Liputan6.com, Jakarta - Peternak rumahan kini memiliki opsi inovatif untuk meningkatkan kualitas pakan ayam sekaligus menekan biaya operasional. Metode fermentasi pakan telah menjadi pilihan populer, memanfaatkan mikroorganisme untuk mengurai bahan pakan dan membuatnya lebih mudah dicerna. Panduan cara membuat fermentasi pakan ayam skala rumahan menggunakan galon bekas ini menawarkan solusi praktis dan ekonomis bagi para peternak.
Proses fermentasi pakan memberikan sejumlah manfaat signifikan, termasuk peningkatan daya cerna dan penyerapan nutrisi pada ayam. Pakan yang difermentasi tidak hanya mendukung pertumbuhan ayam yang lebih cepat, tetapi juga memperkuat daya tahan tubuh hewan. Selain itu, metode ini turut berkontribusi dalam mengurangi bau kotoran ayam, menciptakan lingkungan kandang yang lebih bersih dan nyaman.
Penggunaan galon bekas sebagai wadah fermentasi merupakan pendekatan yang sangat praktis dan hemat biaya bagi peternak skala rumahan. Dengan bahan-bahan yang mudah diakses dan prosedur yang sederhana, peternak dapat memproduksi pakan berkualitas tinggi secara mandiri. Berikut langkah-langkah membuat fermentasi pakan ayam skala rumahan menggunakan galon bekas, dirangkum Liputan6.com dari berbagai sumber pada Kamis (30/7/2026).
Advertisement
1. Persiapan Bahan Pakan Utama
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9311368/original/059095000_1785400918-watermarked_img_5042357334707190008.jpg)
Langkah awal dalam membuat pakan fermentasi adalah menyiapkan bahan dasar pakan. Bahan yang umum digunakan meliputi dedak halus, jagung giling, dan bekatul. Bahan-bahan ini mudah didapat dan mengandung karbohidrat yang dibutuhkan ayam.
Pemilihan bahan yang baik akan memengaruhi hasil fermentasi. Pastikan semua bahan dalam kondisi kering dan tidak berjamur. Bahan berkualitas buruk dapat menghambat proses fermentasi dan berpotensi membahayakan kesehatan ayam.
Selain dedak dan jagung, bahan lain seperti ampas tahu, nasi aking, atau limbah sayuran juga dapat dimanfaatkan. Pemanfaatan sayuran sebagai bahan dasar fermentasi menguntungkan karena kaya akan vitamin, mineral, dan serat.
Advertisement
2. Menyiapkan Larutan Aktivator Fermentasi
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9311369/original/071035100_1785400918-watermarked_img_7487947122270349077.jpg)
Larutan aktivator fermentasi memegang peran penting dalam proses penguraian bahan pakan. Larutan ini umumnya terdiri dari EM4 peternakan, molase atau gula merah, dan air bersih. EM4 mengandung mikroorganisme baik, seperti probiotik, yang akan mengaktifkan proses fermentasi.
Sebagai contoh, dua tutup botol EM4 dapat dicampurkan ke dalam setengah liter air. Tambahkan gula pasir atau molase sebagai sumber energi bagi mikroorganisme tersebut. Aduk campuran hingga rata.
Pastikan air yang digunakan tidak mengandung klorin. Jika memakai air PDAM, diamkan air dalam wadah terbuka selama 24 jam agar klorin menguap. Diamkan larutan aktivator selama sekitar 15 menit agar mikroorganisme di dalamnya aktif sebelum dicampurkan ke pakan.
3. Mempersiapkan Galon Bekas sebagai Wadah
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9311370/original/082340800_1785400918-watermarked_img_4389962440410708150.jpg)
Wadah fermentasi harus bersih dan tertutup rapat untuk menciptakan kondisi anaerob. Galon bekas dapat dimanfaatkan sebagai wadah, namun pastikan telah dicuci bersih dari sisa cairan sebelumnya. Kebersihan wadah esensial untuk mencegah kontaminasi bakteri yang tidak diinginkan.
Setelah dicuci, keringkan galon bekas secara menyeluruh. Pastikan tidak ada sisa air yang dapat memengaruhi kelembapan pakan. Wadah yang bersih dan kering mendukung proses fermentasi yang optimal.
Galon bekas harus memiliki penutup yang dapat ditutup rapat untuk mencegah masuknya udara. Kondisi kedap udara adalah kunci keberhasilan fermentasi, karena mikroorganisme probiotik bekerja efektif dalam lingkungan tanpa oksigen.
Advertisement
4. Proses Pencampuran Bahan Pakan
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9311371/original/093911300_1785400918-watermarked_img_130878097430133074.jpg)
Campurkan bahan pakan utama yang sudah disiapkan, seperti dedak dan jagung giling, dalam sebuah wadah besar atau terpal. Pastikan semua bahan kering tercampur secara merata. Pencampuran yang baik akan memastikan distribusi nutrisi yang homogen.
Kemudian, siram campuran bahan dasar pakan dengan larutan aktivator secara merata. Penting untuk memastikan campuran hanya terasa lembap atau tidak terlalu basah. Kelembapan yang tepat memungkinkan penguraian oleh bakteri baik berjalan optimal.
Aduk semua bahan hingga tercampur rata. Kelembapan pakan dapat diuji dengan menggenggamnya; jika dikepal tidak menetes air dan saat dilepas tidak pecah, berarti kelembapan sudah sesuai.
5. Memasukkan Campuran ke dalam Galon
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9311372/original/004489100_1785400919-watermarked_img_3677882357650288567.jpg)
Setelah semua bahan tercampur dengan kelembapan yang sesuai, masukkan campuran pakan ke dalam galon bekas yang sudah disiapkan. Isi galon secara bertahap sambil dipadatkan. Pemadatan bertujuan untuk mengeluarkan udara yang terperangkap di dalam campuran pakan.
Pastikan galon terisi penuh dan padat untuk meminimalkan ruang udara di dalamnya. Setelah terisi, tutup galon rapat-rapat. Kondisi kedap udara sangat penting agar proses fermentasi berjalan secara anaerobik.
Jika memungkinkan, lapisi bagian dalam penutup dengan plastik atau gunakan lakban untuk memastikan tidak ada udara yang masuk atau keluar. Kebocoran udara dapat menyebabkan kegagalan fermentasi dan pertumbuhan jamur.
Advertisement
6. Masa Fermentasi dan Kondisi Penyimpanan
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9311373/original/016510500_1785400919-watermarked_img_11493028406622599667.jpg)
Setelah galon ditutup rapat, biarkan proses fermentasi berlangsung. Waktu fermentasi bervariasi, umumnya berkisar antara 3 hingga 7 hari. Beberapa sumber menyebutkan bisa sampai 1 minggu atau bahkan 24 jam untuk pakan tertentu.
Simpan galon di tempat yang teduh, sejuk, dan kering. Hindari paparan sinar matahari langsung dan hujan. Suhu ruangan penyimpanan pakan idealnya berkisar antara 30-34 derajat Celsius.
Selama masa fermentasi, jangan membuka tutup galon. Membuka wadah akan memasukkan oksigen dan mengganggu proses anaerobik yang sedang berjalan. Fermentasi yang baik ditandai dengan munculnya gelembung gas dan aroma asam segar.
7. Pengecekan Hasil dan Pemberian Pakan
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9311374/original/025770800_1785400919-watermarked_img_15926152733813571031.jpg)
Setelah masa fermentasi selesai, pakan perlu dicek sebelum diberikan kepada ayam. Perhatikan aroma, tekstur, dan warna pakan. Pakan fermentasi yang berhasil akan mengeluarkan aroma asam yang khas seperti tape atau acar.
Tekstur pakan fermentasi yang baik akan terasa lebih lembut dan mudah hancur. Warna pakan tetap alami, tidak keabu-abuan atau berjamur. Jika pakan terlihat berlendir, berbau busuk, atau berjamur, sebaiknya dibuang karena proses fermentasi kemungkinan gagal dan dapat menyebabkan ayam sakit.
Pemberian pakan fermentasi kepada ayam harus dilakukan secara bertahap. Ayam perlu adaptasi agar sistem pencernaannya tidak kaget. Campurkan pakan fermentasi dengan pakan biasa pada awal pemberian, lalu tingkatkan takaran pakan fermentasi secara bertahap setelah ayam terbiasa.
Advertisement
Pertanyaan dan Jawaban seputar Cara Membuat Fermentasi Pakan Ayam
1. Apa manfaat utama pakan fermentasi untuk ayam?
Pakan fermentasi dapat meningkatkan nilai gizi pakan, memperbaiki daya cerna, mendukung pertumbuhan ayam lebih cepat, meningkatkan daya tahan tubuh, dan menghemat biaya pakan.
2. Berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk proses fermentasi pakan ayam?
Waktu fermentasi bervariasi tergantung bahan dan suhu, namun umumnya berkisar antara 3 hingga 14 hari.
3. Apakah pakan fermentasi aman untuk semua jenis ayam?
Pakan fermentasi organik paling cocok untuk ayam endemik Indonesia seperti KUB dan Elba. Untuk jenis ayam impor, perlu penyesuaian lebih hati-hati. Jika dibuat dengan bahan bersih dan proses yang benar, pakan fermentasi aman untuk ayam.
4. Bagaimana cara menyimpan pakan fermentasi agar tahan lama?
Pakan fermentasi yang sudah jadi dapat disimpan 5-7 hari dalam wadah tertutup di tempat sejuk. Jika disimpan dengan benar di tempat sejuk, gelap, dan kering, pakan fermentasi dapat bertahan hingga berbulan-bulan.
5. Apa tanda pakan fermentasi yang berhasil?
Pakan fermentasi yang berhasil ditandai dengan munculnya gelembung gas, aroma asam segar (bukan busuk), dan warna pakan tetap alami, tidak keabu-abuan atau berjamur. Teksturnya juga akan terasa lebih lembut.
Baca informasi kesehatan terbaru di Kesehatan Liputan6
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5455556/original/058687200_1766711056-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2025-12-26T080132.246.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9311263/original/065323400_1785395699-cek_fakta_-_pppk_guru_sekolah_rakyat.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9309638/original/028473800_1785232963-cek_fakta_-_bansos_balita.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4793527/original/012457300_1712157458-Wamenkominfo_Nezar_Patria.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9311367/original/045807300_1785400918-watermarked_img_10777769723126254383.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8256534/original/027399300_1781161052-Vertical_500x656_-_Pentas_Bola_Dunia_2026__3_.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9302387/original/003320700_1784544976-Argentina_s_Nicolas_Otamendi__19__and_Nahuel_Molina__26__scuffle_with_Spain___s_Rodri__16_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9294318/original/065079400_1783829517-063_2285706113.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9245742/original/085478200_1783138991-verde.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9299398/original/064759200_1784250864-000_B8VA8NK.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9300741/original/083077900_1784373810-olmo.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9289600/original/065309500_1783409865-Portugal_s_Cristiano_Ronaldo.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9301613/original/093079500_1784504537-000_C2LE74U.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9301644/original/087929500_1784508450-trump_2.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8264053/original/051807800_1782069676-Spain_s_Lamine_Yamal.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8260490/original/004683900_1781597232-063_2281735743-Spanyol_vs_Tanjung_Verde.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8257806/original/036653900_1781257253-1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9301596/original/087157300_1784500330-063_2286807575.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5489345/original/066845500_1769844566-Gemini_Generated_Image_9q00pf9q00pf9q00.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/7006552/original/005422200_1779778076-memberi_makan.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/6209953/original/003671400_1779088103-unnamed__1_.jpg)