Cara Membuat Pupuk dari Kulit Bawang Merah, Praktis Dilakukan di Rumah

Cara membuat pupuk dari kulit bawang merah ini bisa dipraktikkan siapa saja, cocok untuk tanaman hias, sayuran, maupun tanaman dalam pot.

Diterbitkan 01 Juli 2026, 15:02 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Kulit bawang merah yang biasa dibuang ke tempat sampah ternyata masih bisa dimanfaatkan. Cara membuat pupuk dari kulit bawang merah termasuk kegiatan sederhana yang bisa dicoba siapa saja di rumah tanpa alat khusus. Kandungan kalium dan sulfur pada kulit bawang dipercaya membantu pertumbuhan tanaman, mulai dari akar hingga daun.

Proses pembuatan pupuk dari kulit bawang merah tidak memerlukan bahan kimia tambahan. Bahan utama hanya kulit bawang merah dan air biasa, kemudian didiamkan selama beberapa hari sampai muncul warna kecoklatan pada air rendaman. Air inilah yang nantinya disiram ke tanaman sebagai pupuk cair alami.

Berikut ini adalah cara membuat pupuk dari kulit bawang merah yang bisa dipraktikkan langsung di rumah tanpa alat khusus, dilansir oleh Liputan6.com dari berbagai sumber, Rabu (1/7/2026). Menggunakan cara ini, Anda dapat mengolah kulit bawang merah menjadi pupuk cair sederhana yang bisa digunakan untuk merawat kebun Anda.

Kumpulkan dan Keringkan Kulit Bawang Merah

Langkah pertama dimulai dengan mengumpulkan kulit bawang merah dari sisa memasak sehari-hari. Kulit bawang bisa dikumpulkan sedikit demi sedikit di dalam toples atau kantong kertas sampai jumlahnya cukup banyak. Semakin banyak kulit yang terkumpul, semakin pekat pula hasil pupuk cair yang akan didapat nanti.

Setelah terkumpul, jemur kulit bawang di bawah sinar matahari selama satu hingga dua hari. Proses penjemuran membuat kulit bawang kering dan tidak mudah berjamur saat disimpan. Simpan kulit bawang kering di wadah tertutup rapat agar terhindar dari kelembapan sebelum masuk ke tahap perendaman.

Rendam Kulit Bawang dalam Air

Siapkan wadah bersih seperti toples kaca atau ember kecil untuk merendam kulit bawang. Masukkan segenggam kulit bawang kering ke dalam wadah, lalu tuangkan air bersih sampai seluruh kulit terendam. Perbandingan yang sering dipakai adalah satu genggam kulit bawang untuk satu liter air.

Tutup wadah dengan kain atau tutup berlubang agar udara tetap bisa masuk selama proses fermentasi berlangsung. Diamkan rendaman selama dua sampai tiga hari di tempat teduh, jauh dari sinar matahari langsung. Air rendaman akan berubah warna menjadi cokelat muda tanda kandungan nutrisi mulai larut ke dalam air.

Saring Air Rendaman Kulit Bawang

Setelah proses perendaman selesai, saring air menggunakan kain tipis atau saringan teh untuk memisahkan cairan dari ampas kulit bawang. Cairan hasil saringan inilah yang akan digunakan sebagai pupuk untuk tanaman. Pastikan tidak ada sisa kulit yang tertinggal di dalam cairan agar penyiraman berjalan lancar.

Pindahkan cairan pupuk ke botol atau wadah bersih yang mudah dituang saat penyiraman. Cairan pupuk kulit bawang sebaiknya digunakan dalam waktu dekat karena tidak mengandung pengawet apa pun. Simpan di tempat sejuk dan hindari paparan matahari langsung supaya kualitas cairan tetap terjaga.

Aplikasikan Pupuk Cair ke Tanaman

Sebelum digunakan, campurkan cairan pupuk kulit bawang dengan air biasa dengan perbandingan satu banding dua. Campuran ini membantu mencegah tanaman mengalami kelebihan nutrisi yang justru bisa merusak akar. Siramkan campuran tersebut langsung ke media tanam, bukan ke bagian daun atau batang tanaman.

Lakukan penyiraman pupuk kulit bawang setiap satu hingga dua minggu sekali agar tanaman mendapat asupan nutrisi secara bertahap. Waktu terbaik untuk menyiram adalah pagi hari atau sore hari saat cuaca tidak terlalu terik. Cara ini cocok diterapkan pada tanaman hias, sayuran, maupun tanaman dalam pot di rumah.

Manfaatkan Ampas Kulit Bawang sebagai Kompos

Ampas kulit bawang yang tersisa dari proses penyaringan jangan langsung dibuang karena masih bisa diolah lebih lanjut. Campurkan ampas tersebut dengan sisa sampah dapur lain seperti sayuran busuk ke dalam wadah kompos. Proses ini membantu mengurangi sampah rumah tangga sekaligus menambah kesuburan tanah secara bertahap.

Aduk campuran kompos setiap beberapa hari sekali agar proses penguraian berjalan merata dan tidak menimbulkan bau tidak sedap. Kompos yang sudah matang biasanya berwarna gelap dan berbau seperti tanah. Kompos ini bisa dicampurkan langsung ke media tanam sebagai penyubur alami.

Sampah Dapur Lainnya yang Bisa Diolah Menjadi Pupuk

Kulit bawang merah bukan satu satunya sampah dapur yang bisa diolah menjadi pupuk sederhana di rumah. Banyak sisa bahan masakan yang selama ini dibuang ternyata masih menyimpan kandungan bermanfaat untuk tanaman. Berikut daftar sampah dapur lain yang bisa dimanfaatkan menjadi pupuk.

1. Cangkang Telur: Cangkang telur mengandung kalsium yang membantu memperkuat batang dan akar tanaman. Cangkang bisa dihaluskan lebih dulu sebelum dicampurkan ke media tanam agar lebih cepat terurai dan menyatu dengan tanah.

2. Kulit Pisang: Kulit pisang kaya kalium dan cocok direndam menjadi pupuk cair. Rendaman kulit pisang bisa disiramkan langsung ke tanaman berbunga untuk membantu proses pembungaan berlangsung lebih optimal setiap musim.

3. Ampas Kopi: Ampas kopi membantu menyuburkan tanah dan menambah kandungan nitrogen alami. Ampas bisa ditaburkan langsung di sekitar media tanam atau dicampurkan ke dalam kompos rumahan yang sedang dibuat.

4. Kulit Kentang: Kulit kentang bisa dikeringkan lebih dulu sebelum dicampurkan ke media tanam sebagai pupuk. Proses pengeringan membantu kulit kentang lebih cepat terurai dan tidak menimbulkan bau saat mulai membusuk di tanah.

5. Sisa Sayuran: Sisa sayuran dari dapur bisa dijadikan kompos bersama bahan dapur lain yang sudah terkumpul. Campuran ini membantu menambah unsur hara pada tanah sekaligus mengurangi jumlah sampah rumah tangga setiap hari.

6. Cangkang Kacang: Cangkang kacang cocok dihaluskan sebagai campuran pupuk kering untuk tanaman di pot maupun kebun. Tekstur kasarnya juga membantu memperbaiki aerasi tanah sehingga akar tanaman bisa bernapas dengan lebih baik.

7. Air Cucian Beras: Air cucian beras mengandung vitamin dan mineral yang bermanfaat untuk pertumbuhan tanaman. Air ini bisa langsung disiramkan ke media tanam tanpa perlu diolah lebih lanjut, cukup gunakan air cucian pertama.

Pertanyaan Seputar Pupuk Kulit Bawang Merah

Apakah air rendaman kulit bawang merah aman untuk semua tanaman?

Air rendaman kulit bawang umumnya aman untuk tanaman hias, sayuran, dan tanaman pot. Meski begitu, penggunaan tetap perlu diencerkan agar tanaman tidak mengalami kelebihan nutrisi.

Berapa lama kulit bawang merah harus direndam sebelum digunakan?

Perendaman kulit bawang merah membutuhkan waktu dua sampai tiga hari sampai air berubah warna menjadi cokelat muda. Air yang sudah berubah warna menandakan nutrisi telah larut dan siap digunakan.

Apa manfaat kulit bawang merah untuk tanaman?

Kulit bawang merah mengandung kalium dan sulfur yang membantu pertumbuhan akar serta merangsang munculnya bunga. Kandungan tersebut juga dipercaya membantu tanaman lebih tahan terhadap gangguan hama tertentu.

Apakah kulit bawang merah bisa langsung ditanam tanpa direndam?

Kulit bawang merah bisa langsung dicampur ke media tanam atau kompos tanpa proses perendaman. Namun proses penguraiannya akan berlangsung lebih lama dibanding kulit bawang yang sudah direndam.

Berapa kali pupuk kulit bawang merah sebaiknya digunakan dalam sebulan?

Pupuk cair kulit bawang merah cukup digunakan dua sampai empat kali dalam sebulan. Penggunaan yang terlalu sering justru berisiko membuat tanah menjadi terlalu asam bagi tanaman.

Baca informasi kesehatan terbaru di Kesehatan Liputan6