BPOM Temukan Takjil Mengandung Formalin dan Boraks di Sejumlah Daerah

BPOM menemukan formalin pada mi kuning basah dan lontong mengandung boraks di beberapa wilayah Indonesia.

Diterbitkan 08 Maret 2026, 17:20 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - BPOM atau Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) masih menemukan takjil atau hidangan berbuka puasa yang mengandung bahan berbahaya seperti formalin, boraks, hingga pewarna tekstil pada makanan.

Pada pengawasan khusus terhadap 1.350 pedagang takjil di 298 lokasi pengawasan di seluruh Indonesia ditemukan ada yang mengandung bahan berbahaya.

“Melalui metode rapid test kit, petugas menguji 2.888 sampel makanan dan menemukan 48 sampel (1,66%) yang positif mengandung bahan berbahaya seperti formalin, boraks, dan pewarna tekstil rodamin B,” jelas Kepala BPOM, Taruna Ikrar saat berada di Makassar pada Kamis, 5 Maret 2026.

Formalin banyak ditemukan pada mi kuning basah dan tahu di wilayah seperti Tangerang dan Surabaya. Sementara, rhodamin B ditemukan pada sirup, es cendol, dan kerupuk di wilayah Jakarta hingga Ambon.

Temuan boraks pada sampel takjil lebih rendah dari rhodamin B, tetapi bahan berbahaya pada pangan ini masih banyak ditemukan pada mi kuning sampai lontong di beberapa daerah, seperti Padang, Jakarta, Denpasar, hingga Ambon.

Khusus di wilayah Sulawesi Selatan, Balai Besar POM di Makassar melaporkan bahwa hasil uji petik terhadap pedagang takjil di Jalan Boulevard, Panakkukang menunjukkan seluruh sampel memenuhi syarat dan aman dikonsumsi.

Kenali Ciri-Ciri Pangan Berbahaya

Menanggapi masih ditemukannya pangan yang mengandung bahan berbahaya, Kepala BPOM Taruna Ikrar mengimbau masyarakat agar lebih waspada saat memilih makanan.

“Saya mengimbau masyarakat untuk lebih waspada dan mengenali ciri-ciri pangan berbahaya,” ujar Taruna.

Ia mencontohkan beberapa ciri fisik yang dapat diamati dari keberadaan bahan berbahaya di dalam makanan. Misalnya pada mi yang tidak mudah putus dan berbau khas kimia, itu bisa jadi mengandung formalin. Lalu, bakso yang sangat kenyal bisa jadi mengandung boraks, atau kerupuk dengan warna merah mencolok yang berpendar (rhodamin B).