Liputan6.com, Jakarta - Stres kerja bagi sebagian orang mungkin terasa seperti hal yang wajar. Padahal, saat Anda terus-menerus menghadapi target berat, tenggat waktu sempit, konflik di kantor, atau tekanan mental yang menumpuk, tubuh sebenarnya sedang bekerja keras merespons kondisi tersebut.
Dalam situasi stres, tubuh akan melepaskan hormon seperti kortisol dan adrenalin. Kedua hormon ini berfungsi meningkatkan kadar gula darah agar tubuh memiliki energi cepat untuk menghadapi tekanan. Namun, jika kondisi ini terjadi berulang, tubuh bisa menjadi kurang sensitif terhadap insulin.
Akibatnya, kadar gula darah lebih mudah meningkat dan sulit dikontrol. Konsultan dan ahli diabetes, Pooja Pillai, menjelaskan, tekanan pekerjaan tidak hanya berdampak pada kondisi emosional, tetapi juga memengaruhi sistem metabolisme tubuh secara langsung.
Advertisement
"Stres kerja yang selalu terjadi bisa memengaruhi keseimbangan hormon tubuh," ujarnya dikutip dari Only My Health pada Minggu, 5 April 2026.
Oleh sebab itu, stres kerja yang dibiarkan tanpa penanganan dapat menjadi faktor tidak langsung yang meningkatkan risiko diabetes tipe 2.
Beban kerja yang padat memang tidak serta-merta menyebabkan diabetes. Namun, rutinitas kerja yang sibuk sering membuat seseorang melewatkan waktu makan, kurang bergerak, hingga tidur larut malam. Kebiasaan-kebiasaan ini berkontribusi pada naiknya kadar gula darah.
Selain itu, duduk terlalu lama saat bekerja juga berpengaruh. Ketika tubuh minim bergerak, otot tidak menggunakan glukosa secara efisien, sehingga gula darah lebih mudah meningkat.
"Duduk terlalu lama membuat otot tidak menggunakan glukosa secara efisien, sehingga kadar gula darah bisa lebih mudah meningkat,"Â ujarnya.
Kurang tidur akibat beban kerja tinggi juga memperburuk kondisi ini. Saat tubuh tidak mendapatkan istirahat yang cukup, kinerja insulin menurun.
Di sisi lain, rasa lapar keesokan harinya cenderung meningkat, terutama keinginan mengonsumsi makanan manis. Jika terus berlangsung, kondisi ini dapat memicu resistensi insulin, yang menjadi awal terjadinya diabetes tipe 2.
Â
Tanda Awal Diabetes yang Perlu Diwaspadai
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5519703/original/042604700_1772594187-WhatsApp_Image_2026-03-04_at_10.14.28.jpeg)
Ada beberapa tanda awal yang sering muncul tapi kerap diabaikan. Salah satunya adalah rasa haus berlebihan yang disertai frekuensi buang air kecil yang meningkat.
Saat gula darah tinggi, ginjal bekerja lebih keras untuk membuang kelebihan glukosa melalui urine. Proses ini menarik lebih banyak cairan tubuh, sehingga tubuh lebih cepat merasa haus dan lebih sering buang air kecil, bahkan di malam hari.
Selain itu, tubuh juga bisa terasa mudah lelah. Kondisi ini bukan sekadar akibat kurang tidur, melainkan karena glukosa tidak dapat masuk ke sel tubuh secara optimal akibat gangguan insulin. Akibatnya, tubuh kekurangan energi meskipun asupan makan cukup.
"Rasa lelah yang muncul tanpa sebab jelas sering menjadi tanda awal yang sering diabaikan," tambahnya.
Penurunan berat badan tanpa sebab yang jelas juga patut diwaspadai. Ketika glukosa tidak dapat dimanfaatkan dengan baik, tubuh mulai memecah cadangan lemak dan otot sebagai sumber energi. Jika berlangsung terus-menerus, berat badan bisa turun tanpa disadari.
Tak hanya itu, penglihatan kabur juga bisa menjadi tanda. Kadar gula darah yang tinggi dapat memengaruhi keseimbangan cairan di lensa mata, sehingga fokus penglihatan berubah dan pandangan menjadi buram, terutama setelah makan atau saat tubuh sedang lelah.
"Penglihatan kabur sering dianggap efek terlalu lama menatap layar, padahal bisa menjadi sinyal gula darah sedang tidak stabil," tambahnya.
Â
Advertisement
Cara Mencegah Diabetes Akibat Stres
Guna mencegah kondisi ini, penting menjaga keseimbangan gaya hidup di tengah tekanan pekerjaan. Mengatur pola makan menjadi langkah awal yang krusial.
Hindari kebiasaan menunda makan lalu menggantinya dengan camilan manis. Sebaliknya, biasakan makan tepat waktu dengan komposisi seimbang yang mencakup protein, sayur, serat, dan karbohidrat kompleks agar energi tetap stabil sepanjang hari.
Di sela-sela pekerjaan, usahakan tetap bergerak. Aktivitas sederhana seperti berdiri, berjalan ringan, atau melakukan peregangan setiap satu jam dapat membantu tubuh menggunakan glukosa dengan lebih efisien dan menjaga kinerja insulin tetap optimal.
Kualitas tidur juga tidak boleh diabaikan. Tidur yang cukup, sekitar tujuh hingga delapan jam setiap malam, membantu menjaga keseimbangan hormon dan mempermudah tubuh mengontrol kadar gula darah.
Selain itu, pemeriksaan gula darah secara rutin penting dilakukan, terutama bagi pekerja dengan tingkat stres tinggi, jam kerja panjang, atau memiliki riwayat keluarga diabetes. Dengan deteksi dini, peningkatan gula darah bisa segera ditangani sebelum berkembang menjadi diabetes tipe 2.
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5344257/original/055252700_1757482470-WhatsApp_Image_2025-09-10_at_11.23.02.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9287484/original/056615100_1783229292-bansos_pkh_bpnt.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9287416/original/074940600_1783225116-cek_fakta_sandiaga.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5580034/original/026197700_1778124608-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-05-07T102932.008.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5503036/original/067439800_1771073251-office-workers-using-finance-graphs.jpg)

:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8256534/original/027399300_1781161052-Vertical_500x656_-_Pentas_Bola_Dunia_2026__3_.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8257144/original/052940400_1781226984-javier-aguirre.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5245839/original/084355000_1749414399-lamine_yamal_bernardo_silva_portugal_spanyol_UNL_090625_ap_michael_probst.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8264240/original/068596200_1782101163-tunisia.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9287279/original/022281700_1783206952-pra8.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8261544/original/016069100_1781743382-inggris.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8257143/original/047056400_1781226984-mexico-city-stadium.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8450010/original/046935500_1782346255-063_2283182603.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8260740/original/033303400_1781654609-063_2281951293.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8452334/original/003376600_1782349228-ney.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9287291/original/083160400_1783207895-063_2284678786.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9287277/original/092402000_1783206951-pra6.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9287269/original/086325900_1783206564-000_B9AD2X7.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8343931/original/025487100_1782216594-Arief__2_.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8528998/original/044771700_1782460758-mandiri.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8261955/original/080489900_1781763842-Padat_Karya.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8261024/original/013118900_1781674562-Asisten.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8139188/original/097113300_1780991489-Banner_Infografis_Dunia_Kerja_H.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/6377175/original/058623000_1779252360-warkop.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5556064/original/023106700_1776230515-Menteri_PANRB_Rini_Widyantini-15_April_2026a.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5562170/original/079186900_1776791834-Perempuan.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4087580/original/052940600_1657699696-Semangat_Masyarakat_Berkebutuhan_Khusus_Ikuti_Job_Fair_Disabilitas-merdeka-4.jpg)