Apakah Telur Retak Masih Aman Disimpan di Kulkas? Ketahui Risiko dan Penanganannya

Ketahui apakah telur retak masih aman disimpan di kulkas dan bagaimana penanganan yang tepat untuk mencegah risiko kontaminasi bakteri berbahaya pada makanan.

Diterbitkan 21 Mei 2026, 10:40 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Telur merupakan salah satu bahan pangan pokok yang kaya gizi, namun penanganannya memerlukan perhatian khusus, terutama jika cangkangnya mengalami keretakan. Pertanyaan mengenai apakah telur retak masih aman disimpan di kulkas seringkali membingungkan banyak konsumen. Memahami risiko serta cara penanganan yang benar sangat esensial untuk menghindari penyakit bawaan makanan.

Kekhawatiran seputar apakah telur retak masih aman disimpan di kulkas sangatlah beralasan. Cangkang telur berfungsi sebagai pelindung alami yang vital dari kontaminasi bakteri. Ketika cangkang pecah, integritas pelindung ini terganggu, sehingga membuka jalan bagi mikroorganisme berbahaya untuk masuk ke bagian dalam telur.

Berikut ini telah Liputan6 ulas secara komprehensif tentang apakah telur retak masih aman disimpan di kulkas, menyajikan panduan detail berdasarkan rekomendasi keamanan pangan dari berbagai lembaga terkemuka. 

Keamanan Telur Retak: Memahami Risiko Kontaminasi

Cangkang telur memainkan peran krusial sebagai penghalang fisik yang melindungi bagian dalam telur dari bakteri dan kontaminan eksternal. Ketika cangkang retak, lapisan pelindung alami ini terganggu, memungkinkan bakteri berbahaya seperti Salmonella untuk masuk ke dalam isi telur. Bakteri Salmonella dapat menyebabkan keracunan makanan dengan gejala seperti muntah, diare, kram perut, dan demam, yang bisa muncul 12 hingga 72 jam setelah mengonsumsi telur yang terkontaminasi.

Dalam kasus yang parah, infeksi Salmonella bahkan dapat mengancam jiwa, terutama pada kelompok rentan seperti anak-anak di bawah 5 tahun, lansia, ibu hamil, dan individu dengan sistem kekebalan tubuh yang lemah. Oleh karena itu, penting sekali untuk selalu berhati-hati dalam mengonsumsi telur yang cangkangnya sudah tidak utuh.

Telur Retak dalam Perjalanan Pulang: Penanganan Cepat dan Tepat

Jika telur mengalami keretakan saat dalam perjalanan pulang dari toko atau tidak sengaja terbentur ketika dimasukkan ke kulkas, telur tersebut masih berpotensi untuk dikonsumsi dengan beberapa syarat ketat. Penanganan yang cepat dan benar menjadi kunci utama dalam situasi ini.

Telur yang baru retak harus segera dipecahkan, lalu dimasukkan ke dalam wadah bersih yang tertutup rapat, dan disimpan di lemari es. Telur ini wajib dimasak dan dihabiskan dalam waktu maksimal 2 hari setelah keretakan terjadi, bahkan beberapa sumber menyarankan penggunaan dalam waktu 24 jam untuk meminimalkan risiko.

Saat mengolahnya, pastikan bagian kuning dan putih telur dimasak hingga benar-benar padat dan matang sempurna. Hindari mengonsumsi telur retak yang dimasak setengah matang atau dalam adonan mentah, sebab pemasakan yang matang bertujuan untuk membunuh bakteri yang mungkin sudah masuk melalui celah retakan.

Telur Retak Sejak di Toko: Kapan Harus Dibuang?

Apabila Anda menemukan telur sudah dalam kondisi retak saat membuka kemasan dari toko, atau Anda tidak tahu pasti sudah berapa lama telur itu retak, sangat disarankan untuk segera membuangnya. Langkah ini merupakan tindakan pencegahan terbaik untuk kesehatan.

Cangkang telur memiliki lapisan pelindung alami yang disebut "bloom" atau kutikula, yang mengandung antimikroba. Ketika cangkang retak, lapisan ini rusak, dan bakteri berbahaya seperti Salmonella dapat dengan sangat cepat masuk ke dalam isi telur dan berkembang biak, bahkan di dalam suhu dingin kulkas.

Tidak ada yang bisa memastikan berapa lama telur sudah retak dan terpapar lingkungan luar. Telur yang retak di toko atau selama transportasi sebelum sampai ke konsumen memiliki risiko kontaminasi yang jauh lebih tinggi karena paparan suhu dan lingkungan yang tidak terkontrol, sehingga sebaiknya tidak dikonsumsi.

Risiko Penyimpanan Telur Retak di Kulkas Tanpa Penanganan

Menyimpan telur yang retak di dalam kulkas tanpa penanganan yang tepat sangat berisiko karena beberapa alasan penting. Salah satunya adalah potensi kontaminasi silang.

Bakteri dari dalam telur retak dapat menyebar ke permukaan kompartemen kulkas atau ke makanan lain yang berada di dekatnya, menyebabkan kontaminasi silang pada bahan makanan lain. Selain itu, retakan pada cangkang akan membuat isi telur lebih cepat kering dan kehilangan kualitasnya.

Kelembaban juga dapat mempercepat migrasi patogen melalui retakan mikro, sehingga kualitas telur menurun lebih cepat. Oleh karena itu, penanganan yang benar sangat diperlukan untuk menjaga keamanan pangan.

Memastikan Kelayakan Telur: Uji Aroma

Jika Anda terlanjur memecahkan telur yang retak dan masih ragu-ragu mengenai kelayakannya, uji aroma dapat menjadi metode sederhana untuk membantu Anda. Indera penciuman bisa menjadi indikator penting.

Telur yang sudah terkontaminasi bakteri biasanya akan mengeluarkan aroma tidak sedap, seperti bau busuk atau belerang, yang langsung tercium begitu cangkang dibuka. Aroma ini adalah tanda bahaya yang tidak boleh diabaikan.

Jika tercium bau aneh, segera buang telur tersebut dan bersihkan wadahnya dengan seksama untuk menghindari kontaminasi lebih lanjut. Jangan mengambil risiko dengan mengonsumsi telur yang sudah menunjukkan tanda-tanda pembusukan.

 

Pertanyaan Seputar Seputar Telur Retak dan Penyimpanannya di Kulkas

1. Berapa lama telur retak bisa bertahan di kulkas?

Telur retak sebaiknya digunakan dalam waktu 1–2 hari setelah disimpan di kulkas. Semakin lama disimpan, risiko kualitas menurun dan kontaminasi bakteri menjadi lebih tinggi dibanding telur utuh yang cangkangnya masih sempurna.

2. Bagaimana cara mengetahui telur retak sudah tidak layak konsumsi?

Telur yang sudah tidak layak biasanya mengeluarkan bau menyengat, isi telur tampak encer tidak normal, atau muncul perubahan warna pada putih maupun kuning telur. Jika ragu dengan kondisinya, lebih aman untuk tidak mengonsumsinya.

3. Apakah telur retak boleh langsung dibekukan?

Telur retak boleh dibekukan, tetapi sebaiknya isi telur dipindahkan terlebih dahulu ke wadah bersih dan tertutup sebelum masuk freezer. Jangan membekukan telur dalam cangkang retak karena bisa memperbesar kerusakan dan memicu kontaminasi.

4. Bagaimana cara menyimpan telur retak agar lebih aman?

Simpan telur retak di bagian dalam kulkas dengan suhu stabil, bukan di rak pintu kulkas. Gunakan wadah tertutup dan hindari mencuci telur sebelum disimpan karena lapisan pelindung alami pada cangkang bisa hilang dan membuat bakteri lebih mudah masuk.

Baca informasi kesehatan terbaru di Kesehatan Liputan6