Bagaimana Sikap dalam Berhemat Minyak Bumi agar Cadangan Energi Tetap Lestari

Bagaimana sikap dalam berhemat minyak bumi? Simak cara bijak menghemat minyak bumi lewat kebiasaan berkendara, transportasi umum, hingga energi alternatif.

Diterbitkan 11 Agustus 2026, 09:27 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta Bagaimana sikap dalam berhemat minyak bumi sesungguhnya dimulai dari kesadaran bahwa energi fosil ini terbatas dan tidak dapat diperbarui. Wujud nyatanya adalah pilihan sadar setiap hari, mulai dari cara berkendara hingga penggunaan listrik di rumah.

Sikap dalam berhemat minyak bumi berarti memakai bahan bakar seefisien mungkin sekaligus menekan ketergantungan pada produk turunannya. Semakin banyak orang menerapkannya, semakin lama cadangan minyak bumi bisa bertahan untuk generasi mendatang.

Minyak bumi tergolong sumber daya alam yang tidak dapat diperbaharui karena terbentuk dari fosil selama jutaan tahun, sehingga persediaannya pasti menyusut seiring pemakaian. Karena itu, penghematan menjadi tanggung jawab bersama, bukan semata urusan pemerintah atau produsen energi.

Cara Menghemat Minyak Bumi Lewat Kebiasaan Berkendara

Sektor transportasi menyerap porsi terbesar konsumsi bahan bakar, sehingga bagaimana sikap dalam berhemat minyak bumi paling terasa dampaknya saat diterapkan di balik kemudi. Beberapa kebiasaan sederhana berikut bisa langsung dipraktikkan tanpa harus membongkar mesin.

Berdasarkan data Environment America, berkendara dengan kecepatan yang stabil dan wajar mampu memangkas konsumsi bahan bakar hingga 15 persen. Kebiasaan kecil seperti ini, bila dijaga konsisten, akan terasa pada tangki maupun tagihan bulanan.

  1. Jaga kecepatan tetap stabil: Hindari tarikan gas dan pengereman mendadak karena keduanya membuat mesin bekerja ekstra. Menyetir dengan tenang dan konstan membuat pembakaran lebih efisien, seperti panduan berkendara dengan kecepatan stabil.

  2. Rutin servis dan rawat kendaraan: Mesin yang terawat membakar bahan bakar jauh lebih efisien. Para ahli otomotif menyebut mesin yang di-tune-up bisa memperbaiki efisiensi hingga sekitar 4 persen, dan memperbaiki kerusakan serius bahkan sampai 40 persen, sebagaimana anjuran untuk rajin merawat mobil agar awet dan tahan lama.

  3. Periksa tekanan angin ban: Ban yang kurang angin memperbesar gesekan dengan jalan sehingga konsumsi bahan bakar naik dan ban cepat aus. Sempatkan mengecek tekanan angin ban minimal sebulan sekali sesuai rekomendasi pabrikan.

  4. Kurangi beban dan muatan berlebih: Semakin berat kendaraan, semakin banyak bahan bakar yang dibutuhkan untuk menggerakkannya. Sebagaimana disampaikan AAA, roof rack yang penuh muatan bisa menurunkan efisiensi bahan bakar sekitar 5 persen, sementara barang berat di bagasi menambah konsumsi 1 hingga 2 persen. Kosongkan barang yang tidak perlu agar kendaraan lebih ringan seperti dalam tips menghemat bahan bakar.

  5. Gunakan AC secara bijak: Kompresor AC menyedot tenaga mesin, apalagi saat cuaca panas. Bila udara sedang sejuk, matikan AC dan buka sedikit jendela, lalu naikkan suhu AC beberapa derajat saat siang terik agar lebih hemat, senada dengan hemat BBM berdasarkan cara mengemudi.

  6. Rencanakan rute dan hindari kemacetan: Rute terpendek dan waktu berangkat yang tepat memangkas bahan bakar terbuang. Biasakan pula mematikan mesin saat berhenti lama, karena mesin menyala saat diam hanya membuang bensin, seperti dibahas dalam kebiasaan yang bikin BBM boros.

  7. Pakai bahan bakar sesuai spesifikasi: Gunakan jenis BBM yang direkomendasikan buku manual kendaraan dan jangan tergoda memakai oktan yang tidak diperlukan. Hindari pula mitos penghematan keliru yang justru merugikan mesin, seperti sederet trik menghemat bahan bakar yang salah kaprah.

Sikap Bijak Berhemat Minyak Bumi dalam Kehidupan Sehari-hari

Di luar urusan kendaraan pribadi, sikap dalam berhemat minyak bumi juga tampak dari rutinitas harian di rumah maupun saat bepergian. Langkah-langkah berikut mudah dijadikan kebiasaan baru yang berdampak besar bila dilakukan banyak orang.

Dilansir dari NOAA, banyak produk harian seperti cat kuku, lipstik, losion, pengawet makanan, hingga kapsul vitamin ternyata dibuat dari minyak dan gas bumi. Dengan menekan konsumsi produk berbasis plastik dan petrokimia, permintaan terhadap minyak bumi ikut menurun.

  1. Beralih ke transportasi umum: Bus, kereta, MRT, atau angkutan kota mengangkut banyak penumpang sekaligus sehingga konsumsi bahan bakar per orang jauh lebih kecil. Manfaatnya juga terasa untuk dompet dan lingkungan, seperti sederet keuntungan memakai transportasi umum. Baca juga: 5 alasan harus naik transportasi umum.

  2. Membiasakan jalan kaki dan bersepeda: Untuk jarak dekat, kaki dan sepeda sama sekali tidak butuh bahan bakar. Selain hemat, keduanya menyehatkan tubuh dan menekan polusi, sebagaimana ulasan manfaat jalan kaki serta manfaat bersepeda untuk lingkungan.

  3. Optimalkan penggunaan listrik: Sebagian besar listrik di Indonesia masih diproduksi dari bahan bakar fosil, sehingga hemat listrik berarti ikut hemat minyak bumi. Matikan lampu dan peralatan yang tidak dipakai serta cabut charger dari stopkontak, sejalan dengan alasan mengapa kita perlu menghemat energi.

  4. Manfaatkan cahaya dan udara alami: Buka jendela dan gorden di siang hari agar cahaya matahari masuk sehingga lampu tidak perlu dinyalakan. Sirkulasi udara yang baik juga mengurangi pemakaian kipas dan pendingin ruangan, salah satu tujuan dari gerakan hemat energi listrik.

  5. Kurangi produk sekali pakai berbasis minyak bumi: Plastik, kantong belanja, sedotan, dan kemasan makanan sebagian besar berasal dari petrokimia. Membawa tas belanja dan botol minum sendiri secara tidak langsung menekan permintaan bahan baku minyak bumi.

  6. Bekerja dari rumah bila memungkinkan: Mengurangi perjalanan harian ke kantor otomatis memangkas konsumsi bahan bakar. Skema kerja jarak jauh terbukti mampu menekan permintaan minyak dalam skala besar bila diterapkan luas.

Beralih ke Energi Alternatif sebagai Solusi Jangka Panjang

Menghemat memang penting, tetapi sikap dalam berhemat minyak bumi akan makin kokoh bila dibarengi peralihan bertahap ke energi terbarukan. Thomas Alva Edison, dikutip dari AZ Quotes, menyatakan, "Saya akan mempertaruhkan uang saya pada matahari dan energi surya. Sungguh sumber tenaga yang luar biasa."

Frances Beinecke, dikutip dari BrainyQuote, menyatakan, "Angin dan energi bersih terbarukan lainnya akan membantu mengakhiri ketergantungan kita pada bahan bakar fosil."

Energi alternatif merujuk pada sumber daya yang bersifat terbarukan dan ramah lingkungan seperti matahari, angin, air, panas bumi, dan biomassa yang dapat menggantikan peran bahan bakar fosil. Beberapa pilihan yang relevan untuk kondisi Indonesia antara lain:

  • Biodiesel dan Biosolar: Campuran solar dengan bahan nabati seperti minyak sawit yang menghasilkan emisi lebih bersih dan mudah diproduksi di dalam negeri.

  • Bioetanol: Bahan bakar dari tanaman berpati atau bergula, seperti tebu dan singkong, yang bisa menjadi campuran pengganti bensin.

  • Biogas: Gas hasil fermentasi limbah organik atau kotoran ternak yang cocok untuk memasak maupun menggerakkan mesin sederhana.

  • Tenaga surya: Panel surya di atap rumah dapat memasok listrik harian sekaligus menjadi cadangan saat pasokan padam.

  • Tenaga angin: Turbin angin efektif di wilayah pesisir dan dataran berangin untuk membangkitkan listrik tanpa bahan bakar fosil.

  • Tenaga air: Pembangkit listrik tenaga air dan mikrohidro memanfaatkan aliran sungai yang melimpah di banyak daerah.

  • Panas bumi: Indonesia memiliki potensi panas bumi yang besar dan dapat diandalkan sebagai sumber listrik jangka panjang.

  • Kendaraan listrik: Peralihan ke motor dan mobil listrik menekan konsumsi BBM secara langsung, seperti penerapan kendaraan listrik untuk industri dan dorongan pemerintah untuk konversi BBM fosil ke energi terbarukan.

Alasan Mendesak dan Pandangan Ahli soal Penghematan Minyak Bumi

Alasan utama mengapa minyak bumi perlu dihemat sebenarnya sederhana. Minyak bumi terbentuk selama jutaan tahun, sementara penggunaannya berlangsung jauh lebih cepat daripada proses pembentukannya. Ketika jumlah penduduk dan kendaraan terus bertambah, tekanan terhadap cadangan minyak yang terbatas pun semakin besar. Gangguan pasokan global bahkan dapat mengguncang perekonomian banyak negara sekaligus.

Fatih Birol, Direktur Eksekutif International Energy Agency (IEA), dikutip dari CNBC, mengatakan, "Kita sedang menghadapi ancaman keamanan energi terbesar dalam sejarah."

Menurut laporan International Energy Agency (IEA), penerapan berbagai langkah penghematan minyak secara bersama-sama dapat mengurangi permintaan minyak dunia hingga 2,7 juta barel per hari hanya dalam waktu empat bulan. Langkah tersebut antara lain menurunkan batas kecepatan di jalan tol sekitar 10 km/jam, memperbanyak aktivitas bekerja dari rumah, dan meningkatkan penggunaan transportasi umum.

Penghematan minyak juga berkaitan erat dengan kondisi ekonomi. Ketika pasokan minyak menipis, harga BBM dapat meningkat dan mendorong inflasi yang pada akhirnya membebani pemerintah melalui subsidi maupun masyarakat. Pembatasan penggunaan kendaraan pribadi dan penguatan transportasi massal, seperti yang terus dibahas untuk mengatasi kemacetan di Jakarta, menjadi bagian dari upaya mengurangi konsumsi bahan bakar.

Dari sisi lingkungan, penggunaan minyak bumi juga menghasilkan emisi karbon yang memperparah pencemaran udara dan mempercepat perubahan iklim. Semakin tinggi konsumsi bahan bakar fosil, semakin besar pula jejak karbon yang dihasilkan setiap orang. Karena itu, menghemat minyak bukan hanya tentang mengurangi pengeluaran, tetapi juga menjadi langkah untuk menjaga kesehatan masyarakat dan kelestarian lingkungan.

Bill McKibben, dikutip dari Conserve Energy Future, mengatakan, "Ada kebutuhan mendesak untuk menghentikan subsidi industri bahan bakar fosil dan memangkas drastis energi yang terbuang."

Peralihan menuju penggunaan energi yang lebih efisien tidak harus dilakukan sekaligus. Perubahan tersebut dapat dimulai dari kebiasaan kecil yang dilakukan secara konsisten, kemudian diperkuat dengan penggunaan energi terbarukan. Setiap langkah untuk menghemat energi dan beralih ke sumber energi bersih dapat menjadi bagian dari upaya mencapai target nol emisi bersih di masa depan.

Jimmy Carter, dikutip dari trvst.world, mengatakan, "Karena kita kini mulai kehabisan gas dan minyak, kita harus bersiap cepat menuju penghematan ketat dan penggunaan sumber energi terbarukan seperti tenaga surya."

Pada akhirnya, menghemat minyak bumi dapat dimulai dari diri sendiri dan keluarga. Kebiasaan berkendara secara efisien, menerapkan gaya hidup rendah emisi, serta menggunakan energi terbarukan dapat dilakukan secara bertahap. Jika dilakukan bersama-sama, berbagai langkah tersebut dapat membantu menjaga cadangan energi bumi agar tetap tersedia dan dapat dinikmati oleh generasi mendatang.

Pertanyaan dan Jawaban Seputar Minyak Bumi

Mengapa kita harus menghemat minyak bumi?

Karena minyak bumi adalah sumber daya alam yang tidak dapat diperbaharui dan terbentuk selama jutaan tahun, sehingga persediaannya terbatas dan pasti berkurang. Menghematnya membuat pasokan lebih awet, menekan biaya, sekaligus mengurangi emisi yang mencemari lingkungan.

Apa saja contoh sikap menghemat minyak bumi dalam kehidupan sehari-hari?

Contohnya adalah berkendara dengan kecepatan stabil, rutin merawat kendaraan, memanfaatkan transportasi umum, membiasakan jalan kaki dan bersepeda untuk jarak dekat, serta menghemat listrik di rumah. Mengurangi pemakaian plastik sekali pakai dan beralih ke energi alternatif juga termasuk sikap hemat yang nyata.

Apa dampaknya jika minyak bumi habis?

Jika minyak bumi habis, pasokan bahan bakar kendaraan, sumber listrik, hingga bahan baku industri seperti plastik dan pupuk akan terganggu. Kondisi ini dapat memicu lonjakan harga, ketidakstabilan ekonomi, dan mendorong dunia mempercepat peralihan ke energi terbarukan.

Baca informasi kesehatan terbaru di Kesehatan Liputan6