8 Cara Mengatasi Baju yang Bau Setelah Disimpan di Lemari, Mudah dan Efektif

Cara mengatasi baju yang bau setelah disimpan di lemari dapat dimulai dengan mencuci dan mengeringkan pakaian secara menyeluruh.

Diterbitkan 12 Agustus 2026, 11:02 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Baju bersih bisa berbau apek setelah beberapa hari tersimpan di dalam lemari. Kondisi ini cukup mengganggu, terutama saat pakaian hendak dipakai untuk bekerja, bepergian, atau menghadiri acara tertentu. Aroma tidak sedap juga dapat membuat pakaian terasa kurang nyaman, meski sebelumnya sudah dicuci. Mengetahui cara mengatasi baju yang bau setelah disimpan di lemari menjadi langkah penting agar pakaian tetap segar.

Kelembapan menjadi salah satu pemicu munculnya aroma tidak sedap pada pakaian. Lemari tertutup dalam waktu lama juga membuat udara sulit bersirkulasi, terutama pada ruangan minim ventilasi. Sisa air pada serat kain juga berpotensi menimbulkan bau apek jika pakaian belum kering sempurna sebelum dilipat. Penerapan cara mengatasi baju yang bau setelah disimpan di lemari, perlu memperhatikan kondisi pakaian dan tempat penyimpanannya.

Masalah bau pada pakaian tidak selalu berasal dari proses pencucian. Debu di dalam lemari, tumpukan pakaian terlalu padat, hingga kelembapan ruangan bisa menjadi pemicunya. Pewangi pakaian saja belum tentu mampu menyelesaikan sumber aroma tersebut. Oleh sebab itu, cara mengatasi baju yang bau setelah disimpan di lemari sebaiknya dimulai dari pemeriksaan kondisi pakaian, lemari dan lingkungan sekitar.

Berikut ulasan lengkap yang Liputan6.com rangkum dari berbagai sumber, Rabu (12/8/2026).

 

1. Jemur Kembali Pakaian

Cara paling sederhana untuk mengatasi baju bau setelah disimpan di lemari adalah mengangin-anginkan atau menjemurnya kembali selama beberapa waktu agar sisa kelembapan sekaligus aroma tidak sedap yang menempel pada serat kain dapat berkurang secara perlahan. Langkah ini terutama cocok dilakukan apabila bau yang muncul belum terlalu kuat dan pakaian sebenarnya masih dalam kondisi bersih, tetapi mengalami perubahan aroma akibat terlalu lama berada di dalam ruang penyimpanan yang tertutup. Pilih lokasi penjemuran yang mempunyai sirkulasi udara baik, tidak pengap, tidak terlalu lembap, dan cukup mendapatkan aliran udara sehingga kelembapan dari dalam serat pakaian dapat keluar secara optimal. Sebelum menjemur, pakaian juga sebaiknya dibentangkan secara menyeluruh agar tidak ada bagian yang terlipat, bertumpuk, atau tertutup oleh bagian kain lainnya.

Jika memungkinkan, jemur pakaian di bawah sinar matahari sesuai dengan petunjuk perawatan yang tercantum pada label pakaian. Paparan udara dan sinar matahari dalam kondisi yang tepat dapat membantu mengurangi kelembapan sekaligus membuat aroma pakaian terasa lebih segar. Meski demikian, tidak semua jenis bahan cocok mendapatkan paparan sinar matahari langsung dalam waktu lama, sehingga karakter kain tetap perlu diperhatikan agar warna, tekstur, atau kualitas serat tidak mengalami perubahan. Setelah pakaian benar-benar kering hingga bagian kerah, lipatan, saku, jahitan, dan area kain yang lebih tebal tidak lagi terasa lembap, pakaian dapat dilipat secara rapi lalu disimpan kembali di dalam lemari.

2. Cuci Ulang dengan Deterjen

Jika bau pada pakaian sudah cukup kuat dan tidak hilang hanya setelah diangin-anginkan atau dijemur, mencuci ulang dapat menjadi pilihan untuk membantu membersihkan berbagai sisa keringat, minyak tubuh, debu, maupun residu lain yang mungkin masih menempel pada serat kain. Gunakan deterjen yang sesuai dengan jenis dan warna pakaian agar proses pencucian tidak justru merusak bahan. Untuk pakaian berbahan lembut atau memiliki petunjuk perawatan khusus, ikuti rekomendasi pada label sebelum menentukan metode pencucian, suhu air, jumlah deterjen, maupun cara pengeringannya. Hindari penggunaan deterjen secara berlebihan karena jumlah produk yang terlalu banyak justru berpotensi meninggalkan residu pada kain apabila proses pembilasan tidak berlangsung secara optimal.

Pastikan pakaian dibilas hingga benar-benar bersih agar tidak ada sisa deterjen yang tertinggal di antara serat kain. Residu deterjen yang menumpuk dapat membuat pakaian terasa kurang nyaman sekaligus berpotensi memengaruhi aroma kain ketika pakaian kembali disimpan dalam kondisi tertutup. Setelah selesai dicuci, keringkan pakaian sampai seluruh bagiannya benar-benar kering sebelum memasukkannya ke lemari. Jangan hanya mengandalkan permukaan kain sebagai patokan, sebab bagian tertentu seperti saku, lipatan, pinggiran jahitan, dan bahan berlapis biasanya membutuhkan waktu lebih lama untuk kehilangan kelembapan. Pakaian yang sudah kering sempurna akan lebih aman disimpan dan memiliki risiko lebih rendah mengalami bau apek.

3. Gunakan Cuka Putih Saat Mencuci

Cuka putih dapat digunakan sebagai salah satu bahan tambahan dalam proses pencucian untuk membantu mengurangi aroma tidak sedap pada pakaian, terutama ketika bau masih tertinggal setelah pencucian biasa. Penggunaannya perlu dilakukan secara secukupnya dan mengikuti petunjuk pada mesin cuci maupun rekomendasi produk yang digunakan. Cuka putih tidak perlu dituangkan secara berlebihan dengan anggapan bahwa jumlah lebih banyak akan membuat pakaian semakin bebas bau. Penggunaan bahan tambahan secara berlebihan justru tidak diperlukan dan sebaiknya dihindari. Selain itu, selalu perhatikan jenis bahan pakaian terlebih dahulu agar metode perawatan tetap sesuai bagi karakter kain.

Hal paling penting saat menggunakan cuka putih adalah tidak mencampurkannya secara langsung dengan pemutih berbahan klorin. Kombinasi kedua bahan tersebut dapat menghasilkan gas berbahaya bagi kesehatan sehingga harus benar-benar dihindari. Jika Anda menggunakan beberapa produk pembersih dalam satu proses pencucian, periksa kandungan dan petunjuk pemakaiannya terlebih dahulu. Setelah proses pencucian selesai, pakaian tetap harus dibilas dan dikeringkan secara menyeluruh. Tujuan utamanya bukan sekadar memberikan aroma tertentu pada pakaian, melainkan membantu mengurangi sumber bau sebelum pakaian kembali ditempatkan di ruang penyimpanan.

4. Manfaatkan Baking Soda

Baking soda juga dapat dimanfaatkan sebagai salah satu bahan tambahan dalam proses pencucian untuk membantu mengurangi aroma tidak sedap yang menempel pada pakaian. Bahan ini cukup populer digunakan dalam perawatan rumah tangga karena dapat membantu menyerap atau menetralkan bau tertentu sehingga pakaian terasa lebih segar setelah dicuci. Untuk pakaian yang sesuai dan dapat dicuci menggunakan baking soda, tambahkan dalam jumlah secukupnya pada proses pencucian sesuai kebutuhan serta petunjuk perawatan pakaian. Tidak perlu menggunakan jumlah berlebihan, sebab perawatan pakaian tetap perlu mengutamakan keamanan bahan dan mengikuti metode pencucian yang dianjurkan.

Sebelum menggunakan baking soda, pastikan Anda tetap memperhatikan label perawatan pakaian, terutama jika pakaian terbuat dari bahan sensitif, memiliki warna tertentu, atau mempunyai lapisan khusus. Setiap jenis kain dapat mempunyai ketahanan berbeda terhadap bahan tambahan dalam proses pencucian. Setelah proses pencucian selesai, lakukan pembilasan secara menyeluruh lalu keringkan pakaian hingga tidak menyisakan kelembapan. Baking soda sebaiknya dipandang sebagai salah satu pilihan tambahan dalam proses perawatan, bukan satu-satunya solusi untuk mengatasi pakaian berbau. Jika sumber masalah sebenarnya berasal dari lemari yang lembap, kondisi tersebut juga perlu diperbaiki agar bau tidak kembali muncul setelah pakaian disimpan.

5. Bersihkan Bagian Dalam Lemari

Menghilangkan bau dari pakaian saja tidak cukup apabila sumber aroma tidak sedap sebenarnya berasal dari tempat penyimpanan. Lemari yang jarang dibersihkan dapat menyimpan debu, kotoran, kelembapan, bahkan jamur pada bagian tertentu sehingga aroma tersebut kemudian menempel kembali pada pakaian yang sudah bersih. Untuk mengatasinya, keluarkan seluruh pakaian dari dalam lemari terlebih dahulu agar setiap bagian ruang penyimpanan dapat diperiksa secara menyeluruh. Bersihkan rak, sudut, dinding bagian dalam, bagian bawah, celah, dan area lain yang berpotensi menjadi tempat berkumpulnya debu atau kelembapan. Jika terdapat noda lembap atau tanda pertumbuhan jamur, tangani bagian tersebut secara hati-hati sesuai jenis material lemari.

Setelah seluruh bagian lemari dibersihkan, jangan langsung memasukkan pakaian kembali. Biarkan pintu lemari terbuka selama beberapa waktu agar udara dapat bergerak dan bagian dalamnya benar-benar kering. Langkah ini penting terutama jika sebelumnya terdapat kelembapan atau aroma pengap di dalam lemari. Pastikan ruang penyimpanan sudah dalam kondisi kering sebelum pakaian dimasukkan kembali. Kebiasaan membersihkan lemari secara berkala juga dapat membantu menjaga kualitas pakaian dalam jangka panjang sekaligus mengurangi kemungkinan munculnya bau apek akibat debu, kelembapan, dan sirkulasi udara yang kurang baik.

6. Gunakan Penyerap Kelembapan

Meletakkan produk penyerap kelembapan di dalam lemari dapat menjadi salah satu langkah praktis untuk membantu mengurangi kadar air di udara, khususnya apabila ruang penyimpanan berada di area yang cenderung lembap. Produk seperti silica gel atau penyerap kelembapan khusus lemari dapat digunakan sesuai petunjuk pada kemasan. Letakkan produk pada posisi yang aman, tidak bersentuhan langsung secara tidak perlu dengan pakaian, dan tidak mudah tumpah atau terbuka. Pemilihan produk juga sebaiknya disesuaikan dengan ukuran lemari dan tingkat kelembapan ruangan agar penggunaannya tetap efektif.

Periksa kondisi penyerap kelembapan secara berkala, sebab setiap produk memiliki kapasitas penyerapan dan masa penggunaan berbeda. Produk yang sudah penuh atau mencapai batas penggunaan perlu segera diganti agar kemampuannya dalam menyerap kelembapan tidak menurun. Perlu diingat bahwa penyerap kelembapan hanya membantu mengendalikan kondisi udara di dalam lemari, bukan menggantikan kebutuhan untuk membersihkan ruang penyimpanan atau mengeringkan pakaian secara sempurna. Jika sumber kelembapan berasal dari kebocoran, dinding basah, atau kondisi ruangan yang terlalu lembap, sumber masalah tersebut juga perlu ditangani agar hasilnya lebih optimal.

7. Jangan Menyimpan Baju Terlalu Rapat

Berikan sedikit ruang di antara pakaian agar udara dapat bersirkulasi secara lebih leluasa di dalam lemari. Hindari memenuhi ruang penyimpanan sampai pakaian terdesak, bertumpuk terlalu padat, atau sulit dipindahkan ketika hendak mengambil salah satu pakaian. Lemari yang terlalu penuh membuat udara sulit bergerak di antara kain sehingga kelembapan lebih mudah terperangkap pada lipatan maupun bagian pakaian yang saling menempel. Kondisi tersebut dapat membuat pakaian lebih cepat kehilangan kesegarannya, terutama jika lemari berada di ruangan yang minim ventilasi.

Menyusun pakaian secara lebih longgar juga membuat proses penyimpanan menjadi lebih teratur dan memudahkan Anda memeriksa kondisi setiap pakaian. Berikan jarak yang cukup di antara gantungan, jangan menumpuk pakaian terlalu tinggi, dan hindari memasukkan pakaian dalam jumlah berlebihan ke satu ruang penyimpanan. Cara sederhana ini dapat membantu mengurangi kelembapan yang terperangkap di antara tumpukan pakaian sekaligus membuat sirkulasi udara menjadi lebih baik. Jika lemari sudah terlalu penuh, memilah pakaian berdasarkan frekuensi penggunaan juga dapat menjadi solusi agar ruang penyimpanan tidak sesak.

8. Gunakan Pewangi Lemari Secukupnya

Pewangi lemari dapat membantu memberikan aroma segar pada ruang penyimpanan dan membuat pakaian terasa lebih menyenangkan ketika digunakan. Produk pewangi tersedia dalam berbagai bentuk, mulai dari sachet, gel, hingga produk khusus yang dapat digantung di dalam lemari. Penggunaannya sebaiknya dilakukan secukupnya sesuai petunjuk produk, terutama untuk mencegah aroma menjadi terlalu kuat atau menempel berlebihan pada pakaian. Letakkan pewangi pada posisi yang sesuai dan hindari kontak langsung dengan bahan pakaian apabila petunjuk penggunaan produk tidak merekomendasikannya.

Meski dapat membuat lemari dan pakaian terasa lebih wangi, pewangi sebaiknya digunakan sebagai pelengkap, bukan sebagai cara utama untuk menutupi bau apek yang berasal dari kelembapan, kotoran, atau pertumbuhan jamur. Jika aroma tidak sedap tetap muncul atau menjadi semakin kuat setelah lemari ditutup, cari terlebih dahulu sumber masalahnya sebelum menambahkan lebih banyak pewangi. Periksa kondisi pakaian, kebersihan lemari, tingkat kelembapan, serta sirkulasi udara di dalam ruang penyimpanan. Setelah sumber bau ditangani, pewangi dapat digunakan secukupnya untuk membantu mempertahankan kesan segar pada lemari dan pakaian.

 

 

Cara Mencegah Baju Bau Saat Disimpan di Lemari

Selain mengatasi pakaian yang sudah terlanjur bau, beberapa langkah sederhana dapat dilakukan untuk mencegah aroma apek muncul kembali. Perhatikan kondisi pakaian sekaligus kebersihan dan sirkulasi udara di dalam lemari.

  • Pertama, pastikan pakaian benar-benar kering. Jangan terburu-buru melipat pakaian setelah dijemur, terutama jika bagian kerah, saku, jahitan, atau lipatan masih terasa lembap. Pakaian yang belum kering sempurna lebih mudah berbau saat berada di dalam lemari tertutup.
  • Kedua, bersihkan lemari secara rutin. Lap bagian dalam lemari dan pastikan tidak ada area lembap, berdebu, atau berjamur. Sesekali keluarkan seluruh pakaian agar rak dan sudut lemari dapat dibersihkan secara menyeluruh.
  • Ketiga, beri ventilasi. Sesekali buka pintu lemari agar udara di dalamnya berganti dan kelembapan tidak terperangkap. Pastikan ruangan juga memiliki sirkulasi udara yang cukup, terutama jika kondisi kamar cenderung lembap.
  • Keempat, hindari menumpuk terlalu banyak pakaian. Lemari yang terlalu penuh membuat udara sulit bersirkulasi dan kelembapan lebih mudah terjebak di antara kain. Berikan ruang secukupnya agar pakaian tidak terlalu berhimpitan.
  • Kelima, pisahkan pakaian yang sudah dipakai. Jangan langsung memasukkan pakaian bekas pakai ke dalam lemari, terutama jika masih menyimpan keringat atau bau tubuh. Letakkan di tempat khusus sebelum dicuci, lalu pastikan pakaian benar-benar bersih dan kering sebelum disimpan kembali.

 

Pertanyaan Seputar Cara Mengatasi Baju yang Bau Setelah Disimpan di Lemari

1. Kenapa baju bisa bau apek padahal sudah dicuci?

Baju dapat berbau apek akibat masih menyimpan sedikit kelembapan saat disimpan. Sirkulasi udara di dalam lemari juga berpengaruh, terutama jika ruang penyimpanan terlalu tertutup atau penuh.

2. Bagaimana cara menghilangkan bau apek pada baju tanpa mencucinya lagi?

Baju bisa diangin-anginkan di tempat terbuka selama beberapa jam. Jika memungkinkan, jemur sesuai petunjuk perawatan pada label pakaian. Cara ini dapat membantu mengurangi aroma tidak sedap tanpa perlu mencuci ulang.

3. Apakah menjemur baju di bawah sinar matahari efektif mengatasi bau?

Menjemur dapat membantu mengurangi kelembapan dan aroma tidak sedap. Pastikan metode pengeringan sesuai karakter bahan, sebab beberapa jenis kain dapat rusak atau berubah warna jika terlalu lama terkena sinar matahari langsung.

4. Apa penyebab baju tetap bau meski sudah diberi pewangi?

Pewangi hanya membantu memberikan aroma segar dan tidak selalu mengatasi sumber bau. Jika pakaian masih lembap atau bagian dalam lemari memiliki masalah kelembapan, aroma apek dapat kembali muncul setelah beberapa waktu.

Baca informasi kesehatan terbaru di Kesehatan Liputan6