Liputan6.com, Jakarta - Kotoran ayam sering dianggap sebagai limbah yang merepotkan karena bau menyengat dan potensi mencemari lingkungan. Padahal, jika dikelola dengan benar, kotoran ayam justru bisa menjadi sumber pupuk kandang berkualitas tinggi yang sangat bermanfaat bagi tanaman. Kandungan hara yang tinggi membuat pupuk kandang dari kotoran ayam banyak dimanfaatkan oleh petani dan pekebun rumahan. Untuk itu, perlu diketahui cara paling mudah membuat pupuk kandang dari kotoran ayam.
Di tengah meningkatnya minat berkebun dan pertanian organik, pemanfaatan pupuk kandang menjadi solusi ramah lingkungan sekaligus ekonomis. Salah satu yang paling potensial adalah pupuk kandang dari kotoran ayam karena mudah didapat, terutama di wilayah pedesaan maupun peternakan kecil.
Liputan6.com akan membahas cara paling mudah membuat pupuk kandang dari kotoran ayam dengan metode yang aman, sederhana, dan merujuk pada sumber-sumber peternakan terpercaya. Cara paling mudah membuat pupuk kandang dari kotoran ayam adalah dengan metode pengomposan, khususnya hot composting (kompos panas). Metode ini relatif cepat, efektif menurunkan kadar patogen, serta mampu menstabilkan nitrogen agar aman bagi tanaman.
Advertisement
Dengan mengikuti langkah-langkah yang tepat, Anda bisa menghasilkan pupuk kandang yang matang, aman, dan siap digunakan untuk berbagai jenis tanaman, Kamis (29/1/2026).
1. Menyiapkan Bahan Utama
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5479743/original/063933600_1768988074-Biarkan_Proses_Alami_Bekerja.jpg)
Bahan yang dibutuhkan sangat sederhana dan mudah ditemukan, antara lain:
- Kotoran ayam
- Alas kandang (sekam padi, serbuk gergaji, serutan kayu, atau daun kering)
- Air
- Wadah atau lubang kompos
Berdasarkan Tilth Alliance, alas kandang sebaiknya ikut dikomposkan karena berfungsi sebagai sumber karbon (bahan “coklat”) yang menyeimbangkan nitrogen tinggi dari kotoran ayam (bahan “hijau”).
2. Menentukan Perbandingan Karbon dan Nitrogen
Rasio karbon dan nitrogen (C:N) ideal untuk pengomposan adalah sekitar 30:1. Namun, untuk memudahkan praktik di lapangan, banyak panduan menyarankan perbandingan:
- 1 bagian kotoran ayam : 1–2 bagian alas kandang
Karena kotoran ayam sangat kaya nitrogen, rasio 1:1 atau bahkan 2 bagian alas kandang dinilai lebih aman dan menghasilkan kompos yang stabil.
3. Membuat Tumpukan Kompos
Campurkan kotoran ayam dan alas kandang hingga merata, lalu susun membentuk tumpukan dengan volume minimal sekitar 1 meter kubik (±1 cubic yard). Volume ini penting agar proses pengomposan panas bisa berlangsung optimal.
Tambahkan air secukupnya hingga kondisi bahan lembap seperti spons yang diperas. Terlalu kering akan menghambat aktivitas mikroba, sedangkan terlalu basah dapat menimbulkan bau dan memperlambat proses.
Advertisement
4. Mengontrol Suhu Kompos
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3285564/original/032590500_1604389283-20201103-Budidaya-Maggot-untuk-Urai-Sampah-Organi-1.jpg)
Dalam metode hot composting, suhu tumpukan idealnya naik hingga 55–70°C (130–160°F) dalam waktu 24–36 jam. Suhu tinggi ini berfungsi untuk:
- Membunuh patogen berbahaya
- Mempercepat penguraian bahan organik
- Menstabilkan nitrogen
Jika suhu turun di bawah 43°C (110°F), tumpukan perlu dibalik agar bagian luar masuk ke tengah dan proses pemanasan terulang. Proses pembalikan ini sebaiknya dilakukan minimal 3 kali selama pengomposan.
5. Proses Pematangan (Curing)
Setelah seluruh bahan mengalami fase panas, kompos perlu didiamkan selama 45–60 hari agar benar-benar matang. Pada tahap ini, aktivitas mikroba melambat dan kompos menjadi stabil.
Ciri pupuk kandang dari kotoran ayam yang sudah matang antara lain:
- Warna gelap kehitaman
- Tekstur remah dan gembur
- Tidak berbau menyengat, melainkan beraroma tanah
- Tidak lagi memanas saat dibalik
Cara Aman Menggunakan Pupuk Kandang Ayam
Menurut Oregon State University Extension, waktu dan cara aplikasi pupuk kandang juga perlu diperhatikan:
- Aplikasikan saat musim tanam atau akhir musim kemarau
- Hindari aplikasi pada awal musim hujan atau akhir musim dingin
- Untuk tanaman buah (tomat, cabai), aplikasikan sebagai pupuk susulan
- Hindari penggunaan pada sayuran daun yang dikonsumsi mentah
- Beri jeda 2–4 minggu sebelum menanam umbi-umbian
Jika tidak dilakukan pengolahan tanah, pupuk kandang dapat diaplikasikan setebal ±2–3 cm di permukaan tanah sebagai mulsa organik.
Mengapa Kotoran Ayam Harus Dikomposkan?
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5477586/original/095314200_1768875534-Kotoran_Ayam_untuk_Pupuk_Sayuran_1.jpg)
Kotoran ayam merupakan kombinasi antara feses dan urin karena unggas hanya memiliki satu lubang ekskresi. Hal ini menyebabkan kandungan nitrogen, terutama dalam bentuk amonia dan amonium, jauh lebih tinggi dibandingkan kotoran ternak lain seperti sapi atau kambing. Menurut Oregon State University Extension, kandungan nitrogen yang tinggi inilah yang membuat kotoran ayam sangat baik untuk tanah, tetapi juga berisiko jika digunakan secara mentah.
Penggunaan kotoran ayam segar secara langsung dapat merusak akar tanaman, membakar daun, bahkan membawa patogen berbahaya seperti E. coli, Salmonella, dan Campylobacter. Oleh karena itu, proses pengomposan menjadi langkah wajib sebelum kotoran ayam dimanfaatkan sebagai pupuk kandang.
Advertisement
FAQ Seputar Pupuk Kandang dari Kotoran Ayam
1. Apakah kotoran ayam bisa langsung digunakan sebagai pupuk?
Tidak disarankan. Kotoran ayam segar mengandung nitrogen tinggi dan patogen yang dapat merusak tanaman serta membahayakan kesehatan.
2. Berapa lama pupuk kandang ayam siap digunakan?
Dengan metode hot composting, pupuk biasanya siap dalam 2–3 bulan, tergantung kondisi bahan dan perawatan.
3. Apakah pupuk kandang ayam cocok untuk semua tanaman?
Cocok untuk sebagian besar tanaman, terutama tanaman buah dan hias. Untuk sayuran daun mentah, penggunaannya perlu ekstra hati-hati.
4. Mengapa pupuk kandang ayam berbau menyengat?
Bau biasanya disebabkan oleh kondisi terlalu basah, kurang karbon, atau tumpukan kurang udara. Menambahkan bahan kering dan membalik tumpukan dapat mengatasinya.
5. Apakah pupuk kandang ayam aman untuk pertanian organik?
Aman, asalkan telah melalui proses pengomposan yang benar dan matang sempurna.
Baca informasi kesehatan terbaru di Kesehatan Liputan6
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5580034/original/026197700_1778124608-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-05-07T102932.008.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8528276/original/060137100_1782459682-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-06-26T143742.924.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5411187/original/066520500_1763004762-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2025-11-13T103028.882.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4461201/original/062506100_1686446588-cek_fakta_timnas_argentina.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5479741/original/062298900_1768988073-Pilih___Siapkan_Sistem_Kandang_yang_Tepat.jpg)

:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8256534/original/027399300_1781161052-Vertical_500x656_-_Pentas_Bola_Dunia_2026__3_.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8776154/original/033634700_1782859536-France_s_Kylian_Mbappe__10__celebrates_scoring_their_third_goal_with_Michael_Olise.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9287199/original/011098900_1783189655-AP26185659671466.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8776165/original/067157000_1782861161-mbappe.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8782170/original/080291500_1782878845-meksiko.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8260488/original/001989200_1781597074-000_B77X49M.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8664246/original/029678300_1782693781-063_2283752154.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9243416/original/040076400_1783136603-063_2284562735.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9233776/original/041944300_1783126285-000_B98N9AV.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8263363/original/077170500_1781914217-AP26170799360158-Maroko.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8916640/original/046732400_1782951883-inggris.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9208686/original/055525800_1783110573-000_B8VY333.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8710894/original/015901700_1782791233-000_B8QK288.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3910607/original/048864600_1642746547-WhatsApp_Image_2022-01-21_at_13.27.12.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5927865/original/018126400_1778825700-Foto_Pendukung_IV.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8515667/original/093121700_1782440863-WhatsApp_Image_2026-06-26_at_7.58.50_AM.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5400169/original/005270500_1762067807-6.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8263531/original/070265100_1781937214-HL_kebun_2.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4931672/original/017034300_1724931457-Ilustrasi_pupuk_kompos.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5507082/original/041096400_1771482593-Pupuk_Indonesia.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/7742398/original/065750100_1780549524-Pupuk_Cair.jpeg)