10 Cara Mencegah Lumut Tumbuh di Lantai Teras agar Tetap Bersih dan Tidak Licin

Simak cara mencegah lumut tumbuh di lantai teras agar tetap bersih, tidak licin, dan lebih awet dengan perawatan sederhana yang mudah dilakukan.

Diterbitkan 02 Agustus 2026, 10:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Lantai teras yang bersih bukan hanya membuat tampilan rumah lebih menarik, tetapi juga lebih aman digunakan setiap hari. Sayangnya, banyak pemilik rumah masih kesulitan menemukan cara mencegah lumut tumbuh di lantai teras yang benar sehingga permukaannya tetap kering, bersih, dan tidak licin sepanjang tahun.

Lumut umumnya muncul pada area yang sering terkena air, minim sinar matahari, dan memiliki kelembapan tinggi. Jika dibiarkan, lapisan hijau tersebut dapat membuat lantai menjadi licin, mempercepat kerusakan permukaan, sekaligus mengurangi nilai estetika teras sebagai area pertama yang dilihat tamu ketika berkunjung.

Memahami cara mencegah lumut tumbuh di lantai teras jauh lebih efektif dibandingkan membersihkannya setelah menyebar. Dengan perawatan sederhana yang dilakukan secara rutin, pertumbuhan lumut dapat ditekan sehingga lantai teras tetap nyaman digunakan, lebih awet, sekaligus mudah dirawat sepanjang musim. Berikut adalah tips yang bisa Anda coba terapkan di rumah, dilansir oleh Liputan6.com dari berbagai sumber, Kamis (30/7/2026)

1. Sapu Lantai Teras Setiap Hari

Debu, pasir, daun kering, dan sisa tanah sering kali terlihat sepele. Padahal, tumpukan kotoran tersebut mampu menyimpan kelembapan lebih lama, terutama setelah hujan atau saat embun pagi muncul. Kondisi seperti ini menjadi lingkungan ideal bagi lumut untuk mulai berkembang.

Menyapu lantai setiap hari membantu menghilangkan material organik yang menjadi tempat menempelnya spora lumut. Aktivitas sederhana ini juga membuat air lebih mudah mengalir menuju saluran pembuangan tanpa terhalang tumpukan kotoran yang menahan genangan.

Gunakan sapu berbulu rapat agar kotoran kecil ikut terangkat dari sela-sela keramik atau batu alam. Kebiasaan membersihkan teras secara rutin membutuhkan waktu singkat, tetapi memberikan manfaat besar dalam menjaga permukaan lantai tetap bersih dan bebas lumut.

2. Sikat Lantai Secara Berkala

Selain disapu, lantai teras juga perlu disikat secara berkala untuk mengangkat lapisan kotoran yang tidak terlihat. Debu halus yang bercampur air biasanya membentuk lapisan licin sehingga mempermudah lumut tumbuh pada permukaan lantai.

Pembersihan menggunakan sikat berbulu keras mampu menjangkau pori-pori keramik maupun batu alam. Gunakan air bersih yang dicampur sedikit sabun atau cairan pembersih lantai agar noda membandel lebih mudah terangkat tanpa merusak permukaan.

Idealnya, penyikatan dilakukan satu hingga dua minggu sekali. Frekuensi tersebut dapat ditingkatkan saat musim hujan karena kelembapan udara lebih tinggi sehingga peluang pertumbuhan lumut juga meningkat secara signifikan.

3. Hindari Genangan Air di Teras

Air yang menggenang dalam waktu lama merupakan penyebab utama munculnya lumut. Genangan membuat permukaan lantai selalu lembap sehingga spora lumut lebih mudah berkembang dan menyebar ke area di sekitarnya.

Periksa apakah kemiringan lantai sudah mengarah ke saluran pembuangan. Bila terdapat cekungan yang menahan air, pertimbangkan melakukan perbaikan agar air hujan dapat mengalir lebih cepat tanpa meninggalkan genangan.

Jangan lupa membersihkan saluran drainase dari daun maupun sampah kecil. Saluran yang tersumbat membuat air meluap ke permukaan teras sehingga kelembapan terus bertahan meski hujan telah berhenti.

4. Pangkas Tanaman yang Terlalu Rimbun

Tanaman hias memang mempercantik teras, tetapi tajuk yang terlalu lebat dapat mengurangi intensitas cahaya matahari. Akibatnya, lantai menjadi lebih lembap karena proses pengeringan berlangsung lebih lambat.

Lumut sangat menyukai area yang teduh dan jarang terkena sinar matahari langsung. Oleh sebab itu, memangkas tanaman secara rutin membantu meningkatkan sirkulasi cahaya sekaligus mempercepat penguapan air pada lantai.

Atur jarak pot tanaman agar tidak menutupi seluruh permukaan teras. Penataan yang tepat membuat udara mengalir lebih bebas sehingga kelembapan berkurang dan pertumbuhan lumut dapat diminimalkan.

5. Bersihkan Lumut Sejak Masih Tipis

Banyak orang baru membersihkan lumut setelah permukaan lantai berubah hijau dan terasa licin. Padahal, lumut jauh lebih mudah dihilangkan ketika baru muncul dalam bentuk bercak tipis.

Periksa kondisi lantai secara berkala, terutama setelah hujan deras selama beberapa hari. Jika terlihat noda kehijauan, segera sikat area tersebut sebelum lumut berkembang dan menyebar ke bagian lain.

Langkah cepat ini membuat proses pembersihan lebih ringan sekaligus mengurangi kebutuhan penggunaan bahan kimia yang lebih kuat. Perawatan sejak dini juga menjaga tampilan lantai tetap bersih sepanjang waktu.

6. Gunakan Cairan Antilumut

Cairan antilumut dapat menjadi perlindungan tambahan, terutama pada teras yang berada di area lembap atau sering terkena hujan. Produk ini bekerja menghambat pertumbuhan mikroorganisme yang menjadi cikal bakal lumut.

Pilih produk yang memang dirancang untuk penggunaan luar ruangan dan sesuai dengan jenis material lantai. Ikuti petunjuk penggunaan agar hasilnya optimal tanpa merusak lapisan permukaan keramik maupun batu alam.

Penggunaan cairan antilumut tidak menggantikan proses pembersihan rutin. Produk ini justru akan bekerja lebih efektif apabila diaplikasikan pada lantai yang sudah bersih dari debu dan noda.

7. Pilih Material Lantai yang Minim Pori

Jenis material lantai berpengaruh terhadap kecepatan pertumbuhan lumut. Material yang memiliki pori besar cenderung menyerap air lebih banyak sehingga permukaannya tetap lembap dalam waktu lebih lama.

Jika sedang membangun atau merenovasi rumah, pertimbangkan memilih keramik eksterior dengan tekstur antiselip dan daya serap air rendah. Material seperti ini lebih mudah dibersihkan sekaligus lebih tahan terhadap kelembapan.

Meski demikian, semua jenis lantai tetap memerlukan perawatan rutin. Material berkualitas hanya membantu mengurangi risiko, bukan menghilangkan kemungkinan lumut tumbuh sepenuhnya.

8. Perbaiki Kebocoran Talang dan Pipa

Kebocoran kecil pada talang, keran, maupun pipa sering kali tidak disadari. Tetesan air yang berlangsung terus-menerus membuat satu area lantai selalu basah sehingga menjadi lokasi favorit bagi lumut.

Lakukan pemeriksaan secara berkala, terutama setelah hujan lebat. Pastikan talang tidak retak dan sambungan pipa tidak mengalami kebocoran yang menyebabkan air menetes setiap saat.

Semakin cepat sumber kebocoran diperbaiki, semakin kecil pula risiko lumut tumbuh. Langkah ini juga membantu menghemat penggunaan air sekaligus mencegah kerusakan bangunan dalam jangka panjang.

9. Tingkatkan Sirkulasi Udara

Selain sinar matahari, aliran udara berperan penting dalam menjaga lantai tetap kering. Teras yang dipenuhi barang atau tertutup rapat cenderung memiliki kelembapan lebih tinggi dibandingkan area yang terbuka.

Kurangi penumpukan perabot yang tidak diperlukan di teras. Sisakan ruang agar udara dapat mengalir dengan baik dan mempercepat proses pengeringan setelah hujan maupun setelah lantai dibersihkan.

Sirkulasi udara yang lancar juga membantu mengurangi bau apek serta menjaga lingkungan sekitar rumah terasa lebih nyaman. Dampaknya tidak hanya mencegah lumut, tetapi juga meningkatkan kualitas area teras secara keseluruhan.

10. Lapisi Lantai dengan Coating Pelindung

Coating pelindung berfungsi mengurangi penyerapan air pada permukaan lantai sehingga kelembapan tidak mudah bertahan. Lapisan ini juga membuat proses pembersihan lebih mudah karena kotoran tidak cepat menempel.

Pilih coating yang memang dirancang untuk area luar ruangan agar mampu menghadapi paparan hujan dan sinar matahari. Pastikan permukaan lantai benar-benar bersih sebelum proses aplikasi dilakukan.

Meski membutuhkan biaya tambahan, penggunaan coating dapat menjadi investasi jangka panjang. Perlindungan ekstra tersebut membantu menjaga tampilan lantai tetap bersih, memperpanjang usia material, sekaligus mengurangi risiko pertumbuhan lumut.

Pertanyaan yang Sering Diajukan tentang Cara Mencegah Lumut Tumbuh di Lantai Teras

1. Apa penyebab utama lumut tumbuh di lantai teras?

Lumut umumnya tumbuh karena kelembapan tinggi, genangan air, kurangnya paparan sinar matahari, serta adanya kotoran yang menumpuk di permukaan lantai.

2. Seberapa sering lantai teras perlu dibersihkan agar tidak berlumut?

Lantai sebaiknya disapu setiap hari dan disikat menggunakan air serta pembersih setidaknya satu hingga dua minggu sekali. Saat musim hujan, frekuensi pembersihan dapat ditingkatkan.

3. Apakah cairan antilumut aman digunakan pada semua jenis lantai?

Sebagian besar aman digunakan, tetapi pastikan produk sesuai dengan material lantai. Selalu baca petunjuk penggunaan sebelum mengaplikasikannya agar tidak merusak permukaan.

4. Apakah lumut bisa tumbuh meski lantai menggunakan keramik?

Bisa. Keramik tetap dapat ditumbuhi lumut apabila sering lembap, terkena genangan air, dan jarang dibersihkan secara rutin.

5. Bagaimana cara mengurangi kelembapan pada area teras?

Perbaiki drainase, pangkas tanaman yang terlalu rimbun, tingkatkan sirkulasi udara, serta pastikan lantai mendapatkan paparan sinar matahari yang cukup setiap hari.

Baca informasi kesehatan terbaru di Kesehatan Liputan6