Rahasia Daging Kurban Biar Empuk dan Tetap Juicy Ada di Cara Masaknya, Ini Triknya

Bingung cara membuat daging kurban biar empuk dan tidak alot? Temukan rahasia marinasi dan teknik memasak di sini!

Diterbitkan 04 Juni 2025, 17:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta Saat Idul Adha tiba, daging hewan kurban menjadi sajian utama di banyak rumah. Namun, tantangan yang sering muncul adalah bagaimana mengolah daging kurban biar empuk dan tidak alot saat disantap.

Memasaknya memerlukan teknik tertentu, agar tekstur daging tetap lezat tanpa kehilangan kandungan gizinya. Oleh karena itu, penting untuk memahami cara yang tepat sebelum mulai memasak.

Banyak orang menggunakan berbagai metode alami untuk menjadikan daging kurban biar empuk, seperti memanfaatkan daun pepaya, merendam dengan nanas, atau memberi jeda waktu sebelum dimasak. Teknik-teknik tersebut terbukti efektif melunakkan serat daging tanpa harus mengandalkan bahan kimia tambahan. Selain praktis, cara ini juga tetap menjaga cita rasa asli daging.

Beberapa jenis masakan memang menuntut daging dalam kondisi lunak agar bumbu lebih meresap sempurna. Oleh karena itu, mengetahui cara mengolah daging kurban biar empuk menjadi keterampilan dapur yang penting, terutama bagi ibu rumah tangga atau siapa saja yang ingin menyajikan hidangan terbaik. Penggunaan presto, marinasi dengan rempah, atau memasak dengan api kecil dalam waktu lama bisa menjadi solusi jitu.

Setiap keluarga tentu ingin menghidangkan olahan terbaik dari hasil kurban. Agar momen kebersamaan semakin nikmat, pastikan daging kurban biar empuk saat disajikan dalam bentuk gulai, sate, rendang, atau tongseng. Berikut ini beberapa panduan praktis mengolah daging kurban yang Liputan6.com rangkum dari berbagai sumber, Rabu (4/6/2025). 

Panduan Lengkap Memasak Daging Kurban agar Empuk

Momen Hari Raya Idul Adha selalu identik dengan penyembelihan hewan kurban seperti sapi, kambing atau domba. Setelah hewan disembelih, daging kurban dibagikan kepada masyarakat dan tentunya menjadi bahan utama berbagai hidangan istimewa di keluarga. Namun, bagi banyak orang, terutama mereka yang baru pertama kali mengolah daging kurban, masalah yang kerap muncul adalah bagaimana cara memasak daging kurban tersebut agar hasilnya empuk, lezat dan tetap juicy.

Sebenarnya, kunci utama keberhasilan mengolah daging kurban tidak hanya terletak pada resep bumbu saja, tetapi lebih pada cara dan teknik memasak yang tepat. Daging kurban yang diolah dengan cara yang benar akan menghasilkan tekstur yang lembut dan rasa yang nikmat, bahkan bagi mereka yang tidak terlalu ahli memasak.

Berikut ini panduan lengkap dan terperinci untuk membantu Anda, khususnya para pemula, memasak daging kurban dengan hasil yang maksimal dan memuaskan:

1. Proses Penyimpanan dan Waktu Ideal Memasak Daging Kurban

Salah satu kesalahan yang sering terjadi adalah memasak daging kurban segera setelah hewan disembelih. Padahal, daging yang baru saja disembelih masih dalam kondisi ‘keras’ karena proses rigor mortis, yakni kekakuan otot yang secara alami terjadi setelah kematian hewan. Jika daging langsung dimasak dalam kondisi ini, hasilnya akan cenderung alot dan tidak mudah empuk.

Oleh karena itu, disarankan untuk menyimpan daging terlebih dahulu di dalam kulkas pada suhu dingin selama minimal 8 hingga 24 jam. Proses ini memberi waktu bagi otot-otot untuk rileks dan serat daging menjadi lebih lunak. Menyimpan daging dengan benar juga mencegah tumbuhnya bakteri yang bisa merusak kualitas daging.

2. Teknik Pemotongan yang Tepat: Memotong Melawan Arah Serat

Setelah proses penyimpanan, langkah penting berikutnya adalah bagaimana memotong daging. Seringkali daging yang sudah dimasak dengan lama tetap terasa keras karena cara pemotongannya kurang tepat.

Prinsipnya adalah memotong daging melawan arah serat ototnya, bukan mengikuti arah serat. Serat daging biasanya terlihat seperti garis-garis memanjang pada potongan daging. Memotong secara tegak lurus terhadap serat tersebut akan membuat potongan daging lebih mudah dikunyah dan terasa lebih empuk.

Jika Anda masih bingung, coba perhatikan serat daging dengan seksama sebelum memotong dan pastikan pisau yang digunakan tajam agar potongan menjadi halus dan rapi.

3. Manfaat Marinasi dan Pilihan Bahan Pelunak Alami

Marinasi bukan hanya soal memberikan rasa tambahan, tetapi juga berfungsi untuk mengempukkan daging secara alami. Beberapa bahan alami yang banyak digunakan sebagai pelunak daging adalah:

  • Nanas parut, mengandung enzim bromelain yang efektif mengurai protein pada daging sehingga membantu melembutkan serat otot.
  • Air jeruk nipis atau lemon, memiliki kandungan asam sitrat yang mampu memecah jaringan ikat pada daging.
  • Yogurt, selain memberi rasa creamy juga mengandung asam laktat yang membantu mengempukkan daging.
  • Daun pepaya, juga memiliki enzim papain yang mampu menguraikan protein.
  • Soda kue atau baking soda, dapat digunakan untuk jenis daging tertentu sebagai pelunak dengan catatan dosisnya tepat agar tidak merusak tekstur.

Cara melakukan marinasi cukup mudah, yaitu dengan melumuri potongan daging menggunakan bahan pelunak tadi, lalu didiamkan selama 30 menit hingga maksimal 1 jam sebelum dimasak. Perlu diperhatikan agar tidak terlalu lama merendam daging dengan bahan asam agar daging tidak menjadi terlalu lembek dan hancur saat dimasak.

4. Memilih Teknik Memasak yang Sesuai untuk Hasil Maksimal

Teknik memasak sangat memengaruhi tekstur dan rasa akhir daging kurban. Beberapa metode yang dapat Anda coba antara lain:

  • Slow cooking atau merebus dengan api kecil dalam waktu lama: Teknik ini cocok untuk olahan seperti semur atau gulai. Dengan suhu rendah yang stabil, serat daging secara perlahan melunak sehingga menghasilkan tekstur yang empuk tanpa menghilangkan rasa alami daging.
  • Tumis cepat (stir fry): Untuk potongan daging kecil, tumisan dengan api besar selama waktu singkat akan menjaga kelembutan daging sekaligus mempertahankan jus di dalamnya, sehingga terasa juicy.
  • Panggang atau grilling: Cocok untuk olahan sate atau steak. Penting untuk menghindari overcooking (memasak terlalu lama) agar daging tidak kering dan tetap juicy.
  • Menggunakan pressure cooker (panci presto): Alternatif cepat yang bisa digunakan untuk mengempukkan daging dalam waktu singkat, sangat ideal bila Anda memiliki keterbatasan waktu.

5. Menghilangkan Bau Prengus dengan Rempah-Rempah Alami

Daging kambing atau sapi memiliki aroma khas yang kadang membuat tidak nyaman jika tidak diolah dengan benar. Untuk menghilangkan bau prengus tersebut, Anda bisa menambahkan rempah alami saat proses memasak seperti:

  • Jahe segar yang diiris tipis
  • Serai yang dimemarkan
  • Lengkuas dan daun salam
  • Kayu manis, kapulaga, dan cengkeh

Rempah-rempah ini selain menghilangkan bau tidak sedap juga memberikan aroma dan cita rasa yang khas dan menggugah selera.

6. Tips Menjaga Tekstur Daging Saat Memasak

Selama proses memasak, hindari mengaduk daging terlalu sering. Mengaduk terlalu kerap bisa membuat serat daging cepat hancur dan cairan alami keluar banyak, sehingga daging menjadi kering dan kehilangan kelembapan.

Biarkan daging matang secara perlahan dengan sesekali diaduk agar tidak gosong, lalu biarkan bumbu meresap sempurna dan tekstur tetap terjaga.

7. Teknik Mengistirahatkan Daging Setelah Matang

Pada hidangan seperti steak atau daging panggang, disarankan untuk membiarkan daging “beristirahat” selama 5–10 menit setelah matang sebelum diiris. Tujuannya adalah agar jus atau cairan dalam daging tersebar merata ke seluruh potongan, sehingga saat disantap, daging terasa lebih juicy dan lezat.

8. Contoh Resep Semur Daging Kurban untuk Pemula

Untuk Anda yang baru pertama kali memasak daging kurban, berikut resep semur daging sederhana yang mudah diikuti:

Resep Semur Daging Kurban Sederhana

Bahan-bahan:

  • 500 gram daging sapi atau kambing kurban, potong dadu
  • 5 siung bawang merah, iris tipis
  • 3 siung bawang putih, cincang halus
  • 2 lembar daun salam
  • 1 batang serai, memarkan
  • 2 sendok makan kecap manis
  • 1 sendok makan kecap asin (optional)
  • 1/2 sendok teh merica bubuk
  • Garam dan gula pasir secukupnya
  • 500 ml air putih
  • Minyak goreng untuk menumis

Cara memasak:

  1. Panaskan minyak, tumis bawang merah dan bawang putih sampai harum.
  2. Masukkan daun salam dan serai, aduk rata.
  3. Masukkan potongan daging, aduk hingga berubah warna.
  4. Tuang air, masak dengan api kecil sampai daging mulai empuk (sekitar 30–45 menit).
  5. Tambahkan kecap manis, kecap asin, merica, garam, dan gula, aduk rata.
  6. Masak kembali hingga kuah mengental dan bumbu meresap sempurna.
  7. Angkat dan sajikan hangat bersama nasi putih.

Resep Semur Daging Kurban dengan Kentang

Bahan-bahan:

  • 500 gram daging sapi atau kambing kurban, potong dadu
  • 3 buah kentang ukuran sedang, kupas dan potong dadu
  • 6 siung bawang merah, iris tipis
  • 4 siung bawang putih, cincang halus
  • 2 lembar daun salam
  • 1 batang serai, memarkan
  • 3 sendok makan kecap manis
  • 1/2 sendok teh pala bubuk
  • Garam dan gula secukupnya
  • 700 ml air
  • Minyak goreng untuk menumis

Cara memasak:

  1. Panaskan minyak, tumis bawang merah dan bawang putih hingga harum dan sedikit kecokelatan.
  2. Masukkan daun salam dan serai, aduk rata.
  3. Tambahkan potongan daging, aduk hingga berubah warna.
  4. Tuangkan air, masak dengan api kecil hingga daging empuk (sekitar 45 menit).
  5. Masukkan kentang, aduk dan masak hingga kentang lunak.
  6. Tambahkan kecap manis, pala bubuk, garam, dan gula, aduk hingga rata.
  7. Masak sampai kuah mengental dan bumbu meresap sempurna.
  8. Sajikan hangat bersama nasi putih atau lontong.

Baca informasi kesehatan terbaru di Kesehatan Liputan6