Liputan6.com, Jakarta - Keterbatasan lahan bukan lagi penghalang untuk memproduksi pangan sehat di rumah. Inovasi pertanian dan perikanan skala kecil terus berkembang, salah satunya melalui sistem akuaponik sederhana dan Budikdamber (Budidaya Ikan Dalam Ember). Sistem ini memungkinkan masyarakat memelihara ikan sekaligus menanam sayuran dalam satu wadah yang efisien.
Kangkung menjadi tanaman favorit dalam sistem ini karena mudah tumbuh, cepat panen, dan mampu beradaptasi dengan media air. Di sisi lain, pemilihan ikan yang tepat menjadi kunci keberhasilan agar ekosistem tetap seimbang.
Oleh karena itu, memahami jenis ikan yang bisa diternak bersama kangkung sangat penting, terutama bagi pemula yang ingin mencoba akuaponik atau budikdamber di rumah dengan hasil optimal. Berikut ulasan Liputan6.com, Senin (26/1/2026).
Advertisement
Karakteristik Ikan yang Cocok Diternak Bersama Kangkung
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3283308/original/056817000_1604155479-WhatsApp_Image_2020-10-31_at_9.27.25_PM__2_.jpeg)
Tidak semua ikan cocok untuk sistem akuaponik dan Budikdamber. Berdasarkan berbagai sumber perikanan dan penelitian, ikan yang ideal memiliki ciri-ciri sebagai berikut:
- Tahan terhadap kadar oksigen rendah
- Adaptif terhadap fluktuasi kualitas air
- Tidak agresif berlebihan
- Pertumbuhan relatif cepat
- Mudah dipelihara dalam kepadatan tinggi
Jenis ikan dengan karakter tersebut terbukti mampu hidup berdampingan dengan kangkung tanpa mengganggu pertumbuhan tanaman.
Advertisement
Jenis Ikan yang Bisa Diternak Bersama Kangkung
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3305357/original/039130400_1606203827-WhatsApp_Image_2020-11-22_at_14.38.00.jpeg)
1. Ikan Lele (Clarias sp.)
Ikan lele merupakan pilihan paling populer dan direkomendasikan dalam Budikdamber. Dinas Pertanian Kabupaten Mojokerto menyebutkan bahwa lele sangat toleran terhadap kondisi oksigen rendah dan kualitas air yang fluktuatif.
Dalam sistem Budikdamber, lele dapat dipelihara dengan kepadatan tinggi, bahkan mencapai 1 ekor per liter air (Nursandi, 2018). Limbah pakan dan kotoran lele menjadi sumber nutrisi utama bagi kangkung, sehingga pertumbuhan tanaman relatif cepat dan subur.
“Perpaduan beternak ikan lele sekaligus menanam sayur berupa kangkung merupakan kombinasi paling sering dan mudah untuk dibudidayakan,” (Disperta Mojokerto, 2021).
2. Ikan Patin (Pangasius sp.)
Ikan patin juga termasuk jenis ikan yang bisa diternak bersama kangkung, meskipun tidak sepopuler lele. Menurut beberapa sumber perikanan, patin memiliki daya tahan cukup baik terhadap lingkungan perairan dengan sirkulasi terbatas.
Patin bersifat tenang dan tidak agresif, sehingga cocok untuk sistem akuaponik skala kecil. Namun, kepadatan tebar sebaiknya lebih rendah dibandingkan lele agar kualitas air tetap terjaga dan kangkung tidak terganggu.
3. Ikan Nila (Oreochromis niloticus)
Ikan nila dikenal sebagai ikan air tawar yang adaptif dan mudah dipelihara. Dalam konteks akuaponik, ikan nila sering digunakan karena pertumbuhannya stabil dan relatif tahan penyakit.
Menurut kajian Universitas Airlangga (UNAIR), nila dapat dipelihara dalam sistem Budikdamber dengan pengelolaan kualitas air yang baik, terutama menjaga pH antara 6,5–8 dan suhu 25–30°C. Limbah organik dari nila cukup baik sebagai sumber nutrisi kangkung, meskipun perlu penggantian air berkala untuk mencegah penumpukan amonia.
4. Ikan Mujair (Oreochromis mossambicus)
Mujair memiliki karakteristik mirip dengan nila, namun lebih toleran terhadap kondisi lingkungan ekstrem. Ikan ini dapat hidup dalam sistem akuaponik sederhana tanpa aerasi berlebihan.
Beberapa sumber perikanan menyebutkan bahwa mujair cocok untuk pemula karena perawatannya mudah. Selama pakan diberikan teratur dan air tidak terlalu keruh, mujair dapat tumbuh optimal bersama kangkung.
5. Ikan Betok (Anabas testudineus)
Ikan betok dikenal sebagai ikan “tahan banting” karena mampu mengambil oksigen langsung dari udara. Sifat ini membuat betok cocok untuk sistem Budikdamber yang minim aerasi.
Menurut referensi dari laman perikanan daerah, ikan betok dapat hidup dalam kepadatan sedang dan tidak terlalu sensitif terhadap kualitas air. Limbah metabolisme betok cukup untuk mendukung pertumbuhan kangkung, meskipun hasil panen ikan biasanya lebih kecil dibandingkan lele.
6. Ikan Gabus (Channa sp.)
Ikan gabus juga termasuk ikan yang tahan oksigen rendah dan mampu bertahan di lingkungan terbatas. Namun, sifatnya yang cenderung predator membuat ikan ini perlu perhatian khusus.
Dalam sistem akuaponik, gabus lebih cocok dipelihara secara monokultur atau dengan kepadatan rendah. Jika dikelola dengan baik, ikan gabus tetap bisa menjadi bagian dari jenis ikan yang bisa diternak bersama kangkung, terutama untuk skala eksperimen atau edukasi.
7. Ikan Gurame (Osphronemus goramy)
Gurame memiliki nilai ekonomi tinggi dan relatif tahan terhadap kondisi lingkungan tertentu. Namun, pertumbuhannya lambat dan membutuhkan ruang lebih besar.
Beberapa sumber perikanan menyebutkan bahwa gurame bisa dipelihara dalam akuaponik sederhana, tetapi kurang ideal untuk Budikdamber skala kecil. Jika digunakan, kepadatan harus sangat rendah agar kualitas air tetap mendukung pertumbuhan kangkung.
Keuanggulan Akuaponik dan Budikdamber
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3305399/original/011825600_1606204705-WhatsApp_Image_2020-11-22_at_14.37.55.jpeg)
Akuaponik merupakan sistem budidaya terpadu yang menggabungkan perikanan (akuakultur) dan pertanian tanpa tanah (hidroponik). Limbah metabolisme ikan akan diurai oleh mikroorganisme menjadi nutrisi yang dibutuhkan tanaman, sementara tanaman membantu menyaring air agar tetap layak bagi ikan.
Budikdamber adalah bentuk akuaponik sederhana yang dikembangkan untuk skala rumah tangga. Menurut Dinas Pertanian Kabupaten Mojokerto (2021), Budikdamber memiliki keunggulan hemat air, tanpa bahan kimia, mudah dirawat, serta cocok untuk lahan sempit. Sistem ini umumnya memadukan ikan air tawar dengan sayuran seperti kangkung dalam satu ember berkapasitas 60–80 liter.
Peran Probiotik dalam Menjaga Keseimbangan Sistem
Penggunaan probiotik dalam Budikdamber terbukti mampu meningkatkan kualitas air dan kesehatan ikan. Hariani & Purnomo (2017) menjelaskan bahwa probiotik seperti Bacillus sp. dapat menguraikan limbah organik menjadi senyawa yang lebih aman.
Dengan kualitas air yang stabil, kangkung dapat menyerap nutrisi secara optimal dan ikan tumbuh lebih sehat. Penelitian Nurwahyunani dkk. (2024) juga menunjukkan bahwa probiotik mampu mempercepat pertumbuhan lele dan mengurangi ketergantungan pada bahan kimia.
Advertisement
FAQ Seputar Akuaponik dan Budikdamber
1. Apakah kangkung selalu cocok untuk Budikdamber?
Ya, kangkung sangat cocok karena cepat tumbuh, tahan air, dan mampu menyerap nutrisi dari limbah ikan.
2. Berapa jumlah ikan ideal dalam satu ember Budikdamber?
Umumnya 40–60 ekor lele untuk ember 60–80 liter, tergantung ukuran benih dan manajemen air.
3. Apakah Budikdamber membutuhkan listrik?
Tidak wajib. Berbeda dengan akuaponik modern, Budikdamber bisa dijalankan tanpa pompa dan aerator.
4. Seberapa sering air harus diganti?
Penggantian air dilakukan setiap 10–14 hari atau saat air berbau dan ikan menunjukkan stres.
5. Apakah Budikdamber cocok untuk anak-anak sebagai media belajar?
Sangat cocok. Budikdamber dapat menjadi sarana edukasi ketahanan pangan, biologi, dan lingkungan.
Baca informasi kesehatan terbaru di Kesehatan Liputan6
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9296218/original/017054600_1784007463-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-07-14T123701.052.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5566966/original/026954400_1777262107-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-04-27T105347.703.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4012159/original/035865800_1651313935-20220430-_Gerbang_Tol_Cikampek-3.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8672103/original/092674300_1782711428-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-06-29T123620.816.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3129088/original/032549100_1589523722-WhatsApp_Image_2020-05-14_at_8.12.03_PM.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8460074/original/088908600_1782359300-15021055947514109969.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8396914/original/067259300_1782278056-obe.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8262161/original/019844500_1781773154-11244512687103417298.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8270081/original/065529300_1782120556-13086905657809859094.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8269617/original/097207700_1782120022-v.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8268288/original/079498100_1782117805-koridor.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5516724/original/086331000_1772341976-turkish-chig-kofte-with-meat-herbs.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8265643/original/085179000_1782113461-11425184806389624689.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8265451/original/068960400_1782112485-hl2.jpg)