Liputan6.com, Jakarta - Bagi pencinta kopi, perjalanan terasa belum lengkap tanpa mencicipi racikan khas daerah yang dikunjungi. Enam kota ini menjadi destinasi untuk para traveller pencinta kopi karena menawarkan ritual, rasa, dan suasana yang berbeda di setiap tegukan.
Dari kopi telur Hanoi hingga upacara kopi tradisional Addis Ababa, setiap kota menghadirkan pengalaman yang lebih dari sekadar minuman. Kedai, cara penyeduhan, dan interaksi sosial di sekitarnya menjadikan kopi bagian penting dari budaya lokal.
Tokyo menonjol dengan presisi seduhannya, Wina dengan tradisi kafe klasik, Istanbul dengan sejarah panjang kopi Turki, dan Bogotá dengan kopi spesialti dari berbagai wilayah Kolombia. Keenamnya cocok bagi pelancong yang ingin menikmati kopi sambil memahami cerita di baliknya.
Advertisement
Berikut enam kota yang layak masuk daftar perjalanan jika Anda ingin menjelajahi dunia melalui kopi, dilansir Liputan6.com dari Indulgexpress, Kamis (13/8/2026).
Mengapa Kota-Kota Ini Menjadi Surga bagi Pencinta Kopi?
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3361932/original/090925100_1611818104-pexels-negative-space-134577.jpg)
Kopi kini bukan sekadar minuman pengusir kantuk. Di banyak kota besar dunia, kopi berkembang menjadi bagian dari identitas budaya, ruang sosial, bahkan daya tarik wisata. Ada kota yang mempertahankan tradisi berusia ratusan tahun, ada pula yang menghadirkan inovasi penyeduhan modern dengan presisi tinggi.
Bagi traveller yang senang menyusun itinerary berdasarkan tempat makan dan minum, pengalaman menikmati kopi lokal sering kali memberi kesan yang lebih mendalam dibanding sekadar mengunjungi objek wisata populer.
Dari aroma biji yang baru disangrai hingga percakapan santai di kedai kecil, setiap cangkir dapat menceritakan sejarah, kebiasaan, dan karakter masyarakat setempat.
Advertisement
1. Hanoi, Vietnam: Kopi Kental dengan Sentuhan Manis
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4810248/original/060940100_1713862735-IMG_2157.jpeg)
Hanoi menawarkan pengalaman kopi yang sangat khas dan mudah dikenali. Salah satu ciri utamanya adalah penggunaan phin filter, alat seduh kecil yang meneteskan kopi secara perlahan hingga menghasilkan rasa yang pekat dan kuat. Kopi ini biasanya dipadukan dengan susu kental manis, menciptakan keseimbangan antara pahit dan manis yang menjadi favorit banyak orang.
Selain kopi susu tradisional, Hanoi juga terkenal dengan egg coffee atau kopi telur. Minuman ini menggunakan campuran kuning telur, gula, dan susu yang dikocok hingga berbusa lembut seperti meringue, lalu dituangkan di atas kopi panas. Hasilnya lebih menyerupai hidangan penutup daripada secangkir kopi biasa.
Menikmati kopi di Hanoi tidak harus di kafe mewah. Banyak traveller justru mencari kedai kecil di pinggir jalan, duduk di kursi rendah sambil mengamati lalu lintas kota yang sibuk. Suasana inilah yang membuat pengalaman kopi Vietnam terasa autentik dan sulit dilupakan.
2. Istanbul, Türkiye: Menyeruput Sejarah dalam Cangkir Kecil
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3649890/original/055221300_1638364887-pexels-pixabay-459270_1_.jpg)
Di Istanbul, kopi bukan hanya soal rasa, tetapi juga warisan budaya yang telah hidup selama berabad-abad. Kopi Turki dibuat dari bubuk kopi yang sangat halus, direbus bersama air dalam wadah bernama cezve, lalu disajikan tanpa disaring. Ampas kopi akan mengendap di dasar cangkir dan menjadi bagian dari pengalaman minumnya.
Rasa kopi Turki cenderung intens, kental, dan memiliki tekstur yang berbeda dibanding espresso atau pour-over. Minuman ini biasanya disajikan dalam cangkir kecil dan dinikmati perlahan, sering ditemani air putih atau manisan tradisional.
Yang membuat Istanbul istimewa adalah keberadaan kedai kopi bersejarah yang telah menjadi tempat berkumpul masyarakat sejak masa Kesultanan Ottoman. Duduk di salah satu coffee house tua sambil menikmati kopi Turki memberi kesempatan untuk merasakan tradisi sosial yang telah bertahan lintas generasi.
Advertisement
3. Tokyo, Jepang: Presisi dan Kesempurnaan dalam Setiap Seduhan
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3576973/original/074142400_1632111837-pexels-photo-4846347.jpeg)
Tokyo menghadirkan sisi kopi yang sangat berbeda. Kota ini dikenal dengan perhatian luar biasa terhadap detail, dan pendekatan tersebut juga terlihat dalam dunia kopi. Dari kedai kissaten bergaya retro hingga bar kopi spesialti modern, Tokyo menawarkan spektrum pengalaman yang luas.
Metode pour-over manual sangat populer di sini. Barista sering menimbang biji kopi dengan akurat, mengatur suhu air, dan menuang air secara perlahan untuk mengekstrak rasa terbaik. Hasilnya adalah kopi yang bersih, kompleks, dan menonjolkan karakter asli biji.
Bagi pencinta espresso, Tokyo juga memiliki banyak kafe dengan standar teknis tinggi. Setiap elemen, mulai dari kualitas biji, tingkat sangrai, hingga kalibrasi mesin, diperhatikan dengan serius. Kota ini cocok bagi traveller yang ingin memahami kopi sebagai perpaduan antara seni dan sains.
4. Wina, Austria: Menikmati Waktu di Kafe Klasik
![[Fimela] kopi](https://cdn0-production-images-kly.akamaized.net/O9HLTRtGBfrZ2grXxsMkM404so4=/640x360/smart/filters:quality(75):strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3003735/original/082624600_1577088316-mike-kenneally-tNALoIZhqVM-unsplash.jpg)
Budaya kopi Wina memiliki karakter yang elegan dan santai. Viennese coffee house bukan sekadar tempat membeli minuman untuk dibawa pergi, melainkan ruang untuk membaca, berdiskusi, bekerja, atau sekadar menikmati waktu tanpa terburu-buru.
Salah satu minuman yang paling sering dipesan adalah melange, kopi dengan susu dan busa lembut yang mirip cappuccino namun memiliki gaya penyajian khas Wina. Disajikan bersama segelas air, kopi di sini mengajak pengunjung untuk duduk lebih lama.
Interior kafe klasik Wina biasanya menampilkan meja marmer, kursi kayu melengkung, dan tumpukan koran yang bisa dibaca pengunjung. Tradisi ini telah menjadi bagian penting dari kehidupan kota dan bahkan diakui sebagai warisan budaya yang patut dijaga.
Advertisement
5. Addis Ababa, Ethiopia: Kembali ke Akar Kopi Dunia
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3979545/original/015122200_1648628924-mikail-duran-wUQerJEG1JA-unsplash.jpg)
Ethiopia sering disebut sebagai tempat kelahiran kopi, sehingga Addis Ababa menjadi destinasi penting bagi siapa pun yang ingin memahami asal-usul minuman ini. Pengalaman paling berkesan di sini adalah mengikuti upacara kopi tradisional Ethiopia.
Dalam ritual tersebut, biji kopi disangrai di depan para tamu, kemudian digiling dan diseduh menggunakan teko khusus bernama jebena. Prosesnya dilakukan perlahan dan penuh perhatian, menjadikan kopi sebagai kegiatan sosial, bukan sekadar konsumsi cepat.
Upacara ini biasanya melibatkan percakapan, kebersamaan, dan penghormatan kepada tamu. Aroma kopi yang baru disangrai memenuhi ruangan dan menciptakan pengalaman sensorik yang sangat kuat. Bagi banyak traveller, momen ini menjadi salah satu pengalaman budaya paling autentik selama berada di Ethiopia.
6. Bogotá, Kolombia: Dari Perkebunan ke Cangkir
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5202775/original/022027800_1745908270-Minum_kopi.jpg)
Kolombia sudah lama terkenal sebagai negara penghasil kopi berkualitas tinggi, dan Bogotá menjadi tempat menarik untuk melihat bagaimana kopi dari berbagai daerah dipresentasikan kepada konsumen. Dalam beberapa tahun terakhir, kota ini mengalami perkembangan pesat dalam dunia kopi spesialti.
Banyak kafe menampilkan biji kopi dari wilayah seperti Huila, Nariño, atau Antioquia, masing-masing dengan profil rasa yang berbeda. Pengunjung dapat membandingkan karakter buah, cokelat, karamel, hingga keasaman yang lebih cerah.
Bogotá juga menjadi jembatan antara petani kopi dan penikmat kopi modern. Banyak kedai memberikan informasi tentang asal biji, proses pascapanen, dan metode seduh yang digunakan. Pengalaman ini membantu traveller memahami perjalanan kopi dari kebun hingga akhirnya tersaji di meja.
Memilih Kota Sesuai Gaya Menikmati Kopi
Enam kota ini menunjukkan bahwa kopi memiliki banyak wajah. Hanoi cocok untuk pencinta rasa manis dan suasana jalanan, Istanbul untuk penggemar tradisi dan sejarah, Tokyo untuk mereka yang menghargai presisi, Wina untuk penikmat kafe klasik, Addis Ababa untuk pencari pengalaman budaya mendalam, dan Bogotá untuk eksplorasi kopi spesialti.
Jika harus memilih satu destinasi pertama, tentukan berdasarkan pengalaman yang paling ingin Anda rasakan: ritual, sejarah, teknik seduh, suasana santai, akar budaya, atau eksplorasi rasa. Apa pun pilihannya, perjalanan kopi sering kali memberi kenangan yang bertahan jauh lebih lama daripada secangkir yang sudah habis diminum.
Pertanyaan Seputar Destinasi Traveller Pencinta Kopi
Kota mana yang paling cocok untuk pemula pencinta kopi?
Hanoi dan Wina cocok untuk pemula karena rasa kopinya lebih mudah dinikmati dan suasana kafenya santai.
Apa perbedaan kopi Turki dan kopi Vietnam?
Kopi Turki direbus dan disajikan tanpa disaring, sedangkan kopi Vietnam diseduh dengan phin filter dan sering diberi susu kental manis.
Mengapa Addis Ababa penting bagi pencinta kopi?
Ethiopia dianggap sebagai tempat asal kopi, dan upacara kopi tradisionalnya menunjukkan proses dari sangrai hingga seduh secara autentik.
Apakah Bogotá hanya cocok untuk penikmat kopi spesialti?
Tidak. Pemula juga bisa menikmati berbagai profil rasa sambil belajar tentang asal biji dan proses pengolahan kopi Kolombia.
Baca informasi kesehatan terbaru di Kesehatan Liputan6
Advertisement
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5432608/original/039355600_1764817183-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2025-12-04T072013.095.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5300825/original/063294400_1753929347-20250721_132106.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5542212/original/065975700_1774936641-2.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5523300/original/073953200_1772800710-IMG_0778.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9323092/original/065607500_1786600550-a5c7dfde-dce4-4ee3-9b00-575d5f5f3a7f.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9325001/original/004181500_1786783843-62085080-2409-4fe8-aa68-f584daa13f56.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4940763/original/078857600_1725937260-Ilustrasi_ngobrol__bicara__komunikasi__menyapa.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9324976/original/087623100_1786782214-bfbed31f-419b-431e-a21b-e2cef38ad0f8.jpg)