6 Cara Membuat Silase Pakan Ayam Kampung dari Limbah Pertanian Sekitar Rumah

Cara membuat silase pakan ayam kampung dari limbah pertanian sekitar rumah, mengurangi biaya pakan hingga 60% dan meningkatkan nutrisi.

Diterbitkan 11 Juni 2026, 20:20 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Cara membuat silase pakan ayam kampung dari limbah pertanian sekitar rumah menjadi solusi sederhana untuk mengolah sisa hasil panen menjadi pakan yang lebih awet dan bernutrisi. Bahan seperti jerami, daun jagung, atau batang tanaman dapat dimanfaatkan kembali.

Selain menghemat biaya, cara membuat silase pakan ayam kampung dari limbah pertanian sekitar rumah membantu mengurangi limbah organik di lingkungan sekitar. Proses fermentasi juga membuat pakan lebih mudah dicerna oleh ayam kampung.

Di pedesaan, cara membuat silase pakan ayam kampung dari limbah pertanian sekitar rumah bisa dilakukan dengan peralatan sederhana. Metode ini cocok untuk peternak kecil yang ingin menjaga ketersediaan pakan secara berkelanjutan.

Berikut Liputan6.com merangkum dari berbagai sumber tentang cara membuat silase pakan ayam kampung dari limbah pertanian sekitar rumah, Kamis (11/6/2026).

1. Silase Limbah Sayuran Pasar

Silase dari limbah sayuran pasar merupakan cara paling sederhana untuk memanfaatkan sisa bahan pangan yang masih layak diolah. Sayuran yang sudah tidak terpakai tetap memiliki kandungan nutrisi yang bisa dimaksimalkan melalui proses fermentasi, sehingga lebih tahan lama dan mudah dicerna oleh ayam kampung.

Bahan:

Sisa sayuran seperti kol, sawi, wortel, dan daun hijau lainnya sebagai sumber serat dan vitamin, dedak padi sebagai penyeimbang energi, EM4 sebagai starter fermentasi, molase sebagai sumber energi mikroba, serta air secukupnya untuk membantu proses pencampuran.

Cara membuat:

  1. Cacah semua sayuran hingga ukuran kecil.
  2. Campurkan dengan dedak hingga merata.
  3. Larutkan EM4 dan molase dalam air.
  4. Siramkan ke campuran bahan hingga lembap.
  5. Masukkan ke wadah kedap udara dan padatkan.
  6. Fermentasi 5–10 hari hingga siap digunakan.  

2. Silase Hijauan Pakan Ternak (HPT)

Silase hijauan pakan ternak memanfaatkan tanaman liar atau hijauan sekitar rumah yang biasanya mudah ditemukan di lahan pedesaan. Proses fermentasi membantu mengurangi zat antinutrisi sekaligus meningkatkan kualitas pakan untuk ayam kampung.

Bahan:

Daun singkong, daun talas, lamtoro, atau gamal sebagai sumber hijauan protein, dedak padi sebagai penyeimbang nutrisi, EM4 sebagai aktivator fermentasi, molase sebagai sumber energi mikroba, serta air secukupnya.

Cara membuat:

  1. Cacah semua hijauan hingga halus.
  2. Campurkan dengan dedak padi.
  3. Tambahkan larutan EM4 dan molase.
  4. Aduk hingga merata dan lembap.
  5. Masukkan ke wadah tertutup rapat.
  6. Padatkan dan fermentasi 14–21 hari.

3. Silase Jerami Padi atau Limbah Panen

Jerami padi dan limbah panen lainnya sering dianggap tidak bernilai, padahal dapat diolah menjadi pakan alternatif yang berguna. Melalui proses silase, bahan ini menjadi lebih lunak, bernutrisi, dan aman untuk konsumsi ayam.

Bahan:

Jerami padi atau jerami kedelai sebagai bahan utama serat, dedak atau bekatul sebagai sumber energi, EM4 sebagai starter fermentasi, molase sebagai pemicu mikroba, serta air secukupnya.

Cara membuat:

  1. Cacah jerami hingga lebih kecil.
  2. Campurkan dengan dedak atau bekatul.
  3. Tambahkan larutan EM4 dan molase.
  4. Atur kadar air sekitar 60%.
  5. Masukkan ke wadah tertutup dan padatkan.
  6. Fermentasi 14–21 hari.

4. Silase Campuran Komplit

Silase campuran komplit dibuat untuk menghasilkan pakan dengan kandungan nutrisi yang lebih seimbang. Kombinasi berbagai bahan membuat pakan ini cocok untuk pertumbuhan ayam kampung yang lebih optimal.

Bahan:

Dedak padi sebagai sumber energi, jagung giling sebagai energi utama, hijauan segar seperti daun singkong atau rumput sebagai serat, tepung ikan atau bungkil kedelai sebagai sumber protein, EM4 sebagai starter fermentasi, molase sebagai pemicu fermentasi, serta air secukupnya.

Cara membuat:

  1. Campurkan semua bahan kering terlebih dahulu.
  2. Masukkan hijauan yang sudah dicacah.
  3. Tambahkan larutan EM4 dan molase.
  4. Aduk hingga merata.
  5. Masukkan ke wadah tertutup dan padatkan.
  6. Fermentasi 5–7 hari.

5. Silase Jagung Giling dan Daun Legum

Silase ini memadukan sumber energi dan protein nabati yang mudah ditemukan di lingkungan sekitar rumah. Hasilnya cocok untuk meningkatkan pertumbuhan ayam kampung secara lebih cepat.

Bahan:

Jagung giling sebagai sumber energi utama, daun legum seperti lamtoro atau kaliandra sebagai sumber protein nabati, EM4 sebagai starter fermentasi, molase sebagai pemicu fermentasi, serta sedikit air untuk membantu pencampuran bahan.

Cara membuat:

  1. Campurkan jagung giling dan daun legum yang sudah dicacah.
  2. Tambahkan EM4 dan molase.
  3. Aduk hingga merata.
  4. Masukkan ke wadah tertutup.
  5. Padatkan hingga rapat.
  6. Fermentasi 5–7 hari.

6. Silase Sederhana Berbasis Dedak Padi

Silase sederhana ini cocok untuk pemula karena bahan mudah ditemukan di sekitar rumah. Meskipun sederhana, hasil fermentasi tetap memiliki nilai nutrisi yang baik untuk ayam kampung.

Bahan:

Dedak padi sebagai bahan utama energi, hijauan segar seperti rumput atau daun sayur sebagai serat tambahan, EM4 sebagai starter fermentasi, molase sebagai sumber energi mikroba, serta air secukupnya.

Cara membuat:

  1. Campurkan dedak dengan hijauan yang sudah dicacah.
  2. Tambahkan larutan EM4 dan molase.
  3. Aduk hingga lembap merata.
  4. Masukkan ke wadah tertutup rapat.
  5. Padatkan agar tidak ada udara masuk.
  6. Fermentasi 5–7 hari sebelum diberikan ke ayam.

Pertanyaan Seputar Cara Membuat Silase Pakan Ayam Kampung 

Apa itu silase pakan ayam kampung dari limbah pertanian?

Silase adalah pakan hasil fermentasi dari bahan-bahan limbah pertanian seperti jerami, daun hijauan, dan sisa sayuran. Proses ini membuat pakan lebih awet, mudah dicerna, dan memiliki nilai nutrisi yang lebih baik untuk ayam kampung.

Bahan apa saja yang bisa digunakan untuk membuat silase?

Bahan yang umum digunakan meliputi limbah sayuran (kol, sawi, wortel), hijauan seperti daun singkong atau lamtoro, jerami padi, dedak, serta tambahan EM4 dan molase sebagai starter fermentasi. Semua bahan ini mudah ditemukan di sekitar rumah atau lahan pertanian.

Bagaimana proses dasar pembuatan silase?

Prosesnya dimulai dengan mencacah bahan hingga kecil, kemudian mencampurkannya dengan dedak, EM4, dan molase. Setelah itu, campuran dimasukkan ke wadah kedap udara, dipadatkan untuk menghindari udara masuk, lalu difermentasi selama beberapa hari hingga bermutu baik dan siap diberikan sebagai pakan.

Apakah pakan dari limbah rumah tangga aman untuk ayam?

Pemberian pakan berbasis sisa organik rumah tangga sangat aman bagi pertumbuhan ayam, dengan catatan Anda wajib menerapkan standar pengolahan yang higienis. Untuk bahan pangan sisa berupa jeroan ikan atau potongan daging, pastikan untuk merebusnya terlebih dahulu hingga benar-benar matang sempurna guna mematangkan kandungan protein sekaligus membunuh bakteri patogen yang merugikan. Sementara untuk limbah kering seperti roti kedaluwarsa, nasi aking, dan ampas kelapa, Anda bisa mencampurkannya secara langsung atau melalui proses fermentasi alami sederhana.

Apa tanda silase yang berhasil difermentasi dengan baik?

Silase yang berhasil biasanya memiliki aroma asam segar seperti tape, tidak berbau busuk, tidak berjamur, dan teksturnya lebih lembut. Jika muncul bau menyengat atau lendir berlebihan, maka silase tersebut sebaiknya tidak diberikan kepada ayam karena menandakan proses fermentasi gagal.

Baca informasi kesehatan terbaru di Kesehatan Liputan6