Liputan6.com, Jakarta - Dalam dunia peternakan tradisional maupun modern, kebutuhan pakan berkualitas menjadi faktor penting penentu keberhasilan budidaya ayam kampung. Berbagai inovasi mulai dikembangkan, untuk menekan biaya produksi tanpa mengurangi nilai gizi pakan harian. Salah satu metode yang semakin banyak diperkenalkan adalah cara buat silase pakan ayam kampung, sebuah teknik pengawetan pakan berbasis fermentasi alami yang memanfaatkan bahan lokal mudah diperoleh.
Pemahaman mengenai teknologi pakan sederhana terus berkembang, seiring meningkatnya kebutuhan protein hewani masyarakat. Pengolahan bahan hijauan, dedak, hingga limbah sayuran melalui metode tertentu mampu menghasilkan pakan bernutrisi tinggi. Penerapan cara buat silase pakan ayam kampung memberikan kesempatan bagi peternak, untuk memanfaatkan sumber daya sekitar secara lebih optimal tanpa ketergantungan penuh pada pakan pabrikan.
Kemandirian pakan menjadi tujuan utama dalam pengembangan usaha ayam kampung yang berkelanjutan di berbagai daerah. Pemanfaatan teknik fermentasi sederhana membuka peluang efisiensi biaya operasional dalam jangka panjang. Melalui penerapan cara buat silase pakan ayam kampung, peternak bisa menjaga kualitas nutrisi ternak tetap stabil sekaligus meningkatkan produktivitas secara lebih konsisten.
Advertisement
Berikut ulasan lengkap yang Liputan6.com rangkum dari berbagai sumber, Minggu (7/6/2026).
Mengapa Silase Pakan Ayam Kampung Penting untuk Peternak Modern?
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/7006553/original/029657900_1779778076-dedak_padi.jpeg)
Pakan fermentasi, seperti silase, merupakan teknik pengawetan pakan ternak yang diawetkan melalui proses fermentasi bahan hijauan dalam kondisi anaerob atau tanpa oksigen. Proses ini secara fundamental membantu meningkatkan nilai nutrisi pakan, mempermudah pencernaan ayam, serta menekan biaya operasional secara signifikan.
Manfaat silase tidak hanya terbatas pada efisiensi biaya. Pakan fermentasi meningkatkan nilai gizi, meningkatkan kandungan protein kasar, dan meningkatkan daya cerna, sehingga membantu ayam berkembang lebih baik dan menghasilkan produktivitas yang lebih tinggi. Kandungan probiotik dalam pakan fermentasi juga menjaga keseimbangan mikroflora usus ayam yang esensial untuk sistem pencernaan mereka.
Selain itu, proses fermentasi pakan dengan bantuan mikroorganisme baik dapat membantu mengurangi bau kotoran ayam, menciptakan lingkungan peternakan yang lebih bersih dan nyaman. Silase juga menjadi solusi untuk memastikan ketersediaan pakan sepanjang tahun, terutama saat musim kemarau ketika hijauan segar sulit didapatkan. Teknik ini memungkinkan peternak membeli hijauan dalam jumlah besar saat harganya murah dan menyimpannya untuk jangka waktu yang lama, mengurangi ketergantungan pada pakan komersial.
Advertisement
1. Silase Dedak + EM4 (Metode Paling Sederhana)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5532258/original/076339600_1773645947-Gemini_Generated_Image_xrs9ddxrs9ddxrs9.jpg)
Cara ini merupakan salah satu teknik paling mudah, paling praktis, serta paling direkomendasikan bagi para pemula dalam dunia peternakan ayam kampung, terutama bagi mereka yang baru mulai mencoba memanfaatkan metode fermentasi pakan sederhana di tingkat rumahan. Kemudahan metode ini terletak pada ketersediaan bahan utama yang sangat mudah diperoleh di lingkungan sekitar, khususnya di wilayah pedesaan maupun pasar tradisional.
Bahan:
Dedak padi, air bersih yang tidak tercemar, molase atau gula merah cair sebagai sumber energi fermentasi, serta EM4 sebagai starter mikroorganisme yang berperan penting dalam proses penguraian bahan organik.
Cara membuat:
- Dedak padi dicampurkan secara perlahan dengan larutan EM4 dan molase hingga seluruh bagian bahan menjadi lembap secara merata, tidak terlalu kering dan tidak terlalu basah, sehingga kondisi ideal untuk proses fermentasi dapat tercapai secara optimal.
- Setelah adonan tercampur sempurna, seluruh bahan kemudian dimasukkan ke dalam wadah yang tertutup sangat rapat seperti drum plastik atau kantong plastik tebal berlapis, kemudian dipadatkan secara maksimal untuk mengeluarkan udara yang terperangkap di dalamnya.
- Proses penyimpanan dilakukan selama kurang lebih 5–7 hari hingga menghasilkan aroma asam segar khas fermentasi yang menandakan bahwa silase telah berhasil terbentuk dengan baik.
2. Silase Hijauan (Daun Singkong, Rumput, Azolla)
Metode ini sangat cocok digunakan oleh peternak yang memiliki akses melimpah terhadap berbagai jenis bahan hijauan segar dari lingkungan sekitar, seperti lahan pertanian, kebun, atau area perairan yang mendukung pertumbuhan tanaman air.
Bahan:
Daun singkong segar, rumput gajah muda yang masih lunak, azolla sebagai sumber protein alami, sedikit dedak padi untuk penyeimbang energi, EM4 sebagai starter fermentasi, serta molase untuk mempercepat proses penguraian bahan organik.
Cara membuat:
- Seluruh bahan hijauan dicacah menjadi ukuran kecil agar proses fermentasi dapat berjalan lebih cepat, merata, dan efektif dalam setiap bagian bahan. Setelah itu, bahan yang sudah dicacah dicampurkan bersama dedak padi serta larutan EM4 dan molase hingga semua komponen tercampur secara homogen.
- Campuran tersebut kemudian dimasukkan ke dalam wadah kedap udara, dipadatkan secara bertahap untuk mengurangi ruang udara di dalamnya, lalu ditutup rapat agar tidak terjadi kontak dengan oksigen luar. Proses fermentasi biasanya berlangsung selama 7–14 hari sebelum silase siap digunakan sebagai pakan ayam kampung.
Â
3. Silase Limbah Sayuran Pasar
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/7012670/original/091520400_1779785160-1727780713451577934.jpeg)
Metode ini dikenal sangat ekonomis dan efisien karena memanfaatkan limbah sayuran pasar yang masih dalam kondisi layak konsumsi, sehingga dapat mengurangi pemborosan sekaligus menekan biaya pakan secara signifikan.
Bahan:
Berbagai sisa sayuran seperti kol, sawi, wortel, serta daun hijau lainnya yang masih segar, dedak padi sebagai sumber energi tambahan, EM4 sebagai aktivator fermentasi, serta molase sebagai pemicu proses biologis dalam penguraian bahan.
Cara membuat:
- Seluruh sayuran yang telah dipilih kemudian dicacah menjadi bagian kecil agar lebih mudah mengalami proses fermentasi secara merata. Setelah itu, sayuran tersebut dicampurkan dengan dedak padi hingga tercampur sempurna, kemudian ditambahkan larutan EM4 dan molase secara bertahap sampai semua bahan memiliki tingkat kelembapan yang ideal.
- Campuran tersebut selanjutnya dimasukkan ke dalam wadah tertutup rapat, ditekan atau dipadatkan agar tidak terdapat rongga udara, kemudian disimpan selama kurang lebih 5–10 hari sampai proses fermentasi selesai dan menghasilkan silase yang siap diberikan kepada ayam kampung.
4. Silase Jagung Giling Campuran Protein Nabati
Metode ini sangat cocok diterapkan untuk mendukung pertumbuhan ayam kampung secara lebih optimal, terutama dalam fase pertumbuhan cepat yang membutuhkan asupan energi dan protein lebih tinggi.
Bahan:
Jagung giling sebagai sumber energi utama, daun legum seperti daun lamtoro atau kaliandra sebagai sumber protein nabati, EM4 sebagai starter fermentasi, molase sebagai pemicu fermentasi, serta sedikit air untuk membantu proses pencampuran bahan.
Cara membuat:
- Jagung giling dicampurkan dengan daun legum yang telah dicacah halus hingga tekstur keduanya menyatu secara merata. Setelah itu, larutan fermentasi yang terdiri dari EM4, molase, dan sedikit air ditambahkan secara perlahan sambil diaduk hingga semua bahan tercampur sempurna dan memiliki tingkat kelembapan yang sesuai.
- Campuran kemudian dimasukkan ke dalam wadah tertutup rapat, dipadatkan untuk menghilangkan udara di dalamnya, lalu disimpan dalam kondisi anaerob. Proses fermentasi biasanya berlangsung selama 7–10 hari hingga silase siap digunakan sebagai pakan ayam kampung.
5. Silase Campuran Komplit (Ransum Fermentasi)
Ini merupakan metode paling lengkap dan paling kaya nutrisi karena menggabungkan berbagai jenis bahan pakan dalam satu formulasi fermentasi yang seimbang dan menyeluruh untuk kebutuhan ayam kampung.
Bahan:
Dedak padi, jagung giling, berbagai jenis hijauan segar, tepung ikan atau bungkil kedelai sebagai sumber protein hewani dan nabati, EM4 sebagai starter mikroorganisme, serta molase sebagai sumber energi fermentasi.
- Cara membuat:
- Seluruh bahan dicampurkan secara menyeluruh hingga membentuk campuran yang benar-benar homogen, di mana setiap komponen saling menyatu tanpa adanya pemisahan tekstur.
- Setelah itu, larutan fermentasi yang terdiri dari EM4 dan molase dituangkan secara merata ke seluruh campuran hingga tingkat kelembapan tercapai secara ideal.
- Campuran kemudian dipadatkan di dalam wadah kedap udara untuk memastikan tidak ada oksigen yang masuk, kemudian ditutup rapat dan disimpan selama 10–14 hari.
- Setelah proses fermentasi selesai, silase ini dapat digunakan sebagai pakan utama maupun pakan tambahan yang sangat kaya nutrisi bagi ayam kampung.
Pertanyaan Seputar Cara Buat Silase Pakan Ayam Kampung
1. Berapa lama silase pakan ayam kampung dapat disimpan?
Jika disimpan dengan benar dalam wadah kedap udara di tempat yang sejuk dan kering, silase pakan ayam kampung dapat bertahan lama, mulai dari berbulan-bulan hingga beberapa literatur menyebutkan 2-3 tahun.
2. Apa tujuan utama membuat silase untuk ayam kampung?
Tujuannya untuk menghemat biaya pakan, memperpanjang daya simpan bahan pakan, dan meningkatkan nilai nutrisi melalui proses fermentasi alami.
3. Bahan apa saja yang bisa digunakan dalam silase pakan ayam kampung?
Bahan yang umum digunakan meliputi dedak padi, jagung giling, daun singkong, rumput gajah muda, azolla, hingga limbah sayuran pasar yang masih segar.
4. Apakah EM4 wajib digunakan dalam pembuatan silase?
Tidak wajib, tetapi EM4 sangat membantu mempercepat proses fermentasi dan meningkatkan kualitas hasil silase agar lebih stabil dan tidak mudah busuk.
5. Berapa lama proses fermentasi silase pakan ayam kampung?
Umumnya berlangsung antara 5 hingga 14 hari tergantung bahan yang digunakan, tingkat kelembapan, dan kondisi penyimpanan.
6. Bagaimana ciri silase yang berhasil dibuat dengan baik?
Silase yang berhasil biasanya beraroma asam segar, tidak berbau busuk, teksturnya lembap tetapi tidak berlendir, serta tidak berjamur.
Â
Â
Baca informasi kesehatan terbaru di Kesehatan Liputan6
Advertisement
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9304320/original/074308900_1784712554-cek_fakta_lowongan_SKK_Migas.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/2365270/original/068589700_1537681835-20180923-Pawai-Kampanye-Damai-3.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5521382/original/090333100_1772688718-gempa_besar-_klaim_facebook.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9304429/original/014311000_1784714561-Untitled_design.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5486916/original/003559700_1769648650-Pakan_Campuran_Nasi_dan_Dedak_Padi__Gemini_AI_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8256534/original/027399300_1781161052-Vertical_500x656_-_Pentas_Bola_Dunia_2026__3_.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8264053/original/051807800_1782069676-Spain_s_Lamine_Yamal.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8260490/original/004683900_1781597232-063_2281735743-Spanyol_vs_Tanjung_Verde.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8257806/original/036653900_1781257253-1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9301596/original/087157300_1784500330-063_2286807575.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4786318/original/084826700_1711521270-GJmtYCIbgAAkw1f.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9299963/original/007789300_1784281017-mainoo.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3104854/original/092516000_1587109605-000_1Q35MK.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5535295/original/004219900_1773977617-gianni.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9303609/original/094591200_1784672116-AP26200776667216.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9303337/original/087011100_1784626958-063_2286813749.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9302533/original/039508800_1784583892-spanyol.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9301613/original/093079500_1784504537-000_C2LE74U.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5473833/original/031482100_1768459307-Terapkan_Teknologi_Pakan_Sederhana_Fermentasi___Silase.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5485121/original/039738900_1769495381-Kulit_Durian.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/7685071/original/054409000_1780481295-unnes.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/7986511/original/033892800_1780824215-2937789813721880994.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/6997497/original/019553000_1779767684-Rumah_Desa_Bergaya_Tropis_dengan_Hammock.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/7981453/original/065790900_1780818720-12929850193061271802.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/7985041/original/066660200_1780822536-ChatGPT_Image_Jun_7__2026__03_51_27_PM.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/7980211/original/097044600_1780817374-8864806834066117253.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/7426994/original/062765200_1780204184-17405093974880268772.jpeg)