Bacaan Sholat Ashar Arab, Latin, dan Artinya: Pahami Batas Waktunya

Simak bacaan doa sholat Ashar berikut ini yang dilengkapi dengan tata cara dan waktu melaksanakannya.

Diperbarui 18 Juni 2025, 15:22 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Bacaan sholat Ashar sama dengan sholat lima waktu lainnya, diawali dengan niat, takbiratul ihram, Al-Fatihah, dan surat pendek. Konsistensi melafalkan bacaan secara tartil meningkatkan kekhusyukan dan kualitas ibadah.

Menurut kajian “Sirr dan Jahr dalam Bacaan Shalat Perspektif Ma’anil Hadist” oleh Rian Rahmat, membaca dengan sirr (pelan) dianjurkan pada Dzuhur dan Ashar untuk menjaga kekhusyukan individu. Praktik bacaan sirr ini memungkinkan konsentrasi personal yang lebih dalam.

Mengenal dan memahami isi bacaan sholat Ashar akan membantu membangun hubungan spiritual yang lebih mendalam saat menjalankannya. Oleh karena itu, penting untuk mempelajari arti dari setiap doa yang dibaca agar sholat menjadi lebih bermakna.

Berikut Liputan6.com ulas lengkapnya, Rabu (18/6/2025).

Bacaan Niat Sholat Ashar

Sebelum melaksanakan sholat Ashar, setiap umat Muslim harus membaca bacaan doa niat sholat Ashar terlebih dahulu. Jika melupakan atau melewatinya, maka sholat Ashar yang dikerjakan tidak sah. Berikut bacaan niat sholat Ashar baik jamaah maupun sendiri:

a. Sendiri

أُصَلِّى فَرْضَ العَصْرِأَرْبَعَ رَكَعاَتٍ مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ أَدَاءً لله تَعَالَى.

Arab Latin: Ushollii fardhal ‘ashri arba’a raka’aatin mustaqbilal qiblati adaan lilaahi ta’aalaa.

Artinya:  “Saya berniat sholat fardu ashar sebanyak empat rakaat menghadap kiblat, pada waktunya karena Allah Ta'ala.”

b. Jamaah menjadi makmum

أُصَلِّى فَرْضَ العَصْرِأَرْبَعَ رَكَعاَتٍ مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ أَدَاءً (مَأْمُوْمًا/إِمَامًا) لله تَعَالَى.

Arab Latin: Ushollii fardhal ‘ashri arba’a raka’aatin mustaqbilal qiblati ma’muman lillaahi ta’aalaa.

Artinya: “Saya (niat) mengerjakan sholat fardhu Ashar sebanyak empat rakaat dengan menghadap kiblat, sebagai makmum, karena Allah Ta'ala.”

c. Jamaah menjadi imam

Arab Latin: Ushollii fardhal ‘ashri arba’a raka’aatin mustaqbilal qiblati imaaman lillaahi ta’aalaa.

Artinya: “Saya (niat) mengerjakan sholat fardhu Ashar sebanyak empat rakaat dengan menghadap kiblat, sebagai imam karena Allah Ta'ala.”

Gerakan dan kewajiban melaksanakan sholat lima waktu memiliki dampak signifikan dalam membentuk karakter dan kedisiplinan seseorang; misalnya studi “Analisis Peran Gerakan Sholat Lima Waktu Dalam Meningkatkan Ibadah Sholat Siswa di SMKN 1 Lembah Melintang” oleh Mita Fitria, Zulmuqim, dan Muhammad Zalnur (2023) menunjukkan lewat gerakan GEMATU—seperti laporan harian secara daring, pengajian rutin, dan pemberian reward, terjadi peningkatan kesadaran dan kedisiplinan siswa dalam menunaikan sholat wajib.

Hasilnya, para siswa lebih termotivasi dan orang tua lebih terlibat aktif; penelitian berpendapat bahwa intervensi berbasis komunitas seperti ini efektif membudayakan sholat secara benar.

Tata Cara Sholat Ashar

Setelah mengetahui bacaan niat sholat Ashar, anda perlu menghafalkan tata cara dan bacaan sholat Ashar.

Berikut rinciannya:

Untuk lebih memahaminya, berikut ini tata cara sholat wajib yang benar sesuai syariat islam:

a. Membaca niat sholat

Membaca bacaan doa sholat Ashar yang telah dijelaskan di atas.

b. Takbiratul Ihram

Takbiratul Ihram dilakukan setelah membaca niat dengan mengangkat kedua tangan sejajar dengan telinga untuk laki-laki, dan sejajar dengan dada untuk perempuan, sambil membaca:

“Allaahu akbar”

Kemudian kedua tangan disedekapkan pada dada dan membaca do’a iftitah:

“Kabiiraa wal hamdu lillaahi katsiiraa wasubhaanallaahi bukrataw waashiilaa. Innii wajjahtu wajhiya lilladzii fatharas samaawaati wal ardha haniifam muslimaw wamaa ana minal musyrikiin. Inna shalaatii wanusukii wamahyaaya wamamaatii lillaahirabbil ‘aalamiin. Laa syariika lahuu wa bidzaalika umirtu wa ana minal muslimiin.”

Dilanjutkan dengan membaca surat Al-Fatihah:

“Bismillaahir rahmaanir rahiim. Alhamdu lillaahi rabbil ‘aalamiin. Arrahmaanir rahiim. Maalikiyaumiddiin. Iyyaaka na’budu waiyyaaka nasta’iinu. Ihdinash shiraathal mustaqiim. Shiraathal ladziina an’amta ‘alaihim ghairil maghdhuubi ‘alaihim waladhdhaalliin. Aamiin.”

Dilanjutkan dengan membaca salah satu surah pendek atau ayat-ayat dalam Al-Qur’an.

c. Ruku’

Setelah selesai membaca surat Al-Fatihah dan surat pendek, tata cara sholat ashar selanjutnya adalah ruku’. Kedua tangan diangkat setinggi telinga dan membaca Allaahu akbar, kemudian badan dibungkukkan, kedua tangan memegang lutut dan ditekankan. Usahakan antara punggung dan kepala supaya rata. Setelah sempurna, kemudian membaca do’a berikut sebanyak tiga kali:

“Subhaana rabbiyal ‘adziimi wa bihamdih”. (3x)

d. I'tidal

Setelah ruku’, kemudian bangkit tegak dengan mengangkat kedua tangan setinggi telinga sambil membaca:

“Sami’allaahu liman hamidah.”

“Rabbanaa lakal hamdu mil’us samaawati wa mil ‘ulardhi wa mil ‘umaasyi’ta min syai’in ba’du.”

e. Sujud

Selesai I’tidal lalu sujud dengan meletakkan dahi di alas sholat. Ketika turun, yaitu dari berdiri i’tidal ke sujud sambil membaca “Allahuu akbar”. Dan saat sujud membaca tasbih sebanyak tiga kali:

“Subhaana rabbiyal a‘laa wa bihamdih.” (3x)

Setelah sujud, lakukan duduk di antara dua sujud dan membaca:

“Rabbighfirlii warhamnii wajburnii warfa’nii warzuqnii wahdinii wa’aafinii wa’fu ‘annii.”

f. Sujud Kedua

Sujud kedua dikerjakan seperti sujud pertama baik cara maupun bacaannya. Setelah sujud kedua, berdiri dan melakukan raka’at kedua dengan tata cara sholat sama seperti raka’at pertama namun tanpa membaca do’a Iftitah. Sesudahnya, membaca surat Al-Fatihah, surat pendek, melakukan ruku’, I’tidal dan kemudian sujud untuk raka’at kedua.

g. Tasyahud Awal

Tasyahud Awal dilakukan pada raka’at kedua (kecuali shalat Subuh) setelah sujud yang kedua yaitu dengan duduk membentuk tasyahud awal dengan sikap kaki kanan tegak dan kaki kiri diduduki sambil membaca tasyahud awal:

“Attahiyyaatul mubaarakaatush shalawatuth thayyibaatu lillaah. Assalaamu ‘alaika ayyuhan nabiyyu warahmatullaahi wabarakaatuh. Assalaamu ‘alainaa wa ‘alaa ‘ibadadillaahish shaalihiin. Asyhadu allaa ilaaha illallaah. Wa asyhadu anna muhammadar rasuulullaah. Allaahumma shalli ‘alaa sayyidinaa muhammad.”

h. Tahiyatul Akhir

Selesai tasyahud Awal, berdiri kembali dengan mengangkat kedua tangan setinggi telinga sambil membaca Allaahu akbar untuk mengerjakan raka’at ketiga. Rakaat ketiga dan keempat, dikerjakan sama dengan rakaat pertama. Baik dari bacaan doa sholat hingga tata caranya, yang membedakan yaitu tanpa membaca do’a Iftitah dan surat pendek.

Kemudian setelah sujud terakhir, dilakukan tahiyatul akhir dengan duduk kaki bersilang (tawarruk) serta membaca:

“Attahiyaatul mubaarakaatush shalawaa-tuth thayy1baatu lillaah. assalaamu alaika ayyuhan nabiyyu warahmatullaahi wabarakaatuh. assalaamualainaa wa’alaa 'ibaadillaahish shaalihhn. asy-hadu al laa ilaaha illallaah, wa asyhaduanna muhammadar rasuulullaah. allaahumma shalli alaa sayyidinaa muhammad. wa alaa aali sayyidinaa muhammad. kama shallaita ‘alaa sayyidinaaibraahiim. wa’alaa aali sayyidinaa ibraahiim wabaarik-‘alaa sayyidinaa muhammad wa-‘alaa aali sayyidinaa muhammad. kamaa baarakta alaa sayyidinaa ibraahiim. wa ‘alaa aali sayyidinaa ibraahiim fil’aala miina innaka hamiidum majiid.”

i. Salam

Selesai tahiyatul akhir, lakukan salam dengan menengok ke kanan dan ke kiri bergantian sambil membaca:

“Assalaamu’alaikum warahmatullaahi wabarakaatuh.”

Waktu dan Batas Akhir Sholat Ashar

Setelah mengetahui bacaan sholat Ashar, anda perlu mengetahui waktu dan batas akhir sholat Ashar. Setiap sholat fardhu memiliki waktu dan batasnya untuk dikerjakan oleh umat muslim. Waktu sholat Ashar sendiri dapat dikerjakan beberapa menit setelah sholat Dzuhur, atau lebih tepatnya sejak bayangan suatu benda sama panjangnya dengan benda tersebut.

Sholat Ashar memiliki keunikan dan hikmah tersendiri dalam kajian fikih dan astronomi. Studi skripsi “Pembagian Waktu Salat Asar Perspektif Fikih dan Astronomi” oleh Eka Candra Ajia Warna (UIN Surabaya) membahas bagaimana waktu Ashar ditentukan: menurut mazhab Syafi’i, waktu dimulai saat bayangan benda sama dengan panjangnya, sedangkan menurut Hanafi, bayangan tersebut harus dua kali panjang asli.

Sedangkan untuk waktu batas akhir menjalankan sholat Ashar adalah saat matahari mulai perlahan tenggelam. Dari Abu Hurairah r.a. Bahwasanya Rasulullah Saw bersabda:

"Barangsiapa yang sempat mengerjakan satu rakaat sholat subuh sebelum matahari terbit, maka ia tetap mendapati Sholat Subuh (di dalam waktunya). Barangsiapa yang sempat mengerjakan satu rakaat Sholat Ashar sebelum matahari terbenam, maka ia telah mendapati Sholat Ashar (di dalam waktunya)." (HR. Bukhari)

Selain itu, jumhur ulama menyebutkan bahwa hukumnya makruh jika melaksanakan sholat Ashar saat sinar matahari mulai menguning kemerahan, yang mana pertanda matahari akan terbenam.

Cara Sholat Ashar Tepat Waktu

Pentingnya menjaga keutuhan dan ketepatan waktu sholat telah lama menjadi fokus dalam studi pendidikan karakter agama. Salah satu penelitian yang terbaru oleh Imron Nurrudin Effendi (2024), “Implementasi Pendidikan Karakter Melalui Buku Pantauan Shalat 5 Waktu di MI Ma’arif NU 01 Pandansari”, menyebut bahwa penggunaan buku pantauan harian memicu sikap religius, jujur, disiplin, dan tanggung jawab pada siswa.

Hal ini menegaskan bahwa alat pendokumentasian sederhana mampu memperkuat kesadaran individual terhadap waktu sholat.

Secara umum, disiplin waktu sholat tidak hanya meningkatkan kualitas ibadah tetapi juga mengembangkan karakter seperti konsistensi dan manajemen waktu—dua hal yang sangat penting dalam kehidupan sehari‑hari.

10 cara sholat tepat waktu

  1. Membuat jadwal sholat harian: Menyusun jadwal sholat lima waktu dan menempelkannya di tempat strategis mendorong kesadaran visual dan pengingat harian.
  2. Gunakan alarm yang disesuaikan: Mengatur alarm untuk setiap waktu sholat dengan azan atau suara lembut dapat membantu mengingatkan agar tidak melewatkan waktu.
  3. Ikuti pengajian atau komunitas: Bergaul dengan orang yang disiplin sholat dapat menjadi dukungan sosial untuk tetap tepat waktu.
  4. Catat dalam jurnal atau buku pantau: Menirukan metode buku pantauan seperti penelitian MI Ma’arif NU 01—mencatat sholat harian dan meminta tanda tangan orang tua—meningkatkan tanggung jawab pribadi .
  5. Libatkan keluarga atau teman: Sholat berjamaah dan saling mengingatkan menciptakan kebiasaan konsisten dalam keluarga atau kelompok kecil.
  6. Siapkan tempat dan perlengkapan: Memiliki sajadah, mukena, atau tempat khusus sebelum waktu sholat mengurangi alasan penundaan.
  7. Perhatikan waktu nyata lewat aplikasi: Menggunakan aplikasi adzan yang menampilkan waktu secara akurat memudahkan pemahaman kapan waktu sholat dimulai dan berakhir.
  8. Atur rutinitas sehari-hari: Sesuaikan jadwal belajar atau pekerjaan agar tidak bertabrakan dengan waktu sholat sehingga tidak terdistraksi saat tiba waktunya.
  9. Tumbuhkan niat dan pahala dalam hati: Memahami manfaat spiritual dan psikologis sholat (misalnya menenangkan pikiran) membantu memperkuat motivasi internal.
  10. Evaluasi bulanan: Meninjau kembali catatan sholat setiap bulan, mengenali pola kelemahan, dan memperbaiki kebiasaan agar semakin disiplin.

 

FAQ

Apa urutan bacaan dalam sholat Ashar?

Mulai niat, takbiratul ihram, Al-Fatihah, surat atau ayat pendek, rukuk, sujud, duduk antara dua sujud, dan salam.

Apakah surat setelah Al‑Fatihah boleh apa saja?

Boleh membaca surat atau ayat pendek dari Al-Qur’an sesuai kemampuan dan kebiasaan individu.

Apakah bacaan niat harus dalam bahasa Arab?

Dianjurkan menggunakan niat dalam bahasa Arab dan dilafalkan dalam hati, sudah cukup tanpa harus diucapkan keras.

Kenapa bacaan Ashar dibaca pelan (sirr)?

Hadits menyatakan bahwa Ashar (dan Dzuhur) sebabnya bacaan dilakukan sirr untuk menjaga kekhusyukan pribadi.

Bolehkah menggumamkan bacaan Al-Fatihah?

Untuk menjaga sirr, seseorang boleh membacanya lirih dalam hati asalkan jelas dalam memahami dan membaca.

Apakah beda bacaan dalam sholat berjamaah?

Imam membaca dengan sirr saat Ashar dan jamaah mengikuti dengan membacanya dalam hati atau pelan.

Bagaimana jika lupa bacaan?

Jika lupa ayat atau surat, cukup lanjutkan dengan Al-Fatihah ulang atau tasbih/salawat, lalu lanjutkan sholat tanpa mengulang seluruh gerakan.

 

Baca informasi kesehatan terbaru di Kesehatan Liputan6