Bacaan La Ilaha Illa Anta Subhanaka Inni Kuntu Minadzolimin: Arab, Arti, & Manfaat

Lafal La Ilaha Illa Anta Subhanaka Inni Kuntu Minadzolimin adalah dzikir atau doa Dzun Nuun.

Diperbarui 06 Juli 2026, 15:22 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - la ilaha illa anta subhanaka inni kuntu minadzolimin adalah lafal dzikir sekaligus doa yang dibaca oleh Nabi Yunus ketika ditimpa kesulitan dalam hidup. Ketika mengamalkannya dengan sungguh-sungguh, dikisahkan bahwa Allah benar-benar mengangkat kesulitan itu dan memberikan ampunan kepada Nabi Yunus. la ilaha illa anta subhanaka inni kuntu minadzolimin artinya memohon pertolongan.

 Dalam buku berjudul Dahsyatnya Doa Para Nabi oleh Syamsuddin Noor, S.Ag, lafal la ilaha illa anta subhanaka inni kuntu minadzolimin adalah dzikir yang disebut pula doa Dzun Nuun. la ilaha illa anta subhanaka inni kuntu minadzolimin artinya memohon pertolongan yang dibaca Nabi Yunus ketika di-qodar untuk hidup selama beberapa hari di dalam perut ikan paus setelah dilempar ke laut.

Bagian “Inni Kuntu Minaz-Zhālimīn” adalah pengakuan kesalahan dalam arti pelanggaran terhadap amanah dakwah, bukan hanya dosa personal. Penulis jurnal dari Universitas Brawijaya yang dipublikasikan ini macapat.ub.ac.id menjelaskan bahwa Nabi Yunus tidak menyalahkan kaumnya saat tertelan ikan, tetapi justru mengevaluasi dan mengakui kesalahannya sendiri. Ini bentuk refleksi diri yang memberikan pelajaran penting bagi umatnya.

Manfaat la ilaha illa anta subhanaka inni kuntu minadzolimin adalah doa sekaligus dzikir yang membuat seseorang bisa lebih mudah menghadapi masalah hidupnya. Baik itu untuk diangkat segala kesulitan dalam hidupnya atau dikuatkan dalam menghadapi kesulitan hidupnya. Allah pun menjamin itu bagi siapa saja yang memohonkannya dengan sungguh-sungguh. Lalu, bagaimana cara mengamalkan la ilaha illa anta subhanaka inni kuntu minadzolimin dalam kehidupan sehari-hari?

Berikut Liputan6.com ulas lebih mendalam tentang la ilaha illa anta subhanaka inni kuntu minadzolimin artinya memohon pertolongan, Senin (9/6/2025).

Tulisan Arab dan Latin La Ilaha Illa Anta Subhanaka Inni Kuntu Minadzolimin Beserta Arti

La ilaha illa anta subhanaka inni kuntu minadzolimin adalah lafal dzikir sekaligus doa yang dibaca oleh Nabi Yunus. Ia seorang nabi dari agama Samawi yang dikenal membaca dzikir la ilaha illa anta subhanaka inni kuntu minadzolimin berturut-turut untuk memohon pertolongan dari Allah SWT (tuhannya) agar diangkat masalah hidupnya.

Doa Nabi Yunus Arab:

لَا إِلَٰهَ إِلَّا أَنْتَ سُبْحَانَكَ إِنِّي كُنْتُ مِنَ الظَّالِمِينَ

Doa Nabi Yunus Latin:

Lailaha illa Anta subhanaka inni kuntu minadhdhalimin

Artinya Doa Nabi Yunus:

"Tidak ada Tuhan selain Engkau. Maha Suci Engkau, sesungguhnya aku adalah termasuk orang-orang yang zalim."

Sekolah Tinggi Teknologi Bandung mengisahkan, ketika hidup di dunia, Nabi Yunus diberi tugas oleh Allah berdakwah kepada orang Assyiria di Ninawa-Iraq. Suatu kaum yang keras kepala, penyembah berhala, dan suka melakukan kejahatan. Meski sudah berulang kali Yunus memperingatkan mereka, tetapi mereka tidak mau berubah. Orang-orang ini bukan dari kaum Nabi Yunus sehingga membuatnya tidak mau bersabar berdakwah untuk mereka.

Nama Nabi Yunus disebutkan sebanyak 6 kali di dalam Al-Qur'an. Kisah yang digambarkan itu, membuat kehidupan Nabi Yunus menjadi penuh dengan keputusasaan dan merasa sangat berdosa. Ia melakukan pengembaraan dan suatu ketika memutuskan menunggangi kapal, tetapi justru Nabi Yunus yang mendapat undian harus disingkirkan dari kapal dan dilempar ke laut lepas.

Kisah yang sama diceritakan dalam buku berjudul Rahasia Agar Doa Mustajab (2010) oleh Ustaz Cinta, pada masa itu setelah bertahun-tahun berdakwah, Nabi Yunus merasa putus asa karena kaumnya selalu menentang dan tidak mau beriman. Ia pun berdoa kepada Allah agar menurunkan azab pada kaumnya.

Kemudian, Nabi Yunus memberitahukan kepada kaumnya bahwa azab Allah akan datang tiga hari lagi. Nabi Yunus pun pergi berlayar meninggalkan kaumnya untuk mencari kaum lain yang mau mendengar seruannya. Di tengah perjalanan, kapal yang ditumpangi Nabi Yunus terkena badai dan hampir tenggelam. Nahkoda memberitahukan bahwa harus ada yang dilempar ke laut untuk mengurangi beban kapal.

Penumpang di kapal melakukan undian dan nama Nabi Yunus keluar sebanyak 3 kali. Nabi Yunus akhirnya menceburkan diri ke laut, lalu Allah SWT memerintahkan ikan paus untuk menelannya.

Dalam buku berjudul Dahsyatnya Doa Para Nabi oleh Syamsuddin Noor, S.Ag, lafal la ilaha illa anta subhanaka inni kuntu minadzolimin adalah dzikir yang disebut pula doa Dzun Nuun. La ilaha illa anta subhanaka inni kuntu minadzolimin artinya memohon pertolongan yang dibaca Nabi Yunus ketika di-qodar untuk hidup selama beberapa hari di dalam perut ikan paus setelah dilempar ke laut.

La ilaha illa anta subhanaka inni kuntu minadzolimin artinya doa pengakuan bahwa diri sebagai orang yang zalim dan memohon diangkat kesulitan hidupnya. Dikisahkan pula bahwa selama 40 hari berada di dalam perut ikan paus, Nabi Yunus dengan kesungguhan terus-menerus berdzikir la ilaha illa anta subhanaka inni kuntu minadzolimin dan memohon ampun kepada Allah SWT. Sampai pada akhirnya, Allah menerima taubatnya dan memerintahkan ikan paus untuk memuntahkannya ke daratan.

 

 

Manfaat Membaca La Ilaha Illa Anta Subhanaka Inni Kuntu Minadzolimin

La ilaha illa anta subhanaka inni kuntu minadzolimin merupakan doa Nabi Yunus AS yang berisi permohonan ampun sekaligus harapan agar Allah SWT memberikan pertolongan ketika seseorang menghadapi kesulitan. Karena itu, banyak umat Islam yang mengamalkan doa ini sebagai dzikir saat menghadapi berbagai persoalan hidup.

Dalam buku Zikir Nabi Yunus a.s. karya Ade Sudaryat dijelaskan bahwa siapa pun yang sedang mengalami kesulitan, kemudian membaca doa Nabi Yunus dengan penuh keikhlasan, kesabaran, dan keyakinan kepada Allah SWT, niscaya doanya akan dikabulkan. Allah akan mengangkat kesulitan yang sedang dihadapinya.

Hal tersebut selaras dengan firman Allah SWT dalam Surah Al-Anbiya ayat 88:

"Maka Kami perkenankan doanya dan Kami selamatkan dia dari kedukaan. Dan demikianlah Kami menyelamatkan orang-orang yang beriman."Pendapat serupa juga dijelaskan dalam buku From Hijrah Till Jannah: Istiqamah Hingga ke Surga-Nya karya Yovie Kyu bersama Q-Writing Consulting. Disebutkan bahwa tidak ada seorang Muslim yang berdoa dengan doa Nabi Yunus ketika menghadapi suatu persoalan, melainkan Allah SWT akan mengabulkan permohonannya.

Dengan demikian, manfaat membaca la ilaha illa anta subhanaka inni kuntu minadzolimin bukan sekadar untuk memohon agar kesulitan diangkat, tetapi juga agar hati diberi kekuatan, kesabaran, dan keteguhan dalam menghadapi ujian. Jaminan tersebut ditegaskan kembali dalam Surah Al-Anbiya ayat 87-88 yang mengisahkan bagaimana Allah menyelamatkan Nabi Yunus AS setelah beliau memanjatkan doa tersebut.

Keutamaan Membaca 40 Kali Saat Sakit

Selain diamalkan ketika menghadapi kesulitan hidup, doa Nabi Yunus juga memiliki keutamaan khusus ketika dibaca saat seseorang sedang sakit. Dalam sebuah riwayat yang diriwayatkan Al-Hakim dari Sa'ad bin Abi Waqqash dan dikutip dalam kitab ad-Durr al-Mantsur, disebutkan bahwa Rasulullah SAW menganjurkan membaca doa Nabi Yunus sebanyak 40 kali ketika sakit.

Dalam riwayat tersebut dijelaskan bahwa apabila seseorang membaca doa tersebut sebanyak 40 kali saat sakit, kemudian meninggal dunia karena penyakitnya, maka ia akan memperoleh pahala seperti orang yang wafat dalam keadaan syahid. Sementara jika Allah SWT memberikan kesembuhan, amalan tersebut tetap menjadi bentuk dzikir dan doa yang mendatangkan pahala serta menunjukkan kepasrahan seorang hamba kepada-Nya.

Meski demikian, para ulama menjelaskan bahwa keutamaan tersebut hendaknya dipahami sebagai bentuk motivasi untuk memperbanyak doa dan dzikir ketika sakit, bukan sebagai jaminan pasti atas suatu hasil tertentu. Seorang Muslim tetap dianjurkan untuk berikhtiar menjalani pengobatan sambil memohon kesembuhan kepada Allah SWT melalui doa Nabi Yunus dengan penuh keikhlasan dan keyakinan.

Dzikir La Ilaha Illa Anta Subhanaka Inni Kuntu Minadzolimin Dibaca Berapa Kali?Tidak ada ketentuan baku mengenai jumlah bacaan doa Nabi Yunus dalam keseharian. Namun, sejumlah ulama memberikan ijazah amalan berdasarkan pengalaman spiritual mereka. Dalam kitab Abwab al-Faraj karya Syekh Sayyid Muhammad bin Alawi Al-Maliki Al-Hasani disebutkan bahwa ada para ulama dan wali yang membiasakan membaca doa ini 40 kali setelah salat Subuh tanpa terputus.

Selain itu, ada pula yang mengamalkannya hingga 1.000 kali dalam sehari dengan tujuan mendekatkan diri kepada Allah SWT serta memohon kemudahan dalam berbagai urusan dunia maupun akhirat. Terlepas dari jumlah bacaannya, yang paling utama adalah mengamalkan doa ini secara istiqamah, penuh keikhlasan, serta disertai keyakinan bahwa hanya Allah SWT yang mampu mengangkat kesulitan dan mengabulkan setiap doa hamba-Nya.

Cara Mengamalkan Doa Nabi Yunus dalam Keseharian

Doa Nabi Yunus, "La ilaha illa anta subhanaka inni kuntu minadzolimin", dapat diamalkan dalam berbagai kesempatan sebagai bentuk ikhtiar spiritual untuk memohon pertolongan, ampunan, dan kemudahan dari Allah SWT. Amalan ini tidak hanya dibaca ketika sedang menghadapi kesulitan, tetapi juga saat memohon kesembuhan, mengharapkan husnul khatimah, hingga ketika memiliki hajat tertentu.

Dalam buku Doa-doa Terbaik Sepanjang Masa karya Ustaz Ahmad Zacky El-Syafa, dikutip sebuah hadis yang diriwayatkan oleh Sa'ad bin Abi Waqqash bahwa Rasulullah SAW menganjurkan membaca doa Nabi Yunus sebanyak 40 kali ketika seseorang sedang sakit. Hadis yang diriwayatkan oleh Imam Hakim tersebut berbunyi:

"Barangsiapa yang berdoa dengannya kepada orang yang sakit sebanyak 40 kali, maka jika ia meninggal, ia meninggal dengan membawa pahala mati syahid. Jika ia sembuh, maka sembuh dalam keadaan dosanya telah diampuni." (HR. Imam Hakim)Berdasarkan riwayat tersebut, sebagian ulama menganjurkan membaca doa Nabi Yunus sebanyak 40 kali setiap hari, khususnya setelah salat Subuh. Amalan ini dipandang sebagai bentuk dzikir dan doa untuk memohon perlindungan, kesembuhan, serta rahmat Allah SWT. Selain diamalkan untuk diri sendiri, doa ini juga sering dibacakan kepada orang yang sedang sakit atau menghadapi sakaratul maut dengan harapan memperoleh keutamaan sebagaimana disebutkan dalam hadis tersebut.

Di samping amalan 40 kali, terdapat pula tradisi yang berkembang di kalangan sebagian ulama dan orang saleh untuk membaca doa Nabi Yunus hingga 1.000 kali dalam sehari. Amalan ini biasanya ditujukan sebagai ikhtiar memohon terkabulnya hajat tertentu, memperbanyak istigfar, serta memohon ampunan atas dosa-dosa kepada Allah SWT. Jumlah bacaan tersebut bukan merupakan kewajiban, melainkan bentuk wirid yang dilakukan sesuai kemampuan dan dengan tetap menjaga keikhlasan.

Pendakwah almarhum Syekh Ali Jaber juga pernah menganjurkan agar doa Nabi Yunus diamalkan minimal 100 kali setiap hari. Menurut beliau, memperbanyak membaca doa ini dapat menjadi salah satu wasilah untuk memohon kemudahan rezeki, kelapangan urusan, serta terkabulnya doa, selama dibarengi dengan keyakinan, kesabaran, dan tawakal kepada Allah SWT.

Agar lebih optimal, doa Nabi Yunus juga dianjurkan dibaca pada waktu-waktu yang diyakini sebagai waktu mustajab untuk berdoa. Di antaranya ketika turun hujan, di antara azan dan iqamah, sebelum maupun sesudah salat fardu, pada sepertiga malam terakhir, hari Jumat, setelah mengkhatamkan Al-Qur'an, serta ketika melaksanakan tawaf di Baitullah. Membaca doa pada waktu-waktu tersebut merupakan salah satu bentuk ikhtiar untuk memperbanyak munajat kepada Allah SWT, sembari tetap meyakini bahwa hanya Dia yang menentukan terkabul atau tidaknya setiap permohonan hamba-Nya.

Perlu dipahami bahwa berbagai jumlah bacaan, seperti 40 kali, 100 kali, maupun 1.000 kali, merupakan amalan yang bersumber dari hadis, anjuran ulama, atau pengalaman spiritual para salihin. Yang terpenting dalam mengamalkan doa Nabi Yunus adalah menghadirkan hati yang ikhlas, mengakui kelemahan diri sebagaimana dicontohkan Nabi Yunus AS, serta senantiasa bertawakal kepada Allah SWT dalam setiap keadaan.

Tanya Jawab Seputar La Ilaha Illa Anta Subhanaka Inni Kuntu Minadzolimin

1. Apa arti doa Nabi Yunus "La Ilaha Illa Anta Subhanaka Inni Kuntu Minadzolimin"?

Doa Nabi Yunus yang berbunyi “La Ilaha Illa Anta Subhanaka Inni Kuntu Minadzolimin” memiliki arti “Tidak ada Tuhan selain Engkau, Maha Suci Engkau, sungguh aku termasuk orang-orang yang zalim.” Doa ini menunjukkan pengakuan tauhid (keesaan Allah), pengagungan terhadap kesucian Allah, serta kerendahan hati Nabi Yunus yang mengakui kesalahannya. Doa ini penuh makna spiritual dan menjadi simbol tobat serta penyerahan diri sepenuhnya kepada Allah di saat mengalami kesulitan luar biasa.

2. Dalam situasi apa Nabi Yunus membaca doa tersebut?

Doa ini dibaca Nabi Yunus ketika ia berada di dalam perut ikan besar, setelah sebelumnya meninggalkan kaumnya yang tidak menerima dakwah. Dalam kondisi gelap gulita — karena malam, lautan, dan perut ikan — Nabi Yunus menyadari kesalahannya dan berserah diri kepada Allah melalui doa tersebut. Kalimat ini menjadi bentuk komunikasi yang sangat tulus dari seorang nabi kepada Tuhannya, dalam kondisi terjepit dan penuh kepasrahan.

3. Mengapa doa ini begitu istimewa dalam Islam?

Doa Nabi Yunus dianggap istimewa karena mengandung kekuatan spiritual yang tinggi: ia memadukan tauhid, tasbih, dan istighfar dalam satu kalimat singkat namun mendalam. Doa ini juga mendapat pengakuan langsung dari Allah dalam Al-Qur’an (Surat Al-Anbiya: 87-88) sebagai doa yang dikabulkan, yang kemudian dijadikan contoh bagi umat Muslim ketika menghadapi kesulitan, sebab Allah berfirman bahwa Dia menyelamatkan Nabi Yunus karena doa itu dan akan menyelamatkan orang-orang beriman yang memohon dengan cara serupa.

4. Bagaimana cara mengamalkan doa Nabi Yunus dalam kehidupan sehari-hari?

Doa Nabi Yunus dapat diamalkan kapan saja, terutama saat sedang dalam kesulitan, merasa bersalah, atau ingin bertaubat. Banyak ulama menganjurkan untuk membacanya berulang-ulang setelah sholat fardhu, atau saat dalam perjalanan, dalam kondisi gundah gulana, bahkan saat tidak punya jalan keluar dari sebuah masalah. Doa ini bisa menjadi dzikir rutin karena selain memohon ampun, juga menegaskan keyakinan kepada keesaan dan kesucian Allah.

5. Apa keutamaan membaca doa ini menurut hadits?

Menurut hadits riwayat At-Tirmidzi, Rasulullah SAW bersabda bahwa doa Nabi Yunus ketika di dalam perut ikan adalah doa yang apabila dibaca oleh seorang Muslim dalam keadaan sulit, niscaya Allah akan mengabulkan permohonannya. Ini menunjukkan bahwa doa ini memiliki jaminan pengabulan dari Allah jika dibaca dengan penuh iman dan keyakinan. Karenanya, banyak ulama menyarankan menjadikan doa ini sebagai bagian dari amalan harian untuk memperkuat spiritualitas.

 

Baca informasi kesehatan terbaru di Kesehatan Liputan6