Cara Membuat Kolam DIY dengan Biaya Terjangkau, Solusi Taman Rumah Estetik

Cara membuat kolam DIY dengan biaya terjangkau, wujudkan kolam ikan impian di rumah

Diterbitkan 20 Juni 2026, 21:30 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Cara membuat kolam DIY dengan biaya terjangkau kini menjadi pilihan banyak orang yang ingin menghadirkan suasana alami di halaman rumah tanpa harus mengeluarkan biaya besar. Dengan perencanaan sederhana, area kosong bisa disulap menjadi kolam kecil yang estetik dan menenangkan.

Konsep cara membuat kolam DIY dengan biaya terjangkau tidak selalu membutuhkan material mahal atau tenaga profesional, selama desain, ukuran, dan pemilihan bahan disesuaikan dengan kondisi lahan yang tersedia. Pendekatan sederhana namun tepat dapat menghasilkan kolam yang tetap menarik sekaligus fungsional.

Selain mempercantik lingkungan rumah, cara membuat kolam DIY dengan biaya terjangkau juga mampu menciptakan suasana yang lebih sejuk, nyaman, dan menyegarkan untuk bersantai. Kombinasi air, batu, dan tanaman membuat area halaman terasa lebih hidup meski dengan perawatan yang relatif mudah.

Berikut Liputan6.com merangkum dari thegardenglove.com tentang cara membuat kolam DIY dengan biaya terjangkau, Sabtu (20/6/2026).

1. Perencanaan Area Kolam

Langkah awal dalam membuat kolam adalah menentukan ukuran dan lokasi yang diinginkan. Kolam bisa dibuat kecil atau cukup besar sesuai lahan yang tersedia, misalnya sekitar 4×8 kaki sebagai ukuran yang umum digunakan. Jika kolam berada di area terbuka tanpa pagar, penting untuk memeriksa aturan setempat karena beberapa daerah membatasi kedalaman kolam demi alasan keamanan, biasanya sekitar 30 cm.

Pada tahap ini juga perlu diputuskan konsep kolam, apakah hanya untuk dekorasi atau ingin dijadikan taman air yang berisi tanaman hidup dan ikan. Kolam dekoratif dengan air mancur biasanya lebih mudah dirawat, sementara kolam dengan ikan atau tanaman membutuhkan sistem yang lebih lengkap serta perawatan rutin. Namun, dengan persiapan yang baik, keduanya tetap bisa dibuat secara mandiri.

2. Proses Penggalian Kolam

Setelah bentuk kolam ditandai menggunakan cat, kapur, atau selang, tahap berikutnya adalah menggali tanah sesuai desain yang telah dibuat. Kedalaman kolam dapat disesuaikan, misalnya sekitar 45 cm untuk kolam sederhana atau lebih dalam jika ingin menambahkan ikan. Pada awalnya, kolam bisa dibuat lebih dalam untuk kebutuhan ikan, tetapi kemudian bisa disesuaikan kembali agar perawatannya lebih mudah.

Saat menggali, usahakan sisi kolam dibuat cukup tegak agar pemasangan lapisan pelindung nantinya lebih rapi. Setelah itu, bagian dasar kolam sebaiknya diberi lapisan pelindung seperti koran bekas, karpet lama, atau pasir untuk mencegah kerusakan pada liner akibat batu atau benda tajam di dalam tanah.

3. Pemasangan dan Penyesuaian Liner Kolam

Langkah berikutnya adalah memasang pond liner yang berfungsi menahan air agar tidak meresap ke tanah. Ukuran liner harus disesuaikan dengan kedalaman dan lebar kolam, dengan tambahan beberapa kaki di setiap sisi untuk proses penyesuaian.

Setelah liner diletakkan, kolam dapat diisi air hingga setengah bagian agar material menyesuaikan bentuk tanah. Diamkan selama beberapa jam atau semalaman sebelum merapikan bagian tepinya. Sisa liner kemudian dipotong, tetapi tetap sisakan beberapa inci di bagian atas untuk keamanan dan fleksibilitas penyesuaian.

Jika ingin menambahkan pompa air atau air mancur, sebaiknya dipasang pada tahap ini sebelum kolam ditutup sepenuhnya.

4. Menyembunyikan Tepi Kolam dengan Batu

Agar tampilan kolam lebih alami, bagian tepi liner perlu ditutupi menggunakan batu atau material dekoratif. Batu alam seperti batu pipih atau potongan slate dapat digunakan untuk memberikan kesan natural dengan biaya lebih hemat.

Batu tersebut disusun di sepanjang bibir kolam untuk menutupi bagian liner yang terlihat. Celah atau area kosong kemudian dapat diisi dengan kerikil sungai agar tampilan lebih rapi dan menyatu dengan lingkungan sekitar. Pada tahap ini, pompa air juga bisa dinyalakan untuk memastikan aliran air berjalan dengan baik.

5. Menambahkan Sentuhan Akhir

Tahap terakhir adalah mempercantik area sekitar kolam dengan tanaman hias, dekorasi, atau elemen tambahan lainnya. Tanaman di sekitar kolam akan membantu menciptakan suasana yang lebih alami dan sejuk.

Selain itu, menambahkan tempat duduk di dekat kolam akan membuat area tersebut lebih nyaman untuk bersantai. Jika memungkinkan, menaruh tempat makan burung di sekitar taman juga dapat menarik burung-burung kecil sehingga suasana kolam menjadi lebih hidup dan alami.

Dengan langkah-langkah tersebut, kolam DIY di halaman rumah tidak hanya menjadi elemen dekoratif, tetapi juga ruang relaksasi yang menyenangkan tanpa perlu biaya besar.

Pertanyaan Seputar Cara Membuat Kolam DIY dengan Biaya Terjangkau

Berapa perkiraan biaya untuk membuat kolam ikan DIY yang terjangkau?

Membuat kolam ikan DIY yang terjangkau dimungkinkan dengan anggaran di bawah 3 juta rupiah, terutama jika menggunakan strategi seperti hebel, konsep raised pond, finishing semen ekspos, dan filter DIY.

Apa saja material hemat biaya yang bisa digunakan untuk kolam ikan DIY?

Material hemat biaya meliputi terpal HDPE (High-Density Polyethylene) sebagai liner kolam, hebel (bata ringan) atau bis beton untuk struktur, serta pemanfaatan barang bekas seperti kotak kulkas, styrofoam, atau ember. Untuk finishing, semen ekspos bisa menjadi pilihan ekonomis.

Mengapa filter penting untuk kolam ikan dan bagaimana cara membuatnya secara DIY?

Filter penting untuk menjaga kebersihan, kejernihan, dan kadar oksigen air kolam, serta mencegah air keruh dan berbau. Filter DIY dapat dibuat menggunakan pompa air, wadah bekas (ember/keranjang), pipa PVC, dan media filter seperti batu zeolite, bioballs, karbon aktif, serta kapas filter.

Apa keuntungan membuat kolam ikan tanpa galian (raised pond)?

Kolam tanpa galian atau raised pond menawarkan solusi praktis untuk lahan terbatas, proses pembuatannya lebih mudah, dan fleksibel karena dapat dipindahkan atau dimodifikasi sesuai kebutuhan. Konsep ini juga dapat menghemat tenaga dan biaya tukang karena tidak memerlukan penggalian tanah.

Baca informasi kesehatan terbaru di Kesehatan Liputan6