Liputan6.com, Bandung - Dinas Kesehatan Jawa Barat (Jabar) menyebutkan data tren suspek campak periode 2021 - 2026 masih tinggi berdasarkan data per 26 Februari 2026. Peningkatan signifikan mulai terlihat pada paruh kedua tahun 2022 dan puncaknya pada akhir 2022 hingga awal 2023.
Setelah itu, jumlahnya menurun sepanjang 2023 - 2024 dengan fluktuasi sangat kecil. Memasuki tahun 2025, kembali terjadi kenaikan tajam dan konsisten dengan puncak tertinggi pada September-Oktober 2025.
Pada data Januari-Februari 2026, Dinas Kesehatan Jawa Barat mencatat sebanyak 1.489 suspek campak. Rinciannya pada Januari 2026 sebanyak 640 suspek dan 849 suspek pada Februari 2026.
Advertisement
 "Nah, ini kalau kita lihat mingguannya dari 2021 sampai sekarang sampai bulan Februari ini, memang jumlah kasus suspeknya yang dilaporkan sebagai diduga memang masih tinggi ya seperti itu," ujar Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan Jabar, drg. Yus Ruseno, MSC.PH, dalam pertemuan daring 'Waspada Campak Deteksi Dini Tatalaksana dan Imunisasi Lengkap di Jawa Barat' ditulis Bandung, Minggu (8/3/2026).
Yus mengatakan berdasarkan laporan jumlah suspek campak sepanjang 2025 di Jawa Barat, sebagian besar berasal dari pusat kesehatan masyarakat (Puskesmas) sebanyak 4.571 suspek atau setara 59 persen.
Sumber pelaporan terbanyak kedua berasal dari rumah sakit sebanyak 2.963 suspek (38 persen), dinas kesehatan 116 suspek (1,5 persen), tidak ada keterangan 20 suspek (0,2 persen), bidan 12 suspek (0,1 persen) dan kader dua suspek (0,02 persen).
"Untuk yang kasus campaknya sendiri yang ternyata itu kebanyakan didapat dari rumah sakit," kata Yus.
Â
Kasus Campak 2025 di Jawa Barat
Sementara itu, rincian kasus campak sepanjang 2025 yakni sebanyak 1.310 setara 72,54 persen kasus campak terbanyak dicatat ditemukan di rumah sakit. Sisanya ditemukan 482 kasus (26,69 persen) di pusat kesehatan masyarakat (puskesmas), tidak ada keterangan 11 kasus (0,61 persen), dinas kesehatan dua kasus (0,11 persen) dan bidan satu kasus (0,06 persen).
Kasus campak di 2025 tersebut terbanyak menyerang 905 kasus kelompok usia 1-4 tahun.
Disusul 510 kasus di kelompok usia 5-9 tahun, 257 kasus kelompok usia kurang dari 1 tahun, 76 kasus kelompok usia 10-14 tahun dan 56 kasus kelompok usia 15 dan lebih dari 15 tahun.
Dinas Kesehatan Jawa Barat menduga kenaikan kasus campak pada 2025 merupakan imbas bayi-bayi pada saat pandemi COVID-19 tidak mendapatkan imunisasi campak.
"Kami menduga bahwa ini adalah 'panen' ya, gara-gara banyaknya anak-anak atau bayi-bayi yang tidak diimunisasi di zaman COVID. Kita tahu pada saat COVID banyak posyandu (pos pelayanan terpadu) tutup sehingga capaian imunisasi sangat drop. Nah, sekarang 'panennya'," terang Yus.
Melihat tren kasus suspek campak masih tinggi, Yus meminta kepada tenaga kesehatan untuk mengingatkan orangtua untuk mengimunisasi bayi sejak baru lahir.
"Ini untuk di menjadi perhatian terutama kader ya, agar selalu bayi baru kemudian di pastikan bahwa mereka itu mengimunisasikannya," sebut Yus.
Â
Advertisement
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9301033/original/004849700_1784434276-blt_umkm_-_cek_fakta.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9298964/original/044978900_1784188695-Screenshot_2026-07-15_123742bbbb.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9299928/original/085453400_1784279402-cek_fakta_dana_hibah_prabowo_-_purbaya.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/6454660/original/051756600_1779318782-1001276959.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/2363289/original/096455500_1537407636-20180919-Pemprov-Aceh-Akhirnya-Bolehkan-Vaksinasi-MR--AFP-1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8256534/original/027399300_1781161052-Vertical_500x656_-_Pentas_Bola_Dunia_2026__3_.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9288075/original/063090000_1783298243-nor2.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5432724/original/083241100_1764821781-AP25337713644646.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8264052/original/051981800_1782069590-Spain_s_Lamine.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8257094/original/041007200_1781205796-000_B6T99LB.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9299317/original/088764800_1784212809-argentina.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9294340/original/000872600_1783830200-000_B9XN79R.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5484506/original/024457200_1769435277-arsene.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9300878/original/067363300_1784417747-000_C2JX6TP.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9298206/original/007801400_1784152342-063_2286278842.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8260848/original/087679100_1781665562-063_2281975452.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5166509/original/037413000_1742274435-20250318-Latihan_Timnas_Prancis-AFP_4.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9297435/original/065011900_1784091222-000_C27U8NQ.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5529198/original/048081600_1773311046-vaksin_campak.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5526549/original/046089800_1773125255-Depositphotos_266017344_L.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4617868/original/072798700_1697788718-_fpdl.in__shower-head-with-hot-water_23-2149088614_normal.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5571088/original/068013400_1777601887-Screenshot_2026-05-01_091636.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3089111/original/059276000_1585566203-467179-PFX8MC-198.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5570683/original/093636100_1777536652-WhatsApp_Image_2026-04-30_at_3.10.00_PM.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5294924/original/059949500_1753424920-aditya-romansa-5zp0jym2w9M-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5566085/original/078490100_1777113036-campak__2_.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5566084/original/011688100_1777112415-imunisasi.jpeg)