Liputan6.com, Jakarta - Setelah sebulan penuh berpuasa di bulan Ramadan, umat Muslim di seluruh dunia merayakan Hari Raya Idul Fitri dengan suka cita. Namun, kegembiraan ini tidak lantas mengakhiri semangat beribadah. Bulan Syawal, yang mengikuti Ramadan, menawarkan kesempatan emas bagi setiap Muslim untuk melanjutkan amalan kebaikan, salah satunya adalah puasa sunnah Syawal. Ketahui juga doa buka puasa Syawal untuk melengkapi ibadah ini.
Puasa Syawal bukan sekadar rutinitas, melainkan sebuah jembatan spiritual yang menghubungkan keberkahan Ramadan dengan bulan-bulan berikutnya, menjanjikan pahala yang berlimpah. Melaksanakan puasa Syawal adalah bentuk syukur atas nikmat Allah SWT yang telah memberikan kekuatan untuk menyelesaikan ibadah puasa wajib Ramadan. Lebih dari itu, puasa sunnah ini juga berfungsi sebagai penyempurna dan penambal kekurangan yang mungkin terjadi selama Ramadan.
Oleh karena itu, memahami tata cara, keutamaan, dan khususnya doa buka puasa Syawal menjadi sangat penting agar ibadah yang kita lakukan semakin sempurna dan diterima di sisi Allah SWT. Berikut informasinya untuk Anda dilansir Liputan6.com dari berbagai sumber pada Selasa (17/3/2026).
Advertisement
Doa Buka Puasa Syawal
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5531528/original/007916600_1773619112-unnamed__10_.jpg)
Membaca doa saat berbuka puasa merupakan salah satu etika yang dianjurkan dalam Islam, baik untuk puasa wajib maupun puasa sunnah seperti puasa Syawal. Doa ini adalah bentuk ungkapan syukur kepada Allah SWT atas nikmat yang diberikan berupa makanan dan minuman setelah seharian berpuasa. Terdapat dua versi doa berbuka puasa yang populer diamalkan oleh umat Muslim di Indonesia.
Doa Pertama:
اَللّٰهُمَّ لَكَ صُمْتُ وَبِكَ آمَنْتُ وَعَلَى رِزْقِكَ أَفْطَرْتُ بِرَحْمَتِكَ يَا اَرْحَمَ الرَّحِمِيْنَ
Allaahumma lakasumtu wabika aamantu wa'alaa rizqika afthortu birahmatika yaa arhamar-roohimiina.
Artinya: "Ya Allah karena-Mu aku berpuasa, dengan-Mu aku beriman, kepada-Mu aku berserah dan dengan rezeki-Mu aku berbuka (puasa), dengan rahmat-Mu, Ya Allah yang Tuhan Maha Pengasih."
Doa Lain:
ذَهَبَ الظَّمَأُ، وَابْتَلَّتِ الْعُرُوقُ، وَثَبَتَ الأَجْرُ إِنْ شَاءَ اللهُ
Dzahaba dzoma'u wabtallatil 'uruqu wa tsabatal ajru insyaAllah
Artinya: "Telah hilang rasa haus, urat-urat telah basah, dan pahala telah tetap, insya Allah."
Kedua doa ini memiliki dasar dari hadis-hadis sahih dan telah diamalkan oleh Rasulullah SAW. Doa ini merupakan bentuk pengakuan seorang Muslim bahwa puasa yang dijalankan adalah semata-mata karena Allah SWT, dan berbuka puasa menjadi momen untuk bersyukur atas nikmat-Nya. Waktu yang tepat untuk membaca doa berbuka puasa adalah ketika waktu Maghrib telah tiba, yaitu saat seseorang hendak atau setelah membatalkan puasanya.
Advertisement
Keutamaan Puasa Syawal dan Waktu Pelaksanaannya
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5531526/original/098176600_1773619110-unnamed__9_.jpg)
Puasa Syawal adalah ibadah puasa sunnah yang sangat dianjurkan setelah menyelesaikan ibadah puasa Ramadan. Puasa ini dilaksanakan selama enam hari di bulan Syawal. Meskipun tidak bersifat wajib, puasa Syawal mampu mendatangkan pahala berlimpah bagi siapa pun yang melaksanakannya. Puasa enam hari di bulan Syawal merupakan salah satu ibadah sunnah muakkadah, yaitu sunnah yang sangat dianjurkan. Rasulullah SAW bersabda:
"Barang siapa berpuasa Ramadan, kemudian diikuti dengan enam hari di bulan Syawal, maka ia seperti berpuasa sepanjang tahun." (HR. Muslim No. 1164).
Sesuai hadits, pahala yang diperoleh dari berpuasa enam hari di bulan Syawal adalah senilai dengan puasa sepanjang tahun. Hal ini karena setiap kebaikan dilipatgandakan sepuluh kali lipat. Puasa Ramadan (30 hari) dikalikan sepuluh menjadi 300 hari (10 bulan), dan puasa Syawal (6 hari) dikalikan sepuluh menjadi 60 hari (2 bulan). Jika dijumlahkan, totalnya menjadi 360 hari, yang setara dengan puasa setahun penuh dalam kalender Hijriah.
Idealnya, puasa Syawal dilaksanakan enam hari berturut-turut setelah Idulfitri, yaitu dari tanggal 2 hingga 7 Syawal. Namun, fleksibilitas diberikan dalam pelaksanaannya; puasa Syawal juga dapat dilakukan secara terpisah atau tidak berturut-turut, dengan memilih enam hari yang sesuai dalam bulan Syawal. Misalnya, bisa dilakukan setiap hari Senin dan Kamis, atau pada tanggal 13, 14, dan 15 (ayyamul bidh), selama masih dalam bulan Syawal.
Puasa Syawal dapat dilakukan secara berturut-turut atau terpisah selama bulan Syawal, sesuai dengan kemampuan masing-masing individu. dengan memilih enam hari yang sesuai dalam bulan Syawal. Misalnya, bisa dilakukan setiap hari Senin dan Kamis, atau pada tanggal 13, 14, dan 15 (ayyamul bidh), selama masih dalam bulan Syawal.
Puasa Syawal juga berfungsi sebagai penyempurna puasa Ramadan, menambal kekurangan-kekurangan yang mungkin terjadi selama ibadah wajib tersebut. Tidak hanya itu, puasa ini juga memberikan manfaat kesehatan, seperti membantu detoksifikasi tubuh, menjaga berat badan ideal, mengontrol nafsu makan, meningkatkan sistem imun, serta meningkatkan fokus dan kesehatan mental. Dengan memahami keutamaan ini, semangat untuk mengamalkan doa buka puasa Syawal akan semakin meningkat.
Tata Cara Berbuka Puasa yang Dianjurkan
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5507622/original/094965800_1771504770-pexels-thirdman-7956565.jpg)
Berbuka puasa bukan hanya sekadar mengakhiri rasa lapar dan dahaga, tetapi juga merupakan waktu yang penuh keberkahan dan memiliki adab-adab yang dianjurkan dalam Islam. Memahami dan menerapkan adab berbuka puasa ini akan menjaga keberkahan dan kesempurnaan ibadah yang telah dijalani sepanjang hari. Berikut adalah beberapa adab berbuka puasa sesuai sunnah Nabi Muhammad SAW:
- Menyegerakan Berbuka Puasa:
Umat Islam dianjurkan untuk segera membatalkan puasa saat waktu Maghrib tiba. Rasulullah SAW bersabda,
"Manusia akan selalu berada dalam kebaikan selama mereka menyegerakan berbuka."(HR. Bukhari dan Muslim)
- Membaca Basmalah:
Sebelum membatalkan puasa dengan makan dan minum, disunnahkan untuk membaca basmalah. Hal ini sebagai bentuk mengingat Allah dan memohon keberkahan atas makanan dan minuman yang akan dikonsumsi.
- Berbuka dengan Kurma atau Air:
Rasulullah SAW mengutamakan berbuka dengan beberapa butir kurma segar. Jika tidak ada, beliau berbuka dengan kurma kering, dan jika tidak tersedia, cukup dengan air putih. Mengawali berbuka dengan kurma atau air putih adalah sunnah yang mendatangkan keberkahan.
عَنْ أَنَسِ بْنِ مَالِكٍ قَالَ: كَانَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يُفْطِرُ قَبْلَ أَنْ يُصَلِّيَ عَلَى رُطَبَاتٍ، فَإِنْ لَمْ تَكُنْ رُطَبَاتٌ فَتُمَيْرَاتٌ، فَإِنْ لَمْ تَكُنْ تُمَيْرَاتٌ حَسَا حَسَوَاتٍ مِنْ مَاءٍ
“Dari Anas bin Malik, ia berkata : Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam biasa berbuka puasa sebelum shalat dengan ruthab (kurma basah), jika tidak ada ruthab, maka beliau berbuka dengan tamr (kurma kering), dan jika tidak ada tamr, beliau meminum seteguk air“ (HR Abu Dawud no. 2356).
- Membaca Doa Berbuka Puasa:
Setelah membatalkan puasa, disunnahkan untuk membaca doa berbuka puasa. Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya, ada dua versi doa yang umum diamalkan. Membaca doa ini adalah bentuk rasa syukur kepada Allah SWT dan mengikuti sunnah Rasulullah SAW. Waktu berbuka puasa juga termasuk waktu yang mustajab untuk berdoa, sehingga sangat dianjurkan untuk memperbanyak doa pada saat itu, termasuk doa buka puasa Syawal.
- Tidak Berlebihan dalam Makan dan Minum:
Saat berbuka puasa, umat Islam tidak dianjurkan untuk makan dan minum secara berlebihan. Makan secukupnya agar tidak kekenyangan dan tetap bisa menjalankan ibadah malam, seperti shalat Maghrib dan Tarawih (jika di bulan Ramadan).
يٰبَنِيْٓ اٰدَمَ خُذُوْا زِيْنَتَكُمْ عِنْدَ كُلِّ مَسْجِدٍ وَّكُلُوْا وَاشْرَبُوْا وَلَا تُسْرِفُوْاۚ اِنَّهٗ لَا يُحِبُّ الْمُسْرِفِيْنَ ࣖ
Artinya: “Wahai anak cucu Adam, pakailah pakaianmu yang indah pada setiap (memasuki) masjid dan makan serta minumlah, tetapi janganlah berlebihan. Sesungguhnya Dia tidak menyukai orang-orang yang berlebihan.” (QS: Al-A'raf: 31)
- Melaksanakan Shalat Maghrib:
Setelah berbuka dengan makanan ringan dan membaca doa, disarankan untuk segera melaksanakan shalat Maghrib. Setelah shalat, barulah bisa menyantap hidangan berat. Ini menunjukkan prioritas ibadah shalat di atas makan.
- Memperbanyak Doa:
Waktu berbuka puasa adalah salah satu waktu terkabulnya doa. Rasulullah SAW bersabda bahwa ada tiga orang yang doanya tidak ditolak, salah satunya adalah orang yang berpuasa ketika berbuka. Oleh karena itu, manfaatkan momen ini untuk memohon ampunan, keberkahan, dan segala hajat kepada Allah SWT.
Advertisement
Pertanyaan dan Jawaban Seputar Topik
1. Apa keutamaan utama puasa Syawal?
Puasa Syawal memiliki keutamaan seperti berpuasa sepanjang tahun jika dilakukan setelah puasa Ramadan selama enam hari, karena setiap kebaikan dilipatgandakan sepuluh kali lipat.
2. Apakah puasa Syawal harus dilakukan secara berturut-turut?
Puasa Syawal dapat dilakukan secara berturut-turut atau terpisah selama bulan Syawal, yang terpenting adalah total enam hari puasa tersebut dilakukan dalam bulan Syawal.
3. Sebutkan salah satu adab berbuka puasa yang dianjurkan?
Salah satu adab berbuka puasa yang dianjurkan adalah menyegerakan berbuka puasa saat waktu Maghrib tiba, sebagaimana sunnah Rasulullah SAW.
4. Kapan waktu membaca doa buka puasa Syawal?
Doa dibaca ketika waktu maghrib tiba dan seseorang akan memulai berbuka puasa.
5. Apa itu doa buka puasa Syawal?
Doa buka puasa Syawal adalah doa yang dibaca ketika berbuka saat menjalankan puasa sunnah enam hari di bulan Syawal.
Baca informasi kesehatan terbaru di Kesehatan Liputan6
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8820855/original/024125800_1782912081-gedung_ditjen_pajak-1_Juli_2026.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9296017/original/033910000_1784000101-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-07-14T103335.623.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9316388/original/075760100_1785924799-cek_fakta_-_cpns_kementerian_imigrasi.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5569782/original/065699500_1777454729-Tugas__2_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3429261/original/037150100_1618460076-pexels-rodnae-productions-7249720.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5516125/original/069919500_1772256688-Open_House_Lebaran_2.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5512275/original/085368400_1771937562-unnamed__86_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5521233/original/084442500_1772683891-lebaran_2026_1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5532906/original/068366000_1773714601-lww.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5517766/original/071943900_1772439371-unnamed__14_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5532886/original/052929600_1773714362-Style_lebaran_1a.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5523967/original/079086200_1772877791-Bersihkan_Secara_Sistematis_dan_Donasikan_Barang_Tak_Terpakai.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5146073/original/099969400_1740749107-20250228-Mantau_Hilal-MER_4.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5509640/original/092741200_1771740013-ruang_tamu10.jpg)