Buka Jalan Mandiri, Kemnaker Latih Penyandang Disabilitas Jadi Wirausahawan

Pelatihan wirausaha bagi penyandang disabilitas bertujuan memperluas kesempatan kerja dan serap tenaga kerja baru.

Diterbitkan 21 April 2026, 07:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Perluasan kesempatan kerja merupakan cara mendukung kemandirian finansial penyandang disabilitas. Salah satu langkah yang dijalankan  Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) adalah dengan melakukan pelatihan kewirausahaan bagi difabel.

Kecakapan membangun usaha adalah modal penting menuju kemandirian ekonomi bahkan bisa pula menjadi pencipta lapangan kerja.

Hal tersebut disampaikan Staf Khusus Menteri Ketenagakerjaan Sukro Muhab saat membuka Kegiatan Layanan Kewirausahaan 2026 “Wirausaha Inklusif, Tumbuh Bersama”, di Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) pada Jumat (17/4/2026).

Sukro mengatakan, peluang kerja harus terus diperluas untuk mengoptimalkan potensi nasional yang ada. Menurutnya, pekerjaan tidak terbatas pada sektor formal seperti pegawai negeri atau karyawan perusahaan. Peluang kerja juga terbuka melalui usaha mandiri, ekonomi kreatif, dan pemanfaatan teknologi digital.

“Lowongan kerja itu ada di mana-mana. Tidak hanya di perusahaan, tetapi juga bisa diciptakan sendiri. Yang perlu kita dorong adalah bagaimana masyarakat beralih dari pencari kerja menjadi pencipta lapangan kerja,” katanya mengutip laman Kemnaker, Senin (20/4/2026).

Melalui kegiatan ini, Sukro mengatakan bahwa Kemnaker menghadirkan dua fokus utama, yakni pelatihan kewirausahaan bagi penyandang disabilitas serta penguatan usaha bagi pelaku usaha mikro kecil menengah (UMKM) rintisan.

Disabilitas Bukan Hambatan untuk Berkarya

Sukro menegaskan, keterbatasan fisik bukanlah hambatan untuk berkarya.

“Keterbatasan fisik bukan penghalang.Yang terpenting adalah kreativitas dan kemampuan berpikir. Kami ingin memastikan teman-teman disabilitas memiliki akses yang sama untuk berkembang dan mandiri secara ekonomi,” tegasnya.

Selain pelatihan, Kemnaker juga membuka peluang pengembangan usaha lanjutan melalui program Tenaga Kerja Mandiri (TKM). Program ini ditujukan bagi peserta yang telah merintis usaha agar dapat naik kelas dan memperluas skala usahanya.

“Kami tidak hanya melatih, tetapi juga mendampingi dan membuka akses pembiayaan. Harapannya, usaha yang dirintis dapat berkembang dan bahkan menyerap tenaga kerja baru,” ujarnya.