8 Kebiasaan Unik Orang Bilingual yang Jarang Diketahui, Berkaitan dengan Cara Kerja Otak

Penelitian mengenai otak bilingual menunjukkan bahwa penggunaan dua bahasa melibatkan kemampuan kognitif kompleks. Simak kebiasaan yang jarang diketahui.

Diterbitkan 29 Juli 2026, 13:10 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Kemampuan menguasai dua bahasa menjadi fenomena menarik dalam kehidupan modern. Banyak individu mampu berpindah bahasa secara alami saat berbicara, berpikir, maupun mengekspresikan perasaan. Fenomena kebiasaan unik orang bilingual yang jarang diketahui menunjukkan cara otak mengelola berbagai informasi bahasa secara kompleks.

Penggunaan lebih dari satu bahasa tidak hanya berkaitan pada kemampuan komunikasi, tetapi juga mencerminkan proses kerja otak saat menerima dan memilih kosakata. Beragam perilaku menarik sering muncul dalam keseharian penutur bilingual. Memahami kebiasaan unik orang bilingual yang jarang diketahui dapat membuka wawasan baru mengenai kemampuan bahasa manusia.

Sebagian orang masih menganggap pencampuran bahasa sebagai tanda kurang lancar berbicara. Padahal, kondisi tersebut merupakan bagian alami dari sistem bahasa pada individu bilingual. Mengutip dari laman psychology today, berbagai penelitian mengungkap kebiasaan unik orang bilingual yang jarang diketahui sebagai bentuk adaptasi otak, saat menjalankan beberapa sistem komunikasi.

Simak ulasan lengkap yang Liputan6.com rangkum dari berbagai sumber, Rabu (29/7/2026).

1. Sering Mencampur Dua Bahasa Saat Berbicara

Salah satu kebiasaan paling umum pada orang bilingual adalah mencampurkan dua bahasa dalam satu percakapan. Misalnya, seseorang berbicara menggunakan bahasa Indonesia lalu menyisipkan kata atau ungkapan dari bahasa Inggris tanpa disadari.

Fenomena ini dikenal sebagai code switching atau pergantian kode bahasa. Banyak orang menganggap kebiasaan tersebut terjadi akibat lupa kosakata, padahal sebenarnya otak sedang memilih kata yang dianggap paling cepat, tepat, atau mudah digunakan dalam situasi tertentu.

Ketika dua bahasa sama-sama aktif di dalam otak, perpindahan bahasa dapat terjadi secara alami. Hal tersebut bukan berarti seseorang kehilangan kemampuan berbahasa, melainkan menunjukkan bahwa otaknya mampu mengelola beberapa sistem bahasa secara bersamaan.

2. Terkadang Lebih Cepat Menemukan Kata dalam Bahasa Kedua

Orang bilingual terkadang mengalami kondisi ketika sebuah kata dalam bahasa pertama terasa sulit ditemukan, tetapi padanan katanya dalam bahasa kedua justru muncul lebih cepat.

Situasi ini sering terjadi ketika seseorang lebih sering menggunakan kata tertentu dalam lingkungan atau aktivitas tertentu. Misalnya, istilah pekerjaan, pendidikan, teknologi, atau hiburan mungkin lebih melekat dalam bahasa yang sering digunakan pada bidang tersebut.

Hal ini bukan tanda bahwa kemampuan bahasa utama menurun. Otak hanya mengambil akses tercepat dari kosakata yang tersedia berdasarkan pengalaman dan kebiasaan penggunaan bahasa sehari-hari.

3. Merasa Memiliki Sisi Kepribadian Berbeda Saat Berganti Bahasa

Sebagian orang bilingual merasa dirinya memiliki cara berekspresi yang sedikit berbeda tergantung bahasa yang sedang digunakan. Mereka mungkin merasa lebih percaya diri, lebih santai, atau lebih formal saat berbicara dalam bahasa tertentu.

Perbedaan tersebut dapat terjadi karena setiap bahasa memiliki budaya, kebiasaan komunikasi, serta pengalaman emosional yang berbeda. Bahasa bukan hanya kumpulan kata, tetapi juga membawa konteks sosial yang memengaruhi cara seseorang menyampaikan pikiran.

Ketika seseorang menggunakan bahasa tertentu, otaknya dapat mengaktifkan pengalaman dan pola komunikasi yang berkaitan dengan bahasa tersebut.

4. Lebih Sering Berpikir Sebelum Berbicara

Orang bilingual sering melakukan proses pemilihan kata secara lebih kompleks sebelum berbicara. Mereka perlu menentukan bahasa mana yang paling sesuai digunakan dalam situasi tertentu. Proses tersebut melibatkan kemampuan mengendalikan perhatian dan mengelola informasi. Otak harus memilih bahasa yang aktif sambil menekan penggunaan bahasa lain agar komunikasi tetap berjalan lancar.

Kebiasaan ini membuat sebagian orang bilingual terlihat lebih berhati-hati dalam menyampaikan sesuatu, terutama ketika berbicara dalam lingkungan yang menggunakan lebih dari satu bahasa.

5. Memiliki Cara Berpikir yang Lebih Fleksibel

Salah satu kebiasaan unik orang bilingual adalah kemampuan melihat suatu hal dari berbagai sudut pandang. Penggunaan dua bahasa membuat mereka terbiasa berpindah antara aturan bahasa, struktur kalimat, dan cara penyampaian yang berbeda.

Kemampuan berpindah perspektif tersebut dapat membantu seseorang menjadi lebih fleksibel dalam menghadapi situasi tertentu. Mereka terbiasa memahami bahwa satu ide dapat disampaikan melalui berbagai cara. Fleksibilitas ini tidak hanya berkaitan dengan bahasa, tetapi juga dapat memengaruhi cara seseorang memecahkan masalah dan beradaptasi.

6. Sering Mengalami Fenomena “Bahasa di Ujung Lidah”

Orang bilingual juga dapat mengalami kondisi ketika mereka merasa mengetahui sebuah kata, tetapi sulit mengucapkannya pada saat itu. Fenomena ini dikenal sebagai tip of the tongue. Hal tersebut terjadi karena otak memiliki banyak pilihan kosakata dari beberapa bahasa.

Terkadang, proses mengambil kembali kata tertentu membutuhkan waktu lebih lama akibat banyaknya informasi yang tersimpan. Kondisi ini sebenarnya normal dan dapat dialami oleh siapa saja, termasuk orang yang hanya menggunakan satu bahasa.

7. Lebih Peka Terhadap Nuansa Bahasa

Orang bilingual biasanya lebih mudah menyadari perbedaan kecil dalam penggunaan bahasa. Mereka dapat menangkap perubahan nada, makna kata, atau konteks percakapan yang mungkin tidak terlalu terlihat bagi pengguna satu bahasa.

Kemampuan tersebut berkembang melalui pengalaman menggunakan lebih dari satu sistem komunikasi. Mereka terbiasa memahami bahwa satu kata dapat memiliki makna berbeda tergantung situasi dan budaya. Kepekaan terhadap bahasa membuat sebagian orang bilingual lebih mudah menyesuaikan cara berbicara ketika berhadapan dengan orang dari latar belakang berbeda.

 

 

Pertanyaan Seputar Kebiasaan Unik Orang Bilingual yang Jarang Diketahui

Apa saja kebiasaan unik orang bilingual yang jarang diketahui?

Orang bilingual memiliki beberapa kebiasaan menarik, seperti mencampur dua bahasa saat berbicara, lebih cepat menemukan kata tertentu dalam salah satu bahasa, merasa memiliki gaya komunikasi berbeda saat berganti bahasa, hingga mampu menyesuaikan cara berbicara berdasarkan lawan bicara.

Apakah orang bilingual sering mencampur bahasa saat berbicara?

Ya, mencampur bahasa merupakan kebiasaan yang cukup umum pada orang bilingual. Fenomena ini disebut code switching, yaitu perpindahan dari satu bahasa ke bahasa lain dalam percakapan. Hal tersebut terjadi secara alami saat otak mengelola dua sistem bahasa secara bersamaan.

Apakah mencampur bahasa berarti orang bilingual tidak menguasai salah satu bahasa?

Tidak. Mencampur bahasa bukan tanda seseorang kurang memahami bahasa tertentu. Kebiasaan tersebut justru menunjukkan bahwa otak mampu mengakses beberapa pilihan kata dari berbagai bahasa dan memilih ungkapan yang dianggap paling sesuai.

Mengapa orang bilingual terkadang lupa kata dalam bahasa pertama mereka?

Orang bilingual dapat mengalami kondisi ketika sebuah kata dalam bahasa pertama terasa sulit ditemukan, sementara kata dalam bahasa kedua muncul lebih cepat. Hal ini terjadi akibat penggunaan bahasa yang berbeda dalam lingkungan, pekerjaan, pendidikan, atau aktivitas sehari-hari.

Baca informasi kesehatan terbaru di Kesehatan Liputan6