Liputan6.com, Jakarta Doa Nabi Yunus adalah salah satu doa yang terkenal dalam Al-Quran. Nabi Yunus adalah salah satu nabi yang diutus oleh Allah SWT untuk menyampaikan risalah-Nya kepada kaumnya yang durhaka. Namun, ketika doa dan nasihatnya tidak disambut dengan baik, Nabi Yunus memilih untuk meninggalkan mereka tanpa izin Allah. Akibat perbuatannya, Nabi Yunus terjebak di dalam perut ikan besar selama beberapa waktu.
Dalam situasi tersebut, Nabi Yunus memohon ampunan dan bertaubat kepada Allah SWT. Doa Nabi Yunus ini terkenal dengan kalimat "Tidak ada Tuhan selain Engkau, Maha Suci Engkau. Sesungguhnya aku termasuk orang-orang yang zalim". Doa ini menunjukkan rasa penyesalan dan ketaatan yang dalam dari Nabi Yunus. Allah SWT pun mengabulkan doa Nabi Yunus dan membebaskannya dari perut ikan tersebut.
Hikmah yang bisa diambil dari doa Nabi Yunus adalah betapa pentingnya taubat yang ikhlas dan penyadaran akan kesalahan yang dilakukan. Nabi Yunus memberikan contoh bahwa tidak ada dosa yang terlalu besar untuk diampuni oleh Allah SWT, selama kamu sungguh-sungguh bertaubat dan kembali kepada-Nya.
Advertisement
Kesabaran dan ketaatan Nabi Yunus dalam menjalankan perintah Allah juga dapat menjadi teladan bagi muslim dalam menghadapi cobaan hidup dan menjalankan tugas-tugas yang kita emban. Doa Nabi Yunus merupakan pengingat bagi umat Islam bahwa tidak ada yang lebih penting dari berlindung kepada Allah SWT dan menjaga hubungan kita dengan-Nya.
Berikut Liputan6.com rangkum dari berbagai sumber, Rabu (13/3/2024) tentang doa Nabi Yunus.
Doa Nabi Yunus Arab, Latin, dan Arti
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3110450/original/059507500_1587634731-Praying_Hands_With_Faith_In_Religion_And_Belief_In_God__Power_Of_Hope_And_Devotion___1_.jpg)
Doa Nabi Yunus adalah salah satu doa yang terkenal dalam agama Islam. Doa ini berhubungan dengan kisah Nabi Yunus yang dikisahkan dalam Al-Quran. Doa Nabi Yunus menjadi simbol keberanian dan kepatuhan kepada Allah.
Doa Nabi Yunus merupakan doa yang dapat dilafalkan umat Islam saat mengalami kesulitan dan cobaan dalam hidup. Doa Nabi Yunus adalah doa yang dibaca Nabi Yunus AS ketika terjebak di perut ikan paus. Dalam kondisi yang mencekam tersebut, Nabi Yunus AS tetap optimis dan percaya bahwa Allah SWT adalah penyelamat terbesar. Ia kemudian memanjatkan doa yang berasal dari potongan ayat ke 87 surah Al Anbiya.
Berikut adalah bacaan doa Nabi Yunus dalam tulisan Arab, Latin, dan Artinya:
Doa Nabi Yunus tulisan Arab:
لَا إِلَٰهَ إِلَّا أَنْتَ سُبْحَانَكَ إِنِّي كُنْتُ مِنَ الظَّالِمِينَ
Doa Nabi Yunus Latin:
la ilaha illa Anta Subhanaka Inni Kuntu Minadzolimin
Arti Doa Nabi Yunus:
Tidak ada Tuhan selain Engkau. Maha Suci Engkau, sesungguhnya aku adalah termasuk orang-orang yang zalim.
Doa Nabi Yunus ini merupakan permohonan ampun dan penyesalan yang tulus kepada Allah. Nabi Yunus menyebutkan bahwa tidak ada tuhan selain Allah dan Dia tidak bersekutu dengan makhluk-Nya apapun. Nabi Yunus juga mengakui kesalahannya sebagai seorang yang zalim. Doa ini menjadi teladan bagi umat muslim untuk selalu memohon ampun kepada Allah dan mengakui kesalahan mereka.
Bacaan Doa Nabi Yunus memiliki makna mendalam dan bisa digunakan sebagai refleksi diri bagi umat muslim. Dengan mengucapkan doa ini, umat muslim diharapkan bisa mengambil pelajaran dari kisah Nabi Yunus dan menjadikannya sebagai motivasi untuk berbenah diri dan terus berusaha mendekatkan diri kepada Allah.
Advertisement
Manfaat dan Keutamaan Doa Nabi Yunus
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3352602/original/082491100_1611011194-milada-vigerova-iQWvVYMtv1k-unsplash.jpg)
Doa yang singkat ini memiliki kandungan tauhid, tasbih, serta pengakuan dosa sehingga para ulama menjelaskan bahwa ia termasuk salah satu doa yang memiliki keutamaan sangat besar. Berikut beberapa manfaat dan keutamaan doa Nabi Yunus yang dapat dipahami dari Al-Qur'an, hadis, maupun penjelasan para ulama.
1. Menjadi Sebab Dikabulkannya Doa dan Hajat
Keutamaan doa Nabi Yunus yang paling dikenal adalah menjadi sebab dikabulkannya doa. Rasulullah SAW menjelaskan bahwa siapa saja yang memanjatkan doa ini dengan penuh keimanan dan ketulusan, Allah akan mengabulkan permohonannya.
Dalam hadis yang diriwayatkan oleh At-Tirmidzi disebutkan:
"Doa Nabi Yunus ketika berada di dalam perut ikan adalah 'Laa ilaaha illaa anta subhaanaka inni kuntu minazh-zhaalimiin.' Tidaklah seorang Muslim berdoa dengan doa tersebut untuk suatu urusan, melainkan Allah akan mengabulkannya." (HR. At-Tirmidzi No. 3505)
Hadis ini menunjukkan bahwa doa Nabi Yunus bukan sekadar doa ketika menghadapi musibah, tetapi dapat diamalkan dalam berbagai kebutuhan hidup. Meski demikian, seorang Muslim tetap perlu memahami bahwa pengabulan doa merupakan hak Allah SWT. Allah akan mengabulkan doa dengan cara terbaik, baik dengan memberikan apa yang diminta, menggantinya dengan yang lebih baik, maupun menyimpannya sebagai pahala di akhirat.
2. Memberikan Ketenangan Saat Menghadapi Kesulitan
Latar belakang doa ini mengajarkan bahwa sebesar apa pun ujian yang dihadapi seseorang, pintu pertolongan Allah tidak pernah tertutup. Nabi Yunus AS membaca doa tersebut ketika tidak memiliki jalan keluar secara lahiriah. Namun, karena beliau kembali kepada Allah dengan penuh kerendahan hati, Allah kemudian menyelamatkannya.
Nilai utama yang terkandung dalam doa ini adalah mengajarkan sikap tawakal dan pengakuan atas kelemahan diri. Saat seseorang membaca doa Nabi Yunus dengan penuh penghayatan, hati menjadi lebih tenang karena menyerahkan seluruh urusan kepada Allah SWT.
Allah kemudian menjelaskan kelanjutan kisah tersebut dalam Surah Al-Anbiya ayat 88 bahwa Dia mengabulkan doa Nabi Yunus dan menyelamatkannya dari kesedihan. Ayat ini juga menjadi kabar gembira bahwa Allah akan menolong orang-orang yang beriman sebagaimana Dia menolong Nabi Yunus.
3. Menguatkan Tauhid dan Keimanan kepada Allah
Selain berisi permohonan, doa Nabi Yunus merupakan bentuk pengakuan terhadap keesaan Allah SWT. Kalimat "Laa ilaaha illaa anta" merupakan penegasan bahwa hanya Allah yang berhak disembah dan menjadi tempat bergantung.
Dalam penjelasannya, Syekh Abdurrahman bin Nashir As-Sa'di menerangkan bahwa doa ini memuat tiga unsur penting, yaitu mengakui kesempurnaan uluhiyah Allah, menyucikan Allah dari segala kekurangan, dan mengakui kesalahan diri sendiri (Tafsir As-Sa'di, hlm. 529).
Karena itulah doa Nabi Yunus bukan sekadar permintaan agar masalah selesai, melainkan juga sarana memperkuat tauhid. Semakin sering seorang Muslim mengamalkannya dengan memahami maknanya, semakin kuat pula keyakinannya bahwa hanya Allah yang memiliki kuasa atas seluruh urusan kehidupan.
4. Menjadi Sarana Memohon Ampunan atas Dosa
Bagian akhir doa Nabi Yunus berbunyi "Innii kuntu minazh-zhaalimiin" yang berarti "Sesungguhnya aku termasuk orang-orang yang zalim." Kalimat ini merupakan bentuk pengakuan atas kesalahan yang telah dilakukan.
Dalam Islam, mengakui dosa di hadapan Allah merupakan bagian penting dari taubat. Seorang hamba tidak dianjurkan menyalahkan keadaan atau orang lain, melainkan terlebih dahulu melakukan introspeksi dan memohon ampunan kepada Allah SWT.
Oleh karena itu, doa Nabi Yunus sangat baik diamalkan ketika seseorang merasa banyak melakukan kesalahan atau ingin memperbaiki diri. Dengan memadukan pengakuan dosa, rasa penyesalan, dan harapan kepada rahmat Allah, doa ini menjadi salah satu bentuk taubat yang penuh kerendahan hati.
5. Membuka Jalan Kemudahan dan Rezeki
Banyak ulama menjelaskan bahwa doa Nabi Yunus dapat menjadi salah satu amalan untuk memohon kemudahan dalam berbagai urusan, termasuk rezeki. Hal ini bukan berarti doa tersebut menjadi jaminan datangnya kekayaan secara instan, melainkan sebagai bentuk ikhtiar spiritual agar Allah memberikan jalan keluar terbaik dari kesulitan hidup.
Ketika seorang Muslim memperbanyak zikir, memperbaiki tauhid, memperbanyak istigfar, dan mendekatkan diri kepada Allah melalui doa Nabi Yunus, ia sedang membuka pintu keberkahan dalam kehidupannya. Keberkahan inilah yang dapat menghadirkan kelapangan rezeki, kemudahan usaha, maupun kecukupan dalam kehidupan sehari-hari sesuai kehendak Allah SWT.
6. Mendatangkan Perlindungan dan Pertolongan Allah
Doa Nabi Yunus juga menjadi pengingat bahwa pertolongan Allah dapat datang pada saat yang paling tidak disangka. Nabi Yunus diselamatkan dari kondisi yang secara logika manusia hampir mustahil untuk selamat.
Al-Hakim At-Tirmidzi menjelaskan bahwa ketika seorang hamba mengesakan Allah, menjauhkan diri dari kesyirikan, menyucikan Allah dari segala kekurangan, lalu mengakui kesalahan dirinya, maka Allah akan memuliakannya dan tidak menyia-nyiakan harapan yang dipanjatkannya. Penjelasan ini menunjukkan bahwa doa Nabi Yunus bukan hanya memiliki nilai ibadah, tetapi juga menjadi sebab turunnya pertolongan dan kasih sayang Allah kepada hamba-Nya (Nawadir Al-Ushul fii Ahadits Al-Rasul, Jilid 2, hlm. 24).
Oleh sebab itu, doa ini sangat dianjurkan dibaca ketika menghadapi berbagai kesulitan, baik persoalan keluarga, pekerjaan, kesehatan, maupun ujian kehidupan lainnya. Dengan tetap disertai ikhtiar dan tawakal, seorang Muslim berharap mendapatkan perlindungan dan jalan keluar terbaik dari Allah SWT.
Amalan Doa Nabi Yunus
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4262146/original/085381500_1671090332-pexels-alena-darmel-8164382.jpg)
Doa Nabi Yunus merupakan salah satu doa yang sangat dianjurkan untuk diamalkan dalam kehidupan sehari-hari. Doa yang diabadikan dalam Surah Al-Anbiya ayat 87 ini tidak hanya dibaca ketika seseorang sedang mengalami kesulitan, tetapi juga dapat dijadikan zikir harian untuk memperkuat keimanan, memohon ampunan, dan mendekatkan diri kepada Allah SWT.
Dalam hadis yang diriwayatkan oleh At-Tirmidzi, Rasulullah SAW menjelaskan bahwa tidaklah seorang Muslim memanjatkan doa Nabi Yunus untuk suatu keperluan, melainkan Allah akan mengabulkannya sesuai kehendak-Nya (HR. At-Tirmidzi No. 3505). Karena itu, doa ini menjadi salah satu amalan yang banyak dibaca ketika seorang Muslim memohon pertolongan kepada Allah.
Agar memperoleh manfaat yang maksimal, amalan doa Nabi Yunus hendaknya dilakukan dengan memperhatikan adab berdoa dalam Islam. Pertama, membaca doa dengan penuh keyakinan bahwa hanya Allah SWT yang mampu memberikan pertolongan. Kalimat "Laa ilaaha illaa anta" merupakan pengakuan tauhid yang mengingatkan seorang hamba untuk menggantungkan seluruh harapannya hanya kepada Allah.
Kedua, menghayati makna doa, bukan sekadar melafalkannya. Kalimat "Subhaanaka" merupakan bentuk penyucian kepada Allah dari segala kekurangan, sedangkan "Innii kuntu minazh-zhaalimiin" adalah pengakuan atas kesalahan diri. Menurut penjelasan Syekh Abdurrahman bin Nashir As-Sa'di dalam Tafsir As-Sa'di, doa ini mengandung pengakuan terhadap kesempurnaan Allah, penyucian-Nya dari segala kekurangan, serta pengakuan seorang hamba atas dosa dan kekhilafannya. Tiga unsur tersebut merupakan bentuk doa yang sangat dicintai Allah karena lahir dari kerendahan hati seorang hamba.
Ketiga, memperbanyak doa ini ketika menghadapi kesulitan atau musibah. Kisah Nabi Yunus AS mengajarkan bahwa pertolongan Allah dapat datang meskipun seseorang berada dalam situasi yang tampaknya mustahil untuk diselamatkan. Karena itu, banyak ulama menganjurkan doa ini dibaca ketika menghadapi persoalan hidup, seperti kesulitan ekonomi, masalah keluarga, kegelisahan hati, maupun ketika memohon kemudahan dalam urusan pekerjaan dan pendidikan.
Selain itu, doa Nabi Yunus juga baik diamalkan sebagai bagian dari zikir harian setelah salat fardu, pada sepertiga malam, atau di waktu-waktu mustajab lainnya, seperti saat sujud, antara azan dan iqamah, maupun ketika sedang safar. Meski tidak terdapat ketentuan jumlah bacaan yang diwajibkan dalam Al-Qur'an maupun hadis sahih, yang lebih utama adalah membacanya secara rutin, khusyuk, dan disertai doa-doa lain sesuai kebutuhan.
Pada akhirnya, amalan doa Nabi Yunus bukan hanya bertujuan untuk meminta dikabulkannya hajat, tetapi juga menjadi sarana memperbaiki hubungan seorang hamba dengan Allah SWT. Dengan membiasakan doa ini dalam kehidupan sehari-hari, seorang Muslim belajar untuk senantiasa bertauhid, bersikap rendah hati, mengakui kesalahan, serta menyerahkan seluruh urusannya kepada Allah yang Maha Pengasih dan Maha Penolong.
Advertisement
Tanya Jawab Seputar Doa Nabi Yunus
1. Kapan waktu yang dianjurkan untuk membaca doa Nabi Yunus?
Doa Nabi Yunus dapat dibaca kapan saja, terutama ketika sedang menghadapi kesulitan, merasa gelisah, memohon ampunan kepada Allah SWT, atau saat memiliki hajat tertentu. Meski tidak ada ketentuan waktu khusus dalam syariat, mengamalkannya secara rutin setelah salat fardu atau ketika berdoa di sepertiga malam dapat menjadi salah satu bentuk ikhtiar untuk mendekatkan diri kepada Allah.
2. Apakah doa Nabi Yunus pasti membuat semua keinginan terkabul?
Rasulullah SAW menjelaskan bahwa doa Nabi Yunus merupakan doa yang memiliki keutamaan besar dan menjadi sebab dikabulkannya permohonan seorang Muslim. Namun, pengabulan doa sepenuhnya merupakan hak Allah SWT. Allah dapat mengabulkan doa sesuai yang diminta, menggantinya dengan yang lebih baik, atau menundanya pada waktu yang paling tepat sesuai hikmah dan kehendak-Nya.
3. Mengapa doa Nabi Yunus memiliki keutamaan yang istimewa?
Doa Nabi Yunus mengandung tiga unsur penting dalam berdoa, yaitu pengakuan terhadap keesaan Allah (tauhid), penyucian Allah dari segala kekurangan (tasbih), serta pengakuan atas dosa dan kesalahan diri (taubat). Perpaduan ketiga unsur tersebut menjadikan doa ini sebagai salah satu doa yang sangat dianjurkan dalam Islam ketika seorang hamba memohon pertolongan, ampunan, dan rahmat Allah SWT.
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9306409/original/068173500_1784877920-cek_fakta_-_pendaftaran_CPNS.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8256352/original/040260500_1781154176-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-06-11T120248.984.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4285001/original/066553900_1673179649-Target_Sektor_Wisata_2023-Angga-7.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9327521/original/042881300_1787113384-Screenshot_2026-08-19_110246.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4261724/original/067662300_1671073532-teenage-girl-with-praying-sunny-nature.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3211716/original/096234700_1597721039-PERSIB.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5530841/original/070179400_1773490364-IMG-20260314-WA0013.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5530035/original/091338600_1773389779-Xiaomi_15T.webp)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5528074/original/023473200_1773231468-Oppo.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5523729/original/007771400_1772858257-BeautyPlus-OBJECT-REMOVER-1772857832895.jpg.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5523116/original/053244000_1772790949-Ngabuburit.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5521354/original/041352500_1772687405-cropped-ff96715a-821c-440a-9864-5b982c217a10.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5519547/original/044244500_1772581423-WhatsApp_Image_2026-03-03_at_23.34.50.jpeg)