatkan sebagai penurun demam alami karena mengandung zat andrographolide dan flavonoid. Kandungan aktif ini memiliki sifat anti-inflamasi serta antipiretik yang mampu menurunkan suhu tubuh anak.
Cara pengolahannya adalah dengan merebus tanaman ini, menyaring airnya, lalu menunggu hingga hangat suam-suam kuku sebelum diberikan kepada anak. Biasanya ditambahkan sedikit madu untuk mengurangi rasa pahitnya, namun hindari takaran sembarangan karena dosis yang tidak tepat dapat menyebabkan diare atau muntah.
5. Daun Jambu Biji (Psidium guajava)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/2930770/original/056634800_1570189107-guava-leaf-204980_1280.jpg)
Air rebusan daun jambu biji kerap digunakan secara tradisional sebagai ramuan alami saat anak mengalami demam. Meskipun secara langsung daun ini tidak memiliki efek antipiretik utama untuk menurunkan panas, daun jambu biji kaya akan antioksidan, vitamin C, dan flavonoid.
Kandungan tersebut berperan penting dalam melawan radikal bebas dan mendukung sistem imun tubuh anak. Ekstrak daun ini juga dikenal luas karena kemampuannya dalam membantu meningkatkan trombosit dan menghambat perkembangan virus demam berdarah.
Advertisement
6. Daun Pandan (Pandanus amaryllifolius)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5002374/original/073335500_1731394893-daun_pandan_pandan_leaves.jpg)
Ekstrak daun pandan terbukti dalam beberapa penelitian pada hewan uji coba mampu menurunkan demam yang disebabkan oleh reaksi vaksin. Senyawa aktif seperti alkaloid dan flavonoid di dalamnya berpotensi memberikan efek baik bagi penurunan suhu tubuh.
Kendati demikian, hingga saat ini belum ada uji klinis lanjutan yang dilakukan secara langsung pada manusia. Oleh sebab itu, efektivitas daun pandan sebagai penurun demam pada anak masih memerlukan penelitian lebih mendalam sebelum bisa digunakan secara luas.
7. Daun Kembang Sepatu (Hibiscus rosa-sinensis)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9319553/original/063730900_1786258963-nasim-uddin-MCasw2pS6qc-unsplash.jpg)
Secara turun-temurun di beberapa daerah di Indonesia, daun kembang sepatu sering dipakai sebagai bahan kompres untuk menurunkan demam anak. Efek mendinginkan dari daun ini membantu proses konduksi perpindahan panas dari tubuh anak ke permukaan daun.
Berdasarkan studi kasus dalam Jurnal INNOVATIVE: Journal Of Social Science Research Volume 4 Nomor 2 Tahun 2024 Page 6207-6219, penggunaan kompres daun kembang sepatu terbukti membantu menurunkan suhu tubuh anak yang mengalami demam setelah imunisasi. Namun, studi klinis berskala besar pada manusia masih terbatas, sehingga penggunaannya dianjurkan tetap disesuaikan dengan prosedur yang tepat.
Advertisement
8. Daun Beluntas (Pluchea indica)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4507585/original/039794900_1689780737-WhatsApp_Image_2023-07-19_at_22.28.14.jpeg)
Daun beluntas mungkin terdengar kurang familiar bagi sebagian orang tua, namun beberapa jurnal penelitian lokal maupun internasional telah mempelajari efek antipiretiknya. Daun ini mengandung senyawa flavonoid dan tanin yang diyakini berpotensi meredakan demam.
Walau demikian, rata-rata penelitian mengenai daun beluntas baru diuji pada hewan laboratorium dan belum dipraktikkan secara luas pada manusia. Bunda disarankan untuk berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter sebelum memutuskan memberikan olahan daun beluntas kepada Si Kecil.
9. Daun Jarak (Jatropha)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3024528/original/031893800_1579233066-Jatropha_curcas1_henning.jpg)
Berdasarkan tinjauan pustaka jurnal ilmiah MAJU: Indonesian Journal of Community Empowerment Volume 1No. 62024, 360-365, daun jarak dikenal efektif untuk membantu menurunkan demam pada anak. Daun jarak mengandung berbagai senyawa aktif seperti fenol, flavonoid, saponin, glikosida, alkaloid, kuersetin, senyawa polifenol, dan steroid.
Dalam praktiknya, daun jarak sering dikombinasikan dengan beberapa butir beras yang direndam dan ditumbuk bersama untuk mempercepat pengeluaran panas dari tubuh. Kandungan nutrisi pada beras yang direndam turut membantu proses pelepasan panas secara alami melalui kulit.
Advertisement
Pertanyaan Seputar Daun Penurun Demam Anak
Q1: Apa saja jenis daun yang terbukti dalam jurnal efektif menurunkan demam anak?
A: Beberapa jenis daun yang didukung oleh literatur jurnal meliputi daun dadap serep, daun kembang sepatu, daun jarak, daun kelor, daun pegagan, dan daun sambiloto.
Q2: Apakah semua daun penurun demam aman diberikan untuk diminum oleh anak?
A: Tidak semua aman. Pemberian air rebusan daun untuk diminum (seperti sambiloto atau pegagan) harus dilakukan dengan sangat hati-hati dan dihindari pada bayi tanpa anjuran dokter karena takaran yang salah bisa memicu efek samping pencernaan.
Q3: Bagaimana cara aman menggunakan daun sebagai kompres penurun panas?
A: Pastikan daun dicuci hingga bersih, gunakan pada kulit yang sehat (bukan pada area yang terluka atau iritasi), dan segera hentikan pemakaian jika anak menunjukkan tanda-tanda alergi seperti ruam atau gatal.
Q4: Apakah daun penurun demam bisa menggantikan obat dari dokter?
A: Tidak bisa. Ramuan daun-daunan sebaiknya hanya diletakkan sebagai pelengkap pertolongan pertama atau langkah non-farmakologis pendukung, bukan sebagai pengganti utama pengobatan medis.
Q5: Kapan demam pada anak harus segera dibawa ke dokter?
A: Segera bawa anak ke dokter jika demam berlangsung lebih dari 3 hari, suhu tubuh mencapai atau melebihi 39 derajat Celsius, anak menunjukkan tanda dehidrasi, kejang, muntah terus-menerus, atau tampak sangat lemas.
Baca informasi kesehatan terbaru di Kesehatan Liputan6
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5173559/original/021886800_1742872977-cek_fakta_jemput.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9306409/original/068173500_1784877920-cek_fakta_-_pendaftaran_CPNS.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8256352/original/040260500_1781154176-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-06-11T120248.984.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4285001/original/066553900_1673179649-Target_Sektor_Wisata_2023-Angga-7.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/6711126/original/031058700_1779528831-9507.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9328619/original/005352400_1787202912-59370d54-b491-4d3d-9e4b-6f8cbfeb105d.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9328689/original/069742800_1787204779-IMG_0131.JPG.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9328606/original/019700100_1787202212-Model_kandang_bebek_dengan_area_air_mini_yang_bikin_sehat_dan_produktif_bertelur.jpg)