Liputan6.com, Jakarta - Nasi merupakan makanan pokok yang tak terpisahkan dari keseharian masyarakat Indonesia. Namun, kesalahan dalam penanganan dan penyimpanannya seringkali luput dari perhatian, padahal dapat menyebabkan nasi cepat basi dan berpotensi menimbulkan keracunan makanan. Salah satu pemicu utamanya adalah bakteri Bacillus cereus, yang sporanya dapat bertahan hidup bahkan setelah proses pemasakan.
Ketika nasi matang dibiarkan terlalu lama pada suhu ruangan, bakteri ini menemukan kondisi ideal untuk berkembang biak dan menghasilkan racun. Semakin lama nasi terpapar suhu ruangan, semakin tinggi pula konsentrasi racun yang terbentuk, menjadikannya tidak aman untuk dikonsumsi. Kementerian Kesehatan Malaysia bahkan menyatakan bahwa nasi sisa yang dibiarkan pada suhu ruangan selama empat jam atau lebih berisiko menyebabkan keracunan jika dipanaskan kembali.
Idealnya, nasi yang baru matang sebaiknya segera dikonsumsi. Jika ada sisa, proses pendinginan dan penyimpanan harus dilakukan dalam waktu maksimal dua jam setelah dimasak guna menghambat pertumbuhan bakteri berbahaya. Lantas apa saja kesalahan menyimpan nasi yang bikin cepat basi dan masih sering dilakukan di rumah? Melansir dari berbagai sumber, Rabu (15/7/2026), simak ulasan informasinya berikut ini.
Advertisement
1. Membiarkan Nasi Terlalu Lama pada Suhu Ruangan
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4552352/original/056891000_1693018039-steamed-rice-bowl-with-garlic-red-onion-wooden-cutting-board.jpg)
Salah satu kesalahan paling umum adalah membiarkan nasi matang berada di suhu ruang selama berjam-jam setelah selesai dimasak. Banyak orang menganggap nasi masih aman dikonsumsi selama belum berbau asam, padahal bakteri dapat mulai berkembang biak meskipun perubahan aroma belum terasa. Semakin lama nasi berada di suhu ruang, semakin besar risiko kualitasnya menurun.
Suhu ruang, terutama di daerah beriklim tropis seperti Indonesia, menjadi kondisi yang ideal bagi pertumbuhan berbagai mikroorganisme. Ketika nasi dibiarkan terlalu lama tanpa perlindungan suhu yang tepat, kelembapan di dalamnya akan mempercepat proses pembusukan. Akibatnya, nasi bisa menjadi berlendir, berubah aroma, atau terasa asam saat dimakan.
Jika nasi tidak akan segera dikonsumsi, sebaiknya dinginkan secukupnya dalam waktu singkat, lalu simpan di lemari es menggunakan wadah tertutup. Hindari membiarkan nasi berada di suhu ruang terlalu lama karena kebiasaan ini merupakan salah satu penyebab utama nasi cepat basi.
Advertisement
2. Menyimpan Nasi di Rice Cooker Terlalu Lama
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5752109/original/055041500_1778653034-unnamed__80_.jpg)
Rice cooker memang dirancang untuk menjaga nasi tetap hangat, tetapi bukan berarti nasi bisa disimpan di dalamnya selama berhari-hari. Mode keep warm hanya membantu mempertahankan suhu tertentu, bukan menghentikan penurunan kualitas nasi. Semakin lama nasi berada di rice cooker, teksturnya akan semakin kering di bagian atas dan terlalu lembap di bagian bawah.
Selain memengaruhi tekstur, penyimpanan terlalu lama di rice cooker juga meningkatkan risiko munculnya kondensasi air pada tutup penanak nasi. Tetesan air tersebut dapat kembali jatuh ke permukaan nasi sehingga menciptakan area yang lebih lembap. Kondisi ini mempercepat pertumbuhan mikroorganisme dan membuat nasi lebih mudah basi.
Apabila nasi masih tersisa dalam jumlah banyak dan tidak akan habis dalam beberapa jam, lebih baik pindahkan ke wadah bersih dan simpan di lemari es setelah suhunya mulai turun. Cara ini membantu menjaga kualitas nasi lebih lama dibandingkan terus membiarkannya berada di mode penghangat.
3. Memasukkan Nasi ke Wadah yang Tidak Bersih
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9296472/original/077742300_1784015245-3.jpg)
Wadah penyimpanan memiliki peran penting dalam menjaga kualitas nasi. Menggunakan wadah yang masih mengandung sisa makanan, minyak, atau tidak dicuci dengan bersih dapat menjadi sumber kontaminasi. Mikroorganisme yang menempel pada wadah akan lebih mudah berkembang ketika bersentuhan dengan nasi yang masih kaya akan air dan pati.
Selain kebersihan, kondisi wadah juga perlu diperhatikan. Wadah yang retak, berbau, atau sulit dibersihkan berpotensi menjadi tempat berkumpulnya bakteri. Oleh karena itu, pilih wadah berbahan food grade dengan permukaan yang halus agar mudah dicuci dan tidak menyerap bau.
Sebelum digunakan, pastikan wadah benar-benar bersih dan kering. Hindari menyimpan nasi dalam wadah yang masih basah karena kelembapan tambahan dapat mempercepat pembusukan. Langkah sederhana ini sangat membantu menjaga nasi tetap higienis dan tahan lebih lama.
Advertisement
4. Menutup Wadah Saat Nasi Masih Sangat Panas
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9242337/original/024142600_1783134724-Gunakan_Wadah_Kedap_Udara__Air-Tight_Container_.jpg)
Banyak orang langsung menutup rapat wadah berisi nasi yang baru matang dengan tujuan menjaga kehangatannya. Padahal, kebiasaan ini dapat menyebabkan uap air terperangkap di dalam wadah. Uap tersebut kemudian berubah menjadi embun yang menetes kembali ke permukaan nasi sehingga meningkatkan kelembapan.
Kondisi yang terlalu lembap mempercepat pertumbuhan mikroorganisme dan membuat tekstur nasi cepat berubah menjadi lembek. Selain itu, embun yang terus terbentuk dapat memengaruhi cita rasa nasi sehingga tidak lagi senikmat saat baru dimasak.
Sebaiknya biarkan nasi mengeluarkan uap panas terlebih dahulu selama beberapa saat hingga suhunya mulai turun. Setelah itu, simpan dalam wadah bersih yang memiliki penutup rapat. Cara ini membantu mengurangi pembentukan embun berlebih tanpa membuat nasi terlalu lama berada di suhu ruang.
5. Menggunakan Sendok yang Sudah Dipakai untuk Mengambil Nasi
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5002291/original/007339300_1731391416-crop-hand-taking-rice-from-steamer_23-2147897598.jpg)
Kebiasaan mengambil nasi menggunakan sendok yang sebelumnya dipakai untuk makan masih sering dilakukan di banyak rumah. Padahal, sendok yang telah bersentuhan dengan makanan lain atau air liur dapat membawa mikroorganisme ke dalam nasi. Kontaminasi silang seperti ini dapat mempercepat proses pembusukan, terutama jika nasi kemudian disimpan kembali.
Selain air liur, sisa lauk yang menempel pada sendok juga dapat menjadi sumber bakteri. Misalnya, minyak, kuah, atau potongan makanan yang terbawa masuk ke dalam rice cooker atau wadah penyimpanan dapat memengaruhi kebersihan nasi. Akibatnya, nasi lebih cepat berbau, berubah warna, atau berlendir dibandingkan jika selalu diambil menggunakan alat yang bersih.
Biasakan menggunakan sendok nasi khusus yang bersih dan kering setiap kali mengambil nasi. Jika sendok jatuh atau telah digunakan untuk makanan lain, cuci terlebih dahulu sebelum digunakan kembali. Kebiasaan sederhana ini membantu menjaga kebersihan nasi dan memperpanjang masa simpannya.
Advertisement
6. Menyimpan Nasi di Kulkas Tanpa Wadah Tertutup
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9242339/original/061631800_1783134724-Bekukan_Nasi_di_Freezer_untuk_Penyimpanan_Jangka_Panjang.jpg)
Sebagian orang langsung meletakkan nasi di dalam kulkas tanpa menggunakan wadah bertutup karena dianggap lebih praktis. Padahal, cara ini membuat nasi mudah menyerap aroma dari bahan makanan lain, seperti ikan, bawang, atau makanan berbumbu tajam. Selain memengaruhi rasa, tekstur nasi juga bisa menjadi lebih cepat kering.
Wadah terbuka juga membuat kelembapan nasi lebih mudah menguap sehingga butiran nasi mengeras setelah disimpan. Sebaliknya, jika kulkas memiliki kelembapan tinggi, nasi dapat menyerap uap air berlebih yang memengaruhi kualitasnya. Oleh karena itu, penggunaan wadah tertutup menjadi langkah penting untuk menjaga kondisi nasi tetap stabil.
Pilih wadah kedap udara (airtight) yang bersih dan berbahan food grade. Bagi nasi ke dalam beberapa porsi agar lebih mudah diambil sesuai kebutuhan tanpa harus berulang kali membuka seluruh isi wadah. Cara ini membantu menjaga kualitas nasi sekaligus mengurangi risiko kontaminasi.
7. Memanaskan Nasi Berulang Kali
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4758217/original/082854700_1709251388-microwave-oven-isolated-white_93675-128062.jpg)
Kesalahan lain yang sering terjadi adalah memanaskan nasi berkali-kali karena ingin selalu menyajikannya dalam keadaan hangat. Setiap kali nasi dipanaskan lalu didinginkan kembali, kualitasnya akan terus menurun. Proses perubahan suhu yang berulang dapat memengaruhi tekstur, rasa, dan kandungan air pada nasi.
Selain membuat nasi menjadi lebih kering atau keras, pemanasan berulang juga meningkatkan peluang kontaminasi apabila nasi dibiarkan terlalu lama di suhu ruang di antara proses pemanasan. Semakin sering nasi mengalami siklus panas dan dingin, semakin cepat pula kualitasnya menurun.
Cara yang lebih baik adalah membagi nasi ke dalam beberapa porsi sejak awal penyimpanan. Ambil dan panaskan hanya porsi yang akan dikonsumsi, sementara sisanya tetap disimpan di dalam kulkas. Dengan cara ini, nasi tetap lebih segar, teksturnya lebih baik, dan risiko pembusukan dapat diminimalkan.
Pertanyaan Seputar Kesalahan Menyimpan Nasi yang Bikin Cepat Basi
1. Berapa lama nasi matang aman disimpan pada suhu ruang?
Sebaiknya nasi tidak dibiarkan terlalu lama pada suhu ruang. Jika tidak segera dikonsumsi, lebih baik segera didinginkan secukupnya lalu dipindahkan ke lemari es agar kualitasnya tetap terjaga.
2. Apakah nasi boleh disimpan semalaman di rice cooker?
Boleh jika rice cooker tetap berada pada mode keep warm, tetapi kualitas nasi biasanya mulai menurun setelah disimpan terlalu lama. Untuk sisa nasi yang tidak akan segera dimakan, penyimpanan di kulkas lebih disarankan.
3. Berapa lama nasi dapat disimpan di dalam kulkas?
Nasi matang umumnya dapat disimpan di dalam kulkas sekitar 3–4 hari apabila ditempatkan dalam wadah bersih dan tertutup rapat serta disimpan pada suhu lemari es yang sesuai.
4. Mengapa nasi cepat basi meski disimpan di rice cooker?
Beberapa penyebabnya antara lain nasi sudah terkontaminasi saat diambil, terlalu lama berada di mode penghangat, tutup rice cooker sering dibuka-tutup, atau terdapat embun yang menetes kembali ke permukaan nasi.
5. Apakah nasi panas boleh langsung dimasukkan ke kulkas?
Sebaiknya nasi tidak langsung dimasukkan saat masih mengepul sangat panas. Biarkan uap panasnya berkurang selama beberapa saat, kemudian simpan dalam wadah tertutup sebelum dimasukkan ke kulkas agar tidak menimbulkan kondensasi berlebih.
Baca informasi kesehatan terbaru di Kesehatan Liputan6
Advertisement
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5562012/original/067915900_1776772441-Cek_fakta_Anies_baswedan.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5572710/original/034284200_1777866003-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-05-04T103851.830.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9297860/original/099954200_1784109220-cek_fakta_-_purbaya_kuis_tebak_nama_kota.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8714532/original/000144500_1782797436-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-06-30T122233.633.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5284532/original/043691700_1752640844-Depositphotos_230872812_L.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8256534/original/027399300_1781161052-Vertical_500x656_-_Pentas_Bola_Dunia_2026__3_.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9296658/original/081223500_1784019662-000_B9YV49G.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9288624/original/094450800_1783327932-000_B9C996W.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9295937/original/029239400_1783995735-000_A6DQ92Z.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9297435/original/065011900_1784091222-000_C27U8NQ.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4893064/original/098068400_1721122752-FotoJet.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5936533/original/005039500_1778833892-063_2276293040.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9297036/original/087342800_1784067028-fran2.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3082774/original/037721700_1584860118-Pelatih_Jebolan_Serie_A_05.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9297029/original/052747100_1784066633-Spain_s_Pedro_Porro_celebrates_scoring_their_second_goal_with_Pau_Cubarsi__22_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9297082/original/028669700_1784076848-000_C27U6KD.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9297076/original/040450300_1784075378-barton_2.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9297070/original/029757400_1784071679-Players_of_France_and_Spain.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5010183/original/044021800_1731902914-2147897595.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5284532/original/043691700_1752640844-Depositphotos_230872812_L.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5494911/original/040315400_1770349137-Masak_Nasi_Putih.jpg)