Perbedaan Gerhana Matahari dan Gerhana Bulan: Penyebab, Jenis, dan Cara Terjadinya

Perbedaan gerhana matahari dan gerhana bulan, keduanya punya keunikan masing-masing.

Diterbitkan 09 Juni 2026, 11:40 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Perbedaan gerhana matahari dan gerhana bulan sering menjadi topik yang menarik untuk dipelajari karena keduanya merupakan fenomena astronomi yang melibatkan posisi Matahari, Bumi, dan Bulan. Meski sama-sama disebut gerhana, proses terjadinya kedua peristiwa ini memiliki mekanisme yang berbeda.

Memahami perbedaan gerhana matahari dan gerhana bulan dapat membantu kita mengenali bagaimana bayangan benda langit memengaruhi fenomena yang terlihat dari Bumi. Selain itu, masing-masing gerhana memiliki waktu pengamatan, durasi, dan karakteristik yang tidak sama.

Dengan mengetahui perbedaan gerhana matahari dan gerhana bulan, masyarakat dapat lebih mudah memahami fenomena langit yang terjadi secara berkala. Pengetahuan ini juga membuat pengalaman mengamati gerhana menjadi lebih menarik dan bermakna.

Berikut Liputan6.com merangkum dari berbagai sumber tentang perbedaan gerhana matahari dan gerhana bulan, Selasa (9/6/2026).

Perbedaan Gerhana Matahari dan Gerhana Bulan

Mengutip dari laman spaceplace.nasa.gov,  gerhana adalah peristiwa ketika sebuah planet atau satelit alami (bulan) menghalangi cahaya Matahari. Di Bumi, terdapat dua jenis gerhana yang dapat diamati, yaitu gerhana matahari dan gerhana bulan.

Kedua fenomena ini terjadi karena posisi Matahari, Bumi, dan Bulan berada pada susunan tertentu sehingga salah satu benda langit tertutup oleh bayangan benda lainnya.

Saat gerhana matahari, piringan Matahari tampak tertutup sebagian atau seluruhnya oleh Bulan. Pada gerhana total, langit bahkan dapat menjadi gelap seperti senja meskipun masih siang hari.

Pada gerhana bulan, Bulan tampak meredup dan dapat berubah warna menjadi merah kecokelatan atau blood moon akibat pembiasan cahaya Matahari oleh atmosfer Bumi.

Gerhana Matahari

Gerhana matahari terjadi ketika Bulan berada di antara Matahari dan Bumi sehingga cahaya Matahari terhalang dan bayangan Bulan jatuh ke permukaan Bumi. Akibatnya, pada siang hari Matahari tampak tertutup sebagian atau seluruhnya oleh Bulan, bahkan langit dapat menjadi gelap untuk sementara waktu.

Fenomena gerhana matahari total terjadi rata-rata sekitar setiap satu setengah tahun di suatu lokasi di Bumi. Sementara itu, gerhana matahari sebagian terjadi setidaknya dua kali dalam setahun di berbagai wilayah dunia.

Namun, tidak semua orang dapat menyaksikan setiap gerhana matahari. Kesempatan melihat gerhana matahari total tergolong langka karena bayangan Bulan yang jatuh ke Bumi memiliki jalur yang sempit. Hanya wilayah yang berada tepat di jalur bayangan Bulan yang dapat menyaksikan gerhana total. Selain itu, pengamat juga harus berada di sisi Bumi yang sedang mengalami siang hari saat peristiwa berlangsung.

Bahkan, rata-rata suatu lokasi yang sama di Bumi hanya dapat mengalami gerhana matahari total selama beberapa menit sekali dalam sekitar 375 tahun.

Gerhana Bulan

Gerhana bulan terjadi ketika Bumi berada di antara Matahari dan Bulan. Dalam kondisi ini, cahaya Matahari yang seharusnya menerangi Bulan terhalang oleh Bumi sehingga bayangan Bumi menutupi Bulan.

Akibatnya, Bulan yang biasanya terang saat fase purnama akan tampak meredup secara perlahan. Pada beberapa gerhana bulan total, Bulan bahkan dapat berubah warna menjadi merah atau jingga kemerahan.

Warna merah tersebut muncul karena atmosfer Bumi menyerap sebagian besar warna cahaya Matahari dan hanya membiaskan sebagian cahaya berwarna merah menuju Bulan. Fenomena yang sama juga menyebabkan langit tampak berwarna oranye atau merah saat matahari terbit dan terbenam.

Menariknya, saat gerhana bulan total terjadi, Bulan sebenarnya diterangi oleh cahaya dari seluruh matahari terbit dan matahari terbenam yang sedang berlangsung di berbagai wilayah Bumi.

Mengapa Gerhana Bulan Tidak Terjadi Setiap Bulan?

Banyak orang bertanya-tanya mengapa gerhana bulan tidak terjadi setiap kali Bulan mengelilingi Bumi. Meskipun Bulan memang mengorbit Bumi setiap bulan, jalurnya tidak sejajar sempurna dengan orbit Bumi mengelilingi Matahari.

Orbit Bulan memiliki kemiringan tertentu sehingga pada sebagian besar waktu Bulan tidak memasuki bayangan Bumi. Dalam banyak kesempatan, Bulan berada di belakang Bumi tetapi masih tetap menerima cahaya Matahari.

Karena itulah gerhana bulan tidak terjadi setiap bulan dan menjadi fenomena astronomi yang cukup istimewa.

Gerhana Bulan Lebih Mudah Disaksikan

Berbeda dengan gerhana matahari yang hanya dapat dilihat dari wilayah tertentu, gerhana bulan dapat diamati oleh lebih banyak orang. Selama seseorang berada di sisi Bumi yang sedang mengalami malam hari saat gerhana berlangsung, fenomena tersebut umumnya dapat disaksikan dengan mudah.

Inilah salah satu alasan mengapa gerhana bulan sering dinikmati oleh jutaan orang secara bersamaan di berbagai negara.

Bahaya Mengamati Gerhana Matahari

Mengamati gerhana matahari memerlukan perhatian khusus terhadap keselamatan mata. Kecuali saat fase totalitas yang berlangsung sangat singkat pada gerhana matahari total, melihat Matahari secara langsung tanpa perlindungan khusus sangat berbahaya.

Paparan cahaya Matahari secara langsung dapat menyebabkan kerusakan permanen pada retina mata. Oleh karena itu, pengamatan gerhana matahari harus menggunakan kacamata gerhana khusus atau alat pelindung yang memenuhi standar keamanan.

Perbedaan Gerhana Matahari dan Gerhana Bulan Lainnya

Meskipun sama-sama merupakan fenomena astronomi yang melibatkan Matahari, Bumi, dan Bulan, gerhana matahari dan gerhana bulan memiliki sejumlah perbedaan. Berikut beberapa perbedaan utamanya.

1. Fase Bulan Saat Gerhana Terjadi

Gerhana matahari hanya dapat terjadi saat Bulan berada dalam fase Bulan baru atau Bulan mati. Pada fase ini, Bulan berada di antara Matahari dan Bumi sehingga mampu menghalangi cahaya Matahari.

Sebaliknya, gerhana bulan hanya terjadi ketika Bulan berada dalam fase purnama. Pada saat itu, Bumi berada di antara Matahari dan Bulan sehingga bayangan Bumi dapat menutupi Bulan.

2. Durasi Gerhana

Gerhana matahari umumnya berlangsung lebih singkat dibandingkan gerhana bulan. Fase gerhana total biasanya hanya berlangsung beberapa menit di suatu lokasi sebelum Matahari kembali terlihat.

Gerhana matahari hanya dapat disaksikan dari wilayah tertentu yang dilalui bayangan Bulan sehingga tidak semua orang dapat melihat fenomena yang sama.

Sementara itu, gerhana bulan memiliki durasi yang lebih panjang. Proses gerhana dapat berlangsung selama beberapa jam, dengan fase totalitas yang bisa bertahan lebih dari satu jam.

Gerhana bulan dapat diamati dari seluruh wilayah Bumi yang sedang mengalami malam hari, sehingga cakupan pengamatannya jauh lebih luas.

3. Jenis Gerhana

Gerhana matahari memiliki empat jenis, yaitu gerhana matahari total, gerhana matahari sebagian, gerhana matahari cincin, dan gerhana matahari hibrida. Masing-masing jenis dibedakan berdasarkan seberapa besar piringan Matahari yang tertutupi oleh Bulan.

Di sisi lain, gerhana bulan terdiri dari gerhana bulan total, gerhana bulan sebagian, dan gerhana bulan penumbra. Perbedaannya ditentukan oleh posisi Bulan terhadap bayangan Bumi saat gerhana berlangsung.

4. Bayangan yang Berperan

Pada gerhana matahari, bayangan Bulan yang terdiri dari umbra dan penumbra jatuh ke permukaan Bumi. Jenis gerhana yang terlihat bergantung pada posisi pengamat terhadap bayangan tersebut.

Sedangkan pada gerhana bulan, Bulan memasuki bayangan Bumi. Jika seluruh Bulan masuk ke daerah umbra, akan terjadi gerhana bulan total. Jika hanya sebagian atau memasuki penumbra, maka jenis gerhananya berbeda.

5. Fakta Menarik

Gerhana matahari total memungkinkan pengamat melihat korona, yaitu lapisan terluar Matahari yang biasanya tidak tampak karena tertutupi cahaya Matahari yang sangat terang. Fenomena ini juga dapat menyebabkan suhu udara di sekitar lokasi pengamatan menurun untuk sementara waktu.

Sementara itu, gerhana bulan terkenal dengan fenomena blood moon, yaitu saat Bulan tampak berwarna merah kemerahan akibat pembiasan cahaya Matahari oleh atmosfer Bumi. Gerhana bulan juga lebih sering disaksikan oleh banyak orang karena area pengamatannya jauh lebih luas.

Pertanyaan Seputar Perbedaan Gerhana Matahari dan Gerhana Bulan

Apa perbedaan utama antara gerhana matahari dan gerhana bulan?

Perbedaan utama terletak pada posisi benda langit. Pada gerhana matahari, Bulan berada di antara Matahari dan Bumi. Sedangkan pada gerhana bulan, Bumi berada di antara Matahari dan Bulan. Ini memengaruhi siapa yang menghalangi cahaya dan objek mana yang bayangannya terlihat.

Apakah aman melihat gerhana matahari dan gerhana bulan dengan mata telanjang?

Melihat gerhana matahari secara langsung tanpa kacamata gerhana khusus atau filter surya yang aman sangat berbahaya dan dapat merusak mata permanen. Sebaliknya, gerhana bulan aman untuk dilihat dengan mata telanjang dan tanpa perangkat pelindung khusus karena cahaya Bulan saat itu sangat redup.

Mengapa gerhana tidak terjadi setiap bulan?

Gerhana tidak terjadi setiap bulan karena bidang orbit Bulan mengelilingi Bumi tidak sejajar dengan bidang orbit Bumi mengelilingi Matahari (ekliptika), melainkan membentuk sudut sekitar 5 derajat. Hal ini menyebabkan Matahari, Bumi, dan Bulan tidak selalu berada dalam satu garis lurus yang sempurna setiap fase bulan baru atau purnama.

Apa itu 'blood moon'?

Blood moon adalah sebutan untuk Bulan yang mengalami gerhana bulan total. Saat itu, Bulan tampak berwarna kemerahan karena cahaya Matahari dibiaskan dan disaring oleh atmosfer Bumi sebelum mencapai permukaan Bulan.

Baca informasi kesehatan terbaru di Kesehatan Liputan6